5 Fakta Vagina yang Pria Perlu Tahu

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian orang, ketika membicarakan alat reproduksi wanita yang terlintas adalah vagina. Padahal vagina adalah organ seksual wanita yang berbentuk tabung dengan otot elastis yang menghubungkan rahim dengan labia.

Bagi Anda yang dalam waktu dekat akan menikah atau penasaran dengan organ intim wanita penting mengetahui seluk-beluk vagina. Dilansir dari Huffington Post, Selasa (4/12/2018) berikut lima fakta vagina.

1. Mungkin Anda mengatakan vagina, tapi yang dimaksud vulva

Seperti disampaikan di atas, vagina adalah saluran elastis dari labia ke mulut rahim. Ini adalah lubang saat terjadi penetrasi, bayi juga melewati saluran ini bila lahir secara normal. Namun, nampaknya yang dimaksud oleh banyak orang adalah vulva. Apa itu? Vulva adalah istilah yang menggambar organ luar di alat kelamin wanita atau bagian yang bisa dilihat dengan mata. Vulva terdiri dari pubsi, labia mayora (lipatan luar), labia minora (lipatan dalam yang kecil, pembukaan uretra, klitoris, vagina.

2. Wanita bisa ereksi

Sama seperti pria, saat terangsang aliran darah menuju ke arah sistem reproduksi wanita, terutama klitoris, yakni titik di atas pertemuan labia minora. Saat terangsang klitoris akan lebih merah, bengkak dan sensitif terhadap sentuhan. 

3. Klitoris, kunci kenikmatan seksual wanita

Di klitoris terdapa sekitar 8 ribu ujung saraf yang bisa membuat wanita merasa senang dan puas. Bahkan, dokter kebidanan dan kandungan Columbia University, Hilda Hutcherson menyebutkan bahwa klitoris adalah satu-satunya organ di tubuh manusia yang semata-mata hadir untuk kesenangan.

“Bagian ini amat sensitif. Saya biasanya memberi tahu wanita dan pasangan untuk bergerak dan mencoba posisi seks yang berbeda agar tidak hanya kepala klitoris saja yang dirangsang, tapi semua jaringan tersebut,” kata Hilda yang juga penulis buku Pleasure: A Woman’s Guide To Getting The Sex You Want, Need and Deserve.

4. Tak ada cairan lubrikasi, bukan berarti tak terangsang

Seorang wanita yang terangsang akan mengeluarkan ciaran pelumas atau lubrikan alami. Pada awalnya aktivitas bercinta, produksi cairan lubrikasi alami amat banyak karena senyawa kimia dan hormon yang mengalir deras di seluruh tubuh.

“Seiring berjalannya waktu, bahan kimia itu berkurang,” kata Hilda lagi.

Namun, ada wanita yang sulit dan butuh usaha lebih menghasilkan cairan pelumas alami. Jika ini terjadi, kesabaran itu wajib dimiliki pria.

“Kadang-kadang yang diperlukan hanya waktu yang lebih lama agar wanita bisa terangsang dan menghasilkan cairan vagina. Namun, kadang-kadang pria sulit memahami hal ini,” lanjut Hilda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *