Todd Rivaldo Ferre Siap Habis-Habisan untuk Timnas U-22 Indonesia

Jakarta – Todd Rivaldo Ferre, tak sabar lagi tampil di di Piala AFF U-22 2019. Pemain bertubuh mungil itu mengaku siap habis-habisan untuk Timnas U-22 Indonesia di ajang yang digelar di Kamboja ini.

Todd Rivaldo menyatakan akan selalu siap bermain maksimal dalam menjalankan instruksi pelatih Indra Sjafri, baik sebagai starter atau pun ketika dipercaya menjadi supersub.

Todd Rivaldo Ferre menjadi satu dari 23 pemain Timnas U-22 Indonesia yang akan berangkat ke Kamboja untuk bertarung di Piala AFF U-22 2019.

Dalam statistik memperkuat Timnas Indonesia U-19, Todd kerap bermain baik sebagai pemain pengganti, terutama saat tim asuhan Indra Sjafri butuh penyegaran dan mencari jalan untuk memecah kebuntuan.

Peran yang sama tampaknya juga akan dijalani Todd Rivaldo Ferre di Piala AFF U-22 2019. Namun, apa pun itu, baik menjadi starter atau pemain pengganti, pemain muda asal Persipura Jayapura itu siap untuk memberikan yang terbaik.

“Saya siap 100 persen di Piala AFF dan akan memberikan yang terbaik demi memperoleh hasil terbaik. Bermain atau tidak, tergantung kepada pelatih. Saya siap bermain dari pertama atau sebagai pengganti di babak kedua,” ujar Todd Rivaldo Ferre.

“Ketika saya menjadi supersub Timnas U-22 , tentu keuntungannya, pemain lawan sudah terlebih dulu lelah, sehingga saya lebih mudah untuk masuk dengan melakukan dribel. Namun, dalam situasi pertandingan, pelatih yang akan melihat dan mengambil keputusan,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kehadiran Osvaldo dan Marinus

Satu hal yang membuat Todd Rivaldo Ferre merasa sangat senang dengan Timnas U-22 Indonesia kali ini adalah kehadiran Osvaldo Haay dan Marinus Wanewar yang juga merupakan pemain-pemain jebolan Persipura.

“Saya bersyukur karena sudah mengenal tim dari dulu. Kami sudah pernah bermain bersama di Persipura, jadi sudah saling mengerti,” ujar Todd.

Jadwal Timnas U-22 di Piala AFF 2019: Myanmar Jadi Ujian Awal

Liputan6.com, Jakarta – Timnas U-22 Indonesia akan tampil di ajang Piala AFF U-22 2019 di Phnom Phen, Kamboja, 17-26 Februari. Tim Merah Putih di bawah asuhan pelatih Indra Sajfri kini sudah berada di Kamboja.

Di Piala AFF U-22, Timnas U-22 Indonesia berada di Grup B. Indra Sjafri dan anak asuhnya akan bersaing dengan Myanmar, Singapura, Malaysia, dan tuan rumah Kamboja. Sedangkan Grup A diisi Thailand, Filipina, Timor Leste, Vietnam, Laos, dan Brunei Darussalam.

D babak grup, hanya juara dan runner-up yang bisa melaju kebabak semifinal. Babak semifinal dijadwalkan akan dimainkan pada 24 Februari dan partai puncak pada 26 Februari 2019.

Myanmar akan menjadi lawan Timnas U-22 Indonesia di laga pertama Grup B. Pertandingan ini tentu penting untuk menentukan langkah Tim Merah Putih selanjutnya.

Berikut selengkapnya jadwal Timnas U-22 di Piala AFF U-22 2019.

2 dari 3 halaman

Jadwal Timnas U-22

18 Februari 2019

Indonesia vs Myanmar (Olympic Stadium, Phnom Penh)

20 Februari 2019

Singapura vs Indonesia (Olympic Stadium, Phnom Penh)

24 Februari 2019

Indonesia vs Malaysia (Olympic Stadium, Phnom Penh)

26 Februari 2019

Kamboja vs Indonesia (Olympic Stadium, Phnom Penh)

3 dari 3 halaman

Skuat Indonesia

Kiper: Awan Setho (Bhayangkara FC), Satria Tama (Madura United), Muhammad Riyandi (Barito Putera).

Belakang: Asnawi Mangkualam (PSM Makassar) Fredyan Wahyu (PSMS Medan), Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya), Nurhidayat (Bhayangakara FC), Andy Setyo (PS Tira Persikabo), Bagas Adi (Bhayangkara FC), Firza Andika (AFC Tubize), Samuel Christianson (Sriwijaya FC)

Tengah: Kadek Agung (Bali United), M Luthfi Kamal (Mitra Kukar), Hanif Sjahbandi (Arema FC), Rafi Syaharil (Barito Putera), Gian Zola (Persela Lamongan), Sani Riski Fauzi (Bhayangkara FC), Witan Sulaiman (SKO Ragunan), Billy Keraf (Borneo FC), Todd Rivaldo (Persipura Jayapura), Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya)

Depan: Marinus Wanewar (Persipura Jayapura), Dimas Drajad (PS Tira Persikabo)

Hasil Piala Indonesia: TIRA-Persikabo Vs Persija Imbang 2-2

CibinongPersija Jakarta bertandang ke markas TIRA-Persikabo dalam leg pertama Piala Indonesia. Dua kali tertinggal, Macan Kemayoran berhasil memaksakan skor imbang 2-2.

Bertanding di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (17/2/2019) sore WIB, Persija mendominasi jalannya pertandingan atas TIRA-Persikabo di 30 menit pertama.

Alih-alih mendapat gol lebih dulu, Macan Kemayoran malah harus kebobolan duluan. TIRA-Persikabo melesakkan go di menit ke-37 lewat tendangan Loris Arnaud.

Persija tak menunggu waktu lama untuk mengubah skor menjadi 1-1. Sundulan Bruno Matos merobek gawang TIRA-Persikabo di menit ke-38.
TIRA-Persikabo kembali unggul jelang turun minum. Kali ini giliran Ciro Henrique yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu membawa tim tuan rumah memimpin 2-1 di babak pertama.

Persija dibuat kerepotan oleh TIRA-Persikabo di awal-awal babak kedua. Macan Kemayoran bahkan hampir kebobolan lagi lewat Ahmad Nufiandani, namun bola tembakannya masih melambung di atas gawang.

Persija mulai meningkatkan serangan setelah laga berjalan satu jam. Peluang emas didapat pada menit ke-75 lewat tembakan Heri Susanto yang membentur tiang.

Kerja keras Persija membuahkan hasil di menit ke-78. Bruno Matos menyamkan skor menjadi 2-2 lewat eksekusi penalti, setelah pemain lawan melakukan handball.

Tak ada gol tambahan di sisa waktu. Kedua tim harus puas bermain imbang 2-2.

Susunan Pemain:

TIRA-Persikabo: Angga Saputro; Herwin Tri Saputra, Khurshed Beknazarov, Vava Mario Yagalo; Ahmad Nufiandani, Ciro Henrique, Izmy Yaman, Manahati Lestusen, Muhammad Guntur, Rezky Ikhwan; Loris Arnaud.

Persija Jakarta: Daryono; Tony Sucipto, Neguete Lopes, Maman Abdurahman, Ismed Sofyan; Jahongir Abdumuminov, Bruno Matos, Fitra Ridwan; Novri Setiawan, Bambang Pamungkas, Riko Simanjuntak.

(ran/raw)


Liverpool Bikin Konsentrasi Munchen Terpecah

Liputan6.com, Munchen – Pelatih Bayern Munchen Niko Kovac menilai timnya sudah tidak fokus di laga Bundesliga. Sebab, para pemainnya sudah merasa begitu antusias jelang pertandingan melawan Liverpool di Liga Champions.

Munchen berjumpa Liverpool pada babak 16 Besar Liga Champions. Laga leg pertama akan dimainkan di Stadion Anfield, Rabu (20/2/2019). Sementara leg kedua akan dimainkan di Allianz Arena pada 14 Maret.

Para pemain Munchen pun sudah bersiap menyambut laga kontra Liverpool. Bahkan, Thiago Alcantara dan kolega dinilai tidak 100 persen fokus pada ajang domestik melawan Augsburg di pekan ke-22 Bundesliga.

2 dari 3 halaman

Pikirkan Liverpool

Pada laga melawan Augsburg, Sabtu (16/2) dini hari WIB, Bayern memang sempat lengah. Bahkan, Bayern sudah kebobolan saat laga babak pertama belum genap berjalan satu menit. Leon Goretzka mencetak gol bunuh diri.

“Kami berjuang untuk bisa masuk ke dalam permainan. Saya tidak ingin kebobolan gol yang begitu cepat. Itu sangat menjengkelkan. Tapi, kami melawan di babak pertama dan makin keras di babak kedua,” papar Kovac.

Bayern sempat tertinggal 2-1 dari tuan rumah Augsburg. Namun, Die Rotten bisa bangkit dan membalikkan skor menjadi 2-3. “Secara keseluruhan, ini adalah kemenangan yang pantas,” sambung Kovac.

Ihwal kelengahan Bayern pada gol cepat dan sempat tertinggal 2-1, Kovac tidak menampik jika timnya tidak fokus. Sebab, laga kontra Liverpool sudah berada di kepala pemain Bayern. Bayern tidak fokus 100 persen saat jumpa Augsburg.

“Mungkin sebagian pemain kami sudah mulai memikirkan Liverpool di benaknya. Mungkin saja. Itu tidak baik, tapi mereka manusia biasa,” tandas Kovac.

3 dari 3 halaman

Harus Berbenah

Sementara itu, penjaga gawang Manuel Neuer meminta Bayern Munchen agar segera berbenah. Performa di laga melawan Augsburg tidak boleh terulang lagi saat jumpa Liverpool. Sebab, hal itu akan jadi malapetaka bagi Bayern.

Neuer tidak ingin Bayern lengah pada menit awal ketika bermain di Anfield. Pasalnya, tuan rumah punya banyak amunisi untuk memberi hukuman pada setiap kelengahan Bayern.

“Liverpool akan punya peluang lebih banyak untuk mencetak gol. Kami kebobolan dua gol dalam senyap, kami harus jadi lebih baik. Kami harus lebih mengorganisir pertahanan dengan baik, terutama dari bola-bola crossing,” ucap Neuer.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pernah Alami Depresi, Hailey Baldwin Tak Akan Tinggalkan Justin Bieber

Liputan6.com, Los Angeles – Tak selamanya menjadi terkenal membuat hidup seseorang nyaman. Itu sangat dirasakan Justin Bieber.

Saat ini, Justin Bieber tengah mengalami depresi. Tekanan tersebut membuatnya ingin meninggalkan industri musik yang sudah membesarkan namanya.

“Aku jadi sangat depresi karena terus menerus melakukan tur,” terang Justin Bieber dalam wawancara dengan majalah Vogue.

Untungnya, sang istri, Hailey Baldwin siap membantu Justin Bieber untuk pulih dari depresinya. 

2 dari 3 halaman

Lepas dari Tekanan

Justin Bieber memang tak pernah berhenti menggelar berbagai konser sejak kariernya melambung lewat single “Baby”. Dan itu membuat hidupnya seolah milik publik, dan ia benar-benar tak mengenal dirinya lagi.

Depresi berulang kali menghampiri mantan kekasih Selena Gomez ini. Sejak menikah, Hailey Baldwin berusaha membuat suaminya bisa lepas dari tekanan yang terus mendesaknya.

3 dari 3 halaman

Bantu Lepas dari Depresi

Seorang sumber yang dekat dengan Hailey Baldwin, menyebut model 22 tahun itu selalu mencari cara dan melakukan apapun yang bisa membantu sang suami lepas dari depresi.

“Dia (Hailey Baldwin) sangat terlibat dalam rencana untuk mengambil tindakan dan membuat keputusan. Dia selalu mendengarkan dan selalu ada untuknya (Justin Bieber),” ujar sumber tersebut, dilansir laman E!News. (Lanny Kusumastuti/Fimela.com)

Intip Rincian Utang Luar Negeri RI, Paling Banyak untuk Apa?

Liputan6.com, Jakarta – Jumlah utang sering kali menjadi bahan kritik untuk pemerintah. Hal ini mengingat total utang Indonesia yang terus naik. Meski demikian, apakah utang Indonesia masih aman? Bagaimana rincian utang Indonesia tersebut?

Pemerintah selalu menyatakan kalau pengelolaan utang dilakukan pruden dan akuntabel. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun pernah menegaskan, meski utang pemerintah meningkat tetapi tidak melanggar amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Yaitu defisit APBN masih terjaga kurang dari tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang kurang dari 60 persen dari PDB.

Mengutip berita Liputan6.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat Indonesia bijak memahami soal utang negara.

“Negara mirip dengan perusahaan. Kalau ingin dikembangkan dengan optimal, butuh dana besar,” ujar JK, pada Selasa 29 Januari 2019.

JK menuturkan, jika ingin pembangunan dilakukan pesat, misalnya dalam hal infrastruktur dibutuhkan dana besar. Di sisi lain, anggaran negara juga diperlukan untuk mebiayai hak-hak dasar warga, seperti pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan pendanaan lain.

“Utang bukan jumlahnya yang penting, tapi bisa dibayar atau tidak,” tutur JK.

Selama utang negara untuk hal-hal produktif, bukan sekedar untuk menggelar konferensi atau bangun kantor pemerintah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut berpendapat, itu sah-sah saja.

Misalnya, kata dia, untuk pembangunan MRT, moda angkut massal yang diyakini bisa mengatasi masalah transportasi, terutama di kota-kota besar.

“Kalau yakin dalam 40 tahun bisa dibayar dari hasil MRT, tidak masalah,” tambah JK.

Utang, tambah JK, juga digunakan untuk membangun sarana atau infratruktur yang penting untuk orang banyak. Ia menambahkan, uang pinjaman bisa untuk membangun pengairan. Efeknya, kebun dan sawah makin banyak, penghasilan negara dari pajak pun meningkat. “Kita tidak utang untuk foya-foya,” tambah JK.

JK menegaskan, tak hanya Indonesia yang punya utang. “Negara-negara besar juga tetap meminjam tetapi meminjam ke dalam, misalnya Amerika Serikat dalam bentuk cetak duit,” tutur dia.

Ingin tahu bagaimana perkembangan utang luar negeri Indonesia? Bagimana dengan perkembangan rasio utangnya? Siapa saja pemberi pinjaman?

Berikut rincian utang seperti dikutip dari laman Bank Indonesia (BI):

Bila melihat data BI, utang luar negeri Indonesia cenderung meningkat sejak 2010. Jika dilihat posisi utang luar negeri berdasarkan kelompok peminjam, total utang luar negeri Indonesia mencapai USD 293,32 miliar pada 2014. Jumlah tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral mencapai USD 129,736 miliar dan swasta sebesar USD 163,59 miliar.

Kemudian pada 2015, total utang luar negeri Indonesia naik menjadi USD 310,730 miliar. Utang itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral mencapai USD 142,608 miliar dan swasta sebesar USD 168,123 miliar.

Utang tersebut juga meningkat menjadi USD 320,006 miliar pada 2016. Rincian utangnya terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 158,283 miliar dan swasta sebesar USD 161,722 miliar.

Pada 2017, total utang bertambah menjadi USD 352,469 miliar. Utang itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 180,622 miliar dan swasta sebesar USD 171,847 miliar.

Pada Desember 2018, total utang luar negeri berdasarkan kelompok peminjam naik menjadi USD 376,839 miliar. Rinciannya utang pemerintah bank sentral mencapai USD 186,220 miliar dan swasta sebesar USD 190,619 miliar.

Posisi utang luar negeri berdasarkan jenis mata uang

Adapun posisi utang luar negeri berdasarkan jenis mata uang masih terbesar dalam denominasi dolar AS. Totalnya mencapai USD 212,513 miliar pada 2014. Kemudian menjadi USD 222,771 miliar pada 2015.

Selanjutnya utang dalam denominasi dolar AS itu turun menjadi USD 221,307 miliar pada 2016. Utang meningkat lagi menjadi USD 236,620 miliar pada 2017. Pada Desember 2018, totang utang dalam denominasi dolar AS mencapai USD 258,938 miliar.

Negara kreditor terbesar

Kalau dilihat berdasarkan negara pemberi pinjaman antara lain pada 2014 mencapai USD 176,82 miliar. Negara pemberi pinjaman terbesar dari Singapura mencapai USD 60,45 miliar pada 2014. Lalu turun menjadi USD 58,19 miliar pada 2015.

Hal ini berlanjut pada 2016, kreditor utang dari Singapura turun menjadi USD 51,397 miliar pada 2016. Selanjutnya naik lagi menjadi USD 54,95 miliar pada 2017. Desember 2018, utang dari kreditor asal Singapura naik menjadi USD 60,62 miliar.

Jepang juga menjadi salah satu negara pemberi pinjaman terbesar untuk Indonesia. Total pinjaman dari Jepang mencapai USD30,46 miliar pada 2014.

Lalu naik menjadi USD 31,35 miliar pada 2015. Selanjutnya turun lagi menjadi USD 30,23 miliar pada 2016, dan 2017 mencapai USD 29,154 miliar. Pada Desember 2018, utang tercatat USD 29,56 miliar di Jepang. Negara lainnya yang memberi pinjaman terbesar yaitu China dan Amerika Serikat.

Pembiayaan Utang

Adapun pembiayaan utang pada 2014 hingga 2019 antara lain pada 2014 sebesar Rp 255,7 triliun, 2015 sebesar Rp 380,9 triliun, 2016 sebesar Rp 403 triliun, 2017 sebesar Rp 429,1 triliun. Kemudian realisasi pada 2018 turun menjadi Rp 366,7 triliun.

Pembiayaan utang ini membiayai defisit anggaran, pembiayaan investasi terutama PMN kepada BUMN BLU, dan pemberian pinjaman kepada Pemda.

Kementerian Keuangan menegaskan, kebijakan pembiayaan utang ini menerapkan hal kehati-hatian, efisiensi biaya utang, produktivitas dan keseimbangan.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

 Utang dilihat dari jangka waktunya

Utang pemerintah dan bank sentral bila dilihat dari jangka waktu yang dimiliki sebagian besar utang jangka panjang lebih dari satu tahun.

Tercatat utang luar negeri pemerintah dan bank sentral yang lebih dari satu tahun mencapai USD 126,075 miliar pada 2014. Dibandingkan utang jangka pendek pada 2014 mencapai USD 3,66 miliar.

Pada 2015, utang jangka panjang bank sentral dan pemerintah mencapai USD 139,65 miliar. Sedangkan utang kurang dari satu tahun mencapai USD 2,95 miliar pada 2015.

Lalu pada 2016, tercatat utang jangka panjang lebih dari satu tahun mencapai USD 157,43 miliar pada 2016. Utang jangka pendek pemerintah dan bank sentral mencapai USD 845 juta pada 2016.

Sedangkan 2017, utang jangka pendek pemerintah dan bank sentral mencapai USD 2,4 miliar. Utang jangka panjang, total utangnya mencapai USD 178,20 miliar.

Pada Desember 2018, tercatat total utang jangka pendek berkurang menjadi USD 900 juta pada Desember 2018. Utang jangka panjang melonjak jadi USD 185,23 miliar.


3 dari 4 halaman

Rasio Utang Masih di Batas Aman

Adapun rasio utang terhadap PDB relatif masih aman di bawah 60 persen. Ini sesuai ketentuan, meski rasionya cenderung naik.

Dibandingkan negara lainnya, berdasarkan data tradingeconomics, rasio utang Indonesia terhadap PDB termasuk yang terendah. Dibandingkan AS yang rasio utangnya mencapai 105,40 persen terhadap PDB. Lalu Jepang mencapai 253 persen terhadap PDB, China mencapai 47,60 persen terhadap PDB, dan India sebesar 68,70 persen terhadap PDB.

Selain itu dibandingkan Vietnam, rasio utangnya mencapai 61,50 persen, Malaysia mencapai 50,90 persen, dan Singapura sebesar 110,60 persen terhadap PDB. Lalu Filipina sebesar 41,90 persen terhadap PDB.

Pada 2014, rasio utang terhadap PDB mencapai 32,95 persen. Pada 2015, rasio utang terhadap PDB naik menjadi 36,09 persen pada 2015. Lalu kembali turun menjadi 34,30 persen pada 2016. Selanjutnya rasio utang kembali naik tipis menjadi 34,77 pada 2017. Lalu pada 2018, tercatat rasio utang terhadap PDB menjadi 36,18 persen.

Dilihat dari jenis utang luar negeri, dari sisi pemerintah rinciannya antara lain:

Pinjaman pada 2014 mencapai USD 123,80 miliar yang komposisinya USD 53,923 miliar yang merupakan pinjaman bilateral mencapai USD 26,70 miliar, komersial sebesar USD 23,34 miliar, multilateral sebesar USD 3,72 miliar, dan pemasok 19.

Dari surat utang mencapai USD 69,88 miliar pada 2014. Surat utang itu terdiri dari surat berharga negara (SBN) internasional mencapai USD 32,797 miliar dan SBN domestik mencapai USD 37,08 miliar.

Pada 2015, total utang luar negeri pemerintah capai USD 137,39 miliar. Utang itu terdiri dari pinjaman mencapai USD 54,22 miliar yang terdiri dari pinjaman bilateral sebesar USD 24,48 miliar, komersial sebesar USD 26,09 miliar, multilateral sebesar USD 3,63 miliar. Pemasoknya mencapai 12.

Kemudian surat utang dari SBN internasional mencapai USD 42,68 miliar dan SBN domestik sebesar USD 40,38 miliar.

Pada 2016, total utang luar negeri mencapai USD 154,87 miliar. Utang itu terdiri dari pinjaman sebesar USD 54,188 miliar yang berasal dari pinjaman bilateral sebesar USD 23,32 miliar, komersial sebesar USD 3,35 miliar, pemasok 8. Sedangkan total penerbitan surat utang pada 2016 mencapai USD 100,68 miliar.

Selanjutnya pada 2017, total utang luar negeri pemerintah capai USD 177,318 miliar. Itu dari total pinjaman yang mencapai USD 54,48 miliar yang terdiri pinjaman bilateral sebesar USD 23,15 miliar, komersial sebesar USD 3,14 miliar, multilateral sebesar USD 28,11 miliar dan pemasok 72. Adapun penerbitan surat utang mencapai USD 122,83 miliar pada 2017.

Selanjutnya pada Desember 2018, total utang luar negeri pemerintah mencapai USD 183,19 miliar. Pinjaman itu mencapai USD 56,17 miliar yang rinciannya antara lain pinjaman bilateral sebesar USD 22,85 miliar, pinjaman komersial sebesar USD 2,94 miliar, dan multilateral sebesar USD 29,30 miliar. Pemasok tak ada. Dilihat dari penerbitan SBN capai USD 128,01 miliar.

Posisi utang luar negeri pemerintah berdasarkan lembaga kreditor antara lain dari ADB mencapai USD 8,63 miliar pada 2014. Kemudian naik menjadi USD 9,19 miliar pada 2015 dan berlanjut pada 2016 mencapai USD 9,31 miliar. Pada 2017, tercatat total utang luar negeri dari ADB mencapai USD 9,01 miliar dan 2018 mencapai USD 9,77 miliar.

Kemudian pemberi pinjaman besar lainnya dari lembaga kreditor yaitu IBRD dengan total mencapai USD 8,63 miliar pada 2014. Lalu naik menjadi USD 14,38 miliar pada 2016. Kemudian naik lagi menjadi USD 15,81 miliar pada 2016 dan 2017 tercatat USD 16,56 miliar. Sedangkan utang dari IBRD pada 2018 mencapai USD 9,7 miliar.



4 dari 4 halaman

Rincian Anggaran dan Realisasi Infrastruktur

Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan setiap tahun. Anggaran tersebut untuk tiga sektor itu bervariasi tapi catatkan kenaikan.

Dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), anggaran infrastruktur mencapai Rp 256,1 triliun pada 2015. Lalu meningkat menjadi Rp 269,1 triliun pada 2016, kemudian naik lagi menjadi Rp 388,3 triliun pada 2017. Selanjutnya naik menjadi Rp 410,7 triliun, dan terus meningkat menjadi Rp 415 triliun pada 2019.

Bagaimana dengan anggaran pendidikan?

Anggaran pendidikan mencapai Rp 409,1 triliun pada 2015. Lalu kembali naik menjadi Rp 419,2 triliun pada 2016.  Namun pada 2017, anggaran pendidikan turun jadi Rp 416,1 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp 444,1 triliun pada 2018. Anggaran pendidikan tercatat menjadi Rp 492,5 triliun pada 2019.

Lalu bagaimana anggaran kesehatan?

Anggaran kesehatan tercatat mencapai Rp 65,9 triliun pada 2015. Lalu kembali naik menjadi Rp 92,3 triliun pada 2016. Anggaran tersebut naik lagi menjadi Rp 104,9 triliun pada 2017 dan mencapai Rp 111 triliun pada 2018. Lalu anggaran kesehatan tercatat menjadi Rp 123,1 triliun pada 2019.

Dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sidang tahunan MPR pada 16 Agustus 2018, menyebutkan sejumlah pengembangan infrastruktur. Hal itu antara lain dari 2015-2017, pemerintah terus menguat konektivitas tol laut dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan. Dari 2015 hingga 2017 ada 477 lokasi.

Selain itu, mengutip dari laporan 4 tahun Jokowi-JK untuk infrastruktur konektivitas, hingga 2018 telah terbangun jalan sepanjang 3.432 KM, jalan tol sepanjang 947 KM, jembatan sepanjang 39,8 KM, dan jembatan gantung 134 unit.

Lalu kereta api, hingga 2018 telah terbangun jalur KA termasuk jalur ganda dan reaktivitas 754, km, peningkatan dan rehabilitasi jalur KA 413,6 km, light rail transit (LRT) yaitu di Sumatera Seletan, Jakarta, dan Jabodebek, serta mass rapid transit.

Selanjutnya hingga 2018 telah terbangun 10 bandara baru, revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan. Kemudian, jembatan udara ada penirinan disparitas harga lima bahan kebutuhan pokok sebesar 57,21 persen untuk masyarakat daerah terpencil dan tertinggi atau daerah yang belum terlayani moda transportasi lain.

Untuk pelabuhan, telah terbangun 19 pelabuhan, 8 pelabuhan sedang dibangun dan selesai 2019. Ada tambahan lima unit kapal penyeberangan penumpangan, tambahan tiga unit kapal motor penyeberangan, dan tambahan 10 pelabuhan penyeberangan,

Di infrastruktur energi, pembangunan jaringan gas kota dan pipa transmisi distribusi gas antara lain pada 2014 ada 200.000 sambungan rumah tangga (SR), kemudian naik jadi 220.363 pada 2015, kemudian 319.514 pada 2016. Selanjutnya naik menjadi 373.190 pada 2017, dan 463.619 pada 2018.

Di infrastruktur telekomunikasi, palapa ring paket baret yang mulai berinovasi pada awal April 2018 di 475 kabupaten dan kota. Penguatan BTS mencapai 175 ribu menara, dan mobile coverage ada 75 ribu kelurahan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

4 Pilar Lini Belakang Timnas Indonesia U-22 di Piala AFF 2019

Jakarta – Timnas Indonesia U-22 bersiap menghadapi Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Anak asuh Indra Sjafri bakal melakoni laga pertama melawan Myanmar, Senin (18/2/2019). 

Setelah melewati enam bulan pemusatan latihan dan melakukan degradasi dan promosi dalam pemanggilan pemain, Indra Sjafri akhirnya menetapkan delapan pemain bertahan yang ikut dibawanya ke Kamboja untuk menghadapi Myanmar, Malaysia, dan Kamboja di Grup B Piala AFF U-22 2019, dan tentu harapannya dua tim lain di semifinal dan final.

Lima dari delapan pemain bertahan Timnas Indonesia U-22 yang dibawa ke Kamboja merupakan pemain-pemain yang sudah mengenal Indra Sjafri sejak di Timnas Indonesia U-19 yang dibentuk pada awal 2017, yaitu Firza Andika, Nurhidayat Haji Haris, Rachmat Irianto, Samuel Christianson, dan Asnawi Mangkualam.

Sementara itu, juga ada Bagas Adi Nugroho yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19 era 2013. Dua pemain bertahan lainnya adalah Andy Setyo Nugroho dan Fredyan Wahyu.

Delapan pemain bertahan tersebut memang memperlihatkan perkembangan yang pesat selama menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 dalam enam pekan terakhir.

Namun, tentu dari delapan pemain tersebut hanya akan ada empat pemain yang mendapat kepercayaan dari Indra untuk menjadi pilihan utama di Tim Garuda Muda.

Bola.com membahas empat pemain bertahan Timnas Indonesia U-22yang bisa menjadi pilihan utama Indra Sjafri mengawal sektor pertahanan tim asuhannya:

2 dari 5 halaman

Andy Setyo Nugroho

Andy Setyo Nugroho menjadi pemain bertahan yang paling menjanjikan di Timnas Indonesia U-22 saat ini. Meski kerap menjadi alternatif pemain bertahan di era Luis Milla, Andy Setyo merupakan andalan yang bisa menjadi pilihan utama di pusat pertahanan Tim Garuda Muda.

Jika bicara era Luis Milla, Andy Setyo merupakan pemain bertahan yang menjadi pilihan terakhir, kali ini justru pemain dari PS Tira itu merupakan pilihan utama di posisi bek tengah. Pengalamannya memperkuat tim nasional sejak Timnas Indonesia U-19 asuhan Eduard Tjong membuatnya memiliki jam terbang yang cukup baik.

Andy Setyo juga bisa menjadi pilihan utama Indra Sjafri untuk mengenakan ban kapten di lengan. Postur tubuhnya yang tinggi juga menjadi jaminan di skuat utama Garuda Muda.

Dalam laga uji coba yang dilakukan Timnas Indonesia U-22 sebelum bertolak ke Kamboja, Andy Setyo berhasil mencetak satu gol, yaitu ketika Tim Garuda Muda menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.

3 dari 5 halaman

Nurhidayat Haji Haris

Nurhidayat Haji Haris merupakan seorang bek tengah yang sudah terbukti kualitasnya sejak menjadi pilihan bagi Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19. Pemain bertahan yang tercatat kini membela Bhayangkara FC itu bahkan sempat menjadi kapten Tim Merah-Putih junior saat itu.

Kini pemain bertubuh gempal itu kembali menjadi pemain kepercayaan Indra Sjafri untuk mengawal pusat pertahanan Timnas Indonesia U-22. Pengalamannya yang cukup memiliki jam terbang di tim nasional membantunya untuk bisa beradaptasi cepat.

Kemampuan mengawal lini pertahanan pun tak perlu diragukan meski Nurhidayat juga memiliki sejumlah pengalaman buruk ketika melakukan blunder sebagai pemain bertahan Timnas Indonesia U-19.

Kemampuannya mengawal lini pertahanan membuat Indra Sjafri tak ragu untuk memberikan kepercayaan lebih kepada pemain kelahiran Makassar itu.

4 dari 5 halaman

Asnawi Mangkualam Bahar

Awalnya menjadi pemain bertahan bukanlah karakter seorang Asnawi Mangkualam. Pemain yang juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 era Eduard Tjong ini kerap mendapatkan kepercayaan untuk bermain di lini tengah.

Menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri sejak 2017 maupun ketika memperkuat Timnas Indonesia U-22 asuhan Luis Milla, Asnawi Mangkualam lebih dikenal sebagai seorang gelandang. Kemampuannya bermain menyerang maupun bertahan sangat dibutuhkan untuk mengisi lini tengah tim.

Namun, sejak Indra Sjafri tak lagi memiliki Rifad Marasabessy untuk mengisi sektor kanan pertahanan tim, Asnawi Mangkualam mendapat kepercayaan baru dari pelatih asal Sumatra Barat itu. Asnawi mendapatkan plot baru sebagai bek kanan yang mampu memantu penyerangan tim lewat sayap kanan.

Selain memiliki kecepatan, daya ledak pemain asal Makassar itu ketika menghalau permainan pemain lawan tak perlu diragukan lagi. Ia mampu mematikan pergerakan pemain lawan dengan sangat baik di posisi kanan pertahanan tim.

5 dari 5 halaman

Firza Andika

Sementara itu, di sisi kiri pertahanan Timnas Indonesia U-22 akan hadir Firza Andika. Pemain yang musim lalu membela PSMS Medan itu memang selalu menjadi andalan Indra Sjafri di sisi kiri pertahanan sejak Timnas Indonesia U-19.

Tak hanya mampu memperlihatkan disiplin yang tinggi saat menghalau serangan di sisi kiri pertahanan tim, Firza Andika juga memiliki kecepatan yang sangat baik untuk membantu penyerangan tim. Berulang kali Firza mampu memberikan desakan kepada pertahanan tim lawan ketika membantu penyerangan dari sisi kiri.

Kemampuannya menjadi bek kiri juga sudah diakui dunia internasional. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan Firza memukau saat melakukan trial di Belgia bersama AFC Tubize dan UD Alzira di Spanyol.


Sumber: Bola.com

Bukan Lamborghini Urus, Bentley punya SUV Terkencang di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Lamborghini dikenal sebagai pabrikan otomotif yang gemar meluncurkan mobil-mobil kencang. Bahkan SUV miliknya, Urus, diyakini sebagai salah satu SUV yang terkencang. 

Kini, mengutip dari Topgear.com, Bentley Bentayga tak hanya sekadar mewah, tapi juga berhasil menjadi SUV tercepat di dunia dengan kecapatan maksimum 305,77 km/jam.

Sebelumnya, gelar tersebut diraih oleh Lamborghini Urus yang kecepatan maksimumnya mencapai 304,97 km/jam. Ya, selisihnya memang sangat tipis, hanya 0,805 km/jam.

Prestasi tersebut tak terlepas dari mesin W12 6.000cc twin-turbo yang diatur ulang. Alhasil, tenaganya pun naik menjadi 626 Tk dengan torsi maksimum mencapai 900 Nm.

Akselerasinya pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kini, Bentley Bentayga Speed hanya membutuhkan 3,9 detik untuk mencapai 100 km/jam, lebih cepat 0,2 detik dari sebelumnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Untuk menunjang performanya, Bentley Bentayga Speed juga dibekali dengan suspensi yang diatur ulang dan knalpot baru. Selain itu, rangkanya dibuat lebih rigid dan pilihan Sport pada mode berkendara turut disesuaikan.

Dengan embel-embel “Speed” di belakangnya, SUV super mewah ini memiliki tampilan yang lebih sporty, meski tidak signifikan. Kini, kaca lampu utamanya tampak lebih gelap dan pelek baru 22-inci.

Sisi interior Bentley Bentayga Speed juga berbeda dengan varian standarnya. Kabin mobil SUV ini didominasi warna hitam dengan aksen gold. Namun, warna ini bisa diubah sesuai keinginan konsumen.

Hal paling mencolok adalah penggunaan badge “Speed” di dashboard, jok, dan pijakan kaki. Komponen kecil ini juga terdapat di eksterior Bentley Bentayga Speed, tepatnya pada pintu depan.

Rencananya, Bentley Bentayga Speed akan melakoni debutnya dalam gelaran Geneva Motor Show 2019. Diprediksi, harga termurahnya di Inggris bisa menyentuh atau bahkan lebih dari GBP200.000 atau sekitar Rp3,6 miliar (Kurs GBP1 = Rp18.109).

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tekuk Rayo Vallecano, Atletico Geser Real Madrid

Madrid – Atletico Madrid menang tipis 1-0 atas Rayo Vallecano pada pekan ke-34 La Liga 2018-2019 di Estadio de Vallecas, Sabtu (16/2/2019) waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkan Los Colchoneros ke peringkat kedua klasemen sementara sekaligus menggeser Real Madrid.

Atletico mendapatkan perlawanan ketat dari tuan rumah yang menghuni zona papan bawah La Liga. Bahkan, skuat asuhan Diego Simeone tidak mampu membobol gawang Vallecano hingga babak pertama usai.

Atletico baru bisa membobol gawang Vallecano pada pertengahan babak kedua. Umpan dari Alvaro Morata tidak disia-siakan Antoine Griezmann pada menit ke-74 untuk menggaransi tiga poin bagi tim tamu.

Atletico sebenarnya tidak bermain dalam performa terbaik mereka. Berdasarkan statistik Livescore, Griezmann dan kawan-kawan hanya melakukan tiga usaha untuk mencetak gol dan hanya satu yang mengarah ke sasaran.

Sedangkan Vallecano melakukan enam usaha dan lima di antaranya mengancam gawang Jan Oblak. Namun, tuan rumah harus menerima fakta tidak bisa membobol gawang Atletico hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan ini membuat Atletico Madrid naik ke peringkat kedua dengan 47 poin atau unggul dua poin dari Real Madrid. Namun, posisi mereka bisa digeser Real Madrid yang akan menjamu Girona di Santiago Bernabeu, Sabtu (17/2/2019) waktu setempat.

2 dari 2 halaman

Susunan pemain

Susunan pemain

Rayo Vallecano (3-4-2-1): 13-Stole Dimitrievski; 23-Alejandro Gálvez (18-Álvaro García 76′), 21-Abdoulaye Ba, 16-Jordi Amat; 2-Tito, 15-Mario Suárez, 27-Santiago Comesaña, 7-Alexandre Moreno; 11-Adri Embarba, 8-Óscar Trejo (14-Bebé 57′), 9-Raúl de Tomás (22-José Pozo 57′)

Pelatih: Michel

Atletico Madrid (4-4-2): 13-Jan Oblak; 4-Santiago Arias, 24-José Giménez, 2-Diego Godín, 3-Filipe Luís; 10-Ángel Correa (11-Thomas Lemar 60′), 14-Rodri (15-Stefan Savic 75′), 8-Saúl Ñíguez, 23-Vitolo (19-Diego Costa 60′); 7-Antoine Griezmann, 22-Alvaro Morata

Pelatih: Diego Simeone

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Ibu Angkat Presiden Jokowi Meninggal Dunia di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Ibu angkat Presiden Joko Widodo, Selimah Inem Thursina meninggal dunia. Selimah menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah, sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat malam, 15 Februari 2019.

Selimah meninggal di usia 68 tahun. Sebelumnya, almarhumah disebut-sebut dirawat di rumah sakit akibat mengidap penyakit kanker hati yang dideritanya sejak 3 bulan terakhir.

Jenazah almarhumah dibawa ke duka di Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Sabtu, 16 Februari 2019. Dia meninggalkan seorang suami, dua anak perempun, dan tiga orang anak lelaki.

“Almarhumah dimakamkan di pemakaman desa Bate Alu, sebelum salat zuhur,” kata seorang tetangga almarhumah, Fauzi Muhda (54) kepada Liputan6.com, Sabtu malam (16/2/2019).

Menurut Fauzi, ramai pihak yang melayat ke rumah duka. Di antaranya, dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Komando Distrik Militer setempat.

Kedatangan orang-orang tersebut dinilainya wajar. Keluarga almarhumah termasuk terpandang di wilayah itu. 

Sementara itu, Direktur Komunikasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Provinsi Aceh, Ali Raban, mengaku akan melayat dalam waktu dekat. Dia juga sudah menyampaikan berita duka tersebut kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sekaligus Presiden Jokowi di Jakarta.

“Pak Jokowi mengucapkan belasungkawa. Namun, tidak belum diketahui apakah Sang Presiden akan melayat atau tidak. Perwakilan Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Kabupaten Bener Meriah, sudah melayat ke rumah duka,” sebutnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: