Titi DJ Bangga pada Stephanie Putrie soal Lagu I Love You 3000 yang Menggiringnya ke Amerika



TRIBUN-VIDEO.COM – Stephanie Poetri, anak dari penyanyi Titi DJ mendapatkan pujian dari sang ibunda yang mengaku cukup terkejut dengan meledaknya lagu "I Love You 3000". Salah satu diva Indonesia itu pun mengaku bahwa lagu ciptaannya belum pernah mencapai angka penonton seperti anak perempuannya tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Titi DJ saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat seperti yang Tribun-Video.com kutip dari Wartakotalive. Diketahui, video "I Love You 3000" sudah ditonton lebih dari 33 juta kali hingga Rabu (28/7/2019) sejak dirilis di YouTube pada 7 Juni 2019 lalu. Titi DJ menjabarkan bahwa lagu ciptaan putranya tersebut sudah masuk di platform digital hanya dalam kurun waktu tiga minggu perilisan. Stephani kini bahkan sudah mendapatkan banyak tawaran manggung setelah viewers videonya lebih dari 32 juta. Menurut Titi DJ, lagunya sendiri bahkan belum pernah mencapai puluhan juta penonton. Bahkan, lagu yang terinspirasi dari film Avengers: Endgame ini pun juga bertengger di top iTunes hingga Spotify. Rangkaian kata "I Love You 3000" menjadi populer sejak pertama kali diucapkan Morgan Stark, anak perempuan Tony Stark "Iron Man" dan Pepper Potts. Tony Stark juga kembali mengucapkannya di akhir film. Lagu tersebut juga yang membawa Stephanie manggung untuk pertama kalinya di Head in the Clouds Festival di Los Angeles, Amerika Serikat pada 17 Agustus 2019 lalu. Jangan heran mengapa Stephanie bisa terbang ke sana. Wanita yang akrab disapa Meni itu diketahui telah bergabung dengan label musik Amerika Serikat 88rising, menyusul Rich Brian dan Niki Zefanya. Mengenai karier Meni di Amerika, Titi DJ pun juga tak menyangka akan secepat itu. (Tribun-Video.com / Ruth Aurora Chintya Natasha Iswahyudi)

Tentara China Tak Akan Tinggal Diam Jika Situasi Hong Kong Memburuk

Beijing – Editorial surat kabar China Daily menyatakan bahwa tentara China yang ditugaskan di Hong Kong bukan semata untuk tujuan simbolis. China Daily menyatakan tentara China tidak akan tinggal diam jika situasi di Hong Kong semakin memburuk.

Pada Kamis (29/8) waktu setempat, otoritas China menyelesaikan apa yang disebut sebagai rotasi rutin terhadap pasukan Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Maritim yang ditugaskan di wilayah Hong Kong. Rotasi ini dilakukan di tengah maraknya unjuk rasa antipemerintah di Hong Kong, yang seringkali berujung rusuh.

Diketahui bahwa satu detasemen Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari China ditugaskan di Hong Kong sejak wilayah itu diserahkan oleh Inggris tahun 1997 lalu. Personel PLA di Hong Kong kerap melakukan latihan militer, namun jarang keluar dari pangkalan mereka.



Seperti dilansir Reuters, Jumat (30/8/2019), kemungkinan pengerahan PLA untuk menghentikan unjuk rasa yang masih marak di Hong Kong sempat mencuat. Namun pemerintahan Hong Kong berulang kali menegaskan pihaknya masih bisa mengatasi situasi di wilayahnya.

Para analis memperkirakan bahwa garnisun PLA beranggotakan sekitar 8 ribu – 10 ribu tentara yang ditempatkan terpisah antara pangkalan di China bagian selatan dan pada sejumlah barak yang ada di Hong Kong, yang berstatus Wilayah Administrasi Khusus (SAR).

“Sementara pemerintahan SAR sejauh ini tidak merasa perlu untuk memanggil garnisun, itu bukan berarti garnisun tidak akan melakukannya jika situasi menuntut demikian,” demikian editorial China Daily, surat kabar berbahasa Inggris yang dikelola pemerintah China.

“Jika situasi yang sudah buruk semakin memburuk, dengan kekerasan dan kerusuhan yang mengancam semakin tak terkendali di bawah kendali para pembuat masalah yang mendukung separatis, pasukan bersenjata yang ditempatkan di SAR tidak punya alasan untuk hanya berdiam diri,” imbuh editorial itu.

“Garnisun PLA di Hong Kong tidak semata simbol kedaulatan China atas kota tersebut,” tegas China Daily dalam editorialnya.

Konstitusi Hong Kong yang disebut sebagai Basic Law, menyatakan bahwa Hong Kong bisa meminta bantuan garnisun PLA untuk menjaga ketertiban umum, namun ‘mereka tidak akan mencampuri urusan lokal’.

Diketahui bahwa unjuk rasa yang berawal sebagai aksi protes menentang rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur ekstradisi ke China daratan, kini meluas menjadi seruan reformasi demokrasi di Hong Kong. Aksi protes yang digelar di Hong Kong pada dasarnya berlangsung damai, namun seringkali disusupi demonstran anarkis dan radikal yang kerap memancing bentrokan dengan polisi.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indonesia Lebih Cepat Terapkan Taksi Listrik dari Thailand

Jakarta – Percepatan kendaraan listrik di Tanah Air pertama kali mulai diterapkan penyedia jasa transportasi PT Blue Bird lewat taksi listriknya di tahun 2019. Bahkan Blue Bird sendiri berencana menambah hingga 200 unit mobil listrik di tahun 2020.

Hal ini turut disambut positif oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi khususnya untuk mempercepat kendaraan listrik sebaiknya dipaksa lewat kendaraan umum terlebih dahulu.

“Saya ke Thailand, ternyata Thailand juga rencananya, kalau sekarang mereka tidak ada, lebih cepat kita. Mereka di tahun 2020 berencana mendatangkan 20 ribu taksi sebagai pengganti taksi berbahan bakar fosil,” ujar Budi dalam Forum Perhubungan yang diselenggarakan detikcom bersama Kementerian Perhubungan di Hotel Harris Vertue, Harmoni, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

“Jadi kita kalau tahun 2020 tidak ada percepatan maka kita akan ketinggalan dengan negara tetangga,” ujar Budi.

Lebih lanjut ia bercerita sebelumnya pengembangan mobil listrik di Indonesia sejatinya sudah mulai bergerak sejak tahun 2010. Namun belum ada payung hukum yang melindungi sehingga membuat pelaku usaha tidak bertahan lama.

“Di tahun 2010, Indonesia sudah ada beberapa APM atau kemudian yang ingin melakukan uji tipe untuk mobil listrik sampai sekarang sudah melaksanakan 36 uji tipe, 25 lulus tapi belum bicara menyangkut listrik atau baterai,” kata Budi.

Sopir taksi mengisi baterai mobil listrik BYD Sopir taksi mengisi baterai mobil listrik BYD Foto: Agung Pambudhy

Ia menyambut positif Presiden Jokowi yang telah menandatangani Perpres No 55 Tahun 2019. Sebab itu selain mendukung percepatan, fokus nya saat ini bahwa setiap lembaga harus melakukan harmonisasi aturan terkait kendaraan listrik.

“Untuk bagaimana perpres ini bisa berjalan butuh support semuanya, Kemenhub sudah memerintahkan kepada saya sebagai pelaksana di lapangan bisa sesuai harapan pemerintah,” ujar Budi.

Simak Video “Merasakan Kenyamanan Taksi Anti Bising
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)