Papua Rusuh, Airnav Jamin Penerbangan ke Indonesia Timur Tetap Aman

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto memastikan pelayanan navigasi penerbangan di Bandar Udara Rendani Manokwari, serta Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Papua, berjalan normal. 

“Kami sudah menghimpun informasi dari Kantor Cabang di Sorong dan Manokwari Papua, dipastikan protes massa di sejumlah titik tidak mengganggu aktivitas navigasi penerbangan,” ujar Novie, Tangerang, Senin (19/8/2019).

Dengan begitu, penerbangan tetap berlangsung normal dan aman hingga saat ini. Lanjutnya, sejak pagi tadi pelayanan penerbangan di Manokwari dan Sorong normal. 

Ada lima penerbangan yang mendapat layanan navigasi pada Senin sore, yakni Lion Air JT 799 tujuan Sentani-Sorong dialihkan ke Manado. Sementara Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ571 dari Manokwari menuju Sorong, serta 3 penerbangan Wings Air (ATR72) dari Sorong menuju Ambon.

Novie menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Cabang dan Kepala Unit Kantor Cabang Perum LPPNPI di Sorong dan Manokwari, serta Kepala Otoritas Wilayah IX, saat ini kondisi Bandar Udara masih dalam keadaan aman dan terkendali, begitu pula dengan kondisi peralatan navigasi penerbangan di dua Bandar Udara tersebut.

AirNav Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholer terkait agar tetap siap siaga terhadap situasi yang ada, termasuk rencana kontingensi juga disiapkan. 

2 dari 3 halaman

Berharap Segera Membaik

“Kami sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk semua kondisi, termasuk pengalihan penerbangan. Kita siapkan Bandara Frans Kaisiepo Biak dan Bandara Pattimura Ambon, atau bisa kita arahkan untuk kembali ke Bandara asal. Sebagai tindakan preventif, antar Air Traffic Service Unit terus melakukan koordinasi,” tuturnya.  

Novie berharap kondisi dapat membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan normal baik di Kota Sorong maupun di kota Manokwari.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan memantau perkembangan kondisi di lapangan 24 jam, untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan di ujung timur Indonesia,” pungkasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Syahrini Geletakkan Tas di Tangga, Harganya Ternyata Miliaran Rupiah

Liputan6.com, Jakarta – Gaya busana Syahrini memang tak pernah lepas dari fashion branded. Berbagai brand kenamaan dunia dapat dibeli dengan mudah oleh pelantun Sesuatu itu. Apalagi sejak ia dinikahi oleh pengusaha muda, Reino Barack.

Gaya hidup perempuan yang kerap menyebut dirinya Inces ini terlihat semakin glamor dan berkelas.  Gaya berpakaian Syahrini memang lebih kalem dan tak seheboh dulu, namun aneka barang mewah tetap melekat pada tubuhnya.

Ia juga kerap memakai barang-barang branded dengan nilai fantasis ke mana saja. Termasuk saat Syahrini duduk lesehan di anak tangga.

Inces memperlihatkan potret tersebut lewat akun Instagramnya pada 13 Agustus 2019. Pada foto tersebut, Syahrini tampil kasual dengan kaus dan legging hitam.

Ia memakai atasan dengan sebuah outer berupa bomber jacket. Inces juga tak lupa memakai aksesoris headband serta sepasang pointy shoes yang melengkapi penampilannya.

Istri Reino Barack itu meletakkan tas berwarna metalik di anak tangga. Syahrini terlihat tenang berfoto dengan tas mahal di sampingnya.

2 dari 3 halaman

Habis Dipesan Pembeli

Dilansir dari laman Dream, tas tersebut bukanlah tas sembarangan. Inces memakai fashion item dari brand kenamaan Hermes. Tas itu merupakan koleksi Hermes limited edition yang sangat langka.

Harganya juga sangat fantastis. Hermes Birkin 25 Ultra Rare Metallic Silver Chevre Palladium Hardware itu pernah dijual di situs 1stdibs sebelum habis dipesan pembeli. Pada saat itu, harga tas tangan tersebut dibanderol 135,775 dolar AS atau setara Rp1,9 miliar.

Dengan harga yang begitu fantastis, Syahrini ternyata tetap tenang dan santai saja menaruh tas tangannya di anak tangga tanpa beralaskan apapun. Kalau Anda juga punya tas seperti yang dimiliki Syahrini, apa berani melakukan hal serupa?

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

KOMAK Jawa Timur Minta Pansel Lebih Selektif Pilih Capim KPK

Liputan6.com, Malang – Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMAK) Jawa Timur mendukung panitia seleksi lebih selektif dalam memilih calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Serta melibatkan masyarakat dalam menelusuri rekam jejak capim KPK.

Juru bicara KOMAK, Suliardi mengatakan, capim KPK yang bakal lolos ke seleksi tahap lanjutan harus berintegritas dan berkomitmen untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi.

“Agar menghasilkan sosok-sosok terbaik, berintegritas dan tidak memiliki konflik kepentingan dengan kerja KPK,” kata Suliardi dalam pernyataan sikap di Malang, Senin, 19 Agustus 2019.

Koalisi mendukung pansel KPK transparan agar menghasilkan pimpinan yang berintegritas dan profesional. Serta memastikan capim komisi antirasuah adalah orang-orang yang independen, tidak terkait dengan kegiatan di sektor sumber daya alam.

Selain itu, penelusuran rekam jejak capim sepatutnya juga mempertimbangkan masukan masyarakat, baik itu secara kelembagaan maupun perorangan. Sehingga tidak mengandalkan lembaga resmi negara saja.

“Capim juga butuh sosok dengan rekam jejak sebagai pegiat antikorupsi yang konsisten. Keberaniannya menuntaskan perkara korupsi tidak perlu diragukan lagi,” ujar Suliardi.

Pansel dalam memilih capim juga harus memperhatikan kode etik pimpinan yang memuat sikap. Serta mempertimbangkan capim yang mampu jadi pengayom bagi seluruh pegawai. Serta capim KPK yang mampu membangun hubungan harmonis dengan institusi lainnya.

“Kami akan selalu kritis dan mengawal pemberantaan korupsi yang dilakukan oleh KPK,” ucap Suliardi.

2 dari 2 halaman

Menunggu 10 Nama Capim

Saat ini ada 40 peserta seleksi calon pimpinan (Capim) KPK yang tersisa setelah dinyatakan lolos uji tes psikologi pada 28 Juli 2019 lalu. Mereka juga sudah menjalani profil assestment pada 8-9 Agustus lalu di gedung Lemhanas Jakarta. Hasilnya akan keluar pada 22 Agustus.

Setelah itu, para kandidat yang lolos akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto pada 26 Agustus. Beberapa hari berikutnya bakal ada tes wawancara dan diskusi publik.

Rencananya, panitia seleksi calon pimpinan KPK akan menyerahkan 10 nama capim kepada Presiden Joko Widodo pada 2 September 2019 mendatang. Itu sudah sesuai UU 30 tahun 2002 tentang KPK.

Berbagi Cara Mengolah Sampah Bersama Emak-Emak Watugandu Semarang

Liputan6.com, Semarang – Sampah merupakan masalah serius di Indonesia. Saat ini Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara penghasil plastik terbanyak di dunia. Hal tersebut menjadikan sampah sebagai masalah darurat yang harus ditangani oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dibutuhkan kebijakan serta kesadaran masyarakat untuk menangani permasalahan sampah yang semakin mengkhawatirkan.

Tim KKN II Undip bekerja sama dengan Kompos (Komunitas Pemerhati dan Pengelola Sampah) melaksanakan sosialisasi serta pelatihan pengelolaan sampah pada warga RT.03 RW 02, Dusun Watugandu, Jubelan, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (05/08/19).

Bella Putri sebagai salah satu anggota Tim KKN II Undip Desa Jubelan menuturkan bahwa sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah dilaksanakan sebagai salah satu usaha untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kelola sampah secara bijaksana sehingga lingkungan dapat bersih serta sehat.

Kegiatan kelola sampah diikuti oleh puluhan ibu-ibu warga RT 03 RW 02 Dusun Watugandu, Desa Jubelan. Saat ini masyarakat pada RT 03 RW 02 Dusun Watugandu telah melakukan pemilahan sampah antara sampah organik, anorganik, dan sampah kaca. Akan tetapi, kegiatan pemilahan masih belum dilanjutkan dengan pemanfaatan sampah.

Oleh karena itu, Tim KKN II Undip Desa Jubelan melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah agar masyarakat Dusun Watugandu dapat mengolah serta membuat produk bernilai yang berasal dari sampah.

Maria Septriana Wulandari selaku pembicara dari Kompos menuturkan sampah-sampah bisa dimanfaatkan menjadi beragam produk apabila kita konsisten dalam mengolahnya. Sampah-sampah daun serta organik lainnya dapat ditimbun untuk dijadikan sebagai pupuk.

“Sedangkan sampah-sampah plastik ini, bisa diolah kembali menjadi produk tas, dompet, hiasan, atau dikumpulkan menjadi ecobrick,” katanya dalam keterangan tertulis.

Pada pelatihan pengelolaan sampah, ibu-ibu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik pembuatan bunga yang berasal dari sampah botol plastik. Ibu-ibu diajarkan secara langsung dengan menggunakan bahan dan alat sederhana seperti kain flanel, botol plastik bekas, ranting, lem tembak, cat, gunting, cutter, paku, serta lilin untuk membuat bunga.

2 dari 2 halaman

Cara Daur Ulang Sampah Plastik

Selain itu, dilaksanakan juga pelatihan pembuatan produk daur ulang sampah plastik kemasan. Sampah kemasan dikumpulkan dan dipilah sesuai dengan jenisnya. Kemudian sampah akan dicuci. Sebelum memulai pencucian, terlebih dahulu sisi atas dan bawah sampah kemasan digunting untuk memudahkan dalam membersihkan sisa-sisa isi produk dalam kemasan.

Kemudian pembersihan sampah kemasan ini melibatkan dua tahap, pertama-tama sampah direndam dalam air yang telah dicampur dengan sabun pembersih. Setelah didiamkan selama beberapa saat, sampah kemasan dicuci satu-persatu dengan dengan rendaman air sabun tersebut.

Selesai mencuci satu persatu kemasan, buang air rendaman dan ganti dengan air yang baru. Rendam kembali sampah kemasan dengan air baru selama beberapa saat. Selesai dengan proses pembersihan, jemur sampah kemasan dengan memasukkan tali dalam kedua sisi sampah kemasan yang sudah terlebih dahulu di gunting. Proses penjemuran dilakukan hingga sampah kemasan kering dan siap digunakan.

Sampah-sampah tersebut dapat dijahit menjadi satu pola sesuai dengan keinginan, dengan tambahan lapisan kain furing, resleting, serta tali untuk membentuk produk tas laptop, dompet, pouch, maupun produk lainnya.

Ibu-ibu peserta terlihat antusias selama mengikuti pelatihan. Kepala RT 03 RW 02 Dusun Watugandu, juga menyambut dengan baik kegiatan ini. “Kegiatan ini cukup bagus untuk warga. Selama ini kita memang sudah melaksanakan pemilahan sampah namun belum ada kelanjutannya.”

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah berakhir dengan pembagian doorprize dan foto bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat diaplikasikan oleh warga dan menjadi awal mula pengelolaan sampah yang lebih baik di Watugandu.

Sri Nastiti Andayani (Peserta KKN Undip / Citizen Journalist)

Gubernur Khofifah Nyanyikan 2 Lagu Daerah Papua Saat Cangkrukan

Liputan6.com, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah warga Papua di Surabaya menyanyikan lagu-lagu daerah asal Papua. Hal itu dilakukan di sela cangkrukan pejabat Forkopimda setempat di kediaman Kapolda Jatim di Surabaya, Senin malam (19/8/2019).

“Semoga diskusi dalam cangkrukan ini menguatkan persaudaraan demi NKRI,” ujar Khofifah di sela kegiatan cangkrukan, seperti melansir Antara.

Khofifah menyanyikan dua lagu, masing-masing berjudul “Tanah Papua” dan “Aku Papua“.

Khofifah yang didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan tampak sangat hafal lirik-lirik kedua lagu tersebut.

Tepuk tangan meriah dari sejumlah undangan terus menggema dan kesempatan tersebut tak disia-siakan wartawan untuk mengabadikannya. Di sela kegiatan cangkrukan, tak hanya diisi kegiatan diskusi, tapi juga makan malam dengan suguhan kopi, kue serta beraneka macam buah-buahan.

Pada kesempatan tersebut, hadir sejumlah perwira Polda Jatim, lalu sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemrov Jatim serta sejumlah perwakilan tokoh Papua yang tergabung pada Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS).

Ketua IKBPS Pieter F Rumaseb mengapresiasi kepada Forkopimda Jatim karena telah berusaha membangun situasi yang kondusif.

“Saya atas nama IKBPS menitipkan saudara kita semua pada bapak dan ibu, kami ingin beraktivitas, bekerja, berkuliah dengan damai,” tuturnya.

2 dari 3 halaman

Ikatan Keluarga Besar Tegaskan Warga Papua di Surabaya Baik-Baik Saja

Sebelumnya, Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) menegaskan, berita pengusiran warga Papua di Surabaya, hoaks.

Ketua IKBPS, Pieter Frans Rumaseb menuturkan, sejauh ini tidak ada tindakan diskriminasi atau pengusiran dari aparat dan Pemkot Surabaya.

Kondisi masyarakat dan mahasiswa Papua di Surabaya, ia menegaskan baik-baik saja.

Termasuk mahasiswa yang tinggal di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya. Ia berharap, warga Papua tidak terpancing berita hoaks dan tetap tenang.

“Saya dengan beberapa senior Papua yang berada di Surabaya, kami menyampaikan, informasi yang berkembang di media, terkait ada pengusiran dan lain sebagainya itu hoaks. Kami di Surabaya baik, mahasiswa hidup kondusif dan tidak ada apa-apa, artinya informasi itu tidak benar,” ujar dia.

“Perlu diketahui bahwa jumlah kami Papua yang ada di Surabaya baik mahasiswa maupun masyarakat, ada sekitar 1.000. Itu untuk mahasiswa 27 korwil yang tersebar timur sampai barat. Kami semua baik-baik saja,” ujar dia.

Ia menuturkan, puluhan mahasiswa yang sempat dibawa ke kantor polisi hanya untuk dimintai keterangan. Ini terkait temuan dugaan pembuangan bendera merah putih. Kemudian, para mahasiswa itu dipulangkan dengan baik.

Ia memastikan, tidak ada kekerasan yang terjadi. Untuk kasus dugaan perusakan dan pembuangan bendera itu, Pieter menyerahkan sepenuhnya kepada pihak polisi.

“Terkait dengan bendera itu kita serahkan kepolisian untuk melakukan proses, khususnya untuk mencari siapa pelakunya. Kami berharap semua yang ada di Papua, tidak usah khawatir yang berlebihan. Kami di sini tidak ada masalah. Kita sama-sama anak kandung ibu pertiwi. Surabaya juga bagian dari republic ini. Kita bersaudara,” ujar dia.

Hal itu termasuk juga soal ada kalimat-kalimat rasisme. Pieter menyerahkan, hal itu ke pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya. Intinya, berita yang menyebar luas di media sosial terkait pengusiran, kekerasan hingga menyebabkan korban jiwa, dipastikan hoaks. 

“Kalau kata-kata itu, kami serahkan semua kepada kepolisian yang akan memproses itu. Kami berharap keluarga saudara yang ada di Papua, jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial,” tegas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Memburu Dalang Kerusuhan Papua

Liputan6.com, Jakarta – Suasana mencekam menyelimuti jalan-jalan utama di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Massa berkumpul di Jalan Trikora Wosi, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Merdeka Manokwari.

Mereka memblokade jalan dengan ranting dan membakar ban. Akibatnya, arus transportasi di daerah ini pun lumpuh.

Tak sampai di situ. Aksi massa kian beringas. Mereka membakar gedung DPRD Papua Barat. Api bercampur asap membumbung tinggi di gedung DPRD Papua Barat. Papua makin membara.

Tak hanya itu, massa juga menjarah kios-kios yang ada di sejumlah jalan di Manokwari.

“Sebenarnya ini aksi demo lanjutan tadi malam. Cuma tadi malam masih aman. Nah yang pagi ini langsung pecah,” ujarnya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (19/8/2019).

Kerusuhan di Kota Manokwari, Papua Barat, memantik aksi berantai di kawasan Kota Sorong. Massa memblokade jalan dengan membakar ban sebagai bentuk protes insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16 Agustus 2019.

Massa aksi mencoba merusak sejumlah fasilitas umum di sepanjang ruas jalan Kota Sorong. Mereka merangsek masuk ke kawasan Bandara Domine Eduard Osok Sorong dan melempar sejumlah fasilitas yang ada meski sempat dihadang aparat kepolisian setempat dengan tembakan peringatan.

Rentetan aksi di Papua ini ditengarai terpicu oleh pengepungan asrama dan kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. Mereka juga terprovokasi dengan konten rasisme dan diskriminatif terhadap warga Papua yang beredar di sosial media.

“Diduga mereka terprovokasi dengan konten yang disebar di sosmed. Konten ini membakar mereka yang dianggap aksi mereka diskriminasi,” kata Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Oleh karena itu, Polri memburu pemilik akun yang menyebar konten provokatif tersebut. Tim tengah mengecek pemilik akun tersebut.

“Tim Siber Bareskrim langsung melakukan profiling,” lanjut Dedi.

2 dari 4 halaman

Pace Mace Mohon Maafkan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat di Papua dan Papua Barat memberi maaf terkait konflik mahasiswa di Jawa Timur.

“Saudara saudaraku, pace mace, mama mama di Papua, di Papua Barat saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah saling memaafkan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Jokowi mengatakan, emosi itu boleh, tapi memaafkan itu lebih baik. Dia juga masyarakat bersabar, karena itu juga lebih baik.

“Dan yakinlah bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace mace, mama mama yang ada di Papua dan Papua Barat,” kata Papua.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengusut tuntas kasus kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat di Papua.

“Saya telah instruksikan untuk mengusut secara tuntas, pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan insiden itu untuk kepentingan-kepentingan negatif,” kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Wiranto berpendapat, kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua sudah mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

“yang terjadi di Papua dan Papua Barat, nyata-nyata kita anggap mengganggu persatuan terhadap bangsa,” ucap Wiranto.

Ia mengimbau seluruh masyarakat tidak terprovokasi hoaks dan isu-isu negatif terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

“Saya mengimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh berita-berita negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan, kedamaian, dan kebersamaan kita sebagai bangsa yang bermartabat,” ujar Wiranto.

“Berita hoaks bohong dan berita yang intervensi masalah ini untuk kepentingan lain, saya imbau untuk tak terpancing dan percaya dengan itu,” sambungnya.

Mantan Panglima ABRI itu menegaskan, pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya terkait pemeliharaan stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dan kepada aparat keamanan baik TNI dan Polri untuk senantiasa melaksanakan tindakan persuasif dan terukur terhadap masyarakat,” kata Wiranto.

3 dari 4 halaman

Permohonan Maaf dari Jawa Timur

Atas kejadian di Bumi Cendrawasih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa menelepon Gubernur Papua untuk meminta maaf terkait kejadian di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Dia menegaskan, pernyataan yang tersebar bukan merupakan suara dari masyarakat Jawa Timur.

“Kami telepon Gubernur Papua, mohon maaf. Sama sekali itu bukan suara Jatim. Harus bedakan letupan bersifat personal dengan apa yang menjadi komitmen Jatim,” kata Khofifah

Khofifah mengatakan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sering berkomunikasi dengan mahasiswa Papua. Bahkan, mahasiswa Papua sering diundang dalam setiap acara penting di Jawa Timur.

“Komunikasi kami sangat intensif. Masing-masing harus bangun satu komitmen untuk menjaga NKRI, Pancasila, dan Merah Putih,” kata Khofifah. Gubernur Jatim pun mengajak semuanya untuk bersama-sama saling menghormati dan menghargai.

Permohonan maaf juga disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji. Ia menegaskan pemerintah kota tidak akan pernah ada kebijakan memulangkan para mahasiswa asal Papua.

Pernyataan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko yang menyebut rencana pemulangan mahasiswa asal Papua disebut-sebut turut memicu kerusuhan itu.

“Kami meminta maaf. Jujur saya tidak tahu pernyataan wakil wali kota, apakah mewakili masyarakat atau apa. Tapi saya tegaskan pemkot tidak ada kebijakan itu,” urai Sutiaji di Balai Kota Malang, Senin (19/8/2019).

Pemerintah Kota Malang bagian tak terpisahkan dari Indonesia dan menghargai kebinekaan. Pemerintah kota juga bersikap terbuka terhadap semua masyarakat. Bervisi sebagai kota bermartabat, artinya selalu berfikir positif terhadap semuanya.

“Sekali lagi saya tegaskan sama sekali tidak ada kebijakan memulangkan mahasiswa, tidak ada,” tegas Sutiaji.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Ingin Operasi Bokong, Mantan Model Minta Dana Rp100 Juta ke Donald Trump

Liputan6.com, Jakarta – Mantan model asal Inggris, Carla Bellucci menggalang dana untuk mengumpulkan 6 ribu Pound sterling atau sekitar Rp103 juta untuk operasi bokong. Hal ini dilakukan usai permohonan bantuan dana yang ia ajukan ke National Health Service (NHS), Britania Raya ditolak.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (19/8/2019), ibu tiga anak ini berupaya lewat penggalangan dana online, JustGiving minggu lalu. Carla ingin menarik sumbangan untuk butt lift (pengangkatan bokong) dan implan di sebuah klinik.

Usaha sang mantan model tak berhenti sampai di sana. Ia juga membuat permohonan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump lewat sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadi.

Dalam video, Carla mengenakan atasan merah dengan potongan dada rendah dan topi baseball yang bertuliskan “Make America Great Again”. Rambut panjangnya terlihat dikuncir tinggi.

Hai teman-teman, Carla Bellucci di sini, ini pesan untuk Trump. Saya hanya ingin mengatakan, ketika ingin mensosialisasikan obat-obatan yang tersedia seperti yang kami lakukan di Inggris di NHS, semuanya untuk didapatkan,” katanya dalam video yang diunggah pada 15 Agustus 2019.

Perempuan asal Borehamwood, Hertfordshire ini juga menyampaikan hal lain yang tak kalah mengejutkan. Ia terang-terangan meminta bantuan Donald Trump terkait operasi bokong yang diinginkan.

Jadi ini adalah pesan untuk Anda Donald Trump, saya ingin Anda membantu saya di crowdfounding untuk implan bokong saya. Saya hanya ingin mengatakan, Tuhan memberkati Amerika,” lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Dapat Beragam Kecaman

Sejak diunggah pada 15 Agustus 2019, video Carla Bellucci telah ditonton lebih dari 21 ribu kali. Kolom komentar pun dibanjiri oleh beragam tanggapan, termasuk kecaman dari banyak warganet.

Tidak ada yang memberi Anda uang dan peduli dengan operasi Anda. Orang lebih suka menyumbang untuk anak-anak yang membutuhkan. Cari pekerjaan,” tulis seorang warganet. “Anda begitu putus asa,” lanjut warganet lain.

Beberapa waktu lalu, Carla menyebut ia benar-benar membutuhkan ‘bokong baru’ untuk ‘kesehatan mentalnya’. Ia tidak dapat membayar sendiri operasi itu karena tidak bekerja.

Ia mengandalkan ‘publik Inggris’ untuk mendanai prosedur berbahaya yang memiliki tingkat kematian satu dari 3 ribu. Tetapi, Carla tidak terganggu oleh risiko tersebut dan bersedia melakukan apa pun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Semarak Kemerdekaan di Garut, Pembagian Selimut Hingga Freestyle Becak

Liputan6.com, Garut – Pesta Dirgahayu Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia telah usai. Banyak peristiwa dan hiburan rakyat Garut, Jawa Barat, yang ditampilkan selama gelaran 17 Agustusan itu.

Berikut Liputan6.com merangkum, rangkaian cerita kemeriahan rakyat, dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Indonesia di Garut.

Selimut Kehangatan Bagi Veteran

Dibanding perayaan tahun sebelumnya, upacara kemerdekaan HUT ke-74 RI kali ini, terasa istimewa bagi sekitar 200 orang veteran asal Garut, Jawa Barat.

Mereka mendapat hadiah menggembirkan berupa selimut tebal plus uang kadeudeuh (kasih sayang) dari pemda Garut.

A.Suryanto, (87) salah seorang veteran asal Cisurupan mengaku bangga, dengan adanya doorprize dadakan menarik itu.

 “Alhamdulillah aya kanyaah ti pamarentah (Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah),” ujar dia dalam obrolan hangatnya dengan Liputan6.com, di gedung rakyat milik pemda Garut tersebut.

Menurutnya, pemberian selimut baru pertama kali diberikan pemerintah Garut. “Biasanya selepas upacara paling makan-makan kemudian bubar,” ujar dia.

Namun khusus tahun ini, di periode kedua pemerintahan Rudy Gunawan – Helmi Budiman, para veteran lebih diperhatikan.

“Ada juga uang kadeudeuh (kasih sayang) juga,” ujar dia, menunjukan satu apmplop kecil yang berada di dalam tas selimbut.

Nampak arona keceriaaan sambil diselingi canda tawa, terlihat di wajah Suryanto dan rekannya, sambil memperhatian rekan lainnya.

“Saya berangkat 10 orang dari Cisurupan jadi giliran,” kata dia.

Hal senada disampaikan Muhtar, (87), salah satu veteran perjuangan lainnya, yang berasal dari kecamatan Kadungora. Menurutnya, pemberian selimut cukup bermanfaat, terlebih dengan cuaca dingin saat ini.

“Lumayan kadeudeuh (kasih sayang) dari pemerintah, hatur nuhun (terima kasih),” ujarnya.

Meskipun tidak sebanding dengan perjuangan veteran di medan perang, namun adanya pemberian itu, menunjukan perhatian pemerintah.

Teu nanaon sakieu oge dan karasa (tidak masalah hanya ini juga sebab terasa),” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, total ada sekitar 200 selimut yang diberikan bagi para pejuang sepuh tersebut.

“Apalagi di saat kondisi cuaca Garut yang sangat dingin di waktu -waktu tertentu,” kata dia. Sebagai pejuang kemerdekaan, sudah selayaknya jerih payah mereka mendapatkan perhatian pemerintah.

“Meskipun masih jauh dari harapan, namun minimal bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka di hari kemerdekaan ini,” kata dia.

2 dari 4 halaman

2 Bendera Raksasa

Dua bendera merah putih raksasa di dua tempat berbeda menjadi pemandangan istimewa dalam perayaan Kemerdekan ke-74 Republik Indonesia di Garut, Jawa Barat tahun ini.

Bendera pertama sepanjang 100 meter dengan lebar sekitar empat meter, menjadi pemandangan pertama dalam perayaan di Lapangan Otista, Alun-alun Garut. Sementara bendera raksasa kedua, berkibar di SMKN 1 Garut.

“Ini bendera pertama yang sengaja dibentangkan khusus untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia yang ke-74 ini,” ujar pembawa acara selepas Upacara Kenegaraan HUT ke-74 yang dipimpin Bupati Garut, Sabtu (17/8/2019).

Sontak panjang bendera yang mencapai 100 meter itu memacetkan dan menghentikan acara devile atau iring-iringan, kontingen peserta upacara kemerdekaan di Garut tersebut.

Sementara itu, bendera raksasa kedua berada di halaman SMKN 1 Garut. Bendera sepanjang 30 x 8 meter nampak gagah berkibar di atas sekitar 1.500 siswa yang hadir.

Kepala SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin mengatakan, pengibaran bendera raksasa sebagai simbol penghargaan warga negara untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. “Setiap tanggal 17 Agustus dari Sabang sampai Merauke, harus diperingati sebagai nilai sejarah bangsa,” ujarnya.

Ia mencontohkan perjuangan yang pernah dikorbankan beberapa pahlawan kemerdekaan seperti Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Hasanudin, hingga pahlawan dari Pulau Jawa untuk memerdekakan Indonesia.

“Semoga kita menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang hebat, menjadi siswa siswi yang betul mengenang para pejuang kita terdahulu, Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-74,” ujarnya bangga. 

Padilah Efendi salah satu pengibar bendera raksasa, mengaku bangga menjadi bangian penting pengibaran itu. Meskipun terbilang mepet hanya satu hari latihan, namun siswa kelas Xl Akuntansi 1 ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Alhamdulillah seluruhnya lancar,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Gebyar Panjat Pinang

Jika biasanya pesta lomba panjat pinang selalu dipusatkan di lapangan Ciateul, Tarogong Kidul. Namun tahun ini sekitar 74 pohon pinang, yang melambangkan HUT Kemerdekaan ke-74 RI, sengaja disebar di empat kecamatan Garut, yakni Pameungpeuk, Wanaraja, Cibatu dan Kadungora.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, sebagai bentuk rasa sukur atas nikmat kemerdekaan, lembaganya akhirnya berihtiar menggelar hajatan panjat pinang bagi masyarakat.

“Banyak hadiah menarik yang kami sediakan mulai uang hingga sepeda motor,” ujarnya.

Total ada sekitar 220 tim dan 1.200 peserta yang diundang untuk memeriahkan hiburan tradisional 74 buah pohon pinang. “Kita undang beberapa desa dan kecamatan se kabupaten Garut,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian puluhan pohon pinang ke di empat wilayah kecamatan, merupakan bentuk ihitiar pemerintah, untuk memberi kan hiburan sebagai perwakilan tiap wilayah. “Antusias warga sangat baik,” ujarnya.

Selain panjat pinang, kegiatan lain yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-74 RI tersebut antara lain pawai obor, pawai seni dan budaya.

“Dan tentunya berbagai perlombaan yang bisa dinikmati warga masyarakat kabupaten Garut,” ujar dia. Dengan adanya lomba itu, lembaganya berharap, mampu memupuk jiwa persatuan dan kesatuan antar warga dalam upaya mengisi kemerdekaan. “Ke depan kita akan menggelar pesta rakyat lebih meriah lagi,” ujar dia.

4 dari 4 halaman

Freestyle Becak

Jika di beberapa kecamatan berpeluh keringat naik pohon pinang. Lain halnya di bilangan jalan Ahmad Yani, pengkolan Garut. Ratusan tukang becak jalanan, justru berpeluh kesah dalam adu kontes freestyle becak Kemerdekaan Indonesia .

Kayuhan pedal becak yang dipadu dengan keahlian mengendalikan becak, mampu menghasilkan hiburan tersendiri bagi warga yang menyaksikan.

“Awas labuh (awas terjatuh),” ujar Indra, salah seorang penonton yang hadir.

Sementara itu, liukan becak layaknya slalom jalanan dengan membentuk angka nol, mampu menyihir seluruh mata yang menyaksikan dalam kesempatan itu.

“Seru juga, ternyata tukang becak memiliki keahlian lebih jika dilatih,” ujar dia sambil sesekali menyemangati tukang becak lainnya yang tengah menunggu giliran mentas.

Untuk menghilangkan ketegangan, sesekali nampak canda gurau dan keisengan sesama penarik becak, tak jarang hal itu mampu mengganggu konsentrasi rekannya yang telah dipanggil untuk menunjukan aksi nyentriknya.

Kagok euy (Nanggung),” ujar salah seorang penarik becak, setelah aksinya gagal, akibat kurang konsentrasi.

Sedangkan sebagian tukang becak lainnya, terlihat berlatih serius untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam ajang itu. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna yang menjadi inisiator dalam kegiatan itu mengku bangga tingginya animo masyarakat. 

“Intinya kami ingin berbagi keceriaan dalam rangka HUT RI ke 74 ini,” ujar dia, Sabtu (17/8/2019) lalu.

Menurutnya, sebagai moda transportasi tradisional masyarakat, keberadaan becak menjadi salah satu hal penting dalam memberikan pelayanan bagi rakyat Garut.

“Makanya kami hadirkan hiburan freestyle becak ini untuk hiburan masyarakat,” ujarnya bangga.

Total ada sekitar 250 penarik becak dari berbagai pangkalan di wilayah perkotaan Garut, termasuk 50 pesepeda freestyle yang sengaja diundang dalam kegiatan tersebut.

Berawal dari Hobi, Ibu Rumah Tangga Ini Sukses Jual Kerajinan Tangan

Liputan6.com, Jakarta – Seorang ibu rumah tangga, Neni Dwi Kurniawati sukses hasilkan aneka macam kerajinan yang sekaligus dipasarkan melalui rumah handycraft. Hal itu berawal dari hobi dan ketelatenannya membuat pernik kerajinan tangan.

Hasil kerajinan tangan Neni Dwi Kurniawati ini terpajak di rak dan dindining di rumah bergaya minimalis di Perum Puri Indah, Sidoarjo, Jawa Timur. Di rumah tersebut sekaligus tempat membuat dan memasarkan hasil kerajinan tangan.

Di antara hiasan dinding berbahan dasar talenan dan sendok nasi, talenan ini dilukis dengan seni de-coupage yang populer di Prancis. Paduan gambar cat warna dan lapisan cat pernis membuat talenan yang awalnya polos menjadi indah dan memiliki nilai seni.

Selain talenan lukis, Neni dibantu suaminya, Yusuf Hilm untuk menghias dompet anyaman dengan pernik dan aksesoris. Neni memilih bekerja sendiri karena kerajinan tangan adalah karya seni sehingga kualitas dan hasilnya tentu berbeda antar masing-masing individu. Sedangkan pemasaran produk banyak dibantu sang suami.

“UKM difasilitasi untuk pameran, juga buka di beberapa mal, dan sekarang lebih ke online,” ujar Yusuf, seperti dikutip dari program Fokus, Senin (19/8/2019). 

Meski sederhana, kerajinan tangan yang dibuat Neni sudah memiliki pangsa pasar tersendiri. Apalagi harga kerajinan tangan cukup terjangkau. Talenan Dekupaj ini dijual antara Rp 60 ribu-Rp 100 ribu. Sedangkan dompet anyaman dibanderol Rp 100 ribu-Rp 300 ribu tergantung dari tingkat kerumitannya.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

HEADLINE: Belum Teruji Klinis Obati Kanker, Bagaimana Lindungi Bajakah dari Eksploitasi?

Liputan6.com, Jakarta – Bak idola baru, bajakah kini jadi buah bibir dan ramai dicari warga setelah viral diberitakan berpotensi jadi obat kanker.

Berdasarkan temuan tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya dalam ajang lomba ilmiah internasional World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019 di Korea Selatan, bajakah digadang-gadang dapat mengobati kanker. Studi awal mengenai potensi bajakah dalam mengobati kanker payudara itu diganjar hadiah utama, medali emas.

Tak hanya berhenti pada apresiasi dan ungkapan rasa bangga terhadap keberhasilan tiga pelajar asal Kalimantan itu saja, banyak warga yang kemudian mencari tahu lebih lanjut mengenai bajakah. Mereka ingin pula merasakan langsung khasiatnya.

Tak lama berselang, akar itu pun ramai diperjualbelikan di toko-toko herbal di Palangkaraya maupun secara daring. Peredarannya meningkat tajam. Harganya melonjak, per kilo atau per batangnya dibanderol ratusan ribu rupiah.

Bajakah yang kabarnya didapat dari pedalaman hutan Kalimantan mulai diburu. Perdagangannya yang diduga semakin tinggi dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi lingkungan. 

Resep Obat Keluarga

Adalah Yazid Rafi Akbar, salah seorang dari tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang ikut serta dalam ajang WICO 2019, yang mencuatkan gagasan studi terhadap bajakah.

Bagi keluarga Yazid, bajakah merupakan bahan ramuan herbal yang tak asing. Mereka telah merasakan khasiatnya sejak 40 tahun lalu. Menurut ayah Yazid, Daldin, anggota keluarga mereka ada yang terbebas dari kanker setelah meminum ramuan itu.

“40 tahun lalu, salah satu keluarga besar kami ada yang divonis kanker. Dari situlah awal mula ditemukan ramuan ini,” kata Daldin pada Liputan6.com, Sabtu (17/8/2019).

Yazid kemudian meminta izin Daldin untuk meneliti kandungan herbal tersebut. Dia telah memendam penasaran sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saat itu Daldin belum memberi izin karena menganggap sang putra belum cukup dewasa. Daldin sadar, bajakah akan dicari orang setelah mereka tahu manfaatnya.

Prediksi Daldin terbukti, kini bajakah dikenal luas. Banyak orang ingin merasakan khasiatnya atau menangguk untung dari menjualnya. Demi mencegah eksploitasi terhadap bajakah, Daldin dan Yazid menutup rapat informasi mengenai penemuannya itu.

Menurut Yazid, temuannya akan manfaat bajakah, baru sebatas karya ilmiah berdasarkan pengalaman empiris, perlu penelitian lebih lanjut.

“Jadi, nenek saya kena kanker payudara, dicoba menggunakan obat bajakah akhirnya sembuh dan sehat sampai sekarang,” ucap dia.

Hasil uji laboratorium menunjukkan, bajakah memang mengandung antioksidan. Namun, Yazid berpesan agar berhati-hati menggunakan bajakah karena banyak jenisnya. Menurutnya, ada lebih dari 100 jenis bajakah di Indonesia. Tak semuanya berpotensi mengobati kanker.

“Kita tahu kayu bajakah banyak jenis. Berhati-hati pengunaan. Gak semua jenis kayu bajakah bisa buat (mengobati) kanker,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Bajakah, Obat Tradisional Dayak Sejak Dahulu Kala

Bajakah, dalam bahasa Dayak berarti akar-akaran. Hal itu diterangkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) RI Siswanto. “Bajakah dalam bahasa Dayak artinya akar-akaran. Jadi bajakah bukan nama spesies tanaman. Bajakah atau akar-akaran secara indigenous dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan secara tradisional,” ujarnya ketika dihubungi Health-Liputan6.com.

Informasi mengenai bajakah juga didapat dari warga setempat. Markus, warga Tamiang Layang (43) mengatakan, tanaman bajakah tumbuh di beberapa wilayah hutan gambut atau rawa, yang banyak dijumpai di Kabupaten Barito Timur, Kalteng. Menurutnya akar tersebut terdiri dari beragam jenis.

“Ada beraneka jenis bajakah atau wakai, di antaranya simawuket, kararaya, katatau tampirik, tuba dan kalawit. Semuanya ada di wilayah hutan di Barito Timur. Yang saat ini viral jenis kalawit,” kata Markus dikutip Antara.

Ada dua jenis akar bajakah, akar yang menancap ke dalam tanah seperti pasak bumi, sintuk madu, saluang belum laki dan perempuan, dan penawar seribu, serta ada pula akar yang menjalar di permukaan tanah, merambat atau naik ke atas pepohonan, seperti kalawit.

Akar kalawit memiliki sifat menjalar dan merambat ke atas pepohonan seperti layaknya tali tambang bergelantungan. Aneka akar-akaran sudah menjadi obat khas suku Dayak dari zaman nenek moyang.

“Air akar tersebut sudah menjadi konsumsi kami ketika berburu di pegunungan di hutan. Karena susah menemukan air maka kami minum air akar tersebut dengan memotongnya,” katanya.

Markus mengingatkan, harus berhati-hati saat mengambil bajakah atau wakai. Tidak boleh langsung ditebang dan diminum karena jika ternyata itu adalah wakai tuba maka mengonsumsi airnya akan membuat sakit bahkan meninggal dunia.

Wakai tuba lebih digunakan untuk menangkap ikan, karena menimbulkan efek pening pada ikan, hingga kemudian hilang kesadaran, lalu muncul ke permukaan.

3 dari 4 halaman

Proses Panjang untuk Resmi Menjadi Obat Kanker

Perlu proses dan penelitian panjang untuk bajakah bisa menyandang sebutan obat kanker. Kepala Balitbang Kemenkes Siswanto mengatakan bahwa penelitian bajakah sebagai obat kanker yang dilakukan para pelajar SMAN 2 Palangkaraya masih sangat awal.

“Langkah pengembangan berikutnya masih panjang dan harus urut,” kata Siswanto.

Menurutnya, langkah pertama untuk mengetahui apakah bajakah mampu menghambat sel kanker, yakni dengan mencari bahan kimia aktif yang berperan dalam proses tersebut. Kemudian, zat aktif tersebut haruslah diisolasi kemudian dilakukan uji in-vitro terhadap sel kanker.

Tahap berikutnya adalah menguji bahan aktif penghambat kanker itu dalam percobaan pada hewan yang diberi sel kanker. Jika berhasil, barulah peneliti boleh melakukan uji klinis pada manusia.

“Untuk uji pada manusia, harus gandeng industri farmasi, supaya bahan uji diproduksi secara CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Baru lakukan uji fase satu, uji farmakokinetik dan farmakodinamik,” Siswanto menambahkan.

Setelah uji klinis pada manusia pun penelitian belum selesai. Jika sudah terbukti terdistribusi menuju jaringan dan mampu menghambat kanker, uji klinis memasuki tahap kedua. Gunanya adalah untuk pembuktian efikasi pada sampel pasien kanker dengan jumlah terbatas.

“Setelah uji fase dua terbukti, baru masuk uji fase tiga untuk melihat efektivitas pada jumlah pasien yang lebih banyak. Kalau fase tiga sudah lolos, barulah bisa diproduksi secara ekonomi untuk dimintakan izin edar BPOM,” Siswanto menjelaskan.

Lebih lanjut, Siswanto mengakui bahwa bajakah memang dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan tradisional.

Direktur Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Ina Rosalina turut urun komentar. Ina berpendapat studi awal mengenai potensi bajakah ini pun patut diapresiasi. Studi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi besar di bidang hayati.

“Salah satu bentuk kekayaan itu antara lain tanaman berkhasiat obat,” ujar Ina pada Health-Liputan6.com.

Ina mengatakan, banyak informasi mengenai khasiat obat yang bersumber dari masyarakat maupun pendidikan dan penelitian.

“Tugas kita sebagai anak bangsa adalah menggali potensi tersebut, tentunya melalui kaidah ilmiah yang berlaku,” kata Ina menegaskan.

4 dari 4 halaman

Berpotensi Dieksploitasi

Temuan akan khasiat bajakah yang berpotensi mengobati kanker menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa pihak, terutama pemerintah daerah serta organisasi lingkungan hidup. Dikhawatirkan informasi mengenai khasiat bajakah akan memicu eksploitasi terhadap tumbuhan tersebut serta hutan Kalimantan demi tujuan komersil.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan khawatir, tingginya perdagangan bajakah membuat eksploitasi akar tersebut bertambah besar. Hal itu tentu saja berdampak buruk terhadap lingkungan. Hal itu diungkap oleh Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.

“Sesuatu yang diambil secara besar-besaran tentu akan berdampak terhadap lingkungan, karena keberadaannya tidak lestari lagi,” katanya, dikutip Jawa Pos.

Dikhawatirkan eksploitasi akar juga akan merambah hingga pegunungan seperti Pegunungan Meratus. Sebab, di lokasi tersebut juga terdapat jenis tanaman liar seperti matoa, jualing, bilaran tapah, racun ayam dan mundar yang berpotensi sebagai bahan bahan baku farmakope herbal.

“Tanaman-tanaman itu memiliki senyawa antioksidan untuk pengobatan kanker, jantung, dan sebagainya,” ucap Kisworo.

Ia berharap, seluruh pihak terkait bisa mengantisipasi kondisi itu. Menurutnya harus ada aturan mengenai pengambilan akar obat sehingga tak sembarang orang bisa mengambilnya di hutan.

Selain itu Kisworo juga memberi masukan berupa budidaya agar tanaman herbal di hutan tetap lestari. Dia mencontohkan angrek hutan yang kini tak lagi diambil secara liar karena telah berhasil dibudidayakan.

Sementara ini, untuk menjaga kelestarian dan ekosistem bajakah, pemerintah provinsi setempat melarang pengiriman tumbuhan tersebut ke luar daerah. Langkah ini diambil agar bajakah juga tak dieksploitasi serampangan.

“Jangan sampai akar bajakah ini dieksploitasi begitu besar sehingga berdampak pada habitat,” kata Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri. (ein)