Overmars: Alexis Bisa Saja Kembali ke Arsenal

Liputan6.com, Jakarta – Eks gelandang Arsenal, Marc Overmars merasa Alexis Sanchez bisa kembali ke klub berjulukan The Gunners itu.Alexis tinggalkan Arsenal pada Januari 2018 lalu dan kini kesulitan main bersama Manchester United (MU).

Alexis dikabarkan akan tinggalkan MU di akhir musim nanti. Overmars meyakini tak tertutup kemungkinan dia kembali ke Arsenal.

Overmars saat ini dicalonkan menjadi direktur sport di Arsenal. Salah satu misinya di sini yaitu membawa Alexis kembali.

“Saya menghormati Alexis, karena dia tampil bagus di Arsenal tapi saya tak tahu apakah itu keputusan bagus untuk pergi,” kata Overmars seperti dikutip Mirror.

“Sepak bola Inggris mengubah Anda, bisa membuat Anda berubah pikiran dan itu membuat saya maju.”

2 dari 3 halaman

Bikin Sejarah

Dia mengaku Arsenal ingin bikin sejarah lagi di Inggris. Saat era Arsene Wenger, dia dan juga Dennis Bergkamp mengubah sejarah bersama The Gunners.

“Pemain seperti Alexis penting buat Arsenal. Kami pernah mencoba dapatkan Alexis lain, tapi tak diberikan. Jadi dia bisa kembali ke sini,” ujar Overmars.

Alexis kemungkinan bakal kembali mendapatkan jatah bermain saat MU menghadapi Chelsea di babak 5 Piala FA. Apalagi Ole Gunnar Solskjaer tak punya banyak pilihan karena Anthony Martial dan Jesse Lingard absen.

3 dari 3 halaman

video

KTM Kecam Keputusan Honda Depak Pedrosa

Liputan6.com, Wina – CEO KTM, Stefan Pierer tak habis pikir dengan sikap Repsol Honda yang mendepak Dani Pedrosa dari jajaran pembalap di MotoGP 2019. Kini, KTM menampung Pedrosa sebagai pembalap penguji.

Repsol Honda lebih memilih untuk merekrut Jorge Lorenzo sebagai tandang Marc Marquez. Pierer sangat mengecam keputusan Honda yang tidak menghargai loyalitas Pedrosa selama 14 tahun.

“Tidak seperti orang Jepang, kami menganggap (gagasan) keluarga secara harfiah. Kami berdiri di sisi orang-orang kami pada masa yang baik dan buruk. Ketika seorang pembalap cedera, Anda berdiri di sampingnya,” ujar Pierer seperti dikutip Motorsports.

“Anda harus membayangkan Dani Pedrosa didepak semalam setelah 14 tahun dengan Honda. Betapa piciknya Anda? Dia adalah pahlawan! Dia adalah duta besar!”

Dia mengatakan Pedrosa memilih pindah ke KTM karena kebersamaan di tim ini. “Apa yang orang lain lakukan dengan uang, saya berusaha untuk mencapainya dengan keluarga,” ujar Pierer.

“Banyak pembalap saya sekarang dalam manajemen. Lihatlah (juara dunia motocross, sekarang KTM Motorsports Director) Pit Beirer. Itulah yang membuat kami istimewa.”


2 dari 3 halaman

Absen Tiga Bulan

Menjalani operasi bahu, Pedrosa harus absen tes pramusim Sepang. Bahkan ia juga dihadapkan proses pemulihan yang kemungkinan memakan waktu hingga tiga bulan.

Meski begitu, Manajer Tim KTM, Mike Leitner gembira atas masukan The Little Samurai pada RC16 usai uji coba privat di Jerez tahun lalu.

“Saya rasa dia akan benar-benar fit pada akhir April atau awal Mei, jika semuanya berjalan seperti yang dikatakan para dokter,” ucap mantan kepala mekanik Pedrosa itu.

“Dia telah memenangi Grand Prix yang tak terhitung jumlahnya dan telah berada di MotoGP selama bertahun-tahun. Dia dapat membantu kami di mana-mana.”

3 dari 3 halaman

Perspektif Lain

Leitner menambahkan, memiliki perspektif dari sang mantan pembalap Honda akan berguna. Apalagi jika melihat Pol Espargaro, Johann Zarco dan Hafizh Syahrin yang semuanya berasal dari pabrikan garpu tala.

“Itu tidak direncanakan, tetapi banyak pembalap kami datang dari Yamaha. Itu sebabnya sangat menyegarkan untuk mendapatkan pembalap dari pabrikan lain, karena dia melihat dan menjelaskan berbagai hal secara berbeda,” terangnya.

Mengenai fisik Pedrosa yang kelewat mungil, Leitner menyangkal hal tersebut bakal membuatnya tak cocok dalam menjalankan peran penguji.

MotoGP 2019: Lorenzo Sebut Rossi Kandidat Kuat Juara Dunia

Jakarta Pembalap anyar Repsol Honda, Jorge Lorenzo, menyebut pacuan juara dunia MotoGP 2019 akan melibatkan lima pembalap, salah satunya Valentino Rossi. Dia memprediksi persaingan akan berlangsung sengit. 

Lorenzo percaya diri menghadapi persaingan pada MotoGP 2019. Namun, dia mengakui ada empat pembalap lain yang bisa menjegal ambisinya. 

“Saat ini, saya jelas salah satu favorit (juara dunia MotoGP 2019),” kata Lorenzo, seperti dilansir Speedweek, Sabtu (16/2/2019). 

“Tapi, juga ada pembalap lain (yang jadi favorit), seperti Marc (Marquez), dia bakal ada di depan dan bertarung memperebutkan titel. Ada juga Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi, yang selalu di depan dan tahu motornya dengan baik, dan juga Maverick Vinales,” imbuh pembalap asal Spanyol itu.  

Jorge Lorenzo menghadapi tantangan besar segera bersiap menyambut MotoGP 2019. Dia terpaksa absen pada tes pramusim MotoGP di Sepang, 6-8 Februari, karena masih cedera. 

Namun, mantan pembalap Yamaha dan Ducati itu memastikan diri akan mengikuti sesi tes di Sirkuit Losail, Qatar.  Itu artinya, Jorge Lorenzo juga siap turun pada seri pertama MotoGP 2019 di Qatar, 10 Maret.   

2 dari 2 halaman

Persaingan Lebih Sengit

Lorenzo mengaku sangat antusias ingin memulai petulangan pada musim baru. Apalagi, persaingan diprediksi berlangsung ketat. 

“Dengan begitu banyak kandidat juara. Musim ini bakal menyenangkan,” kata Lorenzo. 

“Kami hidup di era emas, karena banyak pembalap spektakuler dan perebutan gelar juara dunia akan sengit dibanding sebelum-sebelumnya. Jika Anda melihat hasil terbaru, Anda bisa melihat Ducati menemukan kekuatan dan kekuatan di trek. Saya jelas tak akan meremehkan mereka,” ujar Lorenzo. 

Kabar Buruk, 2 Winger MU Absen Lawan Chelsea dan Liverpool

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) mendapat kepastian terkait cedera dua penyerang sayap Jesse Lingard dan Anthony Martial. Keduanya menghilang 2-3 pekan.

Dengan kabar ini, MU tidak bisa menurunkan mereka pada dua laga besar di depan mata melawan Chelsea (Piala FA) dan Liverpool (Liga Inggris).

“Mereka absen 2-3 pekan. Saya mencoba mencari solusi di tim junior. Namun Mason Greenwood juga tengah dirawat. Mason kurang beruntung, tapi saya yakin kesempatan baginya segera datang,” kata manjer interim Ole Gunnar Solskjaer, dilansir Manchester Evening News.

Lingard (hamstring) dan Martial (pangkal paha) terpaksa meninggalkan pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris-Saint Germain, Selasa (12/2/2019).

Tanpa mereka, serangan MU kehilangan greget dan Solskjaer menderita kekalahan perdana dalam 12 pertandingan.

2 dari 3 halaman

Opsi Solskjaer

Tanpa Lingard dan Martial, Solskjaer bisa berpaling ke Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, dan Juan Mata untuk mendampingi Marcus Rashford di lini depan. Masalahnya, ketiga pemain tersebut tidak meyakinkan.

Maka, Solskjaer membuka kesempatan bagi dua pemain muda Angel Gomes dan Tahith Chong. “Mereka sudah berlatih bersama tim utama dan bisa saja diturunkan,” ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Laga Lain

Selain versus Chelsea (tandang, Piala FA, 18 Februari) dan Liverpool (kandang, Liga Inggris, 24 Februari), Lingard serta Martial juga absen pada duel kontra Crystal Palace (tandang, Liga Inggris, 27 Februari), Southampton (kandang, Liga Inggris, 2 Maret), hingga Paris Saint-Germain (tandang, Liga Champions, 6 Maret).

Martial-Lingard Diperkirakan Menepi Tiga Pekan

Manchester – Dua pilar Manchester United, Anthony Martial dan Jesse Lingard, diperkirakan absen hingga tiga pekan. Hal itu dikonfirmasi Ole Gunnar Solskjaer.

Bekapan cedera itu didapat Martial dan Lingard saat MU takluk dari Paris Saint-Germain. Martial mengalami masalah otot pada awal laga. Ia sempat dipaksakan bermain sampai jeda. Hingga akhirnya digantikan Juan Mata pada babak kedua.

Sedangkan Lingard mengalami masalah hamstring sesaat sebelum babak pertama berakhir dan langsung disubstitusi dengan Alexis Sanchez.

Pada konferensi pers jelang laga Piala FA melawan Chelsea, Jumat (15/2/2019) malam WIB, Solskjaer mengungkapkan kondisi kedua pemainnya itu.

Martial dan Lingard akan melewatkan MU melawan Chelsea, juga saat The Red Devils berhadapan dengan Liverpool di pekan depan.

“Saya pikir mereka akan menepi setidaknya dua sampai tiga pekan ke depan menengok kondisinya sekarang,” jelasnya dikutip Sky Sports.

“Ini menjadi kesempatan untuk pemain lain bermain. Entah itu Alexis, Romelu Lukaku, atau Angel Gomes. Anthony dan Jesse bekerja sangat baik bersama kami. Mereka sangat vital pada sektor penyerangan kami dengan kecepatannya.”

“Romelu dan Alexis punya skill yang berbeda. Jadi kami akan menyatukan tim lagi untuk Senin nanti,” tutur sang manajer.

(cas/cas)


UEFA Selidiki Kartu Kuning Sergio Ramos

Nyon – Di laga Ajax Amsterdam vs Real Madrid, Sergio Ramos dituding sengaja mendapat kartu kuning. UEFA mulai menyelidikinya.

Saat Madrid mengalahkan Ajax 2-1 dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Johann Cruijff ArenA, Kamis (14/2/2019) dini hari WIB, Ramos menelan kartu kuning di menit ke-89 karena melanggar Kasper Dolberg. Kartu itu diklaim sengaja diincar Ramos.

Kenapa Diincar? Akibat kartu itu, Ramos harus absen di leg kedua babak 16 besar melawan Ajax. Dengan begitu, kapten Los Blancos tersebut akan bersih dari akumulasi kartu di perempatfinal, itu pun jika Madrid lolos.

Dan tudingan Ramos sengaja mengincar kartu kuning itu diketahui dari wawancaranya usai pertandingan. Ia mengaku kadang harus membuat keputusan seperti itu.

“Bukan karena memandang remeh lawan, tapi kadang Anda harus mengambil keputusan seperti ini dan itulah yang yang saya lakukan,” ucap Ramos dalam wawancaranya dengan El Chiringuito TV usai pertandingan.

Komentar Ramos itu kini diselidiki UEFA. Seperti dilansir Associated Press, UEFA disebut sudah memulai proses penyelidikan.

Jika terbukti sengaja melakukannya, hukuman Ramos akan ditambah satu pertandingan. Artinya, selain absen di leg kedua melawan Ajax, ia juga harus absen di leg pertama babak perempatfinal.

Ini bukan kali pertama Ramos sengaja mendapat kartu kuning di Liga Champions. Kejadian serupa pernah terjadi di 2010 dan 2013.

(yna/cas)


Sengaja Dapat Kartu Kuning, Bek Real Madrid Terancam Sanksi

Jakarta – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, terancam sanksi setelah membuat pengakuan sengaja mendapat kartu kuning saat melawan Ajax Amsterdam.

Real Madrid menang 2-1 atas Ajax dalam leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019 di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Rabu dini hari WIB (13/2/2019).

Los Blancos menang lewat gol Karim Benzema pada menit ke-60, dan menit ke-87, Marco Asensio menjadikan Madrid unggul lagi setelah pada menit ke-75, Hakim Ziyech sempat menyamakan skor jadi 1-1.

Insiden kartu kuning Ramos terjadi dua menit setelah gol Asensio. Dengan begitu, ia akan absen pada leg kedua saat Madrid giliran menjamu Ajax di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019), namun akan kembali tampil di perempat final seandainya Madrid lolos ke 8 besar.

Namun, Ramos berpotensi menerima tambahan hukuman. Hal itu setelah ia mengungkap kartu kuning yang diterimanya itu sudah direncanakan.

“Ya, sejujurnya adalah bahwa melihat hasilnya…, itu adalah sesuatu yang ada dalam pikiran saya,” kata Ramos setelah pertandingan.

“Itu bukan untuk meremehkan lawan, tapi kadang-kadang Anda harus membuat keputusan sulit,” imbuhnya.

Insiden serupa pernah terjadi pada 2017. Ketika itu bek kanan Real Madrid, Dani Carvajal, juga mengaku sengaja mendapatkan kartu kuning saat melawan APOEL, dan UEFA lantas menambah hukumannya menjadi dua pertandingan.

Sedangkan pada 2010, Ramos dan Xabi Alonso didenda UEFA, serta Jose Mourinho menerima satu kali larangan berada di tepi lapangan setelah ia meminta kedua pemainnya itu agar “mengeluarkan diri sendiri” saat duel kontra Ajax di fase penyisihan grup.

Sumber: Metro

Kasus Marko Simic, Persija Jakarta Antisipasi Skenario Terburuk

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta mengantisipasi skenario terburuk terhadap kasus hukum yang menimpa striker Marko Simic. Manajemen bakal mempertimbangkan opsi yang tersedia sebelum mengambil keputusan.

“Kalau ternyata masalah ini menjadi panjang dan ada hukuman dalam rentang waktu tertentu, kami di internal akan melihat lagi tindakan apa yang harus diambil,” kata CEO Persija Ferry Paulus, dilansir situs resmi Liga 1.

Simic tinggal di Australia dan tidak kembali ke Jakarta selepas putaran kedua kualifikasi Liga Champions Asia melawan Newcastle Jets, Selasa (12/2/2019). Paspornya ditahan karena diduga melecehkan perempuan yang duduk di sebelahnya pada pesawat dalam penerbangan Denpasar menuju Sydney.

“Dia masih di Australia sampai sidang kedua pada 9 April 2019. Sekarang kasus ini ditangani pengacara dari Kroasia,” kata manajer Persija Ardhi Tjahjoko.

Artinya, Simic dipastikan tidak bisa memperkuat Persija pada berbagai pertandingan penting. Dia melewatkan Piala Indonesia, Piala AFC, serta turnamen pramusim Piala Presiden.

Namun, Simic berpotensi absen lebih lama jika pengadilan memberikan hukuman lain atas perbuatannya.

2 dari 3 halaman

Bomber Andalan

Bergabung pada awal tahun lalu, Simic menjadi ujung tombak andalan Persija. Dia menjadi top skor Piala Presiden 2018 yang berbuah gelar bagi klub.

Simic lalu menyumbang 18 gol di Liga 1 untuk membawa Macan Kemayoran menjadi juara. Dia juga mencetak 10 gol di Piala AFC tahun lalu.

3 dari 3 halaman

Tetap Tajam

Musim ini Simic tetap menunjukkan produktivitasnya. Torehan satu gol ke gawang Home United membawa Persija melangkah ke putaran kedua kualifikasi Liga Champions Asia.

Jalani Sidang, Simic Absen di Laga Persija vs Becamex Binh Duong

Jakarta Striker Persija Jakarta, Marko Simic, gagal melakukan reuni dengan mantan klub yang pernah diperkuatnya, Becamex Binh Duong. Ia harus menjalani sidang saat Persija bersua tim asal Vietnam tersebut pada laga perdana Grup G Piala AFC 2019, Selasa (26/2/2019), di Jakarta.

Becamex Binh Duong merupakan klub pertama, dari tiga klub Vietnam, yang dibela Marko Simic. Pemain asal Kroasia itu bermain di Becamex Binh Duong pada 2015. Saat itu, klub tempat bernaung Simic berhasil menjadi juara Liga Vietnam.

Sayang, pertemuan pertama kedua tim tak bisa melibatkan Simic. Sang bomber masih berada di Australia karena terganjal kasus tuduhan pelecehan.

“Marko Simic masih berada di Australia sampai sidang kedua pada 9 April 2019 mendatang. Kasus itu sudah ditangani pengacara dari Kroasia. Sementara itu, KBRI di Australia akan tetap memonitor perkembangannya,” ujar Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.

Jika Marko Simic bisa bebas setelah 9 April 2019, pemain berusia 31 tahun itu masih memiliki kesempatan melakukan reuni dengan Binh Duong. Hal itu bisa terealisasi pada pertemuan kedua.

Persija akan menjalani laga tandang ke markas Binh Duong, Go Dau Stadium, Selasa (16/4/2019), atau sepekan seusai sidang kedua Marko Simic di Australia. Simic terpaksa berurusan dengan hukum Australia setelah dituduh melakukan pelecehan dalam penerbangan dari Bali menuju Sydney, Minggu (10/2/2019).

Capello: Gaya Zaniolo Mirip-Mirip Pogba

JakartaNicolo Zaniolo tengah menanjak. Gelandang muda AS Roma itu dinilai punya gaya permainan yang serupa dengan bintang Manchester United, Paul Pogba.

Zaniolo didatangkan Roma di awal musim 2018/2019 ini dari Inter Milan. Pemain 19 tahun itu tak langsung mendapatkan kesempatan di Giallorossi, bahkan cuma bermain tiga kali dalam 13 pertandingan pertama klub, dengan total waktu bermain 93 menit.

Tapi sejak bulan November 2018 lalu, Zaniolo mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari pelatih Roma, Eusebio Di Francesco. Zaniolo tak pernah absen satu laga pun sejak saat itu, tampil di 19 laga.

Kepercayaan Di Francesco membuahkan hasil. Dalam sembilan penampilan terakhir, Zaniolo sudah mencetak lima gol dan dua assist, termasuk saat dua kali menjebol gawang Porto di Olimpico, Rabu (13/2/2019) dinihari WIB.

Dua golnya itu memenangkan Roma 2-1 di laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Mantan pelatih Roma Fabio Capello tak luput memerhatikan perkembangan Zaniolo. Baginya secara gaya permainan dan karakter, pemain yang dikontrak lima tahun oleh Roma itu serupa dengan Pogba.

Zaniolo dan Pogba sama-sama senang mengambil risiko dan amat percaya diri dengan bola.

“Baik Pogba dan Zaniolo selalu ingin memainkan bola. Mereka tak pernah mau pilihan aman. Mereka ingin lebih lagi dan mengincar gawang lawan,” ungkap Capello kepada Sky Sport Italia.

“Itu adalah sebuah tanda kepercayaan diri, hasrat untuk mengambil risiko, dan karakter. Dia selalu menjaga bola, ingin melewati lawan, dan mengincar gol.”

“Itu hal yang sama dengan yang dilakukan Pogba. Mereka ingin membuat assist dan menembak dengan baik dari jarak jauh. Dia punya karakter, kekuatan, dan kualitas,” imbuhnya seperti dilansir Football Italia.
(raw/yna)