Kemenkeu Respons PKS soal Tunggakan Pembayaran BPJS Kesehatan

Jakarta – Fraksi PKS DPR RI memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja pemerintahan sepanjang 2018, khususnya di bidang ekonomi. Salah satu yang ditekankan PKS pada catatannya adalah masalah jaminan kesehatan.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, jaminan negara atas kesehatan rakyat juga menjadi persoalan serius dan butuh penanganan segera serta sistemik. Misalnya, kata Jazuli, tunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan hingga kini masih menjadi persoalan pelik bagi pemerintah.

Atas hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti merespons catatan dan pendapat yang dikeluarkan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. Menurutnya, BPJS Kesehatan yang defisit dikarenakan iuran yang relatif rendah, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

“Pemerintah menyadari bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit. Di antaranya disebabkan oleh iuran peserta yang relatif rendah, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat agar tidak memberikan beban yang berlebihan bagi peserta,” tulis Nufransa pada kiriman di laman Facebook pribadinya dikutip Sabtu (5/1/2019).
Nufransa menjelaskan bahwa defisit yang terjadi tahun 2014 dapat ditutupi dengan sisa pengalihan sebagian aset dari PT Askes dan PT Jamsostek. Sedangkan defisit pada tahun-tahun setelahnya selalu dibantu oleh Pemerintah dengan dana APBN.

“Untuk mencapai program JKN yang mature/sempurna memang masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan. Tantangan tersebut sangat kompleks, bukan hanya terkait isu pembiayaan tetapi juga perbaikan dari sistem kesehatan itu sendiri, program JKN belum sempurna,” jelas Nufransa.

Terakhir, Nufransa membantah jika program ini disebut tidak berhasil. “Tetapi mengatakan program ini tidak berhasil, sangatlah tidak tepat,” katanya.

“Proses perbaikan yang berkelanjutan terus dilakukan oleh Pemerintah dan BPJS Kesehatan. Selama proses penyempurnaan ini berjalan, Pemerintah akan selalu menjamin keberlangsungan program JKN ini,” katanya.

(ara/ara)

Seperti Jet Pribadi, Gadis Ini Jadi Penumpang Satu-Satunya di Pesawat

Liputan6.com, Filipina – Betapa beruntungnya wanita bernama Louisa Erispe. Dia berhasil menaiki pesawat komersil Filipina seorang diri layiknya menaiki jet pribadi.

Awalnya dia hanya mengira melakukan perjalanan biasa ketika naik penerbangan Philippine Airlines (PAL) PR 2820 dari kota Davao ke Manila, sebelum Natal. Namun yang mengejutkannya, dia malah tak mendapati penumpang lain di pesawat yang dia tumpangi.

Meski jadi penumpang satu-satunya, dia menerima instruksi keselamatan dalam penerbangan untuk dirinya sendiri. Selain itu, dia mendapatkan makanan dan minuman sepanjang perjalanan.

Dalam unggahan di Facebook, dia mengatakan bahwa awalnya dia sangat gugup akan kondisi tersebut.

“Saya tidak tahu harus berpikir dan berkata apa. Tapi saya akan terbang sendirian malam ini di pesawat. Tidak ada penumpang lain, hanya saya. Saya gugup. Tolong jaga saya, Tuhan,” kata Erispe seperti melansir dari Nextshark, Sabtu (5/1/2019).

Harapan Keluarga Mempelai Wanita Usai Ijab Dhaup Ageng Pura Pakualaman

Liputan6.com, Yogyakarta – Keluarga mempelai putri senang acara ijab pernikahan agung atau Dhaup Ageng dilangsungkan pada Sabtu 5 Januari 2019, pukul 07.30 WIB di Masjid Agung Pakualaman, D.I. Yogyakarta berjalan lancar.

Ijab pernikahan yang diucapkan B.P.H. Kusumo Bimantoro dengan satu kali pengucapan disambut baik keluarga.

Hal ini menandakan B.P.H. Kusumo Bimantoro telah resmi memperistri dr. Maya Lakshita Noorya dengan mahar kitab suci Al-Quran dan seperangkat alat shalat.

“Alhamdulillah akad nikah berjalan lancar dan kedua mempelai sudah sah jadi suami istri. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah,” ucap Ibu Dewi, bude dari Dr. Shita, sekaligus istri dari saksi pernikahan Ir. Haji Aryono, Sabtu (5/1/2019).

Saat prosesi ijab Dhaup Ageng, mempelai wanita dr. Maya Lakshita Noorya tampil anggun dengan kebaya kutubaru berwarna putih dan kain batik Suryo Mularjo. Dan mempelai pria, putra pertama K.G.P.A.A. Paku Alam X mengenakan busana Surjan Ageng warna putih dengan corak bunga dan daun.

Setelah selesai akad nikah yang dipimpin penghulu KUA Pakualaman, mempelai pria kembali masuk ke Puro Pakualaman diikuti prajurit Lombok Abang dan prajurit Plangkir.

Prosesi Dhaup Ageng dilanjutkan dengan prosesi Panggih, dimana mempelai pria akan dipertemukan dengan sang mempelai wanita. Resepsi pernikahan dilangsungkan di Bangsal Sewotomo, Kagungan Dalem Pura Pakualaman pada pukul 11.00 WIB.

Rofik, warga Solo sengaja datang ke acara Dhaup Ageng Puro Pakualaman. Ia ingin melihat prosesi akad nikah dan perayaan Dhaup Ageng. “Datang di Jogja dari jam 6 pagi tadi. Melihat pengantin pria keluar dari istana,” katanya.

Ia pun baru mengetahui jika nanti tidak ada kirab seperti Dhaup Ageng kraton Yogyakarta. Namun ia pun antusias melihat prosesi pernikahan. “Infonya ga ada kirab. Tapi pengin liat prosesinya dimana ya. Katanya ada layarnya,” katanya.

Pantauan Liputan6.com, para penjaga terlihat di sekitar Puro Pakualaman. Pengamanan dari pihak kraton Puro Pakualaman, TNI Polri dan dari ormas masyarakat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Wisata ekstrem meluncur di kawasan air terjun kini makin di gandrungi para wisatawan di Yogyakarta.

Acungkan Satu Jari di Acara Ma’ruf Amin, Bima Arya: Saya Netral

Jakarta – Wali Kota Bogor yang juga politikus PAN Bima Arya Sugiarto mengatakan posisinya netral di Pilpres 2019. Bima Arya memilih fokus mengerjakan tugas-tugas jelang berakhirnya periode pertama kepemimpinannya.

Penegasan ini disampaikan Bima Arya terkait kehadirannya dalam kunjungan silaturahmi Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Al-Ghazaly di Bogor, Sabtu (5/1/2019). Bima Arya menyebut dirinya berkewajiban menyambut tamu yang datang ke wilayahnya.

“Waktu Bang Sandi ada acara di Bogor dengan teman-teman HIPMI saya juga diundang dan hadir. Kemudian tadi saya diundang teman-teman Al-Ghazaaly dan saya hadir silaturahmi,” ujar Bima Arya saat dihubungi.

“Ketika hadir di situ, ditanya wartawan apa makna kedatangan? Maknanya satu, saya meyakini ajaran Rasulullah harus kita jalankan yaitu memuliakan tamu. Jadi ketika ada tamu seperti Kiai Ma’ruf kita sambut, karena Bogor terbuka,” imbuhnya.

Di Pilpres 2019, Bima Arya memastikan netral. Dia memilih tetap fokus mengerjakan tugas-tugasnya

“Saya pamit untuk netral dan partai memahami. Sudah disampaikan ke ketum, ke sekjen, mereka paham saya harus fokus bekerja,” katanya.

Saat hadir dalam silaturahmi, Bima Arya dikalungi serban berlogo ‘KMA’ oleh Ma’ruf. Sementara Ma’ruf Amin menyatakan harapannya soal merangkul banyak pihak.

“Sebagai calon wakil presiden, saya tentu punya harapan besar untuk mengajak bersama-sama semua pihak, apalagi wali kota. Jadi kita ingin merangkul sebanyak mungkin pihak dalam rangka mengawal keutuhan NKRI dan di dalam rangka membangun negara ini supaya negara ini lebih maju, lebih sejahtera,” ujar Ma’ruf.
(fdn/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sempat Renggang, Jembatan Layang HBR Motik Kemayoran Diperbaiki

Liputan6.com, Jakarta – Petugas akhirnya memperbaiki ruas jalan layang atau fly over di Jalan HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (5/1/2018), satu per satu kendaraan yang melintasi jembatan layang HBR Motik berjalan secara perlahan. Hal ini untuk mengantisipasi semakin renggangnya jembatan layang yang rusak dengan rongga selebar sekitar 15 sentimeter.

Perbaikan terus dilakukan dengan cara menambah aspal oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama proses pengerjaan, jembatan layang tidak ditutup total. Petugas secara bergantian memperbaiki separuh lajur jembatan agar pengendara bisa tetap melintas.

Sementara itu, perbaikan jembatan layang di Cengkareng, Jakarta Barat, juga kebut dilakukan. Sudah lebih dari sembilan hari penyambungan jembatan yang renggang berlangsung.

Selama proses pengerjaan, arus lalu lintas kendaraan yang hendak melalui jembatan layang dari arah Kembangan menuju Cengkareng ditutup untuk sementara waktu. (Muhammad Gustirha Yunas)

Swafoto di Masjid Quba, Al Ghazali Didoakan Hijrah

Melihat momen tersebut, banyak yang ikut berbahagia karena Al Ghazali menyempatkan diri umrah dan wisata religi. Mereka juga mendoakan agar ibadah umrahnya kali ini berjalan lancar sampai setibanya kembali ke Tanah Air.

Nah gitu dong sekali2 ke tmpt religius jgn ke tmpt yg berbikini mulu,” tulis @widuriricha.

“Fii amanillah.. Semoga umrohnya mabrur. Lancar semua sehat..,” timpal @mutiaralala.

Tak Menarik Bagi Pemain Bintang, MU Bakal Depak Solskjaer

“Solskjaer memang sosok yang dicintai. Kehadirannya membuat semua orang merasa bahagia,” kata Parker seperti dilansir Manchester Evening News.

“Saat semua orang bahagia maka Anda bakal dapat kemampuan terbaik dari mereka. Itulah yang terjadi saat ini di MU,” ujar Parker menambahkan.

“Namun untuk jangka panjang saya pikir tidak. MU butuh orang yang bisa menarik pemain bintang,” katanya lagi.

Kala Jokowi Hadiri Pernikahan Putra Mahkota Puro Pakualaman di Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri resepsi pernikahan Putra Mahkota Puro Pakualaman BPH Kusumo Bimantoro yang resmi menikahi kekasihnya dokter Maya Lakshita Noorya. 

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (5/1/2019), acara resepsi digelar di Bangsal Sewotomo, Kagungan Dalem Parangkarsa, Yogyakarta. 

Proses akad nikah berlangsung lancar di Masjid Besar Pakualaman pagi tadi. Dengan mahar kitab suci Alquran dan seperangkat alat salat.

Kedatangan Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana langsung disambut Wakil Gubernur Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam X yang merupakan ayah dari mempelai pria.

Selain Presiden, sejumlah menteri dan kepala daerah juga turut menghadiri acara ini. (Muhammad Gustirha Yunas)

POST: Toko Buku Indie Tak Cuma Perkara Transaksi

Jakarta – Di pojokan lantai atas Pasar Santa, toko buku independen ini menyediakan jalan lain bagi anak-anak muda Jakarta. Menyediakan jalan alternatif bagi pecinta buku bukan sekadar perkara jualan dan dapat untung.

Toko buku indie di pojokan pasar modern yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu adalah POST. Nama itu tak asing di kalangan bibliofili Ibu Kota, terlebih bagi mereka yang sering menyambangi toko berukuran 4×2 meter itu.

Bagaimana bisa toko buku seukuran itu mendapatkan pamornya? Apa yang membuat toko buku yang tidak buka setiap hari ini berbeda?


Kami berjumpa dengan Teddy W Kusuma. Dia dan istrinya bernama Maesy Angelina mendirikan POST pada 2014 lalu.

Buku-buku yang dijual di sini tak akan mudah ditemui di toko buku mayor milik perusahaan besar yang punya cabang di banyak kota. Keruan saja, semua buku yang dijual sini merupakan hasil pemilihan dari pemilik dan kawan-kawannya, selera mereka tidak sama dengan toko buku arus utama. Dari proses kurasi semacam itu, toko buku indie ini mendapatkan kekhasannya.

POST: Toko Buku Indie Tak Cuma Perkara TransaksiFoto: POST Bookshop, toko buku indie di Pasar Santa (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

“Konsep kurasinya adalah buku-buku yang kami sukai, yang kami ingin buku itu dibaca banyak orang,” kata Teddy.

Kini ada lima orang awak yang menggawangi kurasi buku-buku yang dijual di toko. Penulis hingga pembaca juga turut memberi pertimbangan rekomendasi . Selain itu, beberapa penerbit indie yang mereka percayai kualitasnya bisa langsung menjual terbitannya di sini, tanpa kurasi lebih lanjut dari POST. Misalnya penerbit Banana atau Marjin Kiri.

“Tidak melulu atas alasan komersial, nah itu yang kami ingin ada di POST. Jadi konsep tokonya seperti itu, untuk menjadi satu tempat mendapatkan bacaan alternatif yang menarik, gitu,” ujar Teddy.

Buku yang dijual bukan semata-mata karena alasan buku itu baru. Kadang ada pula buku-buku ‘telat panas’ yang baru diapresiasi orang setelah berbulan-bulan sejak pertama kali terbit. Bila di toko buku besar, buku-buku yang tidak laku akan dimasukkan ke gudang setelah dua atau tiga bulan lamanya, buku-buku di toko indie ini bisa makan waktu lebih lama untuk nongkrong di etalase. Menurutnya, buku yang bagus tidak selalu harus baru.

POST: Toko Buku Indie Tak Cuma Perkara TransaksiFoto: POST Bookshop, toko buku indie di Pasar Santa (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

“Makanya ada buku yang sejak pertama POST buka sampai sekarang itu akan selalu ada, laku atau tidak laku. Misalkan buku ‘Rumah Kopi Singa Tertawa’ (karya Yusi Avianto Pareanom), itu buku pertama yang ada di POST. Bahkan itu adalah buku yang menjadi alasan mengapa kami bikin toko buku dari penerbit independen,” tuturnya.
Selain menjual produk penerbit indie, ada hal lain yang membuat beda. Hal itu adalah kedekatan personal. Toko buku yang kecil memungkinkan tumbuhnya kedekatan antara pengelola dengan pengunjung, juga antara pengunjung dengan pengunjung. Interaksi yang mesra mudah terjalin.

“Kayak dulu ada pasangan yang sering berkencan ke POST, mereka pacaran mainnya ke toko buku, terus sekarang sudah menikah, jadi mereka masih sering main ke POST,” kata Teddy.

POST: Toko Buku Indie Tak Cuma Perkara TransaksiSuasana toko buku indie di Pasar Santa, POST. (Adhi Indra Prastya/detikcom)

Pengelola bisa merekomendasikan buku yang menarik bagi pengunjung secara langsung. Kedekatan semacam ini menurutnya sudah menjadi ciri khas toko buku indie baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hampir tiap pekan ada acara diskusi buku atau kelas menulis, mereka juga kerap menghadirkan penulis buku.

“Menurut kami toko buku itu tidak hanya tempat transaksi, tapi menjadi satu tempat orang bisa berinteraksi,” jelasnya.

Sembari tertawa, Teddy mengemukakan idealismenya tentang toko buku indie ini. Dia ingin membentuk ruang publik alternatif di Jakarta. Di sisi lain, sebagai sebuah bentuk usaha, keuntungan dari penjualan tetap harus dipikirkan supaya toko buku ini bisa selamat. Toko buku indie Aksara bahkan menutup gerainya di pusat perbelanjaan Cilandak Townsquare dan Pacific Place.

POST: Toko Buku Indie Tak Cuma Perkara TransaksiTeddy W Kusuma, salah satu pendiri POST. (Adhi Indra Prastya/detikcom)

Untuk bertahan, toko-toko buku indie juga saling menopang. Misalnya, POST punya pojok khusus di Aksara yang beralamat di Kemang. Untuk toko aslinya, POST membuka toko di pasar yang cenderung lebih murah harga sewanya. Teddy percaya diri tokonya bakal aman tanpa terancam tutup hingga 2023. Keuntungan sejauh ini juga bisa untuk bertahan dan menggaji karyawan. Mereka juga ‘beli putus’ buku-buku dari penerbit. Meski begitu, keuntungan ekonomi dikatakannya bukan sebagai tujuan utama.

“Itu prioritas kedua ya. Prioritas utamanya adalah bagaimana toko buku itu menjadi ruang publik alternatif gitu,” ujar Teddy.
(dnu/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Hadiri Resepsi Pernikahan Atlet Silat Hanifan-Pipiet

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri resepsi pernikahan dua atlet peraih medali emas pencak silat Asian Games 2018, Hanifan Yunadi Kusumah dan Pipiet Kamelia. Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana.

Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres Bey Machmudin, resepsi tersebut digelar di Gedung Serbaguna Padepokan Pencak Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/1/2019).

Jokowi terlihat menggunakan jas berwarna gelap dan Iriana terlihat menggunakan kebaya oranye. Keduanya sempat berfoto dengan Hanifa dan Pipiet di atas pelaminan.
Hanifan merupakan peraih medali emas pertandingan final di nomor Tarung Putra Kelas C (55-60Kg) Asian Games 2018. Hanifan yang menang dengan skor 3-2 itu lalu melakukan selebrasi dengan bendera Merah Putih dan berlari keliling gelanggang hingga naik ke tribun penonton di mana terdapat Prabowo Subianto dan Jokowi yang sedang duduk bersama.

Jokowi Hadiri Resepsi Pernikahan Atlet Silat Hanifan-PipietFoto: Momen Jokowi-Prabowo berpelukan (dok. Instagram Prabowo)

Spontan, Hanifan langsung memeluk Jokowi dan Prabowo yang kemudian mendapat sorak meriah. Aksi Hanifan seakan mendinginkan tensi politik yang mulai panas setelah penetapan capres-cawapres.

“Itu sebenarnya spontan saja,” kata Hanifan saat itu.
(haf/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>