Masih Diburu, Ini Dia Identitas Penculik Anak di Kendari

Kendari

Identitas penculik anak di kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai terungkap. Kasrem 143/Ho, Letkol Inf Arif Susanto menyebutkan identitas pelaku merupakan pria yang berasal dari Ambon.

“Pelaku dari Ambon yang bernama Adrianus Pattian,” terangnya, Selasa (30/4/2019).

Dia juga membenarkan jika pelaku pernah bertugas pada 725 Woroagi. Namun kini sudah dipecat.

“Pelaku bergabung pada kesatuan pada tahun 2011, namun sudah resmi dipecat,” tegasnya.

Hingga kini personel gabungan TNI dan Polri masih mengejar pelaku yang lari ke hutan. Kepolisian daerah setempat memang meminta bantuan TNI untuk menangkap pelaku.

“Pihak kepolisian meminta bantuan kami karena diduga pelaku mantan anggota batalion,” ujar Dandim 1417 Kendari Letkol Fajar Lutfi Haris Wijaya.

“Diduga pelaku anggota batalion yang sudah dipecat dan desersi setahun yang lalu,” katanya.

Fajar juga mengungkapkan personelnya di lapangan telah bersiaga di sepanjang jalan di pinggiran hutan Nanga-Nanga untuk mempersempit ruang gerak pelaku

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fadli Ikut Pagari Baliho Prabowo-Sandi

Jakarta – Fadli Zon pasang badan terkait upaya penurunan baliho berisi klaim kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu turut bergabung dengan massa yang menolak baliho dicopot.

Upaya penurunan baliho Prabowo-Sandiaga itu dilakukan oleh Satpol PP dibantu pihak kepolisian sejak Senin (29/4/2019) siang. Namun upaya aparat itu ditolak dan dihalangi relawan hingga berujung adu mulut.

Upaya pencopotan terus dilakukan hingga malam hari. Tetapi relawan terus berdatangan dan baliho pun gagal dicopot.

Bahkan kelompok yang menamakan dirinya Relawan Satria Militan Prabowo-Sandi mendirikan posko persis di bawah baliho besar itu, di akses masuk Perumahan Limus Pratama, Jl Narogong Raya, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019) siang. Massa baik yang berseragam putih-krem maupun tidak seolah ‘memagari’ baliho.

Aksi para relawan itu pun mendapatkan dukungan penuh dari Fadli Zon. Waketum Gerindra itu mendatangi lokasi baliho Prabowo-Sandiaga yang hendak diturunkan Satpol PP.

Dengan memakai jaket loreng, Fadli menyampaikan orasi di depan para relawan. Dia menegaskan pemasangan baliho itu merupakan sesuatu yang konstitusional.

“Saya kira tidak ada masalah semua konstitusional, dan itu aspirasi masyarakat, saya kira memasang baliho. Dan di tempat lain ada hal yang sama kepada paslon lain tetapi tidak diturunkan, ya itu menunjukkan hukum itu diperlakukan dengan tidak adil,” kata Fadli.

Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ini juga menyampaikan ucapan terima kasihnya atas partisipasti politik warga Cileungsi. Apalagi, Prabowo-Sandiaga menang telak di kecamatan itu.

“Warga Cileungsi terima kasih yang mempertahankan hak kita, apalagi pak Prabowo dan Sandi menang dengan cukup telak di Cileungsi dan kabupaten Bogor, dan Jawa Barat. Dan Insya Allah di seluruh Indoenesia, mari kita kawal suara rakyat agar tidak dicurangi, kita ingin pemilihan jujur dan adil,” ujar dia.

Fadli juga mengungkap hasil rapat Pemkab Bogor yang melarang penurunan baliho. Selain itu, Fadli juga menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi politik warga Cileungsi.

“Tadi pagi juga ada rapat di Pemkab Bogor, itu menegaskan kembali tidak boleh baliho ini diturunkan oleh aparat, ini aspirasi masyarakat Cileungsi khususnya yang telah memenangkan Prabowo-Sandi dan jelas hak menyampaikan ucapan terima kasih begitu juga di Kabupaten Bogor, di Jawa Barat dan di seluruh Indonesia, saya kira ini jadi inspirasi bagi kita untuk mengucapkan ucapan yang sama pada seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilih untuk Prabowo Subianto dan pak Sandi di seluruh Indonesia,” tutur dia.

Fadli kemudian bicara soal keadilan dan penegakan hukum. Jangan sampai, menurut Fadli, justru membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

“Yang paling penting yang mau menegakkan hukum harus tau apa yang ditegakkan. Jangan sampai melawan kehendak masyarakat, apalagi masyarakat sekarang melek hukum. Mereka tahu mana yang boleh mana yang tidak, mana yang kondusif dan tidak kondusif, kan tidak ada masalah dengan hal ini, justru kedatangan mereka yang membuat masalah, dan ini justru meresahkan. Merekalah yang datang meresahkan, jadi saya kira jangan pernah melawan kehendak rakyat,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Andi M Dicky menyatakan upaya penertiban terhadap baliho tersebut merupakan domain Satpol PP. Polisi ada di lokasi hanya untuk melakukan back up.

“Itu domainnya satpol PP untuk menegakkan Perda Ketertiban Umum terkait reklame yang tidak berizin apalagi reklame yang masih berbau Pemilu yang hasilnya penghitungan resminya dari KPU. Polri dan TNI hanya melakukan back up pengamanan agar situasi kondusif,” tutur Dicky ketika dimintai konfirmasi terpisah.
(knv/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK Tetapkan Bupati Kepulauan Talaud Tersangka Suap

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) bersama dua orang lainnya sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019.

“Setelah melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan, yaitu maksimal 24 jam pertama yang dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019) malam.

KPK menetapkan tiga tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, yakni diduga sebagai pemerima Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud 2014-2019 Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) dan Benhur Lalenoh (BNL) seorang tim sukses dari Bupati dan juga pengusaha.

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yakni Bernard Hanafi Kalalo (BHK) seorang pengusaha.

Sebagai pihak yang diduga penerima Sri Wahyumi dan Benhur Lalenoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi Bernard Hanafi Kalalo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Basaria pun menjelaskan terkait konstruksi perkara kasus tersebut bahwa tim KPK mendapatkan informasi adanya permintaan fee 10 persen dari Bupati melalui Benhur sebagai orang kepercayaan Bupati kepada kontraktor untuk mendapatkan proyek pekerjaan di Kabupaten Talaud.

“BNL bertugas mencari kontraktor yang dapat mengerjakan proyek dan bersedia memberikan fee 10 persen,” ucap Basaria.

Kronologi OTT Bupati Talaud yang Diduga Terima Suap Tas Mewah

JakartaBupati Talud Sri Wahyumi Maria Manalip ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap berkaitan revitalisasi pasar di wilayahnya. Selain Sri Wahyumi, KPK juga menetapkan dua tersangka lain yakni tim sukses Sri Wahyumi, Benhur Lalenoh, dan seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo.

“KPK menetapkan tiga orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Dalam perkara ini, KPK menyita sejumlah barang mewah mulai dari tas, jam tangan, hingga perhiasan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Barang-barang itu diduga sebagai pemberian suap untuk Sri dari pengusaha.

“Barang bukti yang diamankan bernilai sekitar Rp 513.855.000,” ujar Basaria.

Berikut kronologi penangkapan Bupati Talaud Sri Wahyumi:

Minggu 28 April 2019

Bernard Hanafi Kalalo bersama anaknya diketahui membeli barang-barang mewah berupa 2 tas, 1 jam tangan dan seperangkat berlian dengan total senilai Rp 463.855.000 di pusat perbelanjaan di Jakarta.

Senin 29 April 2019

Jam baru dapat diambil sebab dibutuhkan pengukuran yang pas ukuran tangan Bupati Sri Wahyumi. Selain itu, komunikasi terjadi di antara sejumlah pihak bahwa barang akan diantar ke Bupati Sri Wahyumi yang direncanakan akan diberikan saat ulang tahun.

22.00 WIB

Sebelum barang-barang dibawa ke Talaud, tim KPK mengamankan Benhur Lalenoh, Bernard Hanafi Kalalo dan sopir Benhur di sebuah hotel di Jakarta. Tim juga mengamanakn sejumlah barang yang diduga merupakan fee proyek.

04.00 WIB

Tim mengamankan anak Bernard di salah satu apartemen di Jakarta.

Selasa 30 April 2019

8.55 Wita

Tim mengamankan Ariston Sasoeng sebagai ketua pokja dan mengamankan uang Rp 50 juta.

11.35 Wita

Tim mengamankan Bupati Sri Wahyumi di kantornya. Selanjutnya, Ariston dan Sri Wahyumi diterbangkan ke Jakarta.

18.30 WIB

Sri Wahyumi tiba di Jakarta dan langsung dibawa ke kantor KPK.

Setelah melalui pemeriksaan, KPK resmi menetapkan Sri Wahyumi dan Benhur Lalenoh, dan Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka. Sri dan Benhur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Bernard dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(knv/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Nyaman Beraktivitas dengan Lensa Kontak Bulanan Acuvue Vita

Liputan6.com, Jakarta – PT. Johnson and Johnson Indonesia melalui unit bisnisnya, Vision, resmi memperkenalkan Acuvue Vita. Mengedepankan tingkat kenyamanan, lensa kontak silikon hidrogel bulanan ini dilengkapi teknologi HydraMax yang memaksimalkan dan mempertahankan kelembapan.

Ditambah desain berupa Infinity Edge, yakni pinggir lensa mulus, meruncing halus, dan sangat tipis, pengguna bisa merasakan pengalaman memakai lensa kontak yang lembut.

Dibuat dari bahan-bahan premium, Acuvue Vita juga dilengkapi deretan fitur yang terdapat pada semua lensa kontak merek satu ini, termasuk teknologi penghalang sinar UV untuk melindungi mata dari 93,4 persen sinar UVA dan 99,8 persen sinar UVB.

“Acuvue Vita dirancang dengan teknologi canggih untuk mendukung transformasi kehidupan kaum muda, khususnya para mahasiswa, dalam mengekspresikan potensi diri mereka,” kata Mia Al Maidah selaku Brand Manager Acuvue di Kantorkuu Co Working Space, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Mia menambahkan, dengan eksplorasi yang tengah dilakukan, memakai kacamata dinilai tak lagi efektif. Karenanya, lensa kontak Acuvue Vista hadir sebagai pendukung kegiatan super padat dengan tingkat kelembapan maksimal.

Penampakan Tas Chanel hingga Jam Rolex, Bukti Suap Bupati Talaud

Selasa 30 April 2019, 22:02 WIB

Foto News

Pradita Utama – detikNews

Jakarta detikNews – KPK menggelar barang bukti operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Barbuk itu mulai dari tas, jam tangan, hingga perhiasan.

KPK menunjukkan barang bukti OTT Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Penampakan Tas Channel hingga Jam Rolex, Bukti Suap Bupati Talaud

Selasa 30 April 2019, 22:02 WIB

Foto News

Pradita Utama – detikNews

Jakarta detikNews – KPK menggelar barang bukti operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Barbuk itu mulai dari tas, jam tangan, hingga perhiasan.

KPK menunjukkan barang bukti OTT Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Persib Akan Latihan di Malam Hari Selama Ramadan

Liputan6.com, Bandung Persib Bandung berencana mengubah jadwal latihan dari pagi ke malam hari. Hal itu untuk mengantisipasi kompetisi Liga 1 yang akan diselenggarakan pada 15 Mei 2019 mendatang, bertepatan pula dengan bulan Ramadan.

Terkait bergesernya waktu latihan, bek sayap Persib Supardi Nasir tidak mempersoalkan. Menurut penyandang ban kapten Maung Bandung itu, berlatih di malam hari pada bulan Ramadan adalah cara yang ideal.

“Idealnya memang latihan malam, sebenarnya berbenturan dengan ibadah kita tapi kita harus profesional karena punya kontrak di sini. Kita bisa memaksimalkan ibadahnya di siang hari,” kata Supardi, Senin (29/4/2019).

Dia mengatakan idealnya latihan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Sehingga ada jeda dari berbuka puasa ke waktu latihan yang bisa dimanfaatkan untuk salat tarawih terlebih dulu.

“Mungkin sebelum latihan kita bisa tarawih dulu. Saya berharap berdoa bersama itu penting untuk tim ini dan anak-anak menyadari itu semua,” ujarnya.

Supardi mengaku belum mengetahui program latihan yang akan diberikan jajaran pelatih selama bulan puasa. Namun ia menyatakan diri siap dengan segala program yang akan diberikan jajaran pelatih.

“Idealnya memang latihan malam hari karena kalau latihan sore saat Ramadan itu sedikit menguras tenaga. Mungkin satu minggu awal perbedaannya belum terasa tapi kalau puasa kita sudah masuk atau lebih dari satu minggu sudah mulai terasa drastis penurunannya,” ujarnya.

Pembalap Muda Berbakat Rebut Juara di Yamaha Cup Race Boyolali

Liputan6.com, Jakarta Pembalap-pembalap muda berbakat terus bermunculan di Yamaha Cup Race (YCR). Seperti YCR seri 1 di Boyolali, Sabtu dan Minggu (28/4/2019) kemarin, dua pembalap muda meraih hasil maksimal.

Kelas-kelas rookie di Yamaha Cup Race 2019 dihuni pembalap muda potensial seperti di kelas YCR3 dan YCR7. Dua kelas ini diikuti 23 dan 18 starter. 

Dua pembalap muda, M Jordan dan Nicky Hayden yang berusia 12-13 tahun sukses meraih podium terbaik di kelas YCR3 dan YCR7.

Hal ini menjadi salah satu bukti konsistensi Yamaha dalam melakukan pembinaan terhadap rider-rider muda yang berbakat. Yamaha Indonesia juga mengapresiasi kehadiran para tim privateer yang memberikan hadiah untuk privateer terbaik di kelas YCR1 (Moped 4 Tak 150 cc Tune-up Seeded), YCR2 (Moped 4 Tak 150 cc Tune-up Novice) dan YCR3 (Moped 4 Tak 150 cc Tune-up Rookie).

Dalam hal ini, masing-masing diiberikan kepada Agus Setiawan (SS1 Karya Fajar Timur StreetWheel), Aditya Fauzi (Madu Kritsal GDT YMR RRS) serta M. Jordan (Aira YDJ14 The Srokes55 Racing Team).

“Penonton dan peserta begitu antusias dalam Yamaha Cup Race 2019 Boyolali yang menjadi seri pembuka dari perayaan 30 tahun penyelenggaraan Yamaha Cup Race. Mereka sangat menikmati balapan. Terlihat padat di berbagai area. Starter yang ambil-bagian juga tidak hanya dari tim pabrikan, juga privateer banyak yang bertarung,” kata M Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang hadir langsung di Yamaha Cup Race 2019 Boyolali yang diramaikan 264 starter.

Meski Berujung Alergi, Kejutan Kekasih di Hari Ultah Bikin Hati Berbunga-bunga

Liputan6.com, Jakarta – Dalam menjalin sebuah hubungan, banyak hal yang dilakukan pasangan untuk bisa membuat hubungan tetap harmonis. Tak perlu sesuatu yang mahal untuk melakukannya.

Seperti kisah seorang wanita yang bekerja di salah satu e-commerce ini. Ia bercerita tentang hal yang pernah dilakukan oleh pasangan di hari bahagianya dalam video yang diunggah oleh channel AsmaraKu pada (23/4/2019) lalu.

Bermula, saat si Pria memberi kejutan kue di hari ulang tahunnya. Ternyata, kue tersebut mengandung kacang, yang memicu timbulnya alergi sang Wanita. Akibatnya, wanita itu pun harus dilarikan ke rumah sakit.

Selama di rumah sakit, sang Pria terlihat sangat khawatir dan berkali-kali meminta maaf. Melihat niat tulus sang kekasih yang ingin membahagiakannya, wanita itu pun terkesan.

Semua yang dilakukan dengan niat yang baik, akan berakhir dengan sesuatu yang baik pula. Seperti pasangan ini. Ingin tahu informasi seputar kesehatan dan juga asmara lainnya? Kunjungi channel AsmaraKu di Vidio.com.

Tak perlu mahal, dengan hal sederhana ini bisa membuat dia terkesan. Apa itu?