Puas Debat Pertama, Jokowi: Masukan Prabowo-Sandi untuk Perbaikan ke Depan

Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku puas dengan debat pertama Pilpres 2019. Jokowi mengatakan, masukan yang disampaikan pasangan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, akan jadi bahan perbaikan untuk kepemimpinannya ke depan.

Jokowi mengatakan, dalam debat tersebut, dia hanya menyampaikan apa yang sudah dia lakukan selama menjabat sebagai Presiden RI sejak 2014. Jika ada yang kurang, dia berjanji untuk memperbaikinya.

“Puas. Ya ini kan sebetulnya kita hanya bercerita apa yang telah kita lakukan dan kerjakan. Kalau ada yang kurang itu yang akan kita perbaiki. Intinya ke sana,” kata Jokowi di Masjid Besar Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).
Dia mengatakan, masukan yang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, akan diserapnya. “Jadi kalau ada kemarin masukan-masukan dari Pak Prabowo-Sandi, ya baik untuk perbaikan-perbaikan ke depan,” katanya.
Debat pertama itu berlangsung di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (17/1) malam. Tema yang diangkat seputar persoalan hukum, HAM, korupsi dan terorisme.
(jor/gbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dengar Kabar dari Yusril, Putra Ustaz Baasyir Sebut Ayahnya Segera Bebas

Liputan6.com, Jakarta Putra Ustaz Abu Bakar Baasyir, Ustaz Abdul Rochim Baasyir, menyebut ayahnya dikabarkan akan segera dibebaskan dalam waktu dekat. Kabar tersebut didapat Rochim dari Yusril Ihza Mahendra yang merupakan pengacara Capres Joko Widodo.

“Iya Insyallah (bebas). Kami secara resmi diberitahu hari ini oleh Pak Yusril. Jadi beliau yang datang bersamaan dengan membesuk dan juga khotbah di masjid lapas (Gunung Sindur) dan kemudian beliau sambil beritahukan Abu Bakar Baasyir, bahwa upaya yang selama ini dilakukan Alhamdulillah membuahkan hasil dan Presiden sudah menyetujui bahwa Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan,” ucap Abdul Rochim kepada Liputan6.com, Jumat (18/1/2019).

Rochim menyebut bahwa negara memberikan bebas murni kepada Ustaz yang dikenai pidana terorisme. Adapun dasarnya, kata Rochim, adalah kemanusiaan.

“Karena kondisi beliau yang sudah tua dan umur, sehingga beliau atas nama kemanusiaan itulah Presiden mengambil kebijakan agar beliau dibebaskan tanpa syarat. Tanpa syarat apapun bebas murni di rumah,” ujar Rochim.

Dia menegaskan, pihaknya kini tengah mengurus penyelesaian surat-surat administrasi saja.

“Mungkin karena besok Sabtu dan Minggu, mungkin proses akan membutuhkan beberapa hari berikutnya. Bisa jadi Senin atau Selasa, Insyallah,” dia memungkasi.

Sementara itu, Liputan6.com berupaya mengkonfirmasi kepada Yusril Ihza Mahendra terkait hal tersebut. Namun belum kunjung ada balasan dari pesan singkat yang dikirimkan Liputan6.com.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Rahasia Ira Koesno Tampil Memukau di Debat Perdana Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ira Koesno tampil memukau dengan tegas memandu jalannya debat pertama Pilpres 2019. Intonasinya yang penuh tekanan membuat dirinya begitu dominan sebagai sosok yang harus didengarkan oleh para kandidat capres dan cawapres.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (18/1/2019), selama 90 menit bersama Imam Priyono, Ira Koesno bertindak sebagai moderator yang tanpa sungkan-sungkan menghentikan kalimat capres dan cawapres saat waktu sudah habis.

Meski mengaku tegang, Ira mengaku rahasia dari penampilan sempurnanya adalah persiapan yang matang dan membangun komunikasi yang baik dengan partner.

Alumni presenter Liputan6 SCTV ini kembali ditunjuk KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai moderator setelah sukses memandu jalannya debat pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta pada 13 Januari 2017.

Saat itu, penampilan Ira yang begitu memukau mendapat simpati publik sehingga menjadi trending topik selama beberapa hari.

Dan kini saat debat perdana pilpres, sosok Ira pun kembali menjadi sorotan tersendiri di sela keriuhan antar pendukung capres dan cawapres nomor 01 dan 02. (Muhammad Gustirha Yunas)

Buku Jurnalis Turki Ini Ungkap Detik-Detik Mutilasi Jamal Khashoggi

Liputan6.com, Istanbul – Sebuah buku baru yang ditulis oleh tiga jurnalis Turki dari surat kabar yang dekat dengan pemerintah, memberikan perincian baru seputar pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang tewas dijagal di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

“Kekejaman Diplomatik: Rahasia Kegelapan dari Pembunuhan Jamal Khashoggi,” ditulis dalam bahasa Turki dan mulai dijual pada Desember 2018.

Buku itu mengutip rekaman audio yang berisi tentang sejumlah kejadian sebelum dan ketika Khashoggi dibunuh oleh tim beranggotakan belasan figur Saudi, demikian seperti dilansir The New York Times, Jumat (18/1/2019).

Rekaman itu, yang berisi momen sebelum kematian Jamal Khashoggi, saat berkunjung ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, merupakan bukti yang diperoleh dan disimpan pejabat Turki. Dan pejabat intelijen Turki membocorkan beberapa detail rekaman guna memaksa Arab Saudi untuk mengakui kejahatan tersebut.

Pejabat intelijen Turki itu kemudian memberikan pengarahan ke tiga jurnalis investigasi Sabah –yang dekat dengan pemerintahan Presiden Recep Erdogan– yang kemudian mengolahnya menjadi sebuah buku.

Buku baru itu juga menawarkan deskripsi paling komprehensif hingga saat ini tentang isi rekaman, yang eksistensinya telah mencuat sejak awal penyelidikan kasus tersebut.

Rekaman itu berisi audio adegan ketika tim operasi Saudi menyusun rencana mereka sebelum Jamal Khashoggi tiba di konsulat, dan kemudian berisi audio tentang apa yang terjadi selanjutnya.

Seorang pejabat keamanan Turki lain, yang berbicara dengan syarat anonim, mengonfirmasi secara terpisah bahwa rincian yang dijelaskan dalam buku itu akurat.

Buku itu tidak menjelaskan bagaimana pemerintah Turki memperoleh rekaman itu. Tetapi dikatakan bahwa pejabat intelijen Turki telah mengumpulkan rekaman audio dari beberapa lokasi di konsulat.

Rekaman itu pula-lah yang disebut-sebut diberikan oleh Turki kepada pejabat intelijen negara Barat, salah satunya Direktur CIA Amerika Serikat, Gina Haspel.

Para wartawan mengidentifikasi salah satu pejabat di rekaman itu sebagai Maher Abdulaziz Mutreb, seorang pejabat keamanan dan sering menjadi pendamping Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman. Mutreb terdengar memberi perintah dan mengarahkan percakapan tim pembunuh dengan Jamal Khashoggi, kata buku itu.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

‘Hewan kurban mudah dibelah, tapi manusia perlu waktu…’

Jurnalis Sabah dalam buku itu mengatakan, Mutreb memberikan rencana kepada Salah al-Tubaigy, seorang pejabat forensik tinggi pemerintah Saudi, mengatakan kepadanya bahwa mereka akan mencoba membawa Khashoggi kembali ke Arab Saudi. Jika Khashoggi menolak, “Kami akan membunuhnya di sini dan menyingkirkan mayatnya,” kata Mutreb memberitahu Tubaigy, menurut buku itu.

“Pertama, kami akan memberitahunya (Khashoggi) ‘Kami akan membawamu ke Riyadh,'” kata Mutreb kepada Tubaigy, menurut buku itu dengan mengutip rekaman audio.

“Jika dia (Khashoggi) tidak datang, kita akan membunuhnya di sini dan menyingkirkan mayatnya,” lanjut Mutreb.

“Jamal (Khashoggi) tinggi, sekitar 1,80 meter,” kata Tubaigy.

“Sendi hewan kurban mudah dibelah, tetapi memotong-motong (manusia) memerlukan waktu.”

“(Tapi) saya selalu bekerja dengan mayat,” katanya. “Aku tahu cara memotong dengan baik. Saya belum pernah bekerja pada tubuh yang hangat sampai sekarang, tetapi saya bisa mengatasinya dengan mudah. Biasanya saat mengerjakan mayat, saya memakai headphone dan mendengarkan musik, sambil minum kopi dan merokok.”

“Setelah saya memotong-motongnya, Anda akan membungkusnya dalam kantong plastik dan memasukkannya ke dalam koper dan mengambil (bagian-bagian tubuhnya),” Tubaigy menambahkan.

Jamal Khashoggi (AFP Photo/Str)

Dalam beberapa menit setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Khashoggi dibawa ke kantor konsul. “Lepaskan lenganku, apa yang kamu lakukan?” terdengar Khashoggi berteriak.

Begitu Khashoggi memasuki ruangan, tulis para wartawan, Mutreb terdengar berkata, “Ayo, duduk. Kami datang untuk membawa Anda ke Riyadh.”

Jawaban Khashoggi singkat dan jelas, “Saya tidak akan pergi ke Riyadh.”

Tim pembunuh ingin Khashoggi mengirim pesan berikut kepada putranya Salah Khashoggi, “Anakku, aku di Istanbul. Jangan khawatir jika Anda tidak mendengar kabar dari saya untuk sementara waktu.”

Khashoggi menolak, dan Mutreb memerintahkan orang-orangnya untuk mengeluarkan alat-alat yang mereka bawa untuk memotong-motong tubuhnya, kata buku itu. Audio menangkap suara alat-alat tersebut diletakkan di atas meja.

“Apakah kamu akan membunuhku? Apakah Anda akan mencekik saya?” Khashoggi terdengar bertanya.

Mutreb mengatakan kepadanya bahwa dia akan “dimaafkan” jika dia bekerja sama, jelas para wartawan dalam buku itu.

Mutreb kemudian memerintahkan lima agen Saudi untuk menyerang Khashoggi.

Salah satu agen, “kemungkinan besar Thaar Ghaleb al-Harbi,” jelas buku itu, mencoba menutup mulut Khashoggi, tetapi audio menunjukkan bahwa Khashoggi mengelak.

Al-Harbi termasuk di antara penjaga kerajaan Saudi, dan dipromosikan tahun lalu ke pangkat letnan karena keberanian dalam membela istana Putra Mahkota di Jeddah. Buku itu mengatakan kelompok itu juga termasuk Mohammed Saad Alzahrani, penjaga kerajaan lainnya.

Foto Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul (AP/Jacquelyn Martin)

Para pembunuh akhirnya berhasil meletakkan kantong plastik di atas kepala Khashoggi, kata buku itu. Butuh lima menit sampai dia menarik napas terakhir, dan kata-kata terakhirnya tercatat sebagai, “Jangan tutup mulutku. Saya menderita asma. Jangan, kamu mencekikku.”

Khashoggi meninggal pada pukul 13:24, buku itu melaporkan, hanya 10 menit setelah memasuki gedung pada 2 Oktober 2018.

“Detik terakhir di konsulat berlalu dengan suara serak korban yang meninggalkan dunia ini,” tulis para wartawan.

Setelah Khashoggi meninggal, Mustafa al-Madani, pria Saudi yang dikirim untuk menjadi “peniru” Khashoggi dan Saif Saad al-Qahtani, melepas pakaian korban, kata buku itu.

Harbi dan Zahrani membantu Tubaigy ketika dia memotong-motong tubuh, kata buku itu, menggambarkan ahli forensik menghujani perintah kepada orang-orang di sekitarnya. “Tunggu apa lagi?” Teriaknya.

Ketika adegan itu berlangsung, personel konsulat merasa mual, kata buku itu.

“Menurut audio,” para wartawan menulis, “potongan-potongan yang terdengar mungkin adalah suara penggunaan alat yang mirip dengan pisau untuk memotong tulang-tulang tubuh, sementara suara bernada tinggi seperti gergaji otopsi listrik yang sering terdengar, juga ikut terekam.”

Sentimen di Twitter Pasca-Debat, Jokowi Atau Prabowo yang Lebih Positif?

Jakarta – Media sosial riuh di momen sebelum, saat hingga setelah debat perdana Pilpres 2019, tak terkecuali twitter. Setelah debat, sentimen penghuni twitter dianalisis. Bagaimana hasilnya? Siapa yang mendapat lebih banyak sentimen positif?

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Ika Karlina Idris PhD, menganalisis percakapan di twitter pasca debat menggunakan social network analyzer Netlytic. Analisis dilakukan pada kurun waktu 07.10 WIB hingga 22.40 WIB, Kamis (17/1) kemarin.

Analisis awal, Ika menyatakan Prabowo-Sandiaga Uno lebih banyak dibicarakan dibanding Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Dalam kurun waktu itu, puluhan ribu tweet tersebut terdiri dari populasi sebanyak 1,34 juta jumlah kata. Hasil analisis menggunakan text and social network analyzer Netlytic menunjukkan bahwa kata ‘prabowo’ lebih banyak disebut daripada kata ‘jokowi’. Kata ‘prabowo’ terdapat dalam 25.941 tweet dan disebut sebanyak 31.407 kali. Sementara kata ‘jokowi’, meski lebih banyak disebut dalam postingan, yakni sebanyak 27.363 tweet, namun jumlah penyebutan katanya lebih sedikit, yakni 30.699 kali,” kata Ika dalam analisis tertulisnya, Jumat (18/1/2019).

Selain percakapan mengenai pasangan capres-cawapres, Ika melanjutkan, percakapan di twitter juga didominasi oleh diskusi seputar materi debat, performa para kandidat, ataupun meme terkait debat tadi malam. Beberapa tagar yang digunakan dalam percakapan ini yang tidak terkait sama sekali dengan kedua kandidat misalnya #debatpilpres2019 (sebanyak 8.780 kemunculan kata) dan #curhatpiplres2019 (sebanyak 3.281 kemunculan kata). “Adapun percakapan mengenai debat yang mendominasi ternyata paling banyak seputar isu korupsi (15.405 kata), penegakan hukum dan hak asasi manusia (7.601 kata), serta terorisme (1.801 kata),” ujar Ika.

Ika juga menganalisis sentimen terhadap kedua pasangan pascadebat. Ika menjelaskan metodenya sebagai berikut:

Unit analisis yang diambil adalah ‘kata’ di mana populasi kata yang yang terkumpul dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni: 1. Jokowi (termasuk semua tweet yang menyebut kata Jokowi, Maaruf, Amin dan kombinasinya); dan 2. Prabowo (termasuk semua tweet yang menyebut kata Prabowo, Sandi, dan kombinasinya). Adapun sentimen yang dinilai terbagi tiga, yakni: 1. positif (jika dengan lugas menyatakan dukungan misanya #2019pilihjokowi atau #17aprilpilihprabowo); 2. negatif (jika dengan lugas menyatakan kritik atau ejekan seperti #prabowotakutdebat atau #raportmerahhamjokowi); dan 3. netral (jika kata hanya menyebut nama kandidat tanpa kombinasi kata lain, misalnya ‘jokowi’, ‘prabowo’, atau ‘sandi’).

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Pada kategori ini, pasangan nomor dua Prabowo-Sandi lebih banyak disebut, yakni sebanyak 55,06% atau 73.040 kata. Sementara penyebutan pasangan nomor urut satu Jokowi-Amin dalam kategori ini berjumlah 44,93% atau 59.593 kata. Akan tetapi, sentimen positif lebih banyak ditujukan kepada pasangan Jokowi-Amin, yakni 59,7% atau sebanyak 16.255 kata. Sisanya, sebanyak 40,29% sentimen positif ditujukan ke pasangan Prabowo-Sandi. Sentimen negatif yang ditujukan kepada pasangan nomor satu terbilang sangat sedikit, hanya sebesar 6 kata atau sekira 0,76%. Sementara 99,23% sentimen negatif (775 kata) ditujukan kepada Prabowo-Sandi. Adapun lima tagar dalam kategori sentimen positif yang paling banyak digunakan pendukung paslon nomor 01 di Twitter adalah #jokowiaminmenangdebat, #jokowimembangundesa, #debat01jokowi, #01jokowilagi, dan #debatkemenanganjokowi.

Sementara itu, pendukung paslon nomor 02 paling banyak menggunakan tagar #prabowoindonesiamenang, ‘#2019prabowopresidenri, #nobardebatprabowomenang, #prabowosandi, #2019prabowsandi. Tagar dengan sentiment negatif yang paling banyak menyerang pasangan Prabowo-Sandi yakni #halahprabowohalu, #prabowogakpengalaman, dan #prabowopelanggarham.
(tor/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Momen Paling Menggelitik Debat Pilpres Perdana

JakartaDebat capres-cawapres 2019 perdana selesai digelar semalam. Momen menggelitik bermunculan dalam ajang adu gagasan calon pemimpin RI tersebut.

Dirangkum detikcom, Jumat (18/1/2019), setidaknya ada 4 momen menarik dalam debat capres-cawapres 2019 perdana. Berikut 4 momen unik di debat perdana antara Joko Widodo-Ma’ruf Amin versus Prabowo Subianto-Sandiaga Uno:

1. Sandiaga tolak bicara Gerindra
Momen ini terjadi ketika calon presiden petahana Joko Widodo bertanya kepada Prabowo soal pengurus Partai Gerindra yang menurutnya kebanyakan diisi oleh lelaki. Jokowi menanyakan itu karena, menurut dia, visi-misi Prabowo Sandi menjanjikan pemberdayaan perempuan.

Prabowo menjawab Jokowi dengan menyebut partainya punya Wakil Ketua Umum Rachmawati Soekarnoputri. Prabowo juga membanggakan sayap Partai Gerindra yang bernama Perempuan Indonesia Raya dan menurut Prabowo, Partai Gerindra punya caleg perempuan terbanyak. Setelah menjawab Jokowi, Prabowo memberi gestur mempersilakan Sandiaga berbicara.

“Saya bukan Gerindra lagi, Pak. Nggak bisa jawab,” kata Sandiaga.

“Bener, bener, bener. Sorry, sorry, sorry,” ucap Prabowo.

2. Debat caleg eks napi koruptor berujung Prabowo joget kecil

Prabowo Subianto dan Jokowi terlibat debat sengit soal caleg eks napi koruptor. Jokowi mempertanyakan eks napi koruptor yang diusung Partai Gerindra, yang menurutnya pencalonan itu diteken sang ketua umum dalam hal ini Prabowo sendiri.

Jokowi mengulangi pertanyaannya mengenai jumlah mantan napi korupsi yang maju dalam pileg dari Partai Gerindra. Jokowi bertanya karena pencalegan itu diteken oleh seorang ketum, dalam hal ini Prabowo, dan sekjen.

“Mohon maaf, maksud saya mantan napi korupsi yang Bapak calonkan sebagai caleg di Gerindra itu berdasarkan data ICW ada enam yang diteken oleh Ketum dan Sekjen…,” lalu pertanyaan Jokowi terhenti.

Pertanyaan Jokowi terhenti lantaran Prabowo mengangkat tangan dengan bertanya kepada moderator ‘boleh saya menanggapi?’. Pertanyaan Prabowo itu dijawab ‘tidak boleh’ oleh moderator.

Sontak kemudian para tamu tertawa. Lalu Prabowo menunjukkan gestur joget kecil di atas panggung sembari tersenyum. Sandiaga, yang berada di sebelahnya, lalu merangkul dan melakukan gerakan memijit-mijit bahu Prabowo. Sejumlah tamu tertawa melihat peristiwa ini.

3. Jokowi gulung lengan kemeja

Joko Widodo menunjukkan gestur serius ketika menekankan dirinya dan Ma’ruf Amin akan terus bekerja. Jokowi menyampaikan hal itu dalam sesi closing statement.

“Jokowi-Amin akan pertaruhkan jabatan dan reputasi dan akan kami gunakan semua kemampuan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa ini,” kata Jokowi.

Setelah mengucapkan hal itu, Jokowi-Ma’ruf Amin masih memiliki waktu sekitar satu menit. Moderator Ira Koesno mempersilakan pasangan ini untuk memanfaatkan waktu tersisa.

“Kami ingin bekerja,” tegas Jokowi. Jokowi lantas menggulung lengan kemejanya.

4. Sandiaga cium tangan Ma’ruf 5 kali

Usai debat, cawapres Sandiaga Uno menghampiri cawapres Ma’ruf Amin. Sandi lantas mencium tangan Ma’ruf Amin berkali-kali.

Pantauan detikcom di panggung debat Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, semalam, Jokowi lebih dahulu menyampaikan pernyataan penutup. Lalu dilanjutkan Prabowo.

Setelah itu, Jokowi-Ma’ruf tampak menghampiri Prabowo-Sandiaga. Jokowi dan Prabowo bersalaman dan cipika-cipiki.

Sementara itu, Sandiaga menyalami Ma’ruf Amin sambil mencium tangannya. Terpantau lima kali Sandiaga mencium tangan Ma’ruf.

Sebelum debat dimulai, Sandiaga juga mencium tangan Ma’ruf Amin. Ma’ruf lalu tampak menepuk pundak Sandiaga.
(gbr/van)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

VIDEO: Hati-Hati, Indonesia Rawan Obesitas

Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Akan lebih baik lagi jika kita menjaga tekanan darah tetap terkendali sehingga terhindar dari hipertensi (Ilustrasi/iStockphoto)
Mengukur tekanan darah (iStockphoto)
Merapikan gigi menggunakan behel atau kawat gigi (Foto: Giovani Dio Prasasti/Liputan6.com)
Tarot hari ini
Ilustrasi Foto Vagina (iStockphoto)
ilustrasi orgasme/copyright unsplash/ ian dooley
Ilustrasi BAB. (Foto: Women's Health)
Ilustrasi kanker payudara | unsplash.com
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mentatdgt-330508

Kasus Korupsi Dana Rehab Masjid Terdampak Gempa, Kakanwil: Saya Malu

Mataram – Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Nasruddin mengaku prihatin terhadap perilaku beberapa stafnya yang kena operasi tangkap tangan (OTT) dana bantuan rehab masjid terdampak gempa NTB.

“Sangat prihatin. Perihatin dalam arti yang luas. Kita sangat terpukul rasanya dalam permasalahan ini,” ucap H Nasruddin saat dimintai tanggapannya soal staf PNS di Kemenag Lombok Barat yang terjaring OTT Polres Mataram, Jumat (18/1/2019).

Nasruddin juga merasa tidak nyaman dengan tingkah laku bawahannya karena telah mencoreng nama baik institusi yang dipimpinnya itu. Dia juga mengaku akibat perilaku korup di jajaran institusinya itu rasa malu tak dapat disembunyikan.

“Saya ndak enak makan, kami ndak enak makan. Kalau ndak OTT sih mungkin masih disembunyi-sembunyikan. Tapi karena di-OTT ini,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kemenag RI melalui usulan Kanwil Kemenag NTB menggelontorkan dana Rp 6 miliar yang bersumber dari APBN. Pencairan pada tahap pertama itu untuk bantuan rehab masjid terdampak gempa sebanyak 58 masjid.
Namun ada laporan dari masyarakat yang menyebut proses pencairan dana rekonstruksi masjid lamban, hingga polisi melakukan penyelidikan. Buntutnya, BA dan IK ditangkap. BA dan IK diduga telah meminta uang atau memalak kepada pengurus masjid supaya mendapatkan dana rehab dari Kantor Kemenag NTB.

BA tertangkap tangan menerima uang Rp 10 juta dari pengurus Masjid Baiturrahman, wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Masjid tersebut merupakan salah satu masjid yang terkena dampak gempa pada 5 Agustus 2018 dan penerima dana rekonstruksi pascagempa dari Kemenag RI, yang sumber anggarannya berasal dari APBN senilai Rp 6 miliar.

(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantah Klaim Prabowo, Grace Natalie: Caleg Perempuan PSI Terbanyak

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum PSI Grace Natalie mengkritik pernyataan Capres Prabowo Subianto, di debat capres perdana soal jumlah caleg perempuan.

Grace mengatakan, partainya paling banyak memiliki caleg perempuan untuk DPR RI. Dia menyebut Prabowo bohong.

Menurutnya, berdasarkan data, caleg perempuan Gerindra hanya berjumlah 209 orang. Sedangkan PSI 274 orang caleg perempuannya.

“Prabowo bohong lagi di debat kemarin. Dia mengklaim partainya paling banyak memiliki caleg perempuan di DPR RI. Data menunjukan PSI adalah partai yang paling banyak caleg perempuannya,” ucap Grace kepada Liputan6.com, Jumat (18/1/2019).

Dia memohon agar Prabowo tidak melontarkan klaim sepihak. “Mohon Pak Prabowo jangan main klaim sepihak. Caleg DPR RI perempuan PSI paling banyak. Bukan Caleg Gerindra,” pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Paling Banyak

Sebelumnya, dalam debat 17 Januari kemarin, Prabowo menyebut partai Gerindra yang dipimpinnya punya caleg perempuan terbanyak.

“Kita punya yang terbanyak, kita mungkin sudah mendekati 40 persen,” katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

4 ‘Serangan’ Jokowi ke Prabowo di Debat Pilpres Perdana

Jakarta – Presiden Joko Widodo kerap melontarkan pernyataan tajam ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di debat Pilpres perdana semalam. Apa saja?

1. Beban Masa Lalu

Jokowi menyinggung soal beban masa lalu di awal debat. Meski ia tak menyinggung kasus penculikan aktivis, namun pernyataan ini banyak dianggap sebagai sindiran keras Jokowi ke Prabowo.

“Pertama, akan saya mulai dari saya, Pak Prabowo, saya tidak memiliki beban masa lalu sehingga enak dalam bekerja, enak dalam memberi perintah,” kata Jokowi dalam debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

Jawaban ini disampaikan atas pertanyaan capres Prabowo Subianto. Prabowo bertanya soal bagaimana Jokowi memastikan tidak ada pejabat negara yang memiliki konflik kepentingan terutama terkait impor beras dan gula.

2. 6 Caleg Koruptor

Jokowi juga melontarkan pertanyaan tajam ke Prabowo soal caleg koruptor. Menohok sekali saat Jokowi menyebut caleg itu diteken Prabowo sebagai Ketum Gerindra.

“Kita tahu korupsi adalah kejahatan luar biasa, bahkan Pak Prabowo katakan sudah stadium 4 meskipun saya ndak setuju, saya ndak setuju,” ujar Jokowi di debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

“Tapi menurut ICW, partai yang Bapak pimpin paling banyak calonkan mantan napi korupsi. Calon itu yang tanda tangan Ketum, berarti Pak Prabowo tanda tangan,” sebut Jokowi.

Prabowo pun menjawab tudingan Jokowi itu. “Kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa, mungkin dia…,” kata Prabowo dalam debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

3. Soal prioritaskan perempuan

Jokowi juga mempertanyakan visi misi Prabowo-Sandiaga yang memprioritaskan perempuan, namun jajaran pimpinan parpolnya laki-laki.

“Dalam visi-misi Bapak, menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berperspektif gender dan pemberdayaan perempuan, akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan. Tapi saya melihat dalam struktur partai yang Bapak pimpin, seperti ketua umum, ketua dewan pembina, ketua dewan pakar, ketua harian, semuanya laki-laki. Bagaimana Bapak menjawab inkonsistensi ini,” tanya Jokowi dalam debat pilpres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Prabowo pun menjelaskan bahwa partainya masih muda. Di usia partai ke-10 tahun, dia menjelaskan, pengurus dipilih berdasarkan kapabilitas.

“Saat penyusunan tentunya kita memilih dan menunjuk siapa yang paling pertama dan paling mau untuk muncul. Tetapi di beberapa eselon, seperti wakil ketua umum, kita punya Ibu Rachmawati Soekarnoputri. Kami juga punya sayap partai yang namanya Perempuan Indonesia Raya,” ungkap Prabowo.

“Kemudian di caleg UU mewajibkan 30 persen perempuan, kita mungkin mendekati 40 persen dan itu tekad kami,” jelasnya.

4. Singgung Hoax Ratna Sarumpaet

Jokowi juga menyinggung kasus hoax Ratna Sarumpaet di arena debat Pilpres. Hal itu terlontar saat Prabowo menyebut ada ketidakadilan di Indonesia.

Prabowo mencontohkan kepala daerah yang berdeklarasi mendukung paslon nomor urut 01 tidak ditangkap. Namun, kepala daerah yang mendukung paslon 02 ditangkap.

“Itu tidak adil, karena menyampaikan pendapat itu dilindungi,” ujar Prabowo.

Jokowi meminta Prabowo tidak asal tuduh. Setiap masalah hukum ada mekanismenya tersendiri. Nah sindiran soal hoax Ratna Sarumpaet ini kemudian diucapkan.

“Ya jangan menuduh seperti itu Pak Prabowo. Karena kita ini adalah negara hukum ada mekanisme hukum yang kita lakukan,” ujar jokowi.

Jokowi mengatakan silakan melapor jika ada bukti. Jokowi lalu menyindir kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat, jangan grasa-grusu. Misalnya jurkam Pak Prabowo katanya dianiaya, babak belur ternyata operasi plastik,” katanya.
(van/ear)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>