Barcelona Segera Boyong Penyerang Sassuolo ke Camp Nou

Barcelona – Barcelona bakal membuat transfer mengejutkan pada Januari 2019. Blaugrana santer disebut akan memboyong penyerang Sassuolo, Kevin-Prince Boateng, ke Camp Nou.

Seperti dilansir The Guardian, Barca akan meminjam Boateng dari Sassuolo hingga akhir musim ini. Barcelona juga memiliki opsi untuk mempermanenkan status si pemain dengan banderol 8 juta euro (Rp 129 miliar) pada bursa transfer musim panas 2019.

Skuat Catalan memang membutuhkan pemain untuk menjadi pelapis Luis Suarez di lini depan. Saat ini, Suarez hanya satu-satunya penyerang yang dimiliki oleh Los Cules, setelah melepas Paco Alcacer ke Borussia Dortmund dan Munir El Haddadi ke Sevilla.

Rencananya, Kevin-Prince Boateng akan tiba di Barcelona pada Senin (21/1/2019) waktu setempat. Dia pun bakal menyelesaikan kesepakatan sebelum nantinya resmi menjadi pemain Barca.

Kehadiran Kevin-Prince Boateng diharapkan bakal menambah solid lini depan Barcelona. Apalagi, sang pemain juga bisa tampil sebagai false nine yang kerap menjadi andalan pelatih El Barca, Ernesto Valverde, ketika Luis Suarez absen.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

2 dari 2 halaman

Komentar Kevin-Prince Boateng

Mantan pemain AC Milan itu pun mengaku akan segera berseragam Barcelona. Bagi Boateng, bisa memperkuat Los Cules merupakan sebuah kesempatan besar dalam kariernya.

“Barca, saya datang! Saya sedih meninggalkan Sassuolo tetapi ini adalah peluang besar (dalam karier saya),” ujar Boateng.

“Jangan tanya saya tentang Real Madrid, itu hanya masa lalu (sebagai pendukung Madrid). Saya hanya ingin fokus pada Barcelona, ​​dan saya berharap bisa mencetak gol di Santiago Bernabeu pada laga El Clasico berikutnya,” lanjut pemain 31 tahun tersebut.

Kevin-Prince Boateng diprediksi tidak akan kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di Spanyol. Pasalnya, dia pernah berseragam Las Palmas pada musim 2016-2017. Bersama Las Palmas Boateng mencetak 10 gol dari 29 pertandingan di seluruh ajang.

Sumber: The Guardian/Bola.com

Liverpool Baru Akan Menghadapi Pertanyaan-Pertanyaan Mendesak dari City

JakartaLiverpool masih memimpin Premier League setelah 23 pekan, dengan Manchester City menguntit. Di sisa musim, Liverpool diyakini akan menghadapi tekanan terbesar.

Liverpool memimpin Premier League dengan 60 poin dari 23 pekan. ‘Si Merah’ unggul empat poin dari City yang menempel di posisi kedua.

Selisih empat poin yang dipunya Liverpool atas City adalah bukti bahwa mereka sejauh ini amat konsisten. Hanya sekali kalah dari 23 pekan, tim besutan Juergen Klopp ini meraup 19 kemenangan tiga kali berimbang.

Sebagai perbandingan, City sudah tiga kali kalah dan meraih 18 kemenangan. Namun eks bek tim nasional Inggris Gary Neville menilai persaingan ini akan memasuki tahap berbeda mulai saat ini.

Dia percaya akan ada tekanan yang lebih terasa untuk Liverpool, sementara City akan mencoba memanfaatkannya. Fakta bahwa City punya pengalaman juara musim lalu menjadikan mereka di atas angin dibanding sang rival.

Yang bisa dinantikan adalah, bagaimana Liverpool menjawabnya.

“Emosi yang menyelubungi misi juara Liverpool, seperti yang kita lihat beberapa tahun lalu, akan muncul lagi. Ini klub besar, belum memenangi gelar selama lebih dari 25 tahun dan itu berarti sangat besar, Juergen Klopp juga mendatangkan gairah tersendiri, momennya akan tiba di mana segala sesuatunya terbangun,” kata Neville dikutip Sky Sports.

“Saya mewawancarai Klopp beberapa pekan lalu dan dia meredam pembicaraan soal gelar. Tapi dia sudah pernah ada di situasi ini sebelumnya dengan Dortmund. Sementara banyak pemain Liverpool belum mengalami ini, banyak yang belum merasakan persaingan gelar dengan Liverpool.”

“City akan mau memainkan pengalaman dan ketenangan mereka, itu memang berguna. Tapi Anda harus ada di titik itu, sangat dekat dengan Liverpool. Dan City akan mau memastikan masuk April dan Mei, di enam atau tujuh laga terakhir, dengan Liverpool merasakan tekanan maksimal, yang artinya sejajar atau tepat di depan,” imbuhnya.
(raw/cas)


Sandiaga: Jika Terpilih, Menteri Kami Tak Akan Sia-siakan Petambak Garam

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menerima curahan hati para petambak garam saat berdialog dengan Petani Garam dan Perwakilan Desa Se-Sumenep Desa Karanganyar, Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sandiaga juga mengungkapkan komitmennya untuk petambak garam jika terpilih nanti.

Dalam keterangan tertulis Prabowo-Sandi Media Center, Selasa (22/1/2019), Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman berharap, Sandiaga Uno bersama Prabowo Subianto, dapat memperbaiki nasib para petambak atau petani garam yang disebut makin sengsara.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Sandi Uno di tambak garam ini. Baru pertama kali ini calon wakil presiden menyambangi kami. Petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami hanya minta, Pak, setop impor garam dari Australia dan India,” ucap Syaiful seperti dalam keterangan tertulis tim Prabowo-Sandi.


M Yanto, Ketua Forum Petambak Garam Madura (FPGM), dalam keterangan tertulis itu mengaku tiap tahun petambak garam selalu punya masalah. Menurut Yanto, biang masalahnya ada di pemerintah pusat.

“Kalau Pak Sandi jadi wapres, tolong cari menteri yang sanggup dan mampu. Jangan seperti sekarang. Bukan kami anti-impor. Jangan anak tirikan kami sebagai anak bangsa,” ucapnya.

Sandiaga Uno sempat menarik nafas panjang mendengar keluhan para petani garam tersebut. Padahal, 60 Persen konsumsi garam di Indonesia disebut dihadirkan dari Pulau Madura.

“Saya berkomitmen, ampon bektona (sudah waktunya). Saya pastikan jika terpilih nanti menteri-menterinya berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam. Dan akan membela rakyat. Karena kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat,” ucap Sandi.
(gbr/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>