Liverpool Baru Akan Menghadapi Pertanyaan-Pertanyaan Mendesak dari City

JakartaLiverpool masih memimpin Premier League setelah 23 pekan, dengan Manchester City menguntit. Di sisa musim, Liverpool diyakini akan menghadapi tekanan terbesar.

Liverpool memimpin Premier League dengan 60 poin dari 23 pekan. ‘Si Merah’ unggul empat poin dari City yang menempel di posisi kedua.

Selisih empat poin yang dipunya Liverpool atas City adalah bukti bahwa mereka sejauh ini amat konsisten. Hanya sekali kalah dari 23 pekan, tim besutan Juergen Klopp ini meraup 19 kemenangan tiga kali berimbang.

Sebagai perbandingan, City sudah tiga kali kalah dan meraih 18 kemenangan. Namun eks bek tim nasional Inggris Gary Neville menilai persaingan ini akan memasuki tahap berbeda mulai saat ini.

Dia percaya akan ada tekanan yang lebih terasa untuk Liverpool, sementara City akan mencoba memanfaatkannya. Fakta bahwa City punya pengalaman juara musim lalu menjadikan mereka di atas angin dibanding sang rival.

Yang bisa dinantikan adalah, bagaimana Liverpool menjawabnya.

“Emosi yang menyelubungi misi juara Liverpool, seperti yang kita lihat beberapa tahun lalu, akan muncul lagi. Ini klub besar, belum memenangi gelar selama lebih dari 25 tahun dan itu berarti sangat besar, Juergen Klopp juga mendatangkan gairah tersendiri, momennya akan tiba di mana segala sesuatunya terbangun,” kata Neville dikutip Sky Sports.

“Saya mewawancarai Klopp beberapa pekan lalu dan dia meredam pembicaraan soal gelar. Tapi dia sudah pernah ada di situasi ini sebelumnya dengan Dortmund. Sementara banyak pemain Liverpool belum mengalami ini, banyak yang belum merasakan persaingan gelar dengan Liverpool.”

“City akan mau memainkan pengalaman dan ketenangan mereka, itu memang berguna. Tapi Anda harus ada di titik itu, sangat dekat dengan Liverpool. Dan City akan mau memastikan masuk April dan Mei, di enam atau tujuh laga terakhir, dengan Liverpool merasakan tekanan maksimal, yang artinya sejajar atau tepat di depan,” imbuhnya.
(raw/cas)


Sandiaga: Jika Terpilih, Menteri Kami Tak Akan Sia-siakan Petambak Garam

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menerima curahan hati para petambak garam saat berdialog dengan Petani Garam dan Perwakilan Desa Se-Sumenep Desa Karanganyar, Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sandiaga juga mengungkapkan komitmennya untuk petambak garam jika terpilih nanti.

Dalam keterangan tertulis Prabowo-Sandi Media Center, Selasa (22/1/2019), Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman berharap, Sandiaga Uno bersama Prabowo Subianto, dapat memperbaiki nasib para petambak atau petani garam yang disebut makin sengsara.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Sandi Uno di tambak garam ini. Baru pertama kali ini calon wakil presiden menyambangi kami. Petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami hanya minta, Pak, setop impor garam dari Australia dan India,” ucap Syaiful seperti dalam keterangan tertulis tim Prabowo-Sandi.


M Yanto, Ketua Forum Petambak Garam Madura (FPGM), dalam keterangan tertulis itu mengaku tiap tahun petambak garam selalu punya masalah. Menurut Yanto, biang masalahnya ada di pemerintah pusat.

“Kalau Pak Sandi jadi wapres, tolong cari menteri yang sanggup dan mampu. Jangan seperti sekarang. Bukan kami anti-impor. Jangan anak tirikan kami sebagai anak bangsa,” ucapnya.

Sandiaga Uno sempat menarik nafas panjang mendengar keluhan para petani garam tersebut. Padahal, 60 Persen konsumsi garam di Indonesia disebut dihadirkan dari Pulau Madura.

“Saya berkomitmen, ampon bektona (sudah waktunya). Saya pastikan jika terpilih nanti menteri-menterinya berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam. Dan akan membela rakyat. Karena kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat,” ucap Sandi.
(gbr/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Awas Musim Hujan, Kuda Kerap Kembung dan Unta Rawan Diare

Liputan6.com, Solo – Petugas medis Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta mewaspadai penyakit akibat musim hujan yang diderita oleh sejumlah hewan koleksi kebun binatang tersebut. Salah satunya unta, paling sering kena diare karena makan daun asem yang jatuh dari pohon dan masuk ke kandang mereka.

Dokter hewan TSTJ, Siti Nuraini, mengatakan untuk penyakit tersebut, pawang biasanya sudah langsung tahu dengan melihat kotoran yang dikeluarkan oleh unta.

“Mereka tahu itu diare karena makanan atau bakteri. Untuk pengobatannya seperti manusia, kami berikan obat diare namun takarannya berbeda dengan manusia,” katanya, diansir Antara, Senin (21/1/2019).

Penyakit lain yang juga sering terjadi, katanya, penyakit kembung pada kuda. Menurut dia, kuda salah satu jenis hewan yang tidak tahan dengan rasa sakit sehingga ketika terkena kembung, akan kolik atau berguling-guling.

“Kalau sudah begitu akan kami berikan suntikan antikembung dan minyak kayu putih, perawatan juga seperti manusia,” katanya.

Untuk menghindari penyakit parah, pihaknya juga memastikan kebersihan kandang dengan memberikan disinfektan dan antibiotik secara terjadwal, yaitu dua kali per minggu.

“Antibiotik ini untuk membunuh telur-telur cacing. Selain itu, setiap hari kami membersihkan dengan obat antibau,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya tidak memberikan suplemen kepada hewan. Menurut dia, cukup dengan memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan hewan maka kesehatan akan terjaga.

“Misalnya kalau macan, takaran makanan untuk usia pertumbuhan dan dewasa berbeda. Kalau di sini rata-rata dewasa, konsumsi makanan 10 persen dari berat badan mereka. Rata-rata usia mereka 60 kg namun kami berikan daging sekitar 4,5 kg per hari,” katanya.

Mengenai kebutuhan makanan untuk seluruh hewan yang ada di TSTJ, dalam satu hari ada sekitar 45-50 jenis, di antaranya daging ayam, daging sapi, ikan, rumput, bekatul, kacang, sayur, buah, dan pelet.

“Seperti daging ayam bisa sampai 20 kg per hari dan rumput kolonjono sampai 1.200 kg per hari. Kalau setiap bulannya biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan makanan hewan di TSTJ bisa mencapai Rp120 juta,” katanya.


Simak video pilihan berikut ini:

Menhub Bantah Ada Persekongkolan Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membantah jika terjadi persekongkolan antar maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat terbang. Ditegaskan tidak ada kesepakatan antar satu maskapai dengan maskapai untuk membuat harga tiket menjadi mahal.


“Kalau menurut saya tidak (kartel),” ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Senin (21/1/2019).




Namun demikian, Budi mempersilahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut, jika memang ditemukan indikasi penyimpangan.


“Saya pikir silahkan KPPU masuk, KPPU berwenang untuk itu. Jadi silahkan lihat,” tuturnya.


Sementara dari sisi regulasi, jika memang ada regulasi dari Kemenhub yang membuat harga tiket pesawat menjadi mahal, maka Budi siap merevisi regulasi tersebut. Namun dirinya juga meminta masukan dari maskapai terkait hal ini.


‎”Mungkin saja (revisi regulasi), kita juga siap melakukan deregulasi apabila regulasi kita membuat mereka sulit. Nanti kita lihat apa yang menjadi masukan,” tandas dia.
2 dari 2 halaman

INACA Buka-bukaan Soal Kondisi Maskapai Penerbangan Sulit Sejak 2016

Mahalnya harga tiket pesawat rute domestik di akhir tahun menuai protes masyarakat. Tarif tiket pesawat domestik dinilai mahal bahkan bila dibandingkan dengan tarif pesawat rute internasional.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) mengatakan kondisi maskapai-maskapai di tanah air saat ini sedang tidak baik. Maskapai umumnya sedang diterpa masalah keuangan terutama sejak terjadinya pelemahan nilai tukar Rupiah.

Pria yang juga merupakan Direktur Utama Garuda Indonesia Airlines tersebut menyebutkan bisnis penerbangan memiliki beberapa variabel biaya pengeluaran yang sebagian besar dibayar dengan Dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara masyarakat yang membeli tiket menggunakan mata uang Rupiah. Pengeluaran maskapai sangat bergantung dengan volatilitas pasar.

“Semua masyarakat juga tahu pembayaran kami dari komponen biaya variabel. Semua komponen biaya dalam USD. Sedangkan dari kursnya sendiri berfluktuasi, harga komoditinya juga,” kata Ari di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dalam hal avtur BBM sendiri, ada peningkatan harga yang signifikan. Sementara BBM merupakan komponen terbesar untuk biaya operasi maskapai, yaitu sekitar 40-45 persen.

“Kami catat dari INACA dari April 2016 sampai Desember 2018 harga terendah dan tertinggi untuk avtur itu sebesar 171 persen, kursnya 17 persen dan average kita 8 persen. Jadi kita punya struktur cost yang kompetitif. Kalau kontribusi paling besar memang dari fuel. Kontribusinya 40-45 persen,” ujar dia.

Lalu ada komponen pembayaran leasing untuk sewa pesawat 20 persen. Perusahaan leasing ini lebih didominasi Eropa dan AS. Imbasnya, perbaikan atau maintenance dikuasai kedua perusahaan tersebut karena tipe pesawat di dominasi oleh Boeing dan Airbus.

“Jadi kami sangat tergantung pada fluktuasi dan license dari Airbus dan Boeing. 10 persennya biaya pegawai yang perlu makan. Dari Garuda sendiri 10 ribu karyawan, Citilink 2.000 , Sriwijaya 4.500. Jadi ini masyarakat yang perlu kami biayai dan masuk dalam komponen cost kita,” ungkapnya.

Dari semua komponen pengeluaran tersebut, Ari menyebutkan margin keuntungan yang didapat maksimal hanya 3 persen saja. Itupun jika tarif tiket pesawat yang diterapkan mendekati tarif batas atas.

“3 persen itu sudah paling bagus dengan harga selangit (tiketnya). Sementara kemarin ketika Nataru untuk maskapai full service kenaikannya tidak lebih dari batas atas. Sedangkan LCC hanya 60-70 persen dari batas atas,” ungkap dia.

Ari mengaku kaget saat tarif pesawat bisa menjadi isu nasional. “Kondisi saya ini enggak mengerti kenapa jadi isu nasional sehingga sebelum kami akan menurunkan harga tiket pun pada tanggal 14 Januari dari high season jadi low season itu sudah dijadikan isu nasional dan sebelum itu kami sudah menurunkan,” tegas dia.

Dia juga mengaku telah banyak dicecar pertanyaan tentang kapan tarif pesawat akan turun. Adapunemungkinan pengurangan tarif rata-rata yang bisa dilakukan oleh maskapai adalah 30 persen. Perhitungan ini sudah sesuai dengan batas terendah agar maskapai tidak rugi. “Itu batas kemampuan mereka. Itu batas yang mereka bisa kompensasikan supaya tidak rugi.”

Kondisi itu memaksa maskapai untuk berinovasi mencari sumber pendapatan lain agar tidak rugi. Sebab pendapatan dari penjualan tiket tidak mampu menutup pengeluaran. “Lion Air dari baggage, Garuda dari kargo. Dari harga tiket sendiri, kita sudah kelelep,” ujarnya.

Kondisi ini juga diperparah oleh keputusan pemerintah yang tidak menaikkan tarif batas atas pesawat sejak tahun 2016 dengan pertimbangan daya beli masayrakat. Padahal, moda tranportasi lain seperti bus dan kereta api tarifnya sudah naik berkali-kali.

“Kami mengerti pemerintah tidak bisa menaikkan dari 2016 karena melihat daya beli masyarakat, oleh karena itu kami tidak pernah demo untuk menaikkan harga,” ujarnya.

Selain itu, maskapai juga masih memiliki pengeluaran layanan infrastruktur seperti untuk pengelola bandara yaitu Angkasa Pura dan Airnav selaku pengatur lalu lintas udara.


Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Harga Tembus Rp 418 Juta, Harley Bimbang Bawa Moge Listrik ke RI

JakartaHarley-Davidson mulai serius terjun ke dunia kendaraan listrik, dengan meluncurkan LiveWire di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019, di Las Vegas, Amerika Serikat, belum lama ini.

Harley-Davidson LiveWire disebut-sebut bisa berakselerasi dari 0-60 mph (96 km/jam) hanya dalam waktu 3,5 detik. Moge ini juga bisa menempuh jarak sekitar 110 mil atau setara 177 km dalam sekali pengisian baterai.

Jika nantinya LiveWire diproduksi massal, apakah Indonesia juga akan kebagian jatah? Menurut Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu, hal itu bisa saja terjadi.
“Tapi untuk sampai ini, kami dari diler belum ada info. Kami pun baru dengar (peluncuran LiveWire) dari media massa,” terang Sahat.

Sahat yakin jika motor listrik yang diproduksi Harley-Davidson benar-benar dibuat dengan standar tinggi. Tidak sekadar asal jadi demi mengikuti tren motor listrik yang memang sedang hype.

“Harley-Davidson itu kan benar – benar perusahaan yang sangat berhati – hati dalam meluncurkan produk. Dan sangat concern jika ada sesuatu yang salah nggak ragu narik kembali (recall). Saya dengar motor listrik Harley-Davidson risetnya sudah hampir 5 tahun. Saya yakin jika mereka meluncurkan produk, bagus kualitasnya,” lanjut Sahat.

Untuk membawa motor listrik LiveWire ke Indonesia, Sahat mengaku harus menimbang-nimbang dulu dari sisi harganya.

“Pasti balik lagi ke harga. Sebab saat ini motor listrik harganya masih mahal. Sebetulnya kami mendukung program pemerintah. Tapi nanti kami akan lihat apakah daya beli masyarakat sudah mumpuni,” pungkas Sahat.

Sebagai informasi, di pasar Amerika Serikat, Harley-Davidson LiveWire diperkirakan dibanderol dengan harga USD 29.799 atau setara Rp 418,7 juta. (lua/dry)

Begini Cara Urus Balik Nama Motor di 2019

Liputan6.com, Jakarta – Memiliki kendaraan pribadi sudah menjadi hal yang wajib dimiliki bagi orang-orang dengan mobilitas yang tinggi, baik itu di kota besar hingga daerah. Dibanding kendaraan roda empat, kendaraan roda dua alias motor lebih banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.

Pasalnya ketika mengalami kemacetan, motor bisa melaju lebih cepat dibanding mobil. Ditambah lagi, ada banyak daerah-daerah Indonesia yang hanya bisa dilalui motor, seperti gang-gang kecil. Tak heran kalau penjualan motor jauh lebih tinggi dibanding mobil. Baik itu penjualan motor baru maupun bekas.

Meski setiap bulannya selalu ada motor keluaran terbaru, tapi ternyata tidak sedikit orang yang lebih suka untuk membeli motor bekas atau second.

Faktor terbesar yang menyebabkan orang lebih memilih untuk membeli motor second adalah harganya yang jauh lebih murah dibanding motor baru. Selisih harganya bisa lebih murah hingga setengah harga dari harga motor baru. Tentu saja hal ini bisa sangat menguntungkan.

Sayangnya, membeli motor second ini ada kendala utamanya, yakni harus balik nama terlebih dahulu karena STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) masih atas nama pemilik motor pertama.

Proses balik nama motor ini akan mengalihkan kepemilikan motor dari atas nama pemilik yang lama kepada pemilik yang baru. Proses ini mau tak mau harus kamu lakukan agar nantinya ketika mengurus perpanjang STNK dan BPKB, maka kamu tidak perlu repot menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) milik pemilik asli motor.

2 dari 5 halaman

Cara Mengurus dan Biaya Balik Nama Motor

Lalu bagaimana caranya jika ingin mengurus biaya balik nama motor? Perlu diketahui kalau mengurus biaya balik motor ini akan terbagi menjadi dua karena untuk mengurus STNK dan BPKB harus dilakukan di dua tempat yang berbeda, yakni di kantor SAMSAT (Sistem Manunggal Satu Atap) dan Polda.

Supaya lebih mudah memahaminya, berikut prosesnya:

– Kantor SAMSAT

Proses pertama adalah harus datang ke kantor SAMSAT terlebih dahulu. Bagi yang berdomisili di Jakarta, bisa melakukan pengecekan alamat-alamat kantor SAMSAT pada alamat url ini http://bprd.jakarta.go.id.

Ketika datang ke kantor SAMSAT, harus membawa berkas-berkas yang dibutuhkan agar nantinya tidak bolak-balik lagi. Bawalah KTP (Kartu Tanda Penduduk), STNK, BPKB, dan kwitansi pembelian. Jangan lupa untuk memfotokopi semuanya rangkap dua. Pisahkan berkas yang asli dengan fotokopi dan letakkan dalam map yang terpisah.

3 dari 5 halaman

– Tes Fisik Kendaraan

Selanjutnya melakukan tes fisik kendaraan. Tes ini dilakukan oleh petugas SAMSAT. Setelah petugas SAMSAT selesai melakukan pemeriksaan tes fisik kendaraan, nantinya akan diberikan hasil tes fisik berupa Nomor Rangka dan Nomor Mesin Kendaraan.

Selanjutnya, berikan hasil tes tersebut bersama dengan berkas yang kamu bawa kepada petugas loket tes fisik kendaraan. Di sini akan mengeluarkan biaya Rp 30 ribu.

Tunggu petugas loket melakukan verifikasi. Kalau sudah berhasil diverifikasi, petugas akan menyerahkan kembali berkas dan hasil tes fisik. Untuk hasil tes fisik, harus memfotokopinya terlebih dahulu sebelum lanjut ke proses selanjutnya.

– Pendaftaran Balik Nama STNK

Setelah tes fisik berhasil dilakukan, selanjutnya bisa mendatangi loket pendaftaran balik nama. Berikan semua berkas kepada petugas loket balik nama, baik itu fotokopi KTP, BPKB, STNK, kwitansi pembelian, dan hasil tes fisik kendaraan.

Setelah petugas loket balik nama memeriksa semua berkas, nantinya kamu diberikan tanda terima kalau pengajuan STNK sedang diproses. Petugas juga akan mengembalikan semua berkas kecuali STNK asli dan fotokopi.

Pada proses ini, diharuskan untuk membayar biaya sebesar Rp 30 ribu dan akan diminta untuk datang kembali pada hari yang telah ditentukan untuk mengambil STNK yang baru atas nama Anda.

4 dari 5 halaman

– Datang ke kantor SAMSAT

Setelah menunggu beberapa hari, datanglah pada waktu yang telah ditentukan. Langsung datangi loket balik nama dan berikan tanda terima yang kemarin diberikan beserta KTP asli, BPKB asli, kwitansi pembelian, dan hasil tes fisik kendaraan. Di sini diharuskan membayar sejumlah dana agar bisa mendapatkan STNK yang baru.

Ada biaya PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sebesar Rp 300 ribu, BBN KB (Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) Rp 200 ribu, biaya SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) Rp 35 ribu, biaya administrasi STNK Rp 25 ribu, biaya administrasi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan bermotor) Rp 60 ribu. Jika ditotal secara keseluruhan maka jumlah dana yang harus dibayarkan kepada petugas yakni sekitar Rp 620 ribu. Nominal ini belum termasuk denda jika ada keterlambatan pembayaran sebelumnya. Jadi pastikan untuk membawa uang lebih.

– Datang ke Polda

Setelah melakukan pembayaran, maka akan langsung diberikan STNK yang baru. Tapi proses ini belum selesai karena masih ada BPKB yang juga harus diurus.

Untuk mengurus BPKB ini, tidak bisa mengurusnya di kantor SAMSAT, tetapi harus datang ke Polda. Bagi yang berdomisili di daerah DKI Jakarta, bisa datang ke Gedung Biru Ditlantas Polda Metro Jaya yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 217, Senayan, Kebayoran Baru.

Jangan lupa untuk membawa fotokopi KTP, fotokopi STNK yang baru, fotokopi hasil tes fisik kendaraan, fotokopi kwitansi pembelian motor, BPKB asli dan fotokopinya.

5 dari 5 halaman

– Membayar Biaya Balik Nama BPKB dan Serahkan Berkas

Datangi loket balik nama BPKB yang ada di Polda dan akan diberikan nomor antrian dan formulir Bea Balik Nama BPKB. Anda harus mengisi formulir tersebut dengan teliti dan jangan sampai ada yang terlewat. Jadi lakukan cek dua kali ya!

Setelah selesai mengisi formulir, harus melakukan pembayaran sebesar Rp 80 ribu di loket pembayaran BRI yang sudah tersedia di sana.

Kalau sudah melakukan pembayaran, fotokopi terlebih dahulu bukti pembayaran dan tempelkan pada formulir pendaftaran dan berikan kepada petugas loket balik nama BPKB bersama dengan semua berkas yang telah kamu siapkan sebelumnya.

Petugas loket balik nama BPKB nanti akan memberikan tanda terima yang di dalamnya terdapat tanggal pengambilan BPKB yang baru. Simpan baik-baik tanda terima tersebut dan juga bukti pembayaran yang asli karena akan digunakan sebagai syarat untuk mengambil BPKB baru.

– Ambil BPKB yang Baru

Di tanggal yang sudah ditentukan, Anda bisa datang lagi ke Polda untuk mengambil BPKB yang baru. Ambil nomor antrian terlebih dahulu dan tunggu nomormu dipanggil.

Serahkan tanda terima bersama dengan bukti pembayaran, dan fotokopi KTP kepada petugas loket. Setelah proses ini selesai, maka akan diberikan BPKB baru yang sudah jadi.

Kisah Perjuangan Hidup 2 Nelayan Cilacap yang Perahunya Ditelan Laut Kidul

Liputan6.com, Kebumen – Tak ada yang menyangkal keganasan ombak pantai selatan Kebumen, Jawa Tengah. Tahun 2018 lalu misalnya, sebanyak 22 orang tenggelam di perairan ini. 20 korban ditemukan tak bernyawa. Dua korban lainnya, dinyatakan hilang.

Paling menggegerkan tentu adalah peristiwa di akhir 2018 lalu, ketika empat remaja tenggelam dan meninggal di Pantai Petanahan, Kebumen. Mereka terseret pusaran palung laut pinggir pantai.

Di pantai selatan, perenang handal pun tak jadi jaminan. Ini lantaran arus yang unik. Di permukaan, laut terlihat tenang. Tetapi, di bagian bawah, arus bisa jadi sangat kuat dan bisa menyeret benda apa saja.

Singkat kata, dalam kondisi biasa pun arus laut selatan Kebumen begitu berbahaya. Apalagi, jika sedang terjadi gelombang tinggi seperti saat ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berisiko terjadi atara 19-22 Januari 2019.

Ombak setinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan pantai dan Samudera Hindia selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta. Dengan kecepatan angin mencapai 30 knot, kondisi perairan selatan berbahaya bagi jenis kapal besar sekali pun.

Peringatan dini ini pun disebar mulai dari para pengelola pantai wisata hingga kelompok-kelompok nelayan. Nelayan pun paham, melanggar imbauan untuk tak melaut, sama saja menyerahkan diri untuk berhadapan langsung dengan gelombang ganas laut selatan.

Bagi nelayan, laut adalah ladang penghidupannya. Barangkali, mereka tak hendak melanggar larangan melaut. Tetapi, mereka lebih khawatir periuk keluarga mereka kosong.

Apa boleh buat, sebagian nelayan nekat melaut. Itu termasuk dua nelayan asal Cilacap yang melaut dari pantai Mirit, Kebumen. Mereka tak hirau dengan ancaman gelombang tinggi laut selatan demi kelangsungan hidup keluarganya.

2 dari 2 halaman

1 Nelayan Selamat, 1 Meninggal Dunia

Dua nelayan ini, Hadi Rasiwan (60) warga Desa Lengkong, Cilacap dan Rohman (38) warga Kesugihan Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Perahu mereka hanya lah perahu kecil dengan mesin tempel ukuran 5 PK. Tentu, tak sebanding dengan gelombang tinggi laut selatan.

Tetapi, mereka nekat menerjang ganasnya ombak laut selatan Kebumen. Nahas, baru saja melaut 30 menit dan berjarak kisaran di bawah 100 meter dari bibir pantai ombak tinggi melabrak perahu. Akibatnya, perahu langsung terbalik.

Hadi Rasiswan dan Rohman pun kalang kabut menyelematkan diri. Mereka segera berenang menyelamatkan diri agar tak turut tenggelam.

Begitu mengetahui ada perahu terbalik, nelayan setempat pun tak tinggal diam. Mereka segera menolong dua nelayan malang ini.

Tetapi butuh waktu untuk mencapai dua nelayan yang berjuang untuk nyawanya ini. Gelombang tinggi menyulitkan perahu nelayan lainnya mendekat ke kedua korban tenggelam.

Setelah berujuang beberapa waktu, keduanya berhasil dievakuasi. “Kedua nelayan itu ditolong sesama nelayan dan dibawa ke tepian,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno.

Bersicepat dengan waktu, dua nelayan ini lantas dilarikan ke Puskesmas Mirit. Sayangnya, satu nelayan, Hadi Rasiwan, meninggal dunia di perjalanan.

“Kemungkinan keduanya kelelahan saat berenang menyelamatkan diri hingga akhirnya mendapatkan pertolongan,” Suparno menjelaskan.

Informasi yang dihimpun kepolisian, kedua nelayan tersebut sebetulnya mengenakan pelampung. Namun saat ditemukan, pelampungnya telah lepas.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ma’ruf Amin Siapkan Program Agar Petani Bisa Dapat Nilai Tambah

Liputan6.com, Jakarta – Cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin, berjanji akan menerapkan sistem program kerja bidang pertanian yang sasarannya dapat memajukan dan menyejahterakan petani bila terpilih.

Ma’ruf Amin mengatakan hal itu dalam sambutannya ketika menghadiri deklarasi dukungan dari Relawan di Desa Cigugurgirang, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat, Minggu (20/1/2019).

Menurut dia, pertanian adalah salah satu program yang akan diterapkan, jika pasangan capres-cawapres nomor urut 01, memenangkan pemilu 2019.

“Kami akan mengupayakan agar para petani dapat memiliki nilai tambah. Tidak hanya menjual bahan baku, tapi bisa mengolahnya dan menjual produk hasil olahan yang sudah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi,” katanya.

Mustasyar PBNU ini mencontohkan, petani kopi menjadikan hasil panen kopinya dalam bentuk kering seharga Rp75.000 per kg. Kopi tersebut, oleh orang asing diolah menjadi kopi bubuk dan dijual dalam bentuk kopi siap saji dengan merek tertentu, seharga Rp50.000 per gelas.

Padahal, kata dia, kopi kering satu kg dapat menjadi 60 gelas kopi siap saji, yang artinya orang asing dapat meraih omzet sekitar Rp3 juta, sementara petani hanya mendapat Rp75.000.

“Karena itu, petani harus memiliki keterampilan dan harus mengubah pola pikirnya untuk menaikkan nilai tambah,” kata Ma’ruf, seperti dilansir Antara.

2 dari 2 halaman

Disambut Salawat

Ma’ruf Amin yang didampingi istrinya hadir ke Kampung Sukamaju, Desa Cigugurgirang, Kecamatan Parongpong, tempat diselenggarakannya deklarasi. Kedatangannya disambut oleh alunan salawatan dan komunitas warga yang mayoritas kaum ibu.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Saya sangat bersyukur dan yakin bahwa kita bisa menang dan meraup suara tinggi di Jabar,” ujarnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Inka Kirim 15 Kereta ke Bangladesh

Liputan6.com, Jakarta PT Industri Kereta Api (Inka) mengirim kereta tipe ‘Broad Gauge’ (BG) ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada hari ini.

“Ini pengiriman ‘Batch-1’ dengan jumlah total 15 kereta,” ujar Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro di sela pengiriman kereta di Surabaya.

Secara keseluruhan, PT Inka memproduksi 250 kereta ke Bangladesh Railway, yang rinciannya sebanyak 50 kereta tipe BG dan 200 kereta tipe ‘Meter Gauge’ (MG).

Perbedaan kereta antara tipe BG dan MG terletak pada lebar track , yaitu tipe BG dengan lebar 1.676 mm, sedangkan tipe MG selebar 1.000 mm.

Masing-masing tipe, kata dia, akan dirangkai beberapa jenis kereta, baik menggunakan AC maupun non-AC, WJC (kereta tidur AC), WJCC (kereta penumpang AC), WEC (kereta penumpang non-AC), WPC (kereta pembangkit) dan WECDR (kereta makan).

Kapasitas kereta tipe BG memiliki tempat duduk 90 kursi, baik jenis WJCC (AC) maupun WEC (non-AC), kemudian tipe MG mempunyai 55 kursi untuk jenis WJCC (AC) dan 60 kursi jenis WEC (non AC).

“Nanti sisanya kereta akan dikirim bertahap hingga Juli 2019. Pada pengiriman kali ini jenisnya 10 WEC, dua WECRD, serta masing-masing satu WJC, WJCC dan WPC,” jelas dia.


Reporter: Idris Rusadi Putra

Sumber: Merdeka.com

PT Inka menjadi pemenang tender pengadaan kereta penumpang untuk Bangladesh Railway pada 2017 dengan total nilai kontrak sebesar USD 100,89 juta. Sekadar informasi, pada 2016 PT Inka juga mengekspor 150 kereta senilai USD 72,39 juta ke Bangladesh, serta 50 kereta di negara tujuan sama dengan nilai kontrak USD 13,8 juta 2006.

Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengapresiasi PT Inka yang sukses memenangkan tender sehingga mampu ekspor kereta ke Bangladesh.

“Ini adalah bukti bahwa anak bangsa mampu bersaing dan kemampuannya diakui di dunia internasional,” katanya.

Menteri yang juga ketua umum DPP Partai Golkar tersebut berharap PT Inka semakin mampu mengembangkan produksinya, bahkan meningkatkan kemampuan engineering serta teknologi agar semakin berkualitas.

5 Pernyataan Kontroversial Edy Rahmayadi Saat Jadi Ketum PSSI

Liputan6.com, Nusa Dua – Edy Rahmayadi memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI saat membuka Kongres Tahunan PSSI, Minggu (20/1/2019) di Nusa Dua, Bali. Dia menegaskan, keputusan mundur bukan bentuk lari dari tanggung jawab.

Pernyataan ini tergolong mengejutkan, mengingat Edy Rahmayadi berulangkali menolak desakan mundur dari berbagai pihak. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ini menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono, yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum PSSI.

Edy Rahmayadi resmi terpilih jadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI sesungguhnya berakhir 2020.

Semasa memimpin PSSI, pernyataan-pernyataan kontroversial kerap dia lontarkan. Selain itu, rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut dan Ketua Dewa Pembina PSMS Medan, yang dia jalani juga menuai kritik dari berbagai pihak.

Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari PSSI juga seiring dengan ramainya pengungkapan kasus match fixing atau pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Berikut deretan pernyataan kontroversial Edy Rahmayadi selama jadi Ketum PSSI

2 dari 6 halaman

1. Larang Pemain Indonesia Berkarier di Malaysia

Kejadian bermula ketika Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn yang hijrah ke Liga Malaysia untuk bermain di Selangor FA. Saat itu, Edy Rahmayadi menuding keduanya tak punya jiwa nasionalisme. Edy mengecam keputusan Evan dan Ilham yang bepindah ke Selangor FA, mereka dianggap tidak pas karena peran mereka sedang dibutuhkan Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018.

“Siapa mereka (Selangor FA)? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme (Evan dan Ilham). Nanti akan saya kumpulkan segera,” Kata Edy

3 dari 6 halaman

2. Tampar Suporter

Saat pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan pada 21 September 2018 yang digelar di Stadion Teladan Medan, Edy Rahmayadi menyaksikan pertandingan langsung. Edy yang duduk di kursi VVIP, tiba-tiba turun dan menyambangi seorang suporter yang terlihat menyalakan flare saat pertandingan.

Saat Gubernur Edy Rahmayadi menemui suporter tersebut, sejumlah suporter lain pun merekam aksi Edy. Tak lama beredar beberapa video Edy yang terlihat menampar pipi suporter cilik tersebut. Beredarnya video penamparan tersebut membuat Edy Rahmayadi angkat bicara.

“Saya mana mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak, saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau enggak percaya kalian pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA,” katanya.

4 dari 6 halaman

3. Apa Hak Anda Menanyakan Itu?

Dalam sebuah wawancara live di televisi, Edy Rahmayadi menolak ditanya wartawan senior Kompas Aiman Wicaksono tentang pengaruh kinerjanya jsebagai Ketua Umum PSSI karena merangkap Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS. Wawancara ini bersamaan dengan kasus tewasnya seorang suporter The Jak saat pertandingan Persija vs Persib di Bandung.

“Apa urusannya anda menanyakan itu?,” yang membuat Aiman mengernyitkan kepala dan kebingungan, padahal pertanyaan yang dilontarkan sebenarnya bisa saja dijawab dengan biasa. “Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” kata Edy yang tak mau banyak berkomentar

5 dari 6 halaman

4. Tanggapan Tuntutan #EdyOut

Saat kasus meninggalnya seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sarila, banyak pihak yang mengecam kinerja PSSI dalam mengawal liga dan persepakbolaan Indonesia. Kasus itu memantik dorongan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Salah satunya lewat petisi online di Charge.org.

Saat itu, sudah 60 ribu orang lebih menandatangani petisi online tersebut. Masyarakat pun menganggap, fokus Edy tidak sepenuhnya di PSSI mengingat rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatra Utara. Edy Rahmayadi menanggapinya dengan komentar yang keras.

“Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini (jabatan Ketua Umum PSSI). Karena itu berarti saya tidak becus”, kata Edy saat menjadi salah satu pembicara di stasiun televisi swasta. Ia juga menambahkan “Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini, karena saat ini dalam dunia politik. Jadi, PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020,” katanya.

6 dari 6 halaman

5. Wartawan Baik, Timnas Juga Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi yang kontroversial selanjutnya sal penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Gubernur Sumatra Utara itu mengeluarkan pernytaan yang tidak substansial.

“Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik,” kata Edy Rahmayadi.

Pernyataannya dinilai tidak masuk akal oleh publik. Hal ini dijadikan nyanyian oleh suporter Indonesia di pertandingan terakhir Timnas Indonesia melawan Filipina. “Wartawan Harus Baik, Wartawan Harus Baik,” bunyi nyanyian suporter itu diakhiri teriakan ‘Edy Out’ usai pertandingan berakhir.

Saksikan video menarik di bawah ini