Rusunawa Paspampres 10 Lantai Dibangun di Kawasan Tanah Abang

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan membangun Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Jalan Tanah Abang II, Jakarta.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan Rusunawa ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian anggota Paspamres dan keluarga, serta meningkatkan semangat tugas prajurit.

“Kami berharap dengan pembangunan Rusun Tingkat Tinggi ini bisa meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para anggota Paspampres TNI yang bertugas,” ujar dia dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (22/2/2019).

Khalawi menjelaskan, pembangunan Rusun Sewa bagi TNI dan Polri dilakukan karena banyak anggota TNI dan Polri yang belum memiliki hunian yang layak. Ketersediaan hunian turut mendukung TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kurun waktu 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 114 tower dengan total 4.267 unit Rusun TNI yang tersebar di 24 Provinsi. Selain itu, pada kurun yang sama Kementerian PUPR juga telah membangun rumah khusus TNI sebanyak 4.267 unit di 34 Provinsi.

“Jika para anggota Paspampres TNI dan ASN di lingkungan TNI tinggal di Rusunawa, tentunya ke depan mereka bisa menabung. Saat ini sebagian anggota TNI tinggal di rumah dinas, namun untuk mendapatkan lahan pembangunan perumahan tapak di Ibukota tentunya sangat mahal, jadi kami dorong agar pembangunan Rusun untuk anggota TNI dengan hunian vertikal seperti Rusun ini,” tutur Khalawi.

Adapun Rusunawa Paspampres yang dibangun terdiri dari satu tower setinggi 10 lantai sebanyak 93 unit dengan empat tipe berbeda, yakni tipe A seluas 130 meter persegi sebanyak 2 unit, tipe B seluas 90 meter persegi sebanyak 9 unit, tipe C seluas 70 meter persegi sebanyak 44 unit, dan tipe D seluas 45 meter persegi sebanyak 38 unit.

2 dari 3 halaman

Kontraktor Brantas Abipraya

Rusunawa ini akan dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dengan pendanaan APBN 2018-2019 senilai Rp 136 miliar.

Setiap unit pada tower tersebut akan dilengkapi meubelair seperti meja tamu dan sofa, meja dan kursi makan, lemari pakaian, serta tempat tidur di tiap kamar. Rusun juga akan dilengkapi fasilitas satu basement, dan satu helipad di bagian atap.

Khalawi menyebutkan, ada hal spesial yang diperuntukkan di Rusunawa Paspampres tersebut, yakni sebagai rusun pertama yang dibangun dengan tipe yang beragam.

“Jika Rusun Kejaksaan sebelumnya dibangun dua tower dengan dua tipe yang berbeda dengan tipe paling tinggi 82 meter persegi, maka Rusun Tingkat Tinggi Paspampres ini terdiri dari empat tipe mulai tipe 45 sampai tipe 130 meter persegi,” terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

PT Transjakarta Buka Rute Penghubung Asemka Explorer

Liputan6.com, Jakarta – PT Transjakarta membuka rute penghubung baru menuju gedung pusat grosir perniagaan di kawasan Kota, Jakarta Barat. Rute yang dinamakan Aseka Explorer ini akan terhubung dengan beberapa rute, seperti Blok M-Kota, Tanjung Priok-Penjaringan dan Pluit-Senen.

“Layanan ini terhubung dengan rute Blok M-Kota, PIK-Balai Kota, Ancol-Kampung Melayu, PGC-Ancol,  Kampung Rambutan-Ancol,  Tanjung Priok-Penjaringan dan Pluit-Senen (12B). Kemudian bus wisata History of Jakarta (BW1), Art and Culinary (BW3), Tanah Abang-Kota (JAK10) dan Pulogadung-Kota (JAK33),” ujar  Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019. 

Daud mengatakan, layanan Asemka Explorer sendiri memiliki 40 titik pemberhentian bus (bus setop) yang akan memudahkan masyarakat menjangkau rute dan titik tujuan.

“Rute ini beroperasi dari pukul 05.00-22.00 dengan tarif Rp 3.500,” kata Daud seperti dilansir dari laman Berita Jakarta. 

Untuk mengisi rute tersebut, Daud menjelaskan pihaknya mengoperasikan Bus Metrotrans. Dalam layanan ini, bus Metrotrans dilengkapi satu area kursi roda dan ram kursi roda di area pintu untuk memudahkan penumpang berkebutuhan khusus.

“Kelebihan lain yang dimiliki bus Metrotrans yakni ketinggian lantai dapat disesuaikan dengan jalan,” ujar Daud. 

2 dari 2 halaman

Dilengkapi CCTV

Di samping itu, sambung Daud, di dalam bus juga terdapat dua pintu penumpang di sisi kiri. Bus ini juga dilengkapi dua unit televisi wide screen ukuran 29 inci dan Closed Ciruit Television (CCTV).

Berikut rute layanan Asemka Explorer:

Halte BNI 46, Stasiun Jakarta Kota Baru, Pangeran Jayakarta 2, Gang Abdul Hamid, Pasar Pagi Mangga Dua, Skywalk ITC Mangga Dua, ITC Mangga Dua, Pasar Tekstil Mangga Dua, Jalan Mangga Dua VIII, Grand Boutiqe Centre, WTC Mangga Dua, Jalan Ampera VI Gunung Sahari, Gunung Sahari Mangga Dua Timur, Pintu Air Kalimati, Maspion Plaza, PKPRI DKI Jakarta, Gang Industri IX Gunung Sahari, Jalan Jembatan Merah, Taman Jalan Pangeran Jayakarta, dan Gedung Baja.

Kemudian bus melewati Ruko Pangeran Jayakarta, Roda Mas Baja Intan, Jalan Mangga Besar 13, Stasiun Jayakarta, Jalan Manggis Pangeran Jayakarta, Seberang Sekolah Fajar Sian, Sekolah Pinangsia, Simpang Perniagaan Tambora, Seberang SMAN 19, Simpang Toko 3 Tambora, Pasar Asemka, Simpang Pasar Pagi, Jalan Telepon Kota, Kali Besar Barat 1, Simpang Kopi Kali Besar Barat, Taman Kota Intan, Gang Kunir II, Simpang Kunir Kemukus, dan Kecamatan Taman Sari.

Anas Urbaningrum dan Sumpah Gantung di Monas, 6 Tahun Silam

Liputan6.com, Jakarta Penangkapan Bendahara Umum Partai Demokrat pada saat itu, Muhammad Nazaruddin menjadi titik awal terungkapnya kasus korupsi megaproyek pembangunan Wisma Atlet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Proyek tersebut lambat terealisasi karena terkendala sertifikasi tanah.

Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com mencatat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Politisi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai salah satu tersangka proyek itu. Dia diduga menerima gratifikasi dan pencucian uang.

Sebelum penetapan tersebut, Nazaruddin sempat menyeret nama Anas dan Menpora Andi Alfian Mallarangeng saat menjalani pemeriksaan di KPK. Nazar mengaku menerima uang sebesar Rp 100 miliar. Separuhnya digunakan untuk memenangkan Anas Urbaningrung sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, setengahnya lagi dibagi-bagi ke sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kendati demikian, Anas membantah tegas tuduhan itu dan menilai tudingan mantan koleganya di Partai Demokrat merupakan fitnah keji. Dia mengaku tak menerima uang sepeser pun atas dana proyek pusat olahraga tersebut. Bahkan, Anas Urbaningrum melontarkan sumpah serapah yang mengejutkan publik.

“Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas,” kata Anas pada 9 Febuari 2012.

Dia juga menyebut tudingan tersebut merupakan ocehan dan karangan tidak mendasar sehingga KPK tak perlu harus repot mengurusinya. Walaupun begitu, Anas mengaku siap bersedia jika nantinya harus berurusan dengan KPK.

Namun apa daya, sumpah itu tak membuatnya lepas dari bayang-bayang korupsi. Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan, Anas Urbaningrum akhirnya ditetapkan menjadi tersangka pada 22 Februari 2013. Setelah Menpora Andi Mallarangeng dan Kepala Biro Keuangan dan Rumahtangga Kemenpora, Dedi Kusnandar sebelumnya sudah dilabeli sebagai koruptor Hambalang

2 dari 3 halaman

Vonis Anas yang Dilipatgandakan

Proses panjang selama 15 bulan akhirnya membuahkan hasil, Anas menjadi pesakitan di ruang sidang Tipikor pada 30 Mei 2014 dengan didampingi pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Dia diperiksa dan diserang berbagai macam pertanyaan oleh majelis hakim.

Di persidangan, dia tetap bersikeras menuding pernyataan Nazaruddin merupakan cerita kosong belaka dan tidak sesuai fakta yang ada. Selain itu, dia juga geram dengan tuntutan jaksa yang meminta majelis hakim mencabut hak politiknya.

“Sungguh tidak rasional, absurd, mengada-ngada dan hanya berdasarkan cerita kosong seorang saksi istimewa M. Nazaruddin,” kata Anas saat membacakan nota keberatan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 18 September 2014. Di dalam sidang Anas membacakan pledoi atau pembelaannya setebal 80 halaman.

Namun, drama itu selesai enam hari kemudian. Sidang vonis Anas pun berjalan di tempat yang sama. Berdasarkan putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 8 tahun penjara serta denda Rp 300 juta.

Setelahnya, Anas mengajukan kasasi atas putusan tersebut, dia menyatakan keberatan lantaran tindak pidana asal (predicate crime) dalam tindak pidana pencucian uang TPPU harus dibuktikan dahulu. Namun, Majelis Agung tidak mengabulkannya karena merujuk pada ketentuan Pasal 69 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU yang menegaskan bahwa predicate crime tidak wajib dibuktikan terlebih dahulu.

Majelis hakim malah melipatgandakan hukuman Anas menjadi 14 tahun pidana penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan pada 8 Juni 2015.

Selain itu, majelis hakim juga mengabulkan permohonan Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta agar Anas dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih untuk menduduki jabatan publik. Majelis hakim merujuk pada beberapa pasal.

Adapun pasal tersebut, Pasal 12 huruf a Undang-undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 KUHP, Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 3 ayat 1 huruf c UU No 15 Tahun 2002 jo UU No 25 Tahun 2003.

3 dari 3 halaman

Ajukan Peninjauan Kembali dan Permainan Politik

Anas yang geram karena kasusnya berbuntut panjang mengajukan peninjauan kembai atau PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 24 Mei 2018. Dalam kasusnya, dia merasa mendapati muatan politis sangat kental sehingga merugikan dirinya.

“Bahwa aroma politik dari kasus Hambalang yang menimpa pemohon PK sejak awal memang telah tercium pekat indikatornya bocor dokumen KPK yang diduga Sprindik atas nama pemohon PK,” ujar Anas melalui pengacaranya, Abang Nuryasin, Kamis (24/5/2018).

Tudingan ini bukan tanpa dasar. Menurut abang, saat Anas maju sebagai calom Ketua Umum Partai Demokrat pada 2010, Anas tidak diunggulkan dalam bursa saat itu. Namun, berkat dorongan para kader Partai Demokrat, mantan komisioner KPU itu akhirnya menang.

Abang menjelaskan, gerakan menggulingkan Anas Urbaningrum terjadi dengan status tersangka atas dugaan penerimaan gratifikasi yang ditetapkan KPK.

“Bahwa kudeta politik dan pengambilalihan kewenangan pemohon PK sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan pernyataam dari resim berkuasa saat itu agar pemohon PK kembali berkonsentrasi menghadapi masalah hukum adalah penggiringan opini politik publik,” ucapnya memungkasi. (Rifqi Aufal Sutisna)

Teriakan ‘Tambuah Ciek, Da’ di Restoran Padang, Apa Artinya?

Liputan6.com, Jakarta –Tambuah Ciek, Da!” Kalimat ini pasti sudah tidak asing lagi terdengar jika berada di rumah makan yang menyajikan menu masakan Minangkabau atau biasa disebut orang kebanyakan Restoran Padang.

Kalimat tersebut diucapkan jika seseorang ingin menambah nasi. Maklum, kalau lauk biasanya sudah tersaji lengkap di meja makan. Secara harfiah, “tambuah” berarti tambah, “ciek” yang berarti satu, “Da” ditujukan untuk memanggil uda atau sapaan abang dalam bahasa Minangkabau. Jadi artinya, “Tambah nasinya, Bang!”

Namun, rupanya ada penggeseran makna dalam penggunaan kata “ciek” dalam bahasa Minangkabau. Kata tersebut tidak lagi berarti satu, melainkan menekankan perlakuan.

“Pada kalimat ‘tambuah ciek‘ misalnya, bahwa tidak ada yang lebih penting saat itu selain menambah nasi. Walau dia mau menambah yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Pasti dia akan bilang ‘tambuah ciek‘,” ujar Guru Besar Pendidikan Bahasa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Zuriyati kepada Liputan6.com, Kamis, 21 Februari 2019.

Pengampu mata kuliah Kajian Budaya dan Sastra Lisan ini juga memberikan contoh lain penggunaan kata “ciek” yang menandakan penekanan perlakuan, seperti pada kalimat “Lalok ciek luh” (Saya tidur dulu) atau “Pai den ciek” (Saya ikut juga).

“Dalam contoh kedua bahwa satu-satunya yang akan dikerjakan saat itu adalah lalok (tidur). Dalam ungkapan ketiga, tidak ada yang lebih penting selain pai (ikut),” dia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Ungkapan Idiomatik

Adapun dalam bahasa Minang berikut ini, kata “ciek” tetap bermakna satu. Seperti, “Indak ciek juo nan jaleh dek ang“. Artinya, “tak satu pun yang bisa kau jelaskan”. Atau “Indak ciek juo sineton nan rancak” yang artinya (tak satu pun sinetron yang bagus).

Tidak hanya kata “ciek” yang mengalami pergeseran makna, tetapi ada sejumlah kata yang memiliki makna berbeda dari arti harfiahnya, seperti kata “gadang” yang berarti besar. Kata ini bisa memiliki makna lain bila terdapat dalam ungkapan idiomatik, seperti “gadang ota” yang berarti pembohong atau “gadang sarawa” yang bermakna tak bisa berbuat apa-apa.

“Jadi pada padanan kata tersebut kata ‘gadang‘ bukan berarti besar”, Koordinator Bidang Seni dan Budaya Minang Badan Koordinasi Masyarakat Kabupaten Agam ini menandaskan.


Simak video pilihan berikut ini:

Top 3 Berita Hari Ini: Pengakuan Oknum Guru SD di Malang Cabuli Lebih dari 20 Siswi

Malang – Top 3 berita hari ini, dunia pendidikan Tanah Air kembali tercoreng oleh ulah seorang guru yang sejatinya memberikan keteladanan yang baik pada anak didiknya. IM, oknum guru olahraga di salah satu SD di Malang diduga telah mencabuli lebih dari 20 siswinya.

Laporan aksi bejat oknum guru ini terkuak saat salah satu orangtua murid melapor ke polisi. Dikatakan IM mencabuli siswinya dengan memeluk sampai menggerayangi tubuh mereka.

IM sendiri sudah beberapa kali pindah sekolah. Ada dugaan di sekolah tempatnya mengajar sebelumnya juga terjadi aksi pencabulan. 

Sementara itu, dua penumpang gelap pembunuh sopir online di Garut akhirnya tertangkap. Kedua tersangka diringkus di dua lokasi berbeda. Abang ditangkap di Bandung dan Keling di Gilimanuk Bali.

Terlilit utang adalah motif di balik pembunuhan keji tersebut. Tidak hanya lewat pukulan ke arah korban, kedua tersangka membacok korban Yudi dengan sebilah kapak ke arah wajah.

Aksi tersebut tak hanya cukup sampai di situ. Meski korbannya telah bersimbah darah, Abang dan Keling menggilas korban dengan mobil hingga meninggal dunia.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Korban Guru Cabul di Kota Malang Lebih dari 20 Siswi

Komnas Perlindungan Anak mengunjungi sekolah tempat kejadiaan dugaan kasus guru cabul di Kota Malang (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan seorang guru cabul di Kota Malang. Kasus ini sendiri sudah sepekan lebih dalam proses penyelidikan polisi setempat.

Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait mengatakan, diduga jumlah siswi yang jadi korban guru cabul di salah satu sekolah di Kota Malang ini bisa lebih dari 20 siswi sekolah dasar.

“Ini sudah termasuk predator anak. Karena ada peristiwa yang berulang-ulang dilakukan oleh guru itu,” kata Aris di Kota Malang, Senin, 18 Februari 2019.

 Selengkapnya…

2. Akhir Drama 2 Penumpang Gelap Pembunuh Sopir Online di Garut

Kapolres Budi AKBP Budi Satria Wiguna menunjukan sejumlah bukti pembunuhan Yudi, sopi online Pake Taxi(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Setelah pengejaran dua pekan lebih, jajaran Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat berhasil meringkus JS alias Keling dan D alias Abang, dua tersangka pembunuhan keji terhadap Yudi alias Jablay, sopir online aplikasi Fake Taxi yang ditemukan meninggal Sabtu, (2/2/2019) lalu. 

Aksi kedua tersangka terbilang sadis, pelaku JS alias Keling menghabisi korban bersama D alias Abang, rekannya, karena keduanya mengaku terlilit persoalan hutang. Akibat kondisi itu, mereka nekat merencanakan membunuh korban dengan berpura-pura sebagai konsumen.

Mereka melakukan pemukulan dengan tangan kosong, kemudian membacoknya dengan sebilah kapak ke arah wajah korban hingga terkapar.

Selengkapnya… 

3. Jejak Kenangan di Museum Nike Ardila

Museum Nike Ardila

Usianya masih sangat belia saat itu, 19 tahun. Namun, jejak tentangnya langgeng hingga kini. Kenangan tentang Nike Ardilaa saat ini masih tersimpan rapi di sebuah rumah yang terletak di Jalan Aria Utama Nomor 1, Desa Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Rumah tersebut dinamai Rumah Kenangan Nike Ardilla (RKNA). Di dalamnya terdapat kumpulan barang-barang yang dimiliki Nike semasa hidupnya, pun sejumlah barang yang memiliki kaitan erat dengan dirinya, termasuk dengan kematiannya.

Suasana melankolis langsung terasa begitu kaki memijak teras museum. Sosok Nike Ardilla dengan potongan rambut dan raut wajah khasnya seolah menatap pengunjung dari sebuah poster yang terpampang di bagian depan museum.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Akhir Drama 2 Penumpang Gelap Pembunuh Sopir Online di Garut

Liputan6.com, Garut Setelah pengejaran dua pekan lebih, jajaran Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat berhasil meringkus JS alias Keling dan D alias Abang, dua tersangka pembunuhan keji terhadap Yudi alias Jablay, sopir online aplikasi Fake Taxi yang ditemukan meninggal Sabtu, (2/2/2019) lalu. 

“Mereka sudah merencanakan aksinya, mereka meminta korban untuk diantar dari Pasirkoja menuju Garut, dan menghabisi nyawa korban di Garut,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres Garut, Senin (18/2/2019). 

Menurut Budi, penangkapan kedua tersangka dengan kelakuan bengis itu, merupakan pengembangan atas pengungkapan kasus penemuan jenazah sopir online dua pekan lalu. “Kedua tersangka kami tangkap di dua tempat berbeda,” ujarnya.

Aksi kedua tersangka terbilang sadis, pelaku JS alias Keling menghabisi korban bersama D alias Abang, rekannya, karena keduanya mengaku terlilit persoalan hutang. Akibat kondisi itu, mereka nekat merencanakan membunuh korban dengan berpura-pura sebagai konsumen.

“Awalnya kedua pelaku yang berangkat dari Pasirkoja Bandung, meminta korban mengantar para pelaku menjemput rekan-rekannya di Garut.

Korban pun tidak curiga dengan para pelaku, dan menyetujui permintaan pelaku untuk mengantar mereka ke Garut. Namun sesampainya di Kampung Cibunar, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi, Garut para pelaku mulai berulah dan melakukan penganiayaan kepada korban. “Mereka mengeksekusi korban di sekitar Sukaresmi secara bersama-sama,” ujarnya.  

Mereka melakukan pemukulan dengan tangan kosong, kemudian membacoknya dengan sebilah kapak ke arah wajah korban hingga terkapar. Tidak hanya di situ, korban yang telah bersimbah darah, kemudian menggilas korban dengan mobil yang ditumpangi mereka, hingga meninggal dunia. “Memang sadis tidak manusiawi,” ujar Budi menegaskan.

Untuk menghilangkan jejak, mereka kemudian menyeret korban yang telah meninggal dunia dan membuang jenazahnya ke sebuah jurang di daerah Kampung Renteng, Kecamatan Cikajang. 

Akhirnya setelah puas dengan aksinya, para pelaku kemudian menggasak barang milik korban, mulai mobil avanza yang mereka gunakan, STNK kendaraan, termasuk dua HP yang digunakan korban  “Mereka kabur ke arah Pagaden kabupaten Subang, “. 

Untuk menghilangkan barang bukti, mobil avanza yang mereka gasak, akhirnya dijual sebesar Rp 13.400.000 kepada Aki, seorang DPO, sementara dua HP korban dijual ke sebuah counter di daerah Pasirkoja,  Bandung seharga Rp 1.350.000. 

2 dari 2 halaman

Ditangkap di Dua Lokasi

Budi menambahkan, untuk menangkap kedua tersangka bukan perkara mudah, selain telah berpencar, keduanya telah menjual barang bukti. Namun mengantongi bukti di lokasi kejadian, akhirnya lembaganya terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Butuh waktu hingga dua pekan untuk menangkap mereka yang diringkus di dua lokasi berbeda. “Abang ditangkap di Bandung dan Keling di Gilimanuk Bali,” ujarnya.

Memang penangkan kedua tersangka terbilang alot, bahkan saat diringkus keduanya berencana melawan petugas hingga akhirnya dijatuhi tindakan tegas melumpuhkan kaki sebelah kanan kedua pelaku dengan timah panas petugas. “Keduanya berusaha melarikan diri,” kata dia.

Kini untuk mempertanggung jawabkan kelakukannya, keduanya akhirnya meringkuk di sel tahanan polres Garut. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal berlapis yakni KUHP pasal 340 Subsider lasal 339 subsider pasal 365 ayat (1) ayat (2) kepada 1e,  ke 2e, ayat (3) dan ayat (4), subsider pasal 170 ayat (1), (2) ke 3e subs pasal 181 KUHP pidana. “Pelaku diancam hukuman penjara minimal 15 tahun hingga hukuman mati,” ujarnya. 

Sebelumnya, warga kampung Renteng, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat, dikejutkan penemuan jenazah tanpa identitas. Korban ditemukan pertama kali oleh Ani (60), dan anaknya, Heri Cahyana (39), warga sekitar saat mencari rumput, Sabtu, (2/2/2019) di bibir jurang.

Diduga jenazah merupakan korban pembunuhan.  Hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian dan rumah sakit dr Slamet Garut saat itu,  menemukan banyak luka penganiyaan, yakni luka robek di dahi, luka robek di bagian kepala sebelah, di tangan kanan dan luka robek punggung. Melihat jenazah, diperkirakan usia korban sekitar 23-25 tahun. 

Saat pertama kali ditemukan, jenazah menggunakan celana jeans berwarna biru, dengan setelah baju abu-abu bertuliskan fake taksi. Namun sayang, identitas korban bernama Yudi itu, tidak ditemukan di lokasi kejadian. “Beberapa barang yang hilang, yakni HP dan mobil Avanza yang digunakan korban,” ujar dia. 

Top 3 Berita Hari Ini: 5 Zodiak yang Sulit Fokus dengan Pekerjaan

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini mengulas mengenai zodiak yang kesulitan fokus dengan pekerjaannya. Konsentrasi memang diperlukan dalam melakukan berbagai hal tidak terkecuali pada saat bekerja.

Namun tahukah Anda, tidak banyak orang yang dapat fokus ketika tengah menjalankan tugas. Hal ini dipicu oleh beragam faktor yang membuat konsentrasi mereka teralihkan.

Selain itu, nama presenter Tommy Tjokro tengah menjadi sorotan publik. Ia bersama Anisha Dasuki didaulat sebagai pemandu acara dalam Debat Capres putaran kedua yang dilaksanakan, Minggu, 17 Februari 2019.

Ia pun memiliki beberapa tips untuk tampil prima dan memperhatikan kesehatan. Pria yang pernah menjuarai ajang Abang None itu mengakui bahwa ia rutin berolahraga kick boxing.

Tidak ketinggalan, berita tentang Momo Geisha tak kalah mencuri atensi masyarakat. Ia melaksanakan acara mitoni pada usia kehamilan tujuh bulan setelah menikah dengan Nicola Reza Samudra.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

5 Zodiak yang Sulit Fokus Dalam Pekerjaannya

Saat melakukan pekerjaan atau beberapa kegiatan, fokus dan konsentrasi adalah hal yang paling dibutuhkan agar pekerjaan kita cepat selesai. Bahkan konsentrasi pun akan membuat kita lancar dalam bekerja sehingga tidak ada waktu yang terbuang karena sering menundanya.

Faktanya, tidak semua orang bisa fokus dalam pekerjaan mereka. Teknologi, kegiatan yang mengalihkan, serta interupsi pastinya membuat pemikiran kita terganggu sehingga kita merasa susah untuk berfokus kembali pada apa yang sedang dikerjakan.

Selanjutnya…

Rahasia Tommy Tjokro Bugar dan Fokus Saat Pandu Debat Capres Kedua

Debat Capes putaran kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, sudah berakhir. Acara yang berlangsung pada Minggu, 17 Februari 2019 iti dipandu oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki.

Menghadirkan Jokowi dan Prabowo Subianto sebagai peserta debat, kali ini moderator lebih banyak duduk. Meski begitu keduanya tetap harus tampil prima dan fokus sepanjang acara. Karena itu Tommy Tjokro termasuk salah satu orang yang memperhatikan pentingnya kesehatan fisik.

Selanjutnya…

Momo Geisha Tampil Cantik bak Gadis Jawa Saat Mitoni

Momo Geisha sedang diselimuti perasaan bahagia. Setelah menikah dengan Nicola Reza Samudra, ia tidak melewatkan tradisi Jawa yang dilakukan keluarganya dengan menggelar acara mitoni pada usia kehamilan tujuh bulan.

Mitoni dalam bahasa Jawa adalah upacara adat yang dilakukan dengan cara siraman pada saat seorang ibu sedang mengandung usia kehamilan tujuh bulan. Acara tersebut dipercaya untuk keselamatan calon bayi dan ibu agar terhindar dari malapetaka.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rahasia Tommy Tjokro Bugar dan Fokus Saat Pandu Debat Capres Kedua

Jakarta – Debat Capes putaran kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, sudah berakhir. Acara yang berlangsung pada Minggu, 17 Februari 2019 iti dipandu oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki.

Menghadirkan Jokowi dan Prabowo Subianto sebagai peserta debat, kali ini moderator lebih banyak duduk. Meski begitu keduanya tetap harus tampil prima dan fokus sepanjang acara. Karena itu Tommy Tjokro termasuk salah satu orang yang memperhatikan pentingnya kesehatan fisik.

Kesehatan menjadi bagian yang sangat diperhatikan, terutama saat menjelang Debat Capres. Pria yang pernah menjuarai ajang Abang None itu mengaku rutin melakukan olahraga kick boxing dan sudah menekuninya sejak setahun lalu.

“Perbanyak olahraga (kick boxing setiap minggu). Baru satu tahunan,” ucapnya, dilansir dari Antara, 16 Februari 2019. Sejak kecil Tommy sebenarnya sudah menggemari seni bela diri dan ikut berbagai macam jenis beladiri.

Pilihan suami dari Yurika Triani itu akhinya jatuh pada pada kick boxing. Apa alasannya? “Memang dari kecil suka dengan bela diri sehingga ikut bermacam-macam tapi tidak pernah tuntas. Akhirnya saya niatkan untuk kick boxing,” kata dia seraya tertawa.

Menurut ayah dari satu anak ini, latihan jenis kardio seperti kickboxing bisa memperkuat kesehatan jantung dan paru-paru sekaligus membuat tubuh bugar. Ini menjadi salah satu kiat Tommy tampil bugar di usia 40-tahunan. Rahasia bugar pria kelahiran Jerman ini juga berasal dari pengaturan asupan makanan tepat dan waktu istirahat yang cukup.

“Rahasianya, harus mengatur asupan makanan dengan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak protein, dan banyak minum air putih. Saya juga lengkapi dengan tidur yang cukup,” pungkasnya.

Hasilnya, Tommy Tjokro bersama Anisha Dasuki tampil prima, fokus dan terlihat bugar saat menjadi moderator Debat Capres putaran kedua

Saksikan video pilihan di bawah ini:.

Polisi Tangkap 8 Orang Pelaku Pungli di Tanah Abang

Jakarta – Polisi menangkap 8 orang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para pelaku mendapatkan uang yang berbeda dari hasil pungli tersebut.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono, mengatakan para pelaku itu ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Lokasi penangkapan pertama yaitu di depan Thamrin City, Jalan Kebon Kacang Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

“Pelaku yang ditangkap inisial MEP dengan barang bukti 6 lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 20 ribu, pelaku inisial A dengan barang bukti 7 lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 10 ribu serta pelaku inisial FA dengan barang bukti 3 lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 20 ribu,” kata Lukman dalam keterangannya, Jumat (15/2/2019).

Lokasi penangkapan kedua yaitu di depan Masjid Al Makmur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ada 5 orang pelaku yang diamakan di lokasi kedua ini.

“Pelaku inisial OS dengan barang bukti satu lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 32 ribu, pelaku berinisial DA dengan barang bukti uang tunai Rp 92 ribu, pelaku berinisial R dengan barang bukti uang tunai Rp 22 ribu, pelaku berinisial ES dengan barang bukti uang Rp 41 ribu dan pelaku berinisial MI dengan barang bukti uang Rp 34 ribu,” ujar Lukman.
(knv/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor

Liputan6.com, Jakarta – Pelaksana tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono ditetapkan jadi tersangka atas kasus dugaan pengaturan skor.

Status tersangka Joko pun dikonfirmasi oleh Ketua Tim Media Satuan Tugas Anti Mafia Sepak Bola, Kombes Pol Argo Yuwono.

“Kamis kemarin penetapan tersangka Pak Driyono,” ujar Argo saat dikonfirmasi awak media, Jumat (15/2/2019).

Atas status tersebut, Argo menginformasikan Joko juga dilarang bepergian ke luar negeri. Surat permohonan pencegahan telah diajukan ke Direktorat Imigrasi hari ini.

“Surat pencegahan ke luar Indonesia untuk Pak Joko Driyono yang dikirim ke Imigrasi hari ini Jumat 15 Februari 2019,” ujar dia.

Sebelumnya, Kamis malam polisi menggeledah apartemen Joko di Taman Rasuna, Jakarta Selatan dan kantornya di PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Penggeledahan tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Penggeledahan dilaksanakan oleh tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya yang disaksikan langsung oleh Joko Driyono dan pihak keamanan apartemen.

2 dari 3 halaman

Sita Berbagai Barang

Dalam penggeledahan itu, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen, selain itu sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger; iPad merek Apple warna silver beserta charger; dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Kemudian buku tabungan dan kartu kredit; uang tunai (tidak disebutkan nominalnya); 4 buah bukti transfer (struk); 3 buah handphone warna hitam; 6 buah handphone; 1 bandel dokumen PSSI; 1 buku catatan warna hitam; 1 buku note kecil warna hitam; 2 buah flash disk; 1 bandel surat; 2 lembar cek kwitansi; 1 bandel dokumen; dan 1 buah tablet merek Sony warna hitam.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: