500 Juta Data Tamu Hotel Marriott Dibobol Hacker

Jakarta – Database reservasi Marriott telah diretas hacker. Akibatnya ratusan juta informasi pribadi para tamu hotel berpotensi bocor.

Dalam siaran pers di situsnya, Marriott mengatakan mereka pertama kali diberitahu bahwa pada 8 September lalu ada pihak yang tidak berwenang telah mengakses basis data reservasi tamu di jaringan Starwood.

Adapun hotel di jaringan Starwood meliputi W Hotels, St. Regis, Sheraton Hotels & Resorts, Westin Hotels & Resorts, Hotel Element, Aloft Hotels, the Luxyry Collection, Tribute Portfolio, Le Méridien Hotels & Resorts, Four Points by Sheraton, dan Design Hotels. Hasil investigasi yang dilakukan pihak Marriot cukup mengejutkan. Rupanya akses yang tidak sah ke jaringan Startwood sudah sejak 2014 silam. Ada 500 juta informasi pribadi tamu yang dikompromikan, mulai dari nama, alamat, nomor telepon, email, nomor paspor, tanggal lahir, jenis kelamin, informasi kedatangan dan keberangkatan, hingga nomor kartu kartu kredit berikut tanggal kadaluwarsanya.
“Kami sangat menyesalkan insiden ini terjadi. Kami gagal memenuhi apa yang tamu kami harapan dan apa yang kami harapakan dari diri kami sendiri. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung tamu kami dan memetik pelajaran dari kasus ini untuk jadi lebih baik,” kata Arne Sorenson, Presiden dan CEO Marriott dalam pernyataan resminya yang dilansir dari laman Vox, Sabtu (1/12/2018).

Saat ini pihak Marriott terus bekerja sama dengan penegak hukum untuk menyelidiki kasus pembobolan tersebut. Mereka pun mengatakan akan mulai mengirim email kepada tamu yang terkena dampak sejak 30 November. Pihak Marriott akan menawarkan korban akses gratis ke layanan memonitor informasi pribadi mereka. (afr/afr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *