Klasemen Liga Inggris Jelang Pekan 35

Liputan6.com, Jakarta Liverpool dan Manchester City bersaing ketat di puncak klasemen Liga Inggris. Kedua tim bakal bersaing hingga akhir musim.

Saat ini Liverpool menduduki puncak klasemen Liga Inggris. Skuat asuhan Jurgen Klopp ini sudah mengumpulkan 85 poin dari 34 pertandingan.

Manchester City sempat menyalip Liverpool di klasemen Liga Inggris usai mengalahkan Crystal Palace 3-1. Namun dua jam berselang, Liverpool mengkudeta City setelah menang 2-0 atas Chelsea.

City kembali berada di urutan kedua dengan 83 poin. Tapi, City baru memainkan 33 pertandingan, satu laga lebih sedikit dari Liverpool.

Persaingan seru di klasemen Liga Inggris juga terjadi di posisi tiga dan empat. Tottenham Hotspur yang berada di posisi ketiga, kini terancam oleh Arsenal, Chelsea dan Manchester United (MU). Dengan 67 poin, Spurs kini hanya memimpin satu poin dengan Arsenal dan Chelsea. Sementara dengan MU, Harry Kane dan kolega unggul tiga angka.

Gagalnya Penyelundupan Ribuan Bayi Lobster Seharga Rp 3,5 Miliar

Liputan6.com, Palembang – Penyelundupan satwa perairan Sumsel-Jambi kembali digagalkan oleh penegak hukum di Pulau Sumatera.

Kali ini puluhan ribu bayi lobster diamankan Pos Pengamat dan Pos Keamanan Laut Terpadu (Posmat) TNI Angkatan Laut (AL) Nipah Panjang, di bawah Jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang.

Sebanyak 20.000 baby lobster yang disimpan di dalam kotak styrofoam, ditemukan di dalam speedboat 40 PK. Puluhan ribu bayi lobster ditemukan di alur Sungai Lokan, Tanjung Jabung Timur Jambi, pada Senin (15/4/2019) Pukul 22.30 WIB.

Komandan Lanal Palembang Letkol Laut Saryanto mengatakan, ditemukan lima kotak berisi bayi lobster jenis mutiara jumlah 10.000 ekor dan lima kotak berisi 10.000 baby lobster jenis pasir.

“Puluhan ribu bayi lobster ini ditaksir dijual seharga Rp 3,5 miliar. Kotak berisi bayi lobster ini ditemukan di speedboat yang ditinggalkan pemiliknya, yang kabur menggunakan speedboat lainnya,” katanya, Selasa (16/4/2019).

Awalnya tim TNI AL Palembang melakukan patroli di alur Sungai Lokan, Tajung Jabung Timur, Jambi, pada hari Senin sekitar pukul 22.30 WIB. Lalu tim mendeteksi adanya speedboat 40 PK yag melintas.

Saat didekati oleh tim TNI AL Palembang, pemilik speedboat langsung kabur dan meninggalkan satu unit speedboat di tengah perairan.

Diduga karena ada aktifitas ilegal, tim Posmat TNI AL Nipah Panjang langsung memeriksa speedboat yang ditinggalkan tersebut.

“Petugas menemukan barang bukti tersebut dan pemilik berhasil kabur. Barang bukti ini langsung diserahkan ke Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu di Jambi,” ungkapnya.

Diduga dua jenis bayi lobster seharga miliar rupiah ini akan dikirim dan diperjualbelikan ke luar negeri. Barang bukti ini juga diduga didatangkan dari area di Tanjabtim Jambi.

Banjir Rendam 35 Desa di Lamongan, Panitia TPS Khawatir Warga Tak Mencoblos

Fokus, Bandung – Satu hari menjelang Pemilu 2019, banjir luapan Sungai Citarum masih merendam ribuan rumah di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (16/4/2019), tercatat ada sekitar 1.500 rumah warga di Kecamatan Dayeuhkolot dan Balendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang masih terendam banjir pada pagi tadi. 

Jika pada hari pencoblosan air belum juga surut, warga dipastikan harus menggunakan perahu bila ingin memberikan hak suaranya. Hal ini mengingat di beberapa titik menuju TPS, banjir terpantau cukup tinggi.  

“Amat sangat terganggu. Kalau banjir gini sih kayaknya banyak yang golput ya,” ujar salah satu warga bernama Ade Koswara.

Di Kabupaten Bandung, ada 137 TPS yang berada di kawasan banjir. KPUD Jawa Barat memutuskan untuk memindahkannya ke tempat yang tidak terkena banjir. Demikian juga untuk di Indramayu, 13 TPS dialihkan karena banjir.  

Saat ini, KPUD Jawa Barat telah mendistribusikan kebutuhan logistik baik surat suara maupun bilik suara ke tingkat kecamatan di seluruh Jawa Barat untuk lebih dari 32,2 juta orang yang terdaftar dalam DPT.

Sementara itu, ada sekitar 35 desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang masih terendam banjir. Panitia tempat pemungutan suara (TPS) setempat berupaya untuk memindahkan lokasi ke tempat lebih aman.

Kondisi ini dimungkinkan akan mempengaruhi tingkat partisipasi warga. 

Luapan Sungai Bengawan Jero, yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo sudah dua pekan ini membanjiri kawasan rumah warga. Warga dipastikan butuh usaha lebih untuk mencapai TPS pada 17 April esok hari. 

3 Tersangka di Kasus Audrey Terancam Hukuman 3,5 Tahun Penjara

Jakarta – Tiga siswi SMA jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap siswi SMP di Pontianak, Audrey. Ketiganya dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman 3,5 tahun penjara.

Ketiga tersangka itu berinisial L, TPP, dan NNA. Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Donny Charles Go mengatakan ketiganya dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Berikut bunyi Pasal 76C:

Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak.

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran Pasal 76C termuat di Pasal 80. Ketiga tersangka dijerat juga dengan Pasal 80 ayat 1. Berikut bunyi Pasal 80:

Pasal 80

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

Kasus pengeroyokan Audrey ini mendapat perhatian luas di media sosial hingga muncul tagar #JusticeForAudrey, yang sempat menjadi trending topic nomor 1 dunia pada Selasa (9/4). Ada pula petisi #JusticeForAudrey yang diteken lebih dari 2,4 juta kali.

“Proses masih berjalan. Kita berusaha melengkapi semuanya biar perkara ini bisa cepat,” kata Kombes Donny, Rabu (10/4/2019).
(tor/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Persela Pantau 3-5 Pemain Asing untuk Gantikan Washington Brandao

Jakarta – Usai mencoret Washington Brandao, Persela Lamongan kini memantau sejumlah pemain asing untuk Liga 1 2019. Selain itu, ada dua pemain lokal yang diseleksi.

Asisten Pelatih Persela, Danur Dara menyebut ada tiga sampai lima pemain yang sedang dipantau oleh tim pelatih dan manajemen.

“Ada tiga sampai lima pemain, rata-rata dari Amerika Latin, yaitu Brasil,” ujar Asisten Pelatih Persela, Danur Dara, di Stadion Surajaya Lamongan, Senin, (8/4/2019).

Hanya saja, Danur tidak berkomentar banyak ketika ditanya apakah striker yang dipantau ini sudah pernah bermain di Indonesia atau belum.

“Itu biar Coach Aji sama manajemen saja,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini Persela sedang menyeleksi dua pemain lokal yakni Fander dari Persewar dan Marcel dari Persipura. Dua pemain ini diproyeksikan sebagai penambah empat pemain yang dicoret.

“Mereka masih seleksi sampai satu minggu ini,” katanya.

Selain melepas Brandao, tim Pelatih Persela memang melepas empat pemain lokal juga usai Piala Presiden lalu. Empat pemain lokal tersebut adalah Jefri Kurniawan, Yusuf Brian, Dian Endra, dan Sendi Pratama.

(raw/raw)

Barang Bukti Vanessa Angel, Uang Pecahan Rp 100 ribu Senilai Rp 35 juta

Surabaya – Kasus UU ITE terkait penyebaran konten asusila Vanessa Angel telah melalui proses tahap II. Vanessa pun telah diserahkan ke Kejari Surabaya beserta barang bukti kasusnya.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Darmawan mengatakan pihaknya telah menerima beberapa barang bukti. Misalnya saja pecahan uang Rp 100 ribu sebesar Rp 35 juta dan rekening koran milik Vanessa.

“Barang buktinya meliputi dari uang tunai pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 35 juta rupiah satu lagi rekening koran udah itu saja,” kata Teguh di Kejari Surabaya, Jumat (29/3/2019).


Teguh menambahkan pelimpahan tersangka dan berkas Vanessa memang cukup lama, yakni sekitar 2 jam. Hal ini lantaran pihaknya masih menunggu kehadiran pengacara Vanessa.

“Jadi pemeriksaannya lama karena menunggu pengacaranya tadi, setelah itu dilakukan administrasi penelitian tersangka, berikut barang buktinya. Saya juga melakukan penelitian jadi yang lama itu menunggu penasihat hukumnya,” paparnya.

Sementara itu, Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi menambahkan pihaknya tak hanya menyerahkan barang bukti uang dan rekening koran saja. Namun juga beberapa hal yang berkaitan dengan kasus UU ITE Vanessa. Seperti screenshot percakapan Vanessa dengan muncikari.

“Sebenarnya barang buktinya A, B, C, D ndak ada masalah jika unsurnya terpenuhi. UU ITE kan harus dari percakapan yang jadi buktinya,” imbuh Harissandi.
(hil/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bilik Cinta Suami Inneke Koesherawati Berujung 3,5 Tahun Bui

BandungFahmi Darmawansyah divonis oleh Majelis Hakim Pendadilan Tipikor Bandung hukuman penjara 3,5 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara. Ia terbukti melakukan suap terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Kasus yang menimpa suami Inneke Koesherawati itu bermula dari OTT KPK terhadap Wahid Husen saat menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Selain Wahid, Fahmi yang merupakan napi Lapas Sukamiskin dalam kasus suap Bakamla bersama dua orang lainnya juga diamankan oleh KPK. OTT tersebut dilakukan pada Sabtu 21 Juli 2018 lalu.

Belakangan terungkap jika Fahmi telah memberikan sebuah mobil Mitsubishi Triton 4×4, sejumlah barang dan uang kepada Wahid selama menjadi warga binaan. Bahkan sel mewah yang dihuni Fahmi dihargai Rp 700 juta. Tak kalah mengagetkan, Fahmi juga disebut-sebut memiliki fasilitas berupa bilik cinta yang digunakan sebagai tempat berhubungan suami istri.

Bilik cinta tersebut awalnya sebuah toilet umum yang biasa digunakan untuk tamu atau orang besuk. Belakangan, ruangan itu disulap menjadi kamar dengan fasilitas kasur dan kipas angin. Bukan hanya digunakan Fahmi dan Inneke, bilik tersebut juga disewakan seharga Rp 650 ribu kepada napi lain untuk satu kali ‘cek in’.
Bermula dari itu, praktik fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin pun mulai terbongkar. Bahkan beberapa napi seperti Setya Novanto dan Nazaruddin diduga menggunakan sel asli tapi palsu selama mendekam di lapas khusus napi tipikor itu.

Selain fasilitas mewah, selama menjabat, Wahid juga memberi keleluasaan bagi para napi untuk keluar masuk. Dua napi tipikor yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin menggunakan kemudahan itu. Bahkan Wawan pernah pelesiran dengan menginap di hotel bersama wanita lain yang bukan Airin Rachmi Diany, istrinya.

Selama menjalani persidangan Fahmi terlihat kooperatif. Ia membeberkan semua hal yang selama ini dialaminya. Bapak dua anak ini pun mengakui segala perbuatannya, termasuk melakukan suap terhadap Wahid Husen.

Jaksa dari KPK menilai Fahmi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dakwaan primer Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menuntut dan meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara,” ujar jaksa KPK saat sidang tuntutan Rabu 20 Februari lalu.

Puncaknya, dalam sidang vonis yang digelar pada Rabu 20 Maret kemarin, majelis hakim menilai perbuatan Fahmi bertentangan dengan program pemerintah untuk memberantas korupsi. Selain itu Fahmi telah melakukan perbuatan serupa, yakni suap untuk kedua kalinya.

Meski begitu, hakim menyebut Fahmi telah mengakui segala perbuatannya, berlaku sopan selama persidangan dan masih memiliki tanggungan istri juga dua anak yang masih sekolah. Sehingga diputuskan hukuman tersebut berkurang dari tuntutan jaksa.

“Menjatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara,” ujar hakim.

Inneke Koesherawati yang hadir dalam persidangan terlihat pasrah. Ia menyatakan vonis yang dijatuhkan adalah keputusan yang terbaik dari Allah. Ia pun mengaku akan selalu setia menunggu suaminya keluar dari penjara.

Sepertinya Inneke harus menunggu lebih lama, sebab selain harus menjalani vonis kasus suap kalapas Sukamiskin, masa tahanan dari kasus sebelumnya yaitu suap satelit Bakamla. Fahmi divonis 2 tahun 8 bulan pada Juni 2017 lalu.

Saksikan juga video ‘Tok! Suami Inneke Divonis 3,5 Tahun Penjara’:

[Gambas:Video 20detik]

(tro/ern)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Suami Divonis 3,5 Tahun, Inneke Koesherawati: Terbaik dari Allah

Bandung – Meski tak menyangka suaminya divonis 3,5 tahun, Inneke Koesherawati menganggap ini yang terbaik. Selama persidangan, Inneke terlihat tenang. Ia datang memberikan semangat bagi suaminya Fahmi Darmawansyah yang terjerat kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

“Enggak nyangka. Tapi saya sering bilang sama suami, apapun yang diputuskan ini yang terbaik dari Allah,” ujar Inneke usai mendampingi suaminya di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabi (20/3/2019).

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Fahmi lima tahun penjara.

Ia pun mengaku akan sabar menunggu suaminya hingga benar-benar bebas dari Lapas Sukamiskin. “Jadi apapun tetap kita jalani, hadapi. Jadi sabar saja,” katanya.
Hal sama dikatakan Fahmi yang duduk di samping Inneke. Ia menyatakan menerima segala konsekuensi dari apa yang diperbuatnya. Meski pun ia sempat berpikir jika suap yang dilakukannya tidak bertentangan dengan hukum.

“Tapi karena kita orang yang beriman, orang punya agama, punya tuhan, semua ini tanpa izin tuhan tidak akan terjadi. Jadi saya selalu berprasangka baik pada Allah. Semoga ini jadi amalan baik untuk saya, buat menghadapi ujian,” ujar Fahmi.

Pantauan detikcom selama persidangan Inneke terlihat tenang melihat suaminya duduk di bangku pesakitan. Keduanya kompak datang menggunakan pakaian hitam untuk menghadapi sidang vonis yang digelar di Ruang Sidang VI Pengadilan Tipikor Bandung itu.
(tro/ern)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hakim Vonis Suami Inneke Koesherawati 3,5 Tahun Penjara

Bandung – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan hukuman penjara 3,5 tahun terhadap suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, dalam kasus suap pada eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Dalam sidang vonis yang digelar di Ruang Sidang VI, majelis hakim menilai Fahmi telah secara sah dan meyakinkan melakukan suap terhadap Wahid Husein untuk mendapat sejumlah fasilitas selama ditahan di dalam lapas.

“Dalam persidangan dapat dibuktikan terdakwa memberikan sesuatu pada Wahid Husein berupa mobil dan sejumlah barang lainnya,” ujar hakim sat membacakan vonis, Rabu (20/3/2019).

Hakim menegaskan Fahmi telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sesuai dakwaan primer Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara,” katanya.

Vonis tersebut dijatuhkan dengan pertimbangan memberatkan karena Fahmi telah bertentangan dengan program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi dan telah mengulangi perbuatannya.

Sementara hal yang membuat hukuman berkurang karena majelis hakim menilai Fahmi berlaku sopan selama sidang dan memiliki tanggungan keluarga istri juga dua anak yang masih sekolah.

Sebelumnya jaksa KPK menuntut Fahmi dengan pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. Fahmi dianggap telah terbukti melanggar dakwan primer.

Saat menjalani persidangan ini, Fahmi yang merupakan terpidana kasus suap pejabat Bakamla, tengah menjalani vonisnya 2 tahun 8 bulan. Ia ditahan sejak Juni 2018.

Dengan vonis baru ini, masa tahanan Fahmi di Lapas Sukamiskin otomatis makin panjang.

Saksikan juga video ‘Perjuangan Inneke Koesherawati Urus Rumah Tangga Tanpa Suami’:

[Gambas:Video 20detik]

(tro/ern)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pengusaha Bayar Rp 35 Miliar, Ini Terumbu Karang yang Ditabrak Kapal

Selasa 19 Maret 2019, 17:19 WIB

Andi Saputra, Ist – detikNews

Bangka Belitung detikNews – Pemilik kapal MV Lyric Poet dan MT Alex membayar denda Rp 35 miliar karena menabrak terumbu karang. Pembayaran itu dilakukan melalui mekanisme nonlitigasi.

Terumbu karang rusak karena ditabrak 2 kapal. Butuh biaya yang cukup besar untuk memulihkan ke keadaan semula.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com