28-4-1967: Ketika AS Memusuhi Muhammad Ali Terkait Perang Vietnam

Di lain pihak, Ali memandang beda keputusannya itu, dan mengklaim bahwa ia punya alasan khusus untuk mengambil sikap tersebut.

“Saya ingin mengatakan kepada pers dan orang-orang yang berpikir bahwa saya kehilangan banyak hal dengan tidak mematuhi perintah (wajib militer) ini, saya tidak kehilangan sesuatu sampai saat ini,” katanya.

“Saya telah mendapatkan banyak hal. Yang utama, saya mendapatkan ketenangan pikiran. Saya telah mendapatkan kedamaian hati,” lanjut Ali.

Penolakan terus menerus oleh Ali untuk mematuhi wajib militer bertepatan dengan kian tidak populerna isu perang di Amerika Serikat.

Dan selama tiga tahun dalam waktu yang seharusnya dipakai untuk wajib militer, Ali banyak berbicara di kampus-kampus terkemuka di seluruh AS, sebagai salah satu tokoh terdepan dalam menentang perang.

Setelah melewati masa penngguhan selama tiga tahun, sosok Ali tetap dielukan oleh banyak pihak. Hal itu terbukti ketika dia mengalahakan petinju Jeery Quarry dalam laga kembali (come back) pada 26 Oktober 1970.

“Ali tidak hanya dielukan setelah menang, melainkan jauh sebelum dia naik ke atas ring,” tulis salah satu artikel di New York Times, sehari setelah pertandingan.

Kasus penolakan Ali terhadap Perang Vietnam terus bergulir di meja hijau hingga 1971, dan memakan biaya yang tidak sedikit.

Hingga kemudian Ali memenangkan sidang banding, dia berkata dengan nada berapi-api:

“Saya adalah Amerika. Saya adalah bagian yang tidak akan Anda kenali. Tapi lihat saya apa adanya: hitam, percaya diri, sombong, itu nama saya, bukan milik Anda; agama saya, bukan agama Anda; tujuan saya, tujuan saya sendiri. Biasakan hal itu pada saya.”

Sementara itu, sejarah lain di tanggal yang sama pada 1881, mencatat Billy the Kid –salah satu penjahat terkenal AS– berhasil kabur dari penjara Lincoln County yang dijaga sangat ketat di Kota Mesilla, negara bagian New Mexico.

Juga, tanggal yang sama pada 1770, petualang legendaris Inggris, Kapten James Cook, melabuhkan Kapal HMS Endeavour yang dipimpinnya di Teluk Botany, Australia. Peristiwa itu memulai pembangunan masif Negeri Kanguru sebagai koloni London di belahan Bumi selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *