Kapitra Janji Jemput Habib Rizieq, PA 212: Bullshit, Cari Sensasi!

Jakarta – Caleg PDIP Kapitra Ampera berjanji menjemput Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab apabila Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dinyatakan menang di Pilpres 2019. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut Kapitra hanya ingin mencari sensasi.

“Nggak usah lah, apalagi dia kubu sono, mau ini-ini Habib Rizieq pulang, nggak usah. Nggak perlu dia, kita juga bisa kok. Nggak perlu capek-capek omong kosong, bullshit aja dia kemudian merespons, dia mau memulangkan Habib Rizieq. Mana bisa, orang seperti itu cuma cari sensasi saja, ya karena dia galau dia nggak menang dan sebagainya, kita nggak ngerti juga,” kata Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar saat dihubungi, Senin (22/4/2019).

Bernard mengatakan pihaknya tak pernah mempercayai omongan Kapitra. Bernard menegaskan mempunyai sikap sendiri.

“Mulut Kapitra, mulutnya, sejuta persen kita nggak pernah percaya, kita sudah punya sikap kok,” ujar dia.

Bernard juga mempertanyakan alasan Kapitra ingin menjemput Habib Rizieq di Mekah. Selama ini, menurut Bernard, Kapitra selalu menyerang Habib Rizieq, PA 212 dan GNPF.

“Kalau pun Habib Rizieq mau dijemput, apa kepentingan, urusan dia jemput? Selama ini dia nyerang Habib Rizieq, 212, nyerang GNPF dan sebagainya,” imbuh dia.

Dia lalu menyampaikan pesan Habib Rizieq terkait Pemilu 2019. Kata Bernard, Habib Rizieq menyoroti sejumlah kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara.

“Dia (Prabowo) mau sudah mau jemput kok kalau dia menang, dia berjanji, dia langsung berangkat, Habib Rizieq pulang, walaupun kita lihat ada kekhawatiran dari Habib Rizieq terhadap kecurangan yang terjadi saat ini, ada prihatin terhadap massifnya kecurangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapitra mengaku sudah berkomunikasi dengan orang-orang yang dekat dengan Habib Rizieq. Ia berharap Habib Rizieq bisa merayakan Idul Fitri di Tanah Air.

“Maka nanti kita lihat setelah 22 Mei, Insyaallah mudah-mudahan Habib Rizieq bisa Lebaran di Indonesia,” kata Kapitra di Posko Pemenangan Jokowi, Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.
(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Disebut Jadi Alat Politik 02, PA 212: Kami Taat dan Patuh Ulama

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyebut alumni 212 bagian gerakan politik pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan mereka akan berjuang untuk Prabowo-Sandi karena patuh pada ulama.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan keputusan ini diambil terkait ijtimak ulama yang sudah digelar.

“Alumni 212 taat dan patuh pada ulama sehingga akan berjuang untuk memenangkan capres dan cawapres hasil ijtimak ulama, yaitu Prabowo-Sandi untuk perubahan yang lebih baik bagi Indonesia menuju Indonesia adil dan makmur,” kata Slamet lewat pesan singkat, Jumat (5/4/2019).

Sebelumnya, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut TKN panik karena gerakannya mampu mengumpulkan jutaan orang. Novel menyebut Alumni 212 memiliki semangat melawan penista agama.

“Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja, karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan,” kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (5/4).

“Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan roh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya. Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama,” imbuhnya.

Novel menanggapi ucapan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, soal diundangnya alumni 212 ke kampanye akbar Prabowo-Sandi pada Minggu (7/4) nanti. Ace menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4).
(jbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Tolak Hadiri ‘Undangan’ 212 Tak Asli

JakartaMa’ruf Amin menolak untuk menghadiri undangan tak resmi kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 7 April mendatang. Ini menyusul polemik soal alumni 212 yang disebut Ma’ruf tak lagi asli.

Penolakan Ma’ruf berawal dari pernyataan Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, M Taufik soal kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu. Pihak Prabowo-Sandiaga menyebut akan mengundang sejumlah tokoh, termasuk Gubernur DKI Anies Baswedan dan kelompok Alumni 212.

“Memang kita undang Pak Anies. Mudah-mudahan Pak Anies datang. Kan itu hari libur. Saya kira nggak menyalahi aturan apa-apa,” kata M Taufik, Kamis (4/4/2019).

Kampanye akbar yang akan digelar di ini akan diawali salat Subuh berjemaah dan diisi tausiah dari ulama-ulama. Namun Taufik tidak merinci nama-nama ulama yang hadir. Tapi, dia mengatakan, seluruh alumni 212 akan hadir dalam kampanye Prabowo-Sandi, 7 April. Taufik juga mempersilakan cawapres pendamping Joko Widodo, Ma’ruf Amin, yang merupakan alumni 212, hadir bila berkenan.

“Hampir seluruh yang hadir di 212 hadir di sini. Insyaallah hadir. Kecuali Kiai Ma’ruf. Kalau kiai Ma’ruf mau hadir juga silakan,” ujar Taufik.

‘Undangan’ dari kubu Prabowo-Sandiaga pun ditolak Ma’ruf. Pasangan capres petahana Joko Widodo itu lalu menyinggung soal alumni 212 yang menurutnya bukan kelompok asli dari awal aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu.

“Ya tidak (hadir) lah, dan nggak ada hubungannya dengan 212 yang asli, ini kan 212 PA (Persaudaraan Alumni),” ujar Ma’ruf di kediamannya, Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at (5/4).

Ma'ruf Tolak Hadiri 'Undangan' 212 Tak AsliFoto: Kampanye Prabowo-Sandiaga. (Suparno/detikcom).

Seperti diketahui Ma’ruf Amin adalah salah satu penggerak aksi 212 pada 2016 lalu jelang Pilgub DKI Jakarta 2017. Ma’ruf meneken pendapat dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesi (MUI) yang menyatakan Basuki T Purnama (Ahok) menghina Alquran dan agama.

Usai kasus Ahok selesai, Ma’ruf tidak lagi terlibat dalam aksi-aksi 212. Pasangan petahana Joko Widodo ini menilai berbagai kegiatan 212 saat ini, termasuk Reuni 212, bernuansa politis.

“Ya itu kan sudah selesai (212), kampanye kok, saya sih calon 01 jadi nggak ada hubungannya. 212 yang asli sudah selesai, kalau sekarang 212 yang PA, yang dibangun ke sana itu 212 yang PA namanya,” ujar Ma’ruf.

Penolakan Ma’ruf ditanggapi santai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Kubu 02 ini menyebut mereka juga tak pernah secara resmi mengundang Ma’ruf.

Disebut Gerakan Politik 02, PA 212: Kami Dukung yang Lawan Penista Agama

Jakarta – TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyebut kelompok Alumni 212 merupakan gerakan politik Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut TKN panik karena gerakannya mampu mengumpulkan jutaan orang.

“Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja, karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan,” kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Menurut Novel, kekuatan Alumni 212 mampu menenggalamkan massa kubu Jokowi-Ma’ruf. Ia mengatakan tiap warga negara punya hak untuk memilih. Novel menyebut Alumni 212 memiliki semangat melawan penista agama.

“Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan ruh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya. Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama,” ujar Novel.

Dia menegaskan Alumni 212 akan terus mengawal pemerintahan, terlepas dari siapa pun yang terpilih di Pilpres 2019. Novel mengatakan Alumni 212 membela Islam.

“Perlu diingat, ada pesta politik atau tidak, kami para Alumni 212 Insyaallah akan terus melakukan perjuangan bela Islam dengan mengawal pemerintahan, siapa pun nanti yang terpilih pada 2019 ini,” kata Novel.

TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi. Hal ini menyusul undangan kepada Alumni 212 untuk hadir di kampanye akbar Prabowo-Sandi pada 7 April 2019.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily, Jumat (5/4).
(tsa/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Balas TKN: Kalau Alumni 212 Dukung Prabowo, Itu Hak Mereka

Jakarta – Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan gerakan 212 adalah sah. Jika kelompok 212 memberikan dukungan kepada salah satu paslon, menurut Hidayat, hal itu tidak melanggar undang-undang.

“Pertama, 212 itu sah rakyat Indonesia. Mereka juga punya hak pilih, mereka punya hak politik. Kalu kemudian mereka menyatakan dukungan ke kelompok manapun, itu hak mereka,” ujar Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Menurut dia, tak ada yang salah bila kelompok alumni 212 menunjukkan dukungannya untuk capres-cawapres, termasuk untuk pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

“Kalau kemudian mereka (Alumni 212) menyatakan dukungan ke 02, misalnya, ya itu hak mereka. Di mana salahnya? Tidak ada undang-undang apapun yang dilanggar,” imbuhnya.

Menurut Hidayat, sebenarnya tim BPN tidak mutlak mengundang PA 212 karena PA 212 pun memiliki agenda untuk ‘memutihkan Jakarta’ di hari kampanye akbar Prabowo-Sandi dilakukan.

“Ya sudah ketemu aja. Yang dipentingkan adalah bahwa itu nanti semuanya berlangsung tetap aman, tertib, dan damai sesuai dengan apa yang kita harapkan, sesuai dengan tradisi islami yamg dipegang oleh 212,” tutur Hidayat.

Terkait tudingan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang menyebut PA 212 adalah gerakan politik untuk kubu Prabowo-Sandi, menurut Hidayat, 212 tak hanya memikirkan soal pilpres. Baginya, Islam tak memisahkan antara urusan politik dan bukan politik, asalkan dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan hukum serta tidak merugikan pihak lain.

“Dukungan politik, Anda mau sebut gerakan politik, ya terserah Anda. Tapi apa salahnya kalau itu gerakan politik? Gerakan politik dari masyarakat yang punya hak politik di negara demokrasi, apa salahnya?” tanya Hidayat.

“Mereka (kubu Jokowi-Ma’ruf) aja membolehkan yang lain melakukan gerakan politik dan memberikan dukungan, kenapa ketika 212 memberikan dukungan kemudian dipermasalahkan? Di mana letak keadilan dan kemanusiaan yang adil dan beradabnya? Katanya Pancasila?” sambung politikus PKS itu.

Seperti diketahui, BPN Prabowo-Sandi mengundang Alumni 212 ke kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu pada 7 April nanti. TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4).
(azr/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN: Alumni 212 Diundang ke Kampanye Prabowo, Jelas Gerakan Politik 02

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengundang Alumni 212 untuk hadir di kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu pada 7 April nanti. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan seperti alumni 212 ini untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Selain itu Ace mengomentari tentang BPN yang mempersilakan Ma’ruf hadir dalam kampanye akbar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 7 April mendatang. Menurut Ace, BPN harus tahu aturan.

“Soal mereka mau mengundang Abah Kiai Ma’ruf, seharusnya mereka tahu bahwa acara itu merupakan kampanye terbuka dalam rangka pilpres. Harus tahu aturan dong. Masa cawapres kami diundang untuk kampanye mereka? Nanti mereka makin kalah dong,” ucap Ace.

Di sisi lain Wakil Ketua TKN Johnny G Plate memilih fokus pada kampanye pemenangan dengan strategi yang telah ditetapkan. Dia mendoakan kampanye Prabowo-Sandiaga lancar dan aman, meski tetap mengklaim kemenangan di tangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kami mendoakan semoga kampanye paslon 02 tersebut berlangsung dengan lancar dan aman. Kami (NasDem) dan seluruh Tim Kampanye Nasional KIK melaksanakan pemilu dengan niat yang kuat untuk menjadikannya sebagai pesta demokrasi yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia,” tutur Johnny.

“Kami meyakini pemimpin dimaksud adalah Jokowi-Ma’ruf yang sudah terbukti berhasil dan didukung dengan pengalaman yang luas serta disukai mayoritas rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, M Taufik, mengatakan seluruh alumni 212 akan hadir dalam kampanye Prabowo-Sandiaga, 7 April. Ia juga mempersilakan Ma’ruf yang merupakan alumni 212 hadir bila berkenan.

“Hampir seluruh yang hadir di 212 hadir di sini. Insyaallah hadir. Kecuali Kiai Ma’ruf. Kalau Kiai Ma’ruf mau hadir juga silakan,” ujar Taufik.

Meski kemudian Ma’ruf langsung dengan tegas menolak karena menurutnya tak autentik. “Ya tidak (hadir)-lah, dan nggak ada hubungannya dengan 212 yang asli. Ini kan 212 PA (Persaudaraan Alumni),” ujar Ma’ruf di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

Saksikan juga video ‘Sandiaga Mengobral 3 Janji saat Kampanye di Lumajang’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(azr/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anies-Alumni 212 Diundang Kampanye Prabowo di GBK, Ma’ruf Dipersilakan Hadir

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diundang ke kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 7 April mendatang. Anies diharapkan bisa hadir.

“Memang kita undang Pak Anies. Mudah-mudahan Pak Anies datang. Kan itu hari libur. Saya kira nggak menyalahi aturan apa-apa,” kata Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, M Taufik, di Ruang Konferensi Pers GBK, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Kampanye akbar ini akan diawali dengan salat Subuh berjamaah dan diisi oleh tausyiah dari ulama-ulama. Namun, Taufik tidak merinci nama-nama ulama yang hadir. Tapi, dia mengatakan, seluruh alumni 212 akan hadir di kampanye Prabowo-Sandi, 7 April. Ia juga mempersilakan cawapres Joko Widodo, Ma’ruf Amin yang merupakan Alumni 212, untuk hadir bila berkenan.

“Hampir seluruh yang hadir di 212 hadir di sini. Insyaallah hadir. Kecuali Kiai Ma’ruf. Kalau kiai Ma’ruf mau hadir juga silakan,” ujar Taufik.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu mengatakan itu mengatakan kampanye akbar Prabowo-Sandiaga akan selesai pada waktu Dzuhur. Acara akan ditutup dengan orasi sang capres nomor urut 02.

“Kan nggak perlu lama dari mulai Subuh. Intinya gini, Subuh salat, munajat, zikir, abis itu orasi, selesai. Ditutup orasi Pak Prabowo, nggak perlu lama-lama. Pesan kepada masyarakat itu sudah cukup saya kira dan insyaallah ini kampanye terbesar selama pemilihan umum di Indonesia,” katanya.
(idn/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PA 212 Putar Memori Baju Kotak-kotak Jokowi

Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menyerukan pendukungnya memakai baju putih saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019 nanti. Rencana pihak Jokowi ini membuat pihak Persaudaraan Alumni (PA) 212 membuka ingatan Pilpres 2014.

Arahan Jokowi agar mengenakan baju putih itu disampaikan saat ia berkampanye di GOR Ken Arok, Jalan Mayjen Sungkono, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3). Kala itu, Jokowi mengajak pendukungnya datang ke TPS pada 17 April 2019 dengan menggunakan kostum putih.

PA 212 Putar Memori Baju Kotak-kotak Jokowi Foto ilustrasi: Jokowi (Andhika-detikcom)

“Ajak mereka semuanya ke TPS memakai baju putih, memakai baju putih, karena yang akan dicoblos itu bajunya juga putih. Karena putih adalah kita, kita adalah baju putih,” kata Jokowi saat itu.
Jokowi mengatakan kostum putih sudah menjadi ciri khas dirinya bersama sang cawapres, Ma’ruf Amin. Jokowi tidak mau baju putih yang sudah menjadi ciri khasnya sejak awal Pilpres 2019 diklaim orang lain.

“Ini nanti (khas baju putih) diambil yang lain. Kita sudah baju putih sejak awal, (malah) dipakai yang lain, enak saja,” imbuh Jokowi.

Ketua PA 212: Khilafah Itu Baru Mimpi, yang Harus Diperhatikan PKI

Jakarta – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif mengatakan ide untuk mengusung khilafah baru dalam tahap angan-angan. Karena itu, menurut Slamet, bukan khilafah yang harus diwaspadai, melainkan PKI yang jelas pernah memberontak.

“Kalau urusan isu khilafah baru mimpi belum kenyataan. Yang harus diperhatikan PKI yang jelas terbukti memberontak. Mengkhianati bangsa, kebangkitan PKI harusnya lebih diperhatikan. Sekarang sesuatu yang masih di awang-awang baru isu jadi masalah. Tapi yang jelas memberontak negara kok dilupakan,” kata Slamet di depan KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu menegaskan calon presiden (capres) Prabowo Subianto secara gamblang peduli terhadap ideologi pancasila. Prabowo, kata Slamet, akan menggalakkan pemahaman ideologi pancasila hingga perguruan tinggi jika terpilih nanti.
“Pak Prabowo sudah sampaikan sampai ke perguruan tinggi penanaman ideologi. Dari mulai usia dini sampai perguruan tinggi,” katanya.

Slamet pun meminta semua pihak untuk tidak hanya berdebat soal penerapan ideologi Pancasila. Dia mengingatkan semua pihak harus ikut serta memberi pemahaman kepada warga soal Pancasila.

“Yang terpenting adalah pemahaman ideologi Pancasila, jangan cuma teriak tapi pemahaman Pancasila di masyarakat hilang, sehingga jadi simbol saja,” ujar Slamet.

PA 212 sendiri, kata Slamet, berkomitmen mendukung Prabowo dalam menegakkan ideologi Pancasila. Dia mengatakan Pancasila sebagai pedoman yang diwariskan oleh pendiri bangsa.

“Pak Prabowo menunjukkan bahwa nasionalisme begitu luar biasa. Pancasilais, artinya siapapun baik dia maupun kami tidak mengganti Pancasila. Itu bagian dari komitmen pendiri bangsa kita, termasuk dari kami juga,” pungkasnya.
(fdu/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua PA 212 Ungkap Momen Penonton Tertawa Saat Prabowo Bicara Pertahanan

Jakarta – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif, meluruskan momen saat capres Prabowo Subianto ‘marah’ pada debat keempat Pilpres 2019 semalam. Momen itu, kata Slamet, merupakan reaksi atas tawa pendukung Joko Widodo (Jokowi) saat Prabowo berbicara permasalahan Indonesia.

“Jadi kan ketika beliau membicarakan masalah keprihatinan Indonesia rapuh luar biasa. Kemudian ada penonton yang saya lihat memang dari sebelah sana. Dari kubu 01 yang saya lihat, tertawa. Ini kan memprihatinkan,” kata Slamet yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Slamet sendiri menyebut Prabowo saat itu tidak marah. Dia mengatakan Prabowo hanya secara tegas menegur pihak yang tertawa saat menerangkan pertahanan Indonesia yang rapuh.
“Nggak marah, tegas. Harus diluruskan, nggak marah itu, tegas. Karena saya ada di debat itu,” ujarnya.

Slamet menuturkan tidak sepantasnya informasi mengenai pertahanan di Indonesia ditertawakan. Menurutnya, masalah pertahanan harus menjadi perhatian semua orang.

“Nggak boleh kita mentertawakan kelemahan kita sendiri. Nggak boleh kita mentertawakan kelemahan keamanan kita sendiri. Karena ini tanggung jawab bersama. Habis itu beliau santai kok, nggak kelihatan emosinya, senyum-senyum aja,” ucap Slamet.

Seperti diketahui, saat debat semalam muncul suara tawa di tengah-tengah paparan Prabowo Subianto mengenai pertahanan negara. Prabowo heran ada yang tertawa ketika dia memaparkan rapuhnya pertahanan negara.

Awalnya, Prabowo menjelaskan soal adanya hal yang salah dalam paparan Jokowi mengenai teknologi pertahanan. Prabowo menyatakan ada yang salah, sekalipun itu bukan Jokowi yang salah.

“Saya bukan menyalahkan, saya berpendapat. Kekuatan pertahanan kita masih rapuh. Salah siapa? Salah nggak tahu saya (lalu terdengar suara tertawa) elite…,” tutur Prabowo saat debat, Sabtu (30/3).

Prabowo pun bereaksi. Dia mempertanyakan suara tawa itu.

“Jangan ketawa. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya? Kok lucu,” kata Prab
(fdu/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>