Peta Jokowi vs Prabowo di 34 Provinsi Versi QC Sementara Indo Barometer

Jakarta – Hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 di berbagai daerah terus dilakukan. Berdasarkan quick count lembaga survei Indo Barometer, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul secara bergantian.

[Gambas:Video 20detik]

Berikut data per Rabu (17/4/2019) pukul 23.24 WIB. Saat itu suara yang masuk 97,83%. Berikut peta pertarungan Jokowi vs Prabowo di 34 provinsi:

Aceh
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 17,12%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 82,88%

Sumatera Utara
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 49,71%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 50,29%

Riau
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 38,49%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 61,51%

Sumatera Barat
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 9,12%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 90,88%

Jambi
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 39,21%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,79%

Bengkulu
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 47,37%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 52,63%

Sumatera Selatan
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 39,15%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,85%

Lampung
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 49,98%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 50,02%

Kepulauan Riau
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 43,18%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 56,82%

Kepulauan Bangka Belitung
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 73,77%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 26,23%

Banten
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 37,05%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 62,95%

Jawa Barat
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 39,06%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,94%

Jakarta
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 52,01%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 47,99%

Jawa Tengah
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 78,51%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 21,49%

DI Yogyakarta
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 68,09%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 31,91%

Jawa Timur
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 69,83%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 30,17%

Bali
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 91,00%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 9,00%

NTB
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 24,47%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 75,53%

NTT
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 86,49%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 13,51%

Kalimantan Barat
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 44,13%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 55,87%

Kalimantan Tengah
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 50,29%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 49,71%

Kalimantan Selatan
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 39,09%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,91%

Kalimantan Utara
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 64,95%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 35,05%

Kalimantan Timur
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 54,34%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 45,66%

Sulawesi Utara
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 84,17%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 15,83%

Gorontalo
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 44,66%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 55,34%

Sulawesi Tengah
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 51,19%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 48,81%

Sulawesi Barat
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 47,49%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 52,51%

Sulawesi Selatan
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 41,22%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 59,78%

Sulawesi Tenggara
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 37,96%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 62,04%

Maluku Utara
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 80,08%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 19,92%

Maluku
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 39,t5%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 62,38%

Papua Barat
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 70,64%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 20,36%

Papua
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 72,76%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 27,24%

Total:
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 53,51%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 46,49%

Simak Juga ‘Jokowi Menang Hasil Quick Count, Hasto: Kemenangan Politik Putih’:

Peta Jokowi vs Prabowo di 32 Provinsi Versi QC Sementara Indo Barometer

(jbr/fjp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gempa M 3,4 Terjadi di Jayapura

Jakarta – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,4 terjadi di Jayapura, Papua. Gempa terasa hingga Sentani.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter resminya, @infoBMKG, menyebut gempa tersebut terjadi pada Selasa (16/4/2019) pukul 01.14 WIB.

“Pusat gempa berada di darat, 4 km barat daya Kota Jayapura,” tulis BMKG.

Gempa ini berada di kedalaman 10 km. Sedangkan titik koordinat gempa berada di 2,58 Lintang Selatan dan 140,68 Bujur Timur.

Gempa dirasakan dalam skala MMI III di Jayapura dan skala MMI II di Sentani. Skala MMI III berarti getaran dirasakan di dalam rumah, seolah ada truk lewat. Sedangkan skala MMI II berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut perihal dampak gempa terkait ada atau tidaknya korban dari gempa ini.
(zap/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPJS Ketenagakerjaan Incar Jumlah Peserta Aktif 34 Juta pada 2019

Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan telah memfasilitasi pemberian kredit perumahan sebanyak 3.500 unit melalui program Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Dalam program yang telah berjalan sejak 2017 ini, BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan sejumlah bank sebagai penyalur kreditnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya memang terus mendorong peningkatan manfaat layanan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya melalui program MLT.‎

“Jadi BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat dasar, termasuk manfaat layanan tambahan. Ini diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih satu tahun untuk mendapatkan kredit rumah,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Dia menjelaskan, program ini tidak hanya memberikan fasilitas KPR, tetapi juga pinjaman uang muka perumahan dan pinjaman renovasi rumah.

Bahkan BPJS Ketenagakerjaan juga membantu memfasilitas pemberian kredit konstruksi bagi pengembang. Adapun bank yang diajak kerjasama dalam program ini yaitu BTN, Bank Mandiri, BNI, BRI dan BJB.

“Tetapi saya tegaskan, bukan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan kredit, tetapi bekerja sama dengan bank. Bank yang memberikan kredit kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan, sumber dananya dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Hingga saat ini, lanjut Agus, BPJS Ketenagakerjaan dan bank mitranya telah menyalurkan kredit untuk 3.500 unit rumah.

Jumlah ini akan terus ditingkatkan agar semakin banyak para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bisa memiliki hunian sendiri.

“Kita memang belum banyak, ada sekitar 3.500 unit rumah dengan total dana sekitar Rp 700 miliar yang sudah kita salurkan. Ini memang banyak kendala. Karena yang menentukan adalah pihak bank. Kita harus bekerja keras untuk membenahi itu supaya tersalurkan dengan baik, tetapi semua proses juga sesuai dengan ketentuan,” tandas dia.

Berusia 34 Tahun, Bandara Soetta Masih yang Tersibuk di Asia Tenggara

Liputan6.com, Jakarta – Senin 1 April 1985, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akhirnya beroperasi, usai peresmian sehari sebelumnya. Setelah penantian selama satu dasawarsa, Indonesia akhirnya memiliki sebuah bandara yang megah, luas dan berkelas dunia.

Berdasarkan catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta yang berlokasi di Tangerang, Banten beroperasi menggantikan fungsi Bandara Kemayoran di Jakarta Pusat dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.

Bandara Kemayoran sendiri kini sudah dinonaktifkan, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma difungsikan untuk penerbangan militer, VVIP, charter, dan beberapa penerbangan domestik.

Bandara Soetta memiliki kode IATA CGK, sedangkan nama yang populer di masyarakat adalah Bandara Cengkareng lantaran berdekatan dengan wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Meskipun secara geografis berada di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten.

Bandara ini dibangun karena Bandara Kemayoran yang awalnya ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat lokasinya dengan basis militer Indonesia, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma. Frekuensi penerbangan sipil yang semakin meningkat dianggap mengancam kelangsungan lalu lintas internasional maupun kepentingan militer.

Oleh karena itu, pada awal 1970-an, mulailah dicari lokasi yang berpotensi untuk dijadikan bandara baru dengan bantuan USAID. Di antaranya Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan dan Tangerang Utara yang berakhir dengan dipilihnya Tangerang Utara sebagai lokasi alternatif.

Pada akhir Maret 1975, disepakati rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal haji di Bandara Soekarno-Hatta. Terminal domestik yang direncanakan bertingkat 3 dibangun antara tahun 1975 hingga 1981 dengan biaya tak kurang dari USD 465 juta.

Bandar udara ini dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu, yang juga merancang Bandar Udara Charles de Gaulle di Paris, Perancis. Salah satu karakteristik besar bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu.

Kini, Bandara Soetta memiliki luas 18 km², dengan 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional juga domestik oleh Garuda.

Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse. Terminal 1A, 1B, dan 1C digunakan (kebanyakan) untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Terminal 1A melayani penerbangan oleh Lion Air dan Wings Air. Terminal 1B melayani penerbangan Lion Air. Sedangkan terminal 1C melayani penerbangan oleh Airfast Indonesia, Batik Air dan Citilink.

Terminal 2D dan 2E digunakan untuk melayani semua penerbangan internasional maskapai asing, antara lain Etihad Airways, Asiana Airlines, Cathay Pacific Airways dan Qantas Airways. Terminal 2D untuk semua maskapai luar yang dilayani oleh PT Jasa Angkasa Semesta, salah satu kru darat bandara.

Terminal 2E untuk maskapai internasional yang dilayani oleh Garuda, termasuk semua penerbangan internasional Garuda dan Merpati. Terminal 2F untuk penerbangan domestik NAM Air, Sriwijaya, dan Air Asia Indonesia.

Sementara Terminal 3 Domestik Bandara Soetta yang selesai dibangun pada 15 April 2009 digunakan oleh maskapai penerbangan Garuda untuk tujuan domestik. Sisanya digunakan oleh Terminal 3 Internasional yang antara lain diisi maskapai Air Asia, Japan Airlines, Korean Airlines, dan Singapore Airlines.

Jalan Mulus MRT Jakarta Setelah Penantian 34 Tahun

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)​.

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar Yen.

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh. 

Kalah Saing, Miliarder Baidu Merugi Rp 34 Triliun

Liputan6.com, Beijing – Beberapa tahun belakangan menjadi waktu paling sulit bagi Robin Li. Miliarder Baidu, mesin pencarian khusus dalam bahasa China ini mengalami penurunan harta kekayaan sebesar USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 34,1 triliun dalam waktu satu tahun ke belakang.

Sang miliarder, Li, yang tadinya menduduki peringkat 134 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, harus turun 19 peringkat. Kekayaan bersihnya saat ini diperkirakan mencapai USD 9,6 miliar atau sekitar Rp 136,5 triliun didasarkan pada saham Baidu yang terdaftar di Nasdaq, yang telah merosot sebesar 33 persen sejak Maret lalu.

Investor kemudian mempertanyakan apakah persaingan Baidu dengan usaha sejenis semakin ketat. Dilansir dari Forbes, Baidu dikabarkan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk pemasaran produknya namun hanya mendapat untung sebesar 4 persen pada kuartal IV 2018, jauh dibanding tahun 2017 yang mencapai 21 persen.

Analis memprediksi, miliarder Baidu masih akan berusaha mengeluarkan dana yang besar untuk tetap memikat para pengiklan.

“Dengan laju iklan online di China yang tumbuh sangat lambat, semua perusahaan harus berjuang dengan agresif untuk mendapatkan uang,” kata Raymond Feng, analis senior perusahaan riset Pacific Epoch di Shanghai.

Gempa Magnitudo 3,4 Terjadi di Barat Daya Pacitan

Jakarta – Gempa magnitudo 3,4 terjadi di Pacitan, Jawa Timur. Pusat gempa berada di laut, barat daya Pacitan.

“Gempa magnitudo 3.4 pukul 22:26 WIB,” tulis BMKG Yogyakarta lewat akun Twitter, Jumat (8/3/2019).

Gempa yang terjadi di Pacitan berada di kedalaman 18 kilometer (km). Titik koordinat gempa 9,11 Lintang Selatan dan 110,60 Bujur Timur.

Berselang semenit, gempa kembali terjadi. Skala gempa yakni magnitudo 2,7.

Gempa tersebut berada di kedalaman 4 km. Titik koordinatnya tak jauh dari gempa sebelumnya yakni 8,63 Lintang Selatan dan 110,07 Bujur Timur.

Belum diketahui ada-tidaknya dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi di dua lokasi tersebut.

g

(ibh/zak)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Beberkan Penyebab 34 Kapal Terbakar di Muara Baru

Jakarta – Sebanyak 34 kapal terbakar di Muara Baru, Jakarta Utara. Polisi mengatakan kebakaran ini bermula dari kesalahan prosedur pengelasan yang dilakukan di salah satu kapal.

“Jadi penyebab dari kebakaran ini adalah sumbernya itu, sumbernya itu dari ruang mesin kapal Artamina Jaya. (Berasal dari) Ruang mesin kapal,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (2/3/2019).

Ketiga tersangka itu adalah SA (27) selaku tukang las, WS (35) selaku pemilik bengkel las, dan T (33) selaku nakhoda kapal yang meminta kapal dilas. Penyidik menyimpulkan kebakaran disebabkan pengelasan yang dilakukan tidak sesuai dengan SOP.
Menurutnya, semestinya dalam pengelasan harus ada blower, jauh dari benda yang mudah terbakar, dan ada alat penyedotan panas.

Kapal yang terbakar dibawa ke daratan untuk diselidiki. Penyidik menyimpulkan kebakaran berasal dari percikan las yang kemudian mengenai bahan yang mudah terbakar seperti solar, fiber, dan barang lain.

Polisi Beberkan Penyebab 34 Kapal Terbakar di Muara BaruFoto: Kebakaran kapal di Muara Baru (Zakia-detikcom)

“Jadi bukan saat ngelas terbakar, bukan. Tapi saat melakukan pengelasan itu kan ada percikan yang ke mana-mana, yang bersifat flamemable tadi. Itu di situ, yang akhirnya menyebabkan kebakaran,” ucap Argo.

Terbakarnya kapal Artamina Jaya kemudian menyambar ke 33 kapal lainnya. Argo mengatakan hal ini disebabkan gelombang laut yang membuat kapal saling bersenggolan. Api juga makin membesar karena angin yang kuat.

“Jadi, bahwa, saat kebakaran akhirnya, kapal itukan mengikat yang satu dengan yang lain. Kemudian saat kebakaran, kemudian tali pengikat itu lepas, kapal itu kebakar, lepas, kemudian kapal Artamajaya ini bergerak, bergerak mengikuti arus gelombang air,” kata dia.

Seperti diketahui, kebakaran di Pelabuhan Muara Baru mengakibatkan 34 kapal hangus terbakar. Kebakaran bersumber dari kapal Artamina Jaya, yang saat itu sedang ada pengelasan, hingga kemudian api merembet ke mana-mana.

Polisi menghitung kerugian sementara terbakarnya kapal ini mencapai Rp 23 miliar. Namun kerugian diperkirakan bertambah karena nominal tersebut baru untuk 20 kapal.

Untuk tersangka SA dikenakan Pasal 188 atau 187 KUHP. Sementara untuk tersangka WS dan T disangkakan Pasal 55 juncto Pasal 188 atau 187. Ketiganya terancam hukuman 5 tahun penjara.
(jbr/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bank Mandiri Guyur Promo Menarik di Japan Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagai mitra resmi pendukung jalannya Japan Travel Fair 2019, persiapkan penawaran menarik bagi nasabah yang akan berlibur ke Jepang.

Hal ini dilakukan karena Jepang masih menjadi destinasi favorit bagi nasabah Bank Mandiri. Vira Widiyasari, Senior Vice President Credit Cards Group Bank Mandiri mengatakan, Bank Mandiri senantiasa memberikan penawaran menarik bagi nasabah yang bermimpi jalan-jalan ke Jepang.

“Jumlah transaksi kartu Mandiri di Jepang itu capai 37 persen pada tahun 2018. Karena banyak penggunanya, kami memutuskan untuk memberikan promo dan diskon kepada nasabah yang bermimpi berlibur ke Jepang,” ungkapnya di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Ada banyak keuntungan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit Bank Mandiri di pameran Japan Travel Fair 2019, di antaranya tiket dengan harga spesial dengan cashback hingga Rp 5 juta, program #spend&get hingga Rp 2 juta dan tiket Ed Sheeran.

Selain itu, cicilan 0 persen hingga 20 bulan, diskon hingga 50 persen dengan fiestapoin, Lelang Fiestapoin dengan Tiket PP ke Jepang dan masih banyak yang lainnya.

Japan Travel Fair 2019 ini diselenggarakan di Mal Kota Kasablanka dan mulai dibuka hari ini dan berakhir pada 3 Maret 2019.

2 dari 2 halaman

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 820 Triliun

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyalurkan kredit sebesar Rp 820,1 triliun sepanjang 2018. Jumlah tersebut tumbuh 12,4 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, dari capaian itu, pembiayaan produktif perseroan tercatat sebesar Rp 558,7 triliun atau 77,71 persen dari portofolio.

“Kinerja ini pun kemudian berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp 1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu,” kata Panji dalam acara paparan publik laporan keuangan, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin 28 Januari 2019.

Panji menambahkan, peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit modal kerja (bank only) yang tumbuh 9,58 persen yoy menjadi Rp 334,12 triliun dan kredit investasi  yang mencapai Rp 224,6 triliun, naik 11,69 persen yoy.

“Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit micro dan consumer,” ujar dia.

Dia mengungkapkan pada 2018, pembiayaan segmen korporasi Bank Mandiri mencapai Rp 325,8 triliun, naik 23,3 persen yoy. 

“Khusus ke sektor infrastruktur, Bank Mandiri membukukan kenaikan pembiayaan (baki debet) yang signifikan sebesar 29,3 persen secara yoy menjadi Rp 182,3 triliun, atau 63,9 persen dari total komitmen Rp 285,4 triliun yang telah diberikan,” ungkapnya.

Dari realisasi itu, penyaluran sektor transportasi tercatat sebesar Rp 39,5 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 36,6 triliun, tenaga listrik Rp 34,0 triliun, konstruksi Rp 20,9 triliun, jalan Rp 15,9 triliun, telematika Rp 14,7 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota Rp 10,0 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 10,8 triliun. 

Sementara itu, kredit segmen retail perseroan tumbuh 10,52 persen yoy menjadi Rp 246,6 triliun. Khusus segmen mikro, perseroan telah memberikan kredit senilai Rp102,4 triliun, tumbuh 23,0 persen dari tahun sebelumnya.

“Adapun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun lalu mencapai Rp 87,4 triliun, atau tumbuh 11,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar dia.  

Sebagai realisasi komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, sepanjang 2018 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 17,58 triliun, atau mencapai 100,11 persen dari target. 

“Secara kumulatif, hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 65,91 triliun kepada lebih dari 1,25 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mandiri berkeinginan untuk menumbuhkan bisnis perseroan secara berkesinambungan dengan memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah, menjaga pertumbuhan biaya operasional serta penyaluran kredit yang lebih prudent baik di segmen Wholesale dan Retail,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi vs Prabowo di 5 Survei Terakhir

Jakarta – Hari pencoblosan pemilu presiden 2019 tinggal menghitung hari, alias kurang dari 50 hari lagi. Mengacu pada survei, diketahui sejumlah orang telah menentukan pilihannya, sedangkan sejumlah orang lain masih berstatus ‘swing voters’.

Dalam lima survei terakhir, calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, unggul dari rivalnya yakni capres Prabowo Subianto. Survei-survei tersebut digelar pada periode Januari-Februari 2019.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, Kamis (28/2/2019), lima survei terakhir yang mengukur elektabilitas Jokowi dan Prabowo antara lain Survei Cyrus Network, Indomatrik, Celebes Research Center (CRC), Median, dan Charta Politika.
Di hasil survei Cyrus Network, CRC, dan Charta Politika, Jokowi meraih elektabilitas di atas 50 persen. Sedangkan di survei Indomatrik dan Median, elektabilitas Prabowo dan Jokowi terpaut lebih tipis dibanding tiga survei lain.
Berikut hasil lima survei tersebut selengkapnya:

1. Survei Cyrus Network

Waktu: 18-23 Januari 2019
Jumlah responden: 1.230
Hasil:
– Joko Widodo-Maruf Amin: 57,5 persen.
– Prabowo Subianto-Sandiaga: 37,2 persen
– Belum memutuskan dan tidak menjawab: 5,3 persen.

2. Survei Indomatrik

Waktu: 21-26 Januari 2019
Jumlah responden: 1.800
Hasil:
– Joko Widodo-Ma’ruf Amin 47,97%
– Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 44,04%
– Swing voters 7,99%

3. Survei Celebes Research Center (CRC)

Waktu: 23-31 Januari 2019
Jumlah responden: 1.200
Hasil:
– Jokowi-Ma’ruf Amin 56,1%
– Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31,7%
– Tidak tahu atau tidak menjawab 12,2%

4. Lembaga Survei Median

Waktu: 6-15 Januari 2019
Jumlah responden: 1.500
Hasil:
– Jokowi-Ma’ruf Amin: 47,9%
– Prabowo-Sandiaga: 38,7%
– Undecided voters: 13,4%

5. Survei Charta Politika

Waktu: 22 Desember 2018-8 Januari 2019
Jumlah responden: 2.000
Hasil:
– Jokowi-Ma’ruf Amin: 53,2%
– Prabowo-Sandiaga: 34,1%
– Belum memutuskan/tidak menjawab: 12,7%
(rna/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>