Meski Hujan, Warga Padati Car Free Night Sambut Tahun Baru di Bundaran HI

Liputan6.com, Jakarta Hujan yang mengguyur Jakarta sejak siang tadi tidak menyurutkan antusias warga menikmati car free night di Jalan Sudirman-Thamrin, khususnya kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat.

Pantauan Liputan6.com, Senin (31/12/2018), masyarakat dari berbagai daerah mulai datang ke Bundaran HI. Hujan yang mereda pukul 22.00 WIB membuat mobilitas massa lebih mudah.

Salah satunya Rizky (23) warga Depok, Jawa Barat. Dia datang bersama sejumlah rekannya dan memilih berjalan kaki di sepanjang jalur protokol Thamrin.

“Nggak beda seperti CFD, cuma ya malam aja. Di Bundaran HI saja tahun baruannya. Tahun lalu susah pulang di Monas. Macet, padet orang. Ancol juga,” tutur Rizky di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Warga lainnya juga tampak menghabiskan waktu hingga dekat waktu pergantian tahun dengan bermain game online. Cuaca hujan dan angin kencang membuat mereka mencari tempat berteduh.

Sementara itu, sebuah panggung didirikan di seberang kolam Bundaran HI. Sejumlah musisi lokal menghibur para penikmat car free night dengan lantunan lagu berbagai genre.

Letupan kembang api juga dilepas sejumlah warga ke langit. Personel kepolisian pun sigap mengawal agar mereka mendapatkan rasa aman selama acara. Termasuk dari lalu lalang bus Transjakarta.

Kontroversi Prediksi ‘Rezim Tunggal’ Jokowi-Prabowo

Jakarta – Di tengah panasnya pertarungan Pilpres 2019, muncul prediksi bersatunya dua kubu. Dua capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto diyakini akan bersatu dalam satu pemerintahan usai pilpres berakhir nanti.

Prediksi yang kemudian menjadi kontroversi oleh kedua kubu itu pertama kali diembuskan oleh Politikus PDIP, Maruarar Sirait. Bukan tanpa alasan Maruarar menilai ada kemungkinan ‘kawinnya’ sang petahana dan capres nomor urut 02. Sebab, keduanya merupakan kawan baik.

“Jadi politik kita akan semakin luar biasa hebatnya. Jadi Jokowi dan Prabowo itu bukan tidak mungkin setelah pilpres nanti mereka dalam satu pemerintahan yang sama,” ujar Maruara, di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, (30/12).


Prediksi Maruarar kemudian diamini kubu Prabowo. Partai Gerindra sepakat bahwa ada kemungkinan Jokowi dan Ketum-nya bersatu kelak dalam satu pemerintahan. Namun, kemungkinan itu dengan catatan. Yakni, jika Prabowo bersama Sandiaga Uno memenangi pilpres mendatang.

Sama seperti Maruarar, Gerindra juga memiliki alasan tersendiri mengapa meyakini persatuan dua rival itu bisa terwujud. Sebab, Prabowo diyakini bukanlah seorang pendendam. Gerindra yakin, Prabowo akan merangkul Jokowi jika kelak memegang pucuk pemerintahan.

“Mungkin saja. Kalau Pak Prabowo menang dan jadi presiden, kita Insya Allah akan rangkul teman-teman yang kalah,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (31/12/2018).

“Tapi catatannya, bukannya kita ikut Pak Jokowi, melainkan kubunya Pak Jokowi yang ikut kita. Orang insyaAllah presidennya Prabowo kok, bukan Jokowi,” kata Andre.

Sementara, PKS memilih berbeda pandangan dengan rekan sekubunya, Gerindra. Menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kecil kemungkinan skenario persatuan itu bisa terwujud. Apalagi, menurut Mardani, dua tokoh yang juga pernah berebut kursi pada Pilpres 2014 itu jauh berbeda.

“Kemungkinan skenario itu di bawah 5%,” kata Mardani kepada wartawan, Senin (31/12/2018).

“Semua punya kemungkinan. Tapi, posisi saat ini Pak Prabowo menjadi antitesis Pak Jokowi. Pak Prabowo punya paradigma dan kebijakan yang berlawanan dengan Pak Jokowi,” kata Mardani yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga ini.

(mae/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi: Akhir Tahun Ini Kalian di Mana?

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2019 melalui akun mesia sosialnya, Senin (31/12/2018).

“Akhir tahun ini kalian di mana? Apa yang baru? Adakah yang seru?” tulis Jokowi dikutip dari akun Facebooknya.

Mantan Gubernur DKI itu lalu menuliskan bahwa dirinya ingin mendengar dan membaca pengalaman berlibur masyarakat.

“Saya ingin mendengar dan membaca pengalaman berlibur bersama keluarga dan teman-teman, renungan akhir tahun, juga resolusi tahun baru dari kalian,” tulisnya lagi.

 Di cuitan itu juga dimuat video animasi dengan pembukaan berupa pertanyaan: Liburan naik apa? 

Selanjutnya ada animasi dengan tulisan ada bandara baru, ada kereta baru, ada jalan tol baru, ada dermaga baru. 

Terakhir Jokowi menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2019.

Sebelumnya saat meninjau pembangunan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12), 

Presiden Jokowi mengungkapkan akan menghabiskan tahun 2018 dan memasuki tahun 2019 di Bogor Jawa Barat.

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Ratusan warga Yogyakarta antre memasuki depan Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta untuk merayakan Tahun Baru bersama Presiden Jokowi