Jurus Pemerintah Tekan Impor Migas

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk menekan impor terutama impor di sektor minyak dan gas (migas).

Meskipun demikian, dia mengakui impor migas Indonesia masih cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari impor minyak PT Pertamina yang tumbuh 13,5 persen.

“Jadi kita lihat beberapa langkah yang sudah kita lakukan memberikan dampak. Namun kelihatan bahwa impor kita masih cukup besar di beberapa kategori tadi, yang minyak, karena dalam catatan kita seperti Pertamina masih impornya growth-nya 13,5 persen,” kata dia, saat ditemui, di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Dia mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menekan impor migas yakni dengan terus mendorong implementasi B20.

“Kalau kita lihat instrumen yang kita lakukan untuk memperbaiki defisit neraca pembayaran, current account defisit (CAD) dan neraca perdagangan itu adalah dengan beberapa langkah yang sudah dilakukan. B20 karena dari sisi migas kita mencoba mengurangi dari sisi defisitnya,” ujar dia.

Pemerintah juga tentu akan mendorong Pertamina untuk terus mengimplementasikan kebijakan B20. Dengan demikian diharapkan impor migas dapat terus ditekan.

“Jadi impor minyak kita mungkin perlu melihat dari Pertamina implementasi dari B20. Sehingga dia bisa menekan dari sisi kebutuhan impor minyak itu. Dan sudah menggunakan biodiesel,” kata dia.


Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Di Atas Target, Penerimaan Migas 2018 Capai Rp 228 Triliun

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) hingga akhir Desember 2018 mencapai Rp 228 triliun. Angka ini setara dengan 182 persen dari target yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

“Penerimaan migas Rp 228 triliun atau 182 persen dari target APBN 2018,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, dalam konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Djoko merincikan, dari total penerimaan tersebut sebanyak 72 persen atau Rp 163,4 triliun diperoleh dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara 28 persen sisanya atau Rp 64,7 triliun, merupakan pemasukan dari PPh Migas.

“Penerimaan migas lebih besar dari target APBN 2018. untuk PNPB Rp 163,4 triliun PPh Rp 64,7 triliun,” imbuhnya.

Dengan pencapaian ini pihaknya optimistis kinerja sektor migas ke depan akan lebih baik. Dengan begitu, penerimaan di sektor migas dapat meningkat dari tahun 2018.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Daihatsu Xenia 1.500 Cc Lahir karena Banyak Peminat

Liputan6.com, Jakarta – Daihatsu Xenia sudah hadir di pasar otomotif nasional selama 15 tahun dengan segmen konsumen yang sudah jelas dan kuat. Hadirnya varian baru yakni Xenia 1.500cc, Daihatsu meyakini mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu low multi purpose vehicle (LMPV) yang disegani.

Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Tetsuo Miura mengaku bangga Xenia bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia selama 15 tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Daihatsu Xenia,” ujar Miura di sela-sela peluncuran Grand New Xenia di Astra Biz Center, BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (15/1/2019).

Menurut dia, sebagai Sahabat Keluarga, Xenia telah terbukti keistimewaannya dan keandalannya selama 15 tahun. Tetsuo berharap, Grand New Xenia dapat menjadi mobil MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Marketing and CR Division Head PT AI-DSO Operation Hendrayadi Lastiyoso menyampaikan, hadirnya varian terbaru 1.500 cc berdasarkan hasil survei Daihatsu terhadap masyarakat Indonesia.

“Banyak yang menginginkan varian lebih bertenaga dan kuat. Makanya kami luncurkan yang varian 1.500 cc,” ujarnya.

Sebagai informasi, Xenia terbaru mengalami penyegaran pada lampu depan dan belakang, serta penggunaan LED headlamp. Alhasil membuat tampilan kian modern, pencahayaan lebih terang, fokus, namun tetap hemat daya. 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pada sisi interior, Grand New Xenia juga memberikan suasana kabin berbeda yakni hadirnya dua sentuhan warna dan desain center cluster dengan sentuhan black piano. Juga dipadukan teknologi kekinian digital AC yang memberikan kesan mewah dan kemudahan bagi penggunanya.

Pada sisi audio, Grand New Xenia menawarkan 2-DIN touchscreen audio di semua varian. Pada beberapa varian, audio sudah didukung teknologi konektivitas yang dapat menghubungkan audio dengan smartphone.

Lalu, dengan disematkannya tombol pengaturan audio pada posisi stir kemudi, power outlet pada baris pertama dan kedua, audio speaker di enam lokasi, semakin memberikan kenyamanan dan keasyikan tersendiri saat digunakan berkendara. Dengan adanya shark fin antena, selain lebih stylish, juga menghasilkan suara jernih.

Grand New Xenia juga dilengkapi rear camera sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Tak hanya itu, khusus Grand New Xenia 1.500 cc dilengkapi fitur keselamatan yang lebih tinggi seperti antilock brake system (ABS) dan electronic brakeforce distribution (EBD).

Mobil yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 183,35 juta hingga Rp 228,95 juta itu memiliki delapan pilihan warna, di antaranya icy white, classic silver, dark red metallic, dark grey metallic, dan midnight black, serta tiga pilihan warna baru, pearl white, bronze metallic, dan blue metallic.

Ada Pilihan Mesin 1.500 Cc, Ini Target Daihatsu Grand New Xenia

Liputan6.com, Tangerang – Daihatsu Grand New Xenia resmi hadir di Tanah Air dengan harga mulai dari Rp 183,35 juta hingga Rp 228,95 juta. Menariknya, Xenia kini memiliki varian baru dengan pilihan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i.

Dengan begitu, Xenia terbaru kini tersedia dalam 10 varian. Pilihan yang semakin banyak ini membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mematok target penjualan Xenia sebanyak 3.000 unit per bulan. Xenia 1.300cc diperkirakan masih mendominasi.

“Itu target selama periode launching. Nantinya akan kami monitor dan observasi lagi. Untuk varian baru 1.500 cc sekitar 10 persen dari total penjualan, karena masih perdana. Setelah itu akan bertambah atau tetap, kita akan putuskan dari hasil evaluasi,” kata Deputy Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto di sela-sela peluncuran Grand New Xenia di Astra Biz Center, BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (15/1/2019).

Dirinya optimistis, hadirnya model baru ini mampu merangsang penjualan. Berdasarkan pengalaman, setiap lahir model baru selalu terjadi peningkatan penjualan.

“Begitu pula saat ini. Kami berharap dan memperkirakan akan terjadi peningkatan penjualan pada Xenia baru ini,” katanya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Lebih lanjut Supranoto menyampaikan, kehadiran Xenia kali ini tidak untuk membendung penetrasi produk kompetitor yang berusaha mendominasi pasar low MPV.

“Kehadiran Xenia baru ini tidak dimaksudkan untuk menekan penjualan brand lain yang baru hadir di segmen ini, tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan di segmen Xenia sendiri,” ujarnya.

Sebagai informasi, baik Xenia dan Avanza diproduksi di pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang, Jawa Barat.

Sama Seperti Avanza, New Xenia Juga Tidak Naik Harga

Tangerang – Setelah lama ditunggu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) resmi meluncurkan Grand New Xenia di Astra Biz Center BSD, Tangerang, Selasa (15/1/2019).

Grand New Xenia hadir dalam 10 varian, dan yang menarik sudah ada varian 1.500 cc-nya. Selain itu, dari sisi harga tidak ada kenaikan dari Xenia generasi sebelumnya. “Tidak ada kenaikan harga untuk mengapresiasi loyalitas konsumen,” ujar Xenia Product Planning PT Astra Daihatsu Motor Rian Ferdiean Tirto.

Sama Seperti Avanza, New Xenia Juga Tidak Naik HargaFoto: Luthfi Anshori

Grand New Xenia dibanderol dengan harga paling murah mulai dari Rp 183.350.000 sampai yang paling mahal, Rp 228.950.000.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Daihatsu. Sebagai Sahabat Keluarga, Xenia terbukti keistimewaannya dan keandalannya selama 15 tahun. Kami berharap, Grand New Xenia dapat menjadi mobil MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia,” ujar President Director of PT Astra Daihatsu Motor Tetsuo Miura.

Sebagai informasi, Grand New Xenia hadir dengan konsep modern, tough dan sporty. Pada sisi eksterior, Grand New Xenia tampil dengan desain baru pada sisi bumper depan, belakang, serta alloy wheel.

Sementara dari segi pencahayaan, Grand New Xenia hadir dengan lampu depan dan lampu belakang LED, sehingga pencahayaan lebih terang, fokus, namun tetap hemat daya.

Tidak hanya eksterior, sisi interior Grand New Xenia juga dirombak. Pada sisi interiornya ada suasana kabin berbeda, yakni new 2 tone colors, desain center cluster dengan sentuhan black piano, dipadu teknologi digital AC. Pada sisi audio, Grand New Xenia menawarkan 2-DIN touchscreen audio di semua varian. Dan pada beberapa varian, audio sudah didukung oleh teknologi konektivitas yang dapat menghubungkan audio dengan smartphone.

Grand New Xenia juga mendapat tombol pengaturan audio pada posisi setir kemudi, power outlet pada baris pertama dan kedua, dan audio speakers di 6 titik. Kualitas suara juga diklaim lebih jernah berkat adanya shark fin antena.

Untuk fitur keamanan, Grand New Xenia sudah dilengkapi dengan rear camera. Tak hanya itu, khusus untuk Grand New Xenia 1.5, dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Anti Lock Brake System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD).

Grand New Xenia punya 8 pilihan warna, yang diantaranya terdapat 3 pilihan warna baru, yaitu Pearl White, Bronze Metallic, dan Blue Metallic. Disusul 5 warna lainnya, yakni Icy White, Classic Silver, Dark Red Metallic, Dark Grey Metallic, dan Midnight Black.

Selama 15 tahun menguasai pasar MPV dengan total penjualan 643 ribu unit, Xenia sudah mengalami berbagai perubahan. Perubahan terbesar dialami pada tahun 2011 ketika menghadirkan full model change dari generasi pertamanya.

“Sudah banyak perubahan yang dialami Xenia sejak pertama kali hadir di tahun 2004. Pada tahin 2006 menggunakan VVTi, tahun 2008 perubahan eksterior, tahun 2011 full model change, dan 2015 mesin dual VVTi,” lanjut Miura saat memberikan kata sambutan,” lanjut Miura.

Dengan hadirnya model baru ini, Miura yakin tetap bisa menjadi pilihan utama pasar Indonesia. “Kami percaya Grand New Xenia akan melanjutkan kesuksesannya sebagai mobil keluarga paling cocok untuk masyarakat Indonesia,” ujar Miura. (ddn/ddn)

Polri: Kasus Narkoba Meningkat pada Pekan Kedua Januari 2019

Liputan6.com, Jakarta – Kasus kejahatan narkoba mulai menunjukkan peningkatan pada pekan kedua Januari 2019. Hal itu terungkap dari jumlah kasus yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dalam sepekan terakhir.

Padahal, di awal pekan Januari 2019, kejahatan narkoba sempat menurun. Hal itu tak lepas dari operasi yang gencar dilakukan kepolisian untuk menekan pasokan barang haram itu jelang pesta tahun baru.

“Jumlah tindak pidana narkoba pada minggu II Januari 2019 dibandingkan periode minggu ke I Januari 2019 menunjukkan kenaikan dari 368 kasus menjadi 787 Kasus (naik 113,86 persen),” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (13/1/2019).

Seirama, jumlah tersangka kasus narkoba yang diringkus juga lebih banyak sekitar dua kali lipat ketimbang pekan sebelumnya. Pekan ini, jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 1.015 orang.

“(Terdiri dari) bandar 12 orang, pengedar 497 orang, penyalahguna 505 orang, produsen 1 orang, WNA 1 orang. Sedangkan penanam dan yang ditindak tegas pada minggu kedua tidak ada,” tutur Eko.

Meski begitu, jumlah barang bukti yang disita dari 787 kasus itu mengalami penurunan. Barang bukti narkoba jenis ganja yang disita sebanyak 53.053,57 gram atau turun sekitar 83 persen dari pekan sebelumnya.

“Narkotika jenis sabu mengalami penurunan dari 74.290,98 gram menjadi 15.152,94 gram (turun 79,60 persen), jenis ekstasi mengalami kenaikan dari 2.377 butir menjadi 9.256 butir (naik 289,40 persen), tembakau gorilla mengalami kenaikan dari 15,5 gram menjadi 115,87 (naik 647,55 persen),” ungkap Eko.

Menurut Eko, barang bukti yang disita selama operasi pekan kedua itu setara dengan menyelamatkan 228.463 anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

2 dari 3 halaman

Polda Jatim Tertinggi

Lebih lanjut, pengungkapan kasus pada pekan kedua Januari 2019 didominasi oleh Polda Jawa Timur dengan 116 perkara, disusul Polda Metro Jaya dengan 80 perkara, dan Polda Sumatera Utara dengan 55 perkara.

“Hasil mapping pada minggu ke II bulan Januari 2019, jalur masuk narkotika jenis sabu diantisipasi via jalur laut yang berasal dari Tawau, Malaysia tujuan Indonesia melalui wilayah Kalimantan melalui Pulau Sebatik maupun Pulau Tarakan tujuan Kalimantan untuk pasokan wilayah Kalimantan dan Sulawesi,” ucap Eko.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Di Atas Target, Penerimaan Migas 2018 Capai Rp 228 Triliun

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) hingga akhir Desember 2018 mencapai Rp 228 triliun. Angka ini setara dengan 182 persen dari target yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

“Penerimaan migas Rp 228 triliun atau 182 persen dari target APBN 2018,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, dalam konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Djoko merincikan, dari total penerimaan tersebut sebanyak 72 persen atau Rp 163,4 triliun diperoleh dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara 28 persen sisanya atau Rp 64,7 triliun, merupakan pemasukan dari PPh Migas.

“Penerimaan migas lebih besar dari target APBN 2018. untuk PNPB Rp 163,4 triliun PPh Rp 64,7 triliun,” imbuhnya.

Dengan pencapaian ini pihaknya optimistis kinerja sektor migas ke depan akan lebih baik. Dengan begitu, penerimaan di sektor migas dapat meningkat dari tahun 2018.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com