Pelabuhan Merak Lengang, Puncak Arus Mudik Diprediksi Besok Malam

Cilegon – Kondisi di Pelabuhan Merak, Banten terpantau masih lengang di tiap dermaga. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Sabtu (1/6) malam.

Arus kendaraan terus mengalir meski kondisinya lengang, kendaraan yang baru datang langsung memasuki kantong parkir dermaga untuk menunggu giliran masuk ke dalam kapal feri.

Antrean kendaraan tidak begitu signifikan memenuhi kantong parkir, lama tunggu antrean hanya sekitar 1 jam menunggu kapal bongkar muat.

Kondisi di kantong parkir dermaga masih ramai lancarKondisi di kantong parkir dermaga masih ramai lancar (Foto: M Iqbal/detikcom)

Sementara, arus pemudik pejalan kaki cenderung ramai sejak Jumat (31/5) pagi tadi. Seperti diketahui hari ini merupakan hari terakhir kerja bagi karyawan swasta. Sementara, PNS masih harus mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila esok pagi.

Data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan sudah mulai ada peningkatan jumlah penumpang sejak Kamis (30/5) kemarin. Per hari ini, tercatat jumlah penumpang pejalan yang menyeberang ke Pulau Sumatera mencapai 52.128 orang.

Sedangkan jumlah kendaraan roda empat dan lebih mencapai 9.229 unit yang terangkut menggunakan 34 kapal. Untuk kendaraan roda dua, sebanyak 2.751 unit yang menyeberang ke Bakauheni via Merak.

Diprediksi puncak arus mudik terjadi besokDiprediksi puncak arus mudik terjadi besok (Foto: M Iqbal/detikcom)

Jumlah pemudik itu tercatat oleh pengelola pelabuhan pada Jumat (31/5) pukul 08.00-20.00 WIB. Jumlah pemudik diprediksi akan meningkat seiring akan terjadinya puncak arus mudik.

Pantauan detikcom di exit gerbang tol Merak pukul 21.40 WIB di kawasan Gerem Atas, kendaraan dari arah Jakarta terpantau lancar dan melaju dengan kecepatan sedang menuju pelabuhan.

Selain itu, di jalur arteri Cikuasa bawah khusus jalur pemudik roda dua, kendaraan juga masih terpantau lancar. Belum ada lonjakan pemudik menuju kawasan Pelabuhan Merak.
(bri/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Klasemen Shopee Liga 1 2019: Persija Jakarta di Zona Merah

Liputan6.com, Jakarta – Juara 2018 Persija Jakarta gagal memperbaiki posisi di klasemen Liga 1 2019. Macan Kemayoran menetap di papan bawah setelah dikalahkan Bali United 0-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (30/5/2019).

Gol Paulo Sergio jadi biang petaka Persija pada pertandingan yang disiarkan Indosiar tersebut. Hasil 0-1 pun menempatkan anak asuh Ivan Kolev di zona degradasi klasemen Liga 1.

Persija baru memiliki satu angka dari tiga laga. Bertengger di posisi 16, mereka hanya lebih baik ketimbang Barito Putera dan Persela Lamongan.

Di sisi lain, Bali United menempel pimpinan klasemen Liga 1 Madura United berbekal kemenangan tadi. Sama-sama memiliki sembilan poin, anak asuh Stefano Cugurra ‘Teco’ kalah produktivitas gol 4-1 berbanding 9-1.

Pemudik Antarkabupaten Mulai Padati Terminal Daya Makassar

Liputan6.com, Makassar – Pemudik dari berbagai kabupaten di Sulawesi mulai memadati terminal regional Daya Makassar jelang Idul Fitri 1440 Hijriah.  

Kepadatan pemudik membuat petugas terminal tidak henti-hentinya mengingatkan mereka untuk memperhatikan keamanan barang bawaannya, sebab tidak sedikit dari mereka yang membawa barang dengan jumlah berlebihan.

“Banyak yang beli baju Lebaran, bahkan ada yang memang datang ke Makassar khusus untuk membeli pakaian dan dijual kembali,” kata karyawan bus Pipos, Didit, seperti dikutip Antara, Jumat (31/5/2019).

Seorang penumpang bus dengan tujuan Luwu Utara, Ira Bahari, mengaku biasanya para penumpang di terminal setempat akan lebih banyak saat H-3 Lebaran, sebab pada masa itu karyawan dari berbagai perusahaan telah mendapatkan jatah libur Lebaran.

“Saya pernah pulang minus tiga hari. Jadi saya tahu kondisi kapan terminal lagi padat-padatnya. Makanya saya lebih cepat mudik untuk menghindari kepadatan pemudik,” kata perempuan asal Bone-Bone, Luwu Utara itu.

Pada kesempatan yang sama, penumpang asal Morowali, Sulawesi Tengah, Nurul Muhaiminu, mengatakan mudik kali ini lebih dipersiapkan lantaran harga tiket pesawat yang terlalu melambung tinggi, sehingga warga memilih menggunakan transportasi darat atau bus.

Oleh karena khawatir akan melonjaknya harga tiket bus, Nurul telah memesan tiket tujuan Morowali jauh hari sebelumnya.

“Pilih naik bus karena kalau naik pesawat itu bisa bayar sampai Rp1 juta. Naik bus hanya Rp220 ribu. Itu saja harganya sudah tinggi,” kata dia.

Baginya, antusiasme umat Islam menyiapkan Idul Fitri memang tidak dapat dibendung. Mayoritas umat muslim bahkan rela merogoh kantongnya hanya untuk bisa berlebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman.

“Ini adalah momen sekali setahun. Sebagai anak rantau, saya tidak ingin melewatkannya,” kata dia.

Berdasarkan pantauan, sejumlah petugas keamanan mulai berjaga-jaga di sekitar Terminal Regional Daya. Mereka antara lain personel kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Penumpang bus di Terminal Kalideres mengeluhkan naiknya tiket yang mencapai 100 persen saat musim mudik Lebaran.