Adi Saputra Mengamuk Banting Motor, Pacarnya Ikut Diperiksa Polisi

Jakarta – Polisi memeriksa perempuan berinisial Y pacar dari Adi Saputra yang mengamuk dan membanting-banting motor karena tak terima ditilang polisi. Selain Y, polisi juga memeriksa saksi lain yang mengetahui terkait kasus dugaan penadahan motor dan pelanggaran lalu lintas Adi.

“Ada, sudah kita ambil keterangannya termasuk juga saudara Nur Iksan, termasuk juga teman tersangka yang melakukan perekaman terhadap pembakaran STNK,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di Polres Tangerang Selatan, Jalan Letnan Sutopo, Serpong, Tangsel, Jumat (8/2/2019).


Y merupakan pacar dari Adi Saputra yang terekam video viral saat Adi ditilang polisi. Dalam video viral itu, Y tampak menangis histeris dan meminta Adi untuk berhenti menghancurkan motornya.

“Perempuan itu pengakuannya adalah rekan wanita, kalau dibilang pacar itu apa ya, teman wanita dari pada tersangka. Saudara Y,” ujarnya.

Usai video viral banting-banting motor, muncul juga video Adi yang sedang membakar STNK. Video itu rupanya direkam oleh seorang laki-laki yang saat ini sudah diperiksa.

“Teman dia, sudah kita periksa, laki2, bukan temannya itu. Dia hanya dimintai tolong oleh tersangka untuk bantu ambilkan gambar, jadi tidak ada motif-motif lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Ferdy menerangkan Adi bersikap agresif dan membanting-banting motor karena merasa sedih sudah mengumpulkan uang dengan susah payah. Adi yang berporfesi sebagai penjual kopi itu membeli motor tersebut seharga Rp 3 juta via Facebook.

“Kenapa yang bersangkutan begitu agresif dan overreaktif menanggapi tindakan tegas dari petugas yang akan melaksanakan penulangan. Keterangan sementara dari tersangka yang bersangkutan selama ini untuk membeli sepeda motor yang bersangkutan mengumpulkan uang dalam waktu yang cukup lama sehingga ada persaan marah ada perasaan mungkin dia sedih motor yang selama ini dia peroleh dengan susah payah harus dilakukan penilangan oleh polisi sehingga dia melakukan tindakan tersebut,” tutur dia.

Setelah aksi banting motor karena tidak terima ditilang polisi itu, Adi kemudian ditangkap. Polisi kemudian menetapkannya sebagai tersangka.

Adi dipersangkakan atas dua kasus. Pertama atas pelanggaran lalu lintas dan kedua atas kepemilikan kendaraan bodongnya itu.

Adapun pelanggaran lalu lintas yang dilakukan Adi adalah tidak melengkapi alat pengaman, seperti spion, helm, dan lain sebagainya. Adi juga melawan arus saat berkendara hingga melawan petugas saat hendak ditilang.

Sangkaan kedua, Adi Saputra diduga mengendarai motor yang didapatkan secara ilegal. “Perbuatan pidana tentang kepemilikan kendaraan bermotor yang kita duga didapat dari hasil yang ilegal atau tidak benar,” ujar Ferdy.
(knv/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *