3 Fakta Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru

Beberapa hari sebelum melakukan penembakan, Brenton diketahui sempat mengunggah beberapa halaman manifesto yang berisi tentang rencana penembakan tersebut di akun Twitternya. Pada pembukaan manifesto itu Brenton menjelaskan sedikit tentang dirinya.

“Saya hanya pria kulit putih biasa yang memutuskan mengambil tindakan demi keberlangsungan hidup kaum saya.”

Balas Dendam

Melalui manifestonya tersebut diketahui Brenton melakukan penembakan sebagai aksi balas dendam kepada kaum Muslim atas apa yang terjadi di Eropa karena aksi terorisme dari penganut Islam radikal. Dia juga mengaku telah merencanakan penembakan itu selama 2 tahun.

Sempat Mengunggah Foto Senjata

Tak hanya manifesto, beberapa hari sebelum insiden penembakan ini terjadi Brenton bahkan sempat mengunggah foto senjata apinya. Senjata itulah yang kemudian dia gunakan dalam aksinya ini. Pada Twitternya Brenton juga kerap mengunggah hal terkait tentang muslim, angka kelahiran, dan juga penyerangan teroris. Pihak Twitter pun kini telah menghapus akun Brenton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *