Membelot ke Jokowi, Dukungan PAN untuk Prabowo Mreteli

Jakarta – Gejolak dukungan PAN untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tampaknya terus berlanjut. Banyak elite-elite partai pimpinan Zulkifli Hasan itu yang membelot mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ramai gejolak dukungan PAN ke Jokowi-Ma’ruf bukan baru saja terjadi. Sekjen PAN Eddy Soeparno sempat mengungkap soal isu adanya sejumlah kader di daerah yang menolak mendukung Prabowo-Sandiaga.

Awalnya keputusan PAN mengusung Prabowo-Sandi memang disambut gembira kader. Namun ternyata euforia itu hanya berusia 3 hari. Itu lantaran, sebagian kader PAN merasa partainya tak akan mendapat keuntungan karena Prabowo dan Sandi bukan representasi dari PAN.

“Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya itu adalah Gerindra, bukan PAN. Akhirnya tersadarkan bahwa ujung-ujungnya ya kita harus bergerak untuk memenangkan pileg. Dan ini penting bagi kita,” ungkap Eddy saat hadir sebagai salah satu pembicara dalam diskusi publik dengan tema ‘Dari Pilkada 2015-2018 dan Peta Baru Pilpres 2019’, di Hotel Veranda-Pakubuwono, Jl Kyai Maja No 63, Jakarta Selatan, Kamis (18/10) lalu.

Tak hanya itu, ia menyebut sejumlah caleg dari PAN juga mengaku tidak bisa terang-terangan mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga, khususnya caleg daerah. Eddy menyebut para konstituen caleg yang dimaksud tidak mendukung Prabowo-Sandi.

Caleg-caleg itu lalu meminta izin kepada elite partai, termasuk kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan. Para caleg ini pun harus memikirkan diri sendiri agar bisa mendapat suara sehingga berhasil menjadi legislator.

“Sekarang di antara caleg-caleg kita yang berjuang di daerah ada yang mengatakan ‘mohon maaf ketua umum, mohon maaf sekjen, tetapi saya di bawah mungkin tidak bisa terang-terangan berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo, karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu, jadi ya mohon maaf’,” ucap Eddy menirukan caleg-caleg itu.

“Jadi sekarang bagaimana caranya untuk mendapatkan kursi, ini yang sekarang ini menjadi fokus dan perhatian kita,” lanjutnya.

Meski begitu, Eddy pun meluruskan pernyataannya tersebut. Melalui keterangan tertulis, ia menyebut apa yang disampaikannya bukan berarti PAN tidak all-out dalam memperjuangkan Prabowo-Sandiaga.

“Kita sejak awal all-out memenangkan Prabowo-Sandi. Yang saya sampaikan, sebagai bagian dari koalisi dan mengemban tugas partai, PAN harus kuat di legislatif karena jika nanti pasangan Prabowo-Sandi menang, maka legislatif yang kuat akan menjadikan pemerintahan yang efektif,” ungkap Eddy.

Rupanya pernyataan Eddy bukan hanya sekadar angin lalu. Fenomena yang disampaikan Eddy kini terbukti. Sejumlah pimpinan PAN di daerah terang-terangan menyatakan dukungannya untuk Jokowi. Pimpinan PAN pun ‘mreteli’ alias satu per satu berjatuhan mengalihkan dukungan.

Setidaknya ada 3 pimpinan daerah PAN yang sudah menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah Ketua DPW PAN Kalimantan Selatan Muhidin, Ketua DPD PAN sekaligus Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor, dan sejumlah elite PAN di Sumsel.

PAN sudah menyatakan memecat Muhidin dari jabatannya lantaran mendukung pasangan nomor urut 01 itu. Namun untuk elite Tanah Bumbu dan Sumsel, PAN belum memberikan sanksi.

“DPP telah melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan Ketua DPW Kalsel,” kata Eddy Soeparno, Rabu (12/12).

Membelot ke Jokowi, Dukungan PAN untuk Prabowo MreteliFoto: Kader PAN Sumsel dukung Jokowi (raja/detikcom)

Para elite yang membelot ini total mendukung Jokowi-Ma’ruf dan tak peduli mendapat sanksi dari partai. Aksi all out ini mendapat apresiasi dari kubu Jokowi-Ma’ruf sehingga mendapat tawaran masuk timses.

Berikut jejak elite PAN yang memilih mendukung Jokowi ketimbang Prabowo:

Ketua DPW PAN Kalsel Muhidin

Muhidin memimpin jajaran DPW PAN Kalsel mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Minggu (9/12). Hadir dalam deklarasi itu timses Jokowi-Ma’ruf.

Tak sejalan dengan keputusan partai, Muhidin mengungkap alasannya. Ia mengaku ingin membesarkan PAN di Kalsel. Bila mendukung Prabowo-Sandiaga, ia menyebut tujuan itu sulit direalisasi.

“Aku diminta kan kemarin untuk membesarkan PAN, karena PAN di Kalimantan terpuruk,” jelas Muhidin.

Ia juga menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf karena tak ingin berseberangan dengan elite-elite di Kalsel. Sejumlah tokoh dan kepala daerah di Kalsel diketahui sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf, termasuk sang gubernur, Sahbirin Noor, dan eks Gubernur Kalsel, Ruddy Ariffin.

“Karena aku ini tidak mau lagi berlawanan. Dulu aku cagub, saat ini yang jadi gubernur Pak Sahbirin Noor dari Golkar. Aku PAN, kalau aku berseberangan, tidak bersama-sama, aku musuh kembali, berlawanan kembali. Harus satu irama dengan teman-teman,” ungkap Muhidin.

Ketua DPD Sekaligus Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor

Deklarasi dukungan dari DPD PAN Tanah Bumbu digelar pekan lalu, Minggu (2/12/2018) di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalsel. Deklarasi tersebut dibacakan oleh Sudian didampingi oleh Sekretaris DPD PAN Tanah Bumbu Murhansa, Wakil Bendahara Erni, Majelis Pertimbangan Darwis, serta Wakil Ketua DPD PAN Tanah Bumbu Akhmadi.

DPD PAN Tanah Bumbu pun mengaku siap menerima sanksi dari DPP PAN dengan keputusannya mendukung Jokowi-Ma’ruf. Deklarasi juga disampaikan di hadapan timses Jokowi.

“Saya siap menerima sanksi apa pun dari DPP PAN,” ungkap Sudian dalam acara deklarasi.

Kader PAN Sumsel

Puluhan kader PAN Sumatera Selatan mendeklarasikan diri mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dukungan disampaikan setelah melihat kerja nyata Jokowi di Sumatera Selatan.

“Dengan ini kami mendukung pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin nomor 01. Hal mendasar kami mendukung Jokowi ini karena sudah terlihat pembangunan di bumi pertiwi secara nyata,” tegas salah satu kader PAN Sumsel, Sholahudin, di Palembang, Rabu (12/12).
(elz/iy)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Barcelona Akan Denda Dembele Rp 1,65 Miliar Lebih

Liputan6.com, Barcelona – Ousmane Dembele tampil gemilang saat Barcelona mengalahkan Espanyol 4-0 dalam lanjutan Liga Spanyol di RCDE Stadium, Minggu (9/12/2018). Ia mencetak satu gol dan menyumbang assist.

Namun, sehari setelah kemenangan Barcelona itu, Dembele membuat ulah. Mantan pemain Borussia Dortmund tersebut tak datang tepat waktu dalam sesi latihan.

Ia telat datang selama dua jam dengan alasan ketiduran. Pemain asal Prancis ini pun dihukum dengan menjalani sesi latihan seorang diri.

Tak hanya itu, Barcelona kabarnya juga akan memberikan hukuman denda kepada Dembele. Seperti dilansir Diario AS, Selasa (11/12/2018), Blaugrana akan memberikan denda lebih dari 100 ribu euro atau sekitar Rp 1,65 miliar.

Bahkan, tak tertutup kemungkinan denda yang akan diberikan Barcelona kepada Dembele bisa menjadi dua atau tiga kali lipat dari jumlah tersebut. Namun, kepastian berapa besar denda masih menjadi rahasia.

Barcelona, Liverpool, Ousmane Dembele

Liga Champions: Fakta Menarik Valencia vs MU

Liputan6.com, Valencia – Manchester United (MU) bakal bertandang ke Stadion Mestalla, markas Valencia pada laga terakhir fase grup Liga Champions, Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Bagi kedua tim, laga ini sejatinya sudah tidak begitu menentukan.

MU telah dipastikan melangkah ke babak 16 Besar Liga Champions. Pasalnya, torehan 10 poin tidak mungkin lagi dikejar oleh Valencia yang berada di peringkat ketiga dengan lima poin.

Valencia sendiri dipastikan turun ke Liga Europa lantaran finis di peringkat ketiga Grup H. Sementara itu, Young Boys finis sebagai juru kunci Grup H karena baru mengemas satu poin.

Namun bagi MU, partai ini jadi pentas perebutan status juara grup dengan Juventus. MU masih mungkin mengejar torehan nilai Juventus di puncak klasemen dengan 12 poin.

Manajer MU, Jose Mourinho mengisyaratkan bakal merotasi tim untuk laga melawan Valencia. Manajer asal Portugal ini tampaknya lebih memprioritaskan laga akhir pekan melawan Liverpool di Liga Inggris.

“Ini akan jadi tim dengan pemain yang tidak punya banyak jam terbang. Tim dengan beberapa pemain yang jarang tampil,” ujar Mourinho seperti dilansir situs resmi UEFA.

Berita video statistik pertandingan Manchester City menang atas West Ham United dalam lanjutan kompetisi Premier League pekan 13

Jika Terpilih, Sandiaga: BUMN Tak akan Jadi Alat Prabowo-Sandi

Jakarta

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berjanji tidak akan menjadikan badan usaha milik negara (BUMN) sebagai alat kekuasaan. Itu jika dia bersama Prabowo Subianto terpilih dalam Pilpres 2019.

“Insyaallah kalau Prabowo-Sandi dapat amanah dari Allah Subhanahu wa taala, kita akan jaga BUMN ini bukan alatnya Prabowo-Sandi,” katanya dalam diskusi bertema ‘Selamatkan BUMN sebagai Benteng Ekonomi Nasional’ di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Menurutnya BUMN punya tugas besar, sehingga jangan sampai menjadi alat kekuasaan.

“Ini lebih besar dari Prabowo-Sandi. Ini BUMN untuk pastikan Indonesia adil makmur. Kuncinya adalah BUMN ini kalau BUMN bisa kita gerakan tidak akan bebani APBN, utangnya nggak membludak,” jelasnya.

BUMN, lanjut Sandi adalah alat milik negara, bukan alat milik pemerintah atau pun alat kekuasaan. BUMN harus dikelola secara baik dan profesional.

“Karena politisi itu come and go. Tapi integritas itu stay di BUMN. Kalau BUMN bisa bangun profesionalisme dan integritas, Insyaallah benteng ekonomi bisa diperankan oleh BUMN,” ujarnya.

“Kalau bangun BUMN sistem milik negara, memastikan kesejahteraan, adil makmur bisa dikelola profesional, dengan tata kelola yang baik, mudahan-mudahan BUMN akan jadi BUMN yang maju, kuat, benteng ekonomi dan infrastruktur tetap terbangun,” tambahnya.

(eds/eds)

Promosi ke Liga 1, Firman Utina Bertahan di Kalteng Putra?

Jakarta Firman Utina belum pasti membela Kalteng Putra untuk Liga 1 musim depan. Meski belum dapatkan tawaran dari klub lain, Firman mengaku akan mempertimbangkan kemungkinan bertahan di Kalteng Putra.

Firman Utina bergabung dengan Kalteng Putra pada Maret 2018. Pemain berusia 36 tahun itu berhasil turut andil di balik kesuksesan Kalteng Putra promosi ke Liga 1 2018.

Kalteng Putra naik kasta melalui jalur play off karena berhasil finis di peringkat ketiga Liga 2 2018. Ketika itu, pasukan Kas Hartadi mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-0 pada laga yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, 4 Desember lalu.

“Seandainya saya diminta untuk bertahan (di Kalteng Putra) saya akan memikirkannya. Semua ada hitung-hitungannya yang meski saya lakukan sebelum mengambil keputusan itu,” kata Firman Utina.

Kontra Firman Utina bersama Kalteng Putra akan berakhir pada pengujung Desember 2018. Sejauh ini, belum ada pembicaraan perihal perpanjangan kontrak dengan klub berjuluk Enggang Borneo itu.

“Untuk sekarang belum ada yang membicarakan hal ini. Saya pun masih menunggu dan belum bisa berbicara jauh soal ini,” tegas Firman Utina.

Kalteng Putra merupakan klub kesembilan yang pernah dibela Firman Utina. Pencapaian terbaik gelandang berpostur 166 cm itu terjadi ketika membela Sriwijaya FC (2010-2012) dan Persib Bandung (2012-2015).

Persija Jakarta keluar sebagai juara Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak.

Kendaraan Listrik Picu Beragam Perubahan, Ini Kata Ahli

Liputan6.com, Jakarta – Era kendaran listrik jamak dikembangkan dan diterapkan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dengan kendaraan listrik, hal ini disebutkan sebagai transisi menuju era lebih modern, bersih dan ramah lingkungan.

Munculnya kendaraan-kendaraan berteknologi listrik hal itu membuat sejumlah kalangan memberikan berbagai asumsi ataupun prediksi-prediksi di masa depan, sehingga akan mengalami perubahan sangat signifikan.

Beberapa prediksi yang muncul seperti bengkel mobil akan hilang, kemudian sejumlah part atau komponen biasa digunakan justru tak lagi diterapkan, termasuk keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) digantikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Munculnya kendaraan listrik juga diprediksi hanya butuh 10 menit untuk melepas dan mengganti motor listrik, atau jika motor listrik rusak maka tidak diperbaiki di dealer, melainkan dilakukan reparasi bengkel regional dengan robot.

Tak sampai disitu, pabrikan-pabrikan otomotif mulai mengembangkan mobil yang dilengkapi kecerdasan buatan, otonom, bahkan lainnya. Selain itu, munculnya aplikasi jasa antar jemput, memungkinkan ke depan masyarakat tak membeli mobil melainkan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Perihal prediksi kendaraan listrik di masa depan, Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) I Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Muhammad Nur Yuniarto angkat bicara.

Nur tak menampik ada beberapa hal yang dibenarkan, namun tidak menutup kemungkinan masih ada yang diterapkan di masa depan. Menurutnya, tentang kendaraan otonom, SPBU hilang diganti dengan listrik merupakan sebagian bagian dari konsekuensi.

“Kalau kita beralih ke listrik, kalau bengkel ada juga, cuma bengkel-bengkel hanya yang layanannya saja berbeda. Seperti kendaraan listrik mungkin lebih berbeda pada mesin penggerak. Tapi untuk aksesorisnya masih sama,” kata Nur yang juga merupakan Ketua Laboratorium Mobil Listrik Nasional ITS kepada Liputan6.com, Rabu (12/12/2018).

Pemerintah Percepat Rekonstruksi Pascagempa Lombok-Sulteng

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengadakan rapat terbatas membahas penanganan pascagempa Lombok dan Sulawesi Tengah. Rapat membahas proses percepatan rekonstruksi, khususnya pengadaan hunian bagi warga terdampak gempa.

“Kita mengevaluasi dan juga menyusun program percepatan daripada proses rehabilitasi dan rekonstruksi, kita sudah masuk dalam tahap itu. Kita memutuskan semua mempercepat, Lombok itu mempercepat pembuatan komponen-komponennya, dan di Palu segera menetapkan di wilayah mana kita relokasi dan pembangunan rumah rakyat,” kata JK usai rapat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Rapat tersebut dihadiri Menko PMK Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkes Nila Moeloek, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala BNPB Willem Rampangilei, hingga Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

JK mengungkapkan, untuk penanganan relokasi gempa Sulteng, tim telah menetapkan lokasi yang menjadi zona merah atau lahan yang tidak boleh dibangun kembali, dan lahan yang menjadi tempat relokasi warga.

“Sudah memberikan (ketetapan) daerah-daerah yang tidak boleh (dibangun lagi), artinya selain yang tidak boleh, maka boleh,” ujarnya.

Daerah yang ditetapkan sebagai zona hijau untuk pembangunan kembali permukiman warga merupakan wilayah baru. Nantinya Pemerintah daerah di Sulawesi Tengah akan menetapkan lokasi yang menjadi pembangunan permukiman warga, untuk kemudian dibangun Kementerian PUPR.

Sementara itu, sambil menunggu pembangunan kembali rumah warga di daerah relokasi, pemerintah pusat telah menyiapkan hunian sementara untuk warga.

“Huntara (hunian sementara) akan selesai akhir bulan ini,” tuturnya.

Sekolah-sekolah terdampak gempa di Sulawesi Tengah juga telah dibangun kembali. “Dibangun oleh pemerintah dan juga oleh swasta, oleh lembaga-lembaga sosial,” ungkap JK.

JK mengatakan rencana rekonstruksi kembali Lombok dan Palu ada yang sesuai target dan ada juga yang mundur dari waktu yang ditetapkan. Namun untuk pengadaan hunian sementara di Sulteng, pemerintah menargetkan waktu 8 bulan sudah selesai.

“Ini kan khususnya di Sulteng perlu ada diputuskan daerah merah, dan daerah kuning (dan juga daerah hijau),” ucapnya.

JK kemudian menanggapi kabar soal masih adanya sejumlah korban gempa Lombok yang masih mengungsi hingga saat ini. Menurutnya, warga terdampak gempa di Lombok sudah tidak banyak lagi yang mengungsi, namun banyak warga yang mendirikan tenda di samping rumahnya.

“Kalau di pengungsian umum itu boleh dibilang sudah tidak banyak, yang ada yang rumahnya akan diperbaiki dia kadang-kadang masih tidur malam di luar tapi sudah beraktivitas di rumahnya masing-masing,” tuturnya.

“Terkecuali yang rusak berat itu yang sudah dikasi dananya, dari Rp 50 juta sudah dikasi 50 persen, itu akan diberikan lagi kepada yang lainnya minggu depan, semua akan diselesaikan, dana nya sudah dikeluarkan menteri keuangan,” imbuhnya.

(nvl/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Asal-Usul Bilik Cinta di Lapas Sukamiskin

Bandung – Bilik cinta Lapas Sukamiskin Bandung terungkap dalam sidang kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Bagaimana asal-usul bilik tersebut?

Ternyata bilik cinta tempat berhubungan suami-istri itu bekas toilet umum. Hal itu diungkapkan Firma Uli Silalahi, pengacara Wahid Husen, usai persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (12/12/2018).

“Itu (bilik cinta) sangat hangat, saya juga sangat tertarik. Jadi bilik bercinta itu sudah ada sebelumnya (sebelum Wahid menjabat Kalapas), itu bekas WC,” kata Firma.

Firma menjelaskan posisi bilik cinta itu berada di area saung-saung Lapas Sukamiskin. Sebelum dibuat bilik cinta, ruangan itu digunakan untuk buang air kecil tamu yang membesuk.

“Kalau orangnya yang besuk di saung, karena itu kan terbuka. Kalau mau buang air kecil dulu ke situ. Lalu diperbaiki ditambahkan kasur di situ, enggak ada AC,” tuturnya.

Ruangan bekas toilet itu lalu direnovasi dan dijadikan bilik cinta. Ruangan disulap jauh hari sebelum Wahid ditunjuk jadi Kalapas.

Namun sejak Wahid menjabat, dia menyangkal Wahid mengetahui adanya aktivitas hubungan badan di situ. “Itu tadi kita pertanyakan melalui saksi atau Wahid. Kalapas atau klien kami tidak tahu,” ujar Firma.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan jaksa. Jaksa KPK dalam dakwaan Wahid maupun Fahmi Darmawansyah menyebut bahwa Wahid memberi keleluasaan kepada Fahmi mengelola bisnis penyewaan bilik cinta itu. Fahmi melalui tahanan pendampingnya, Andri Rahmat, menyewakan kamar itu ke warga binaan lain dengan harga Rp 650 ribu.

Dalam sidang beragendakan saksi dari Andri, terungkap pula siapa saja yang menyewa bilik cinta itu. Menurut Andri, ada tuju napi tipikor yang menyewa. Namun dia hanya menyebut tiga nama tanpa merinci lebih jauh.

“Sanusi pernah pakai, Suparman, Umar pokoknya rekan-rekan Fahmi,” ucap Andri.

(dir/bbn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Suci Episode Rabu 12 Desember 2018: Monica Bawa Kabur Sherly

Liputan6.com, Jakarta Malam ini Cinta Suci tentang bel rumah berbunyi. Sandra Shock. Dia yakin pasti itu Marcell. Sandra memutuskan untuk kabur. Tiba-tiba Marcell sudah ada di sana sama Suci. Sandra kaget, marah sama Marcell karena sudah masuk rumah mereka.

Marcell dan Suci nyari Sherly di setiap sudut ruangan dan memang Sherly nggak ada di situ. Marcell tanya di mana Monica ? Dan di mana kalian sembunyikan anak saya. Sandra nggak mau ngaku.

Di Cinta Suci juga, Marcell akhirnya bertemu dengan Monica di pinggir jalan. Monica shock begitu tahu bukan Sandra yang datang melainkan Marcell dan Suci. Marcell marah sama Monica dan minta Monica segera kembalikan Sherly.

Monica sudah kehilangan akal karena posisinya udah skakmat. Monica akhirnya rebut kunci mobil Marcell dan bawa pergi mobil Marcell dari situ.

Apa yang terjadi selanjutnya di Cinta Suci?

PDIP Nilai Anies Bisa Jadi Mediator Polemik Posisi Wagub DKI

Jakarta – PDIP menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa menjadi mediator terkait tarik ulur posisi wagub DKI antara Gerindra dan PKS. Jika Anies ikut terlibat, masalah ini dinilai bakal segera selesai.

“Sebetulnya Pak Anies bisa jadi mediator yang baik. ‘Sampean berdua jangan terlalu lama. Gue capek kerja sendirian.’ Kan begitu. Pak Anies kalau beliau menyampaikan itu, saya yakin beliau berdua segera berjabat tangan, maka wakil gubernur DKI Jakarta terwujud, yakin saya,” tutur Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Dia juga meminta Gerindra dan PKS segera memutuskan siapa cawagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Gerindra dan PKS diminta tak berantem dalam kamar soal posisi wagub DKI.

“Satu saja harapannya, segera. Jangan berantem dalam kamar lah. Kan beliau satu kamar. Dengan segala hormat PKS-Gerindra monggo akhiri, agar kita memiliki wagub definitif,” katanya.

PDIP berharap tarik ulur PKS-Gerindra selesai. Mengingat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki tugas yang berat di tahun 2019.

“Bayangkan 2019 Pak Anies dibebani anggaran Rp 89 triliun. Kalau sendiri, waduh, kasihan juga,” ujar Gembong.

“Segera berkompromilah bagaimana bisa segera mengakhiri ini dengan harapan wakil gubernur ke depan betul-betul wagub yang mampu menjalankan tugas maupun fungsinya,” lanjut dia.

Meski demikian, Gembong tetap mengingatkan cawagub yang diusung benar-benar mengerti soal Jakarta. Wagub harus bekerja sesuai visi-misi dan bukan sekedar jadi ‘ban serep’.

“Itu penting bagi rakyat Jakarta agar bisa segera menikmati apa yang sudah dijanjikan beliau berdua ketika kampanye kemarin,” pungkas Gembong.
(idn/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>