Sumpah Keren! Pertunjukan Kung Fu di Beijing

Beijing – Bagi pecinta Kung Fu, ada pertunjukan menarik di Beijing, China, The Legend of Kung Fu. Pertunjukkan ini paduan dari musik, tarian dan seni bela diri.

Pertunjukan ini terwujud berkat kerja sama sekelompok praktisi Kung Fu terbaik, para sutradara dan desainer panggung terbaik di China. Ini merupakan perpaduan seni bela diri tradisional dan teater modern. Selain keahlian Kung Fu yang mengagumkan, pertunjukan ini juga menampilkan tarian balet dan musik yang mengalun indah. Tak salah jika pertunjukan ini menjadi pertunjukan Kung Fu terlaris di China.

detikTravel beserta rombongan wartawan dan akademisi Indonesia berkempatan menonton The Legend of Kung Fu ini pekan lalu atas undangan Kedutaan Besar China di Indonesia. Pertunjukan ini digelar di gedung serba merah yang diberi nama Red Theater, yang berlokasi di Jalan Xingfu No. 44, Distrik Chongwen, Beijing. Malam itu, para penonton membludak menyaksikan pertunjukan ini.

The Legend of Kung Fu mengisahkan tentang seorang anak laki-laki yang bercita-cita menjadi seorang Master Kung Fu. Dia pun menempuh jalan untuk menjadi seorang biksu, yang mana dia menemui banyak rintangan baik dari dunia maupun dari pikirannya sendiri untuk mengatasi rasa takutnya dan menjadi seorang master Kung Fu sejati.

(Rita Uli/detikTravel)(Rita Uli/detikTravel)

Pertunjukan Kung Fu ini mengalir dengan alur cerita yang menarik. Ada subtitle bahasa Inggris yang ditampilkan di atas panggung untuk memberitahu penonton tentang alur ceritanya. Sepanjang pertunjukan, para pemain tak melakukan dialog, mereka hanya menampilkan Kung Fu, tarian dan akrobatik, disertai dengan alunan musik.

Penggabungan tarian modern dan seni bela diri tradisional China menjadikan pertunjukan ini unik dan spektakuler. Dengan alur cerita yang dikemas menarik, ditambah penataan cahaya panggung yang ciamik, tak terasa pertunjukan pun berakhir setelah berlangsung hampir 2 jam. Tepuk tangan meriah para penonton terdengar ketika pertunjukan berakhir.

(Rita Uli/detikTravel)(Rita Uli/detikTravel)

Pertunjukan in ditampilkan oleh China Heaven Creation International Performing Arts Co Ltd (CHC) perusahaan produksi seni pertunjukan yang terkemuka di China. CHC mengajak sekelompok praktisi Kung Fu terbaik beserta para sutradara dan desainer panggung terbaik di negeri itu untuk menampilkan pertunjukan yang populer bagi para turis dan pecinta Kung Fu ini.

Pertunjukan The Legend of Kung Fu pertama kali dimainkan di panggung Beijing pada 15 Juli 2004 silam. Sejak itu, pertunjukan ini telah menerima berbagai penghargaan dan menjadi tontonan kelas dunia yang dikenal di seluruh dunia.

Gedung Red Theatre menampilkan The Legend of Kung Fu setiap hari yakni sebanyak dua kali pertunjukan: pada pukul 17.15-18.30 dan pukul 19.30-20.45. Tiketnya bervariasi tergantung pada zona tempat duduk, yakni berkisar mulai dari yang termurah 280 Yuan (sekitar Rp 560 ribu), 380 Yuan, 480 Yuan, 580 Yuan dan termahal 880 Yuan (Rp 1,8 juta).

Ramainya wisatawan yang ingin menonton (Rita Uli/detikTravel)Ramainya wisatawan yang ingin menonton (Rita Uli/detikTravel)

(rdy/fay)

Dituntut 8 Tahun Penjara, Zumi Zola Bacakan Pleidoi Hari Ini

Jaksa merinci penerimaan gratifikasi yang diperoleh Zumi Zola dari sejumlah rekanan swasta yang kerap mengerjakan proyek-proyek di lingkup Provinsi Jambi. Uang gratifikasi tidak diterima secara langsung oleh mantan aktor tersebut, melainkan melalui dua orang dekatnya, yakni Asrul Pandapotan Sihotang dan Apif Firmansyah.

Sejak dilantik menjadi Gubernur Jambi pada 12 Februari 2016, Zumi Zola langsung memerintahkan dua anak buahnya tersebut mencari uang ke beberapa rekanan proyek untuk melunasi utang-utangnya selama masa kampanye.

Jaksa menyebut total penerimaan gratifikasi oleh Zumi sejak Februari 2016 hingga November 2017 sebesar Rp 37.477.000.000, USD 183.300, SGD 100.000, dan 1 unit Toyota Alphard. Ia juga dituntut telah melakukan tindak pidana memberi suap kepada DPRD Provinsi Jambi untuk pembahasan APBD dua tahun anggaran 2017 dan 2018.

Total pemberian suap untuk dua tahun anggaran tersebut sebesar Rp 16 miliar dengan rincian tahun anggaran 2017 Zumi Zola melalui anak buahnya, yakni Kabid Bina Marga Provinsi Jambi, Arfan memberi suap sebesar Rp 12.940.000.000 sementara tahun anggaran 2018 ia memberi suap Rp 3.400.000.000. Uang suap tersebut disebut sebagai uang ketok palu.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Febri Diansyah menuturkan KPK tidak tertutup kemungkinan memberikan hak dari tersangka bisa menyampaikan secara terbuka kepada penyidik.

Jelang Pemilu 2019, Polres Situbondo Gelar Forum Ulama dan Umara

Liputan6.com, Situbondo – Polres Situbondo, Jawa Timur mengadakan kembali forum silaturahmi dengan seluruh ulama dan umara kabupaten setempat dalam upaya menjaga iklim kondusif jelang Pemilu 2019 mendatang.

“Para ulama dan umara mempunyai tanggung jawab bersama untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Keamanan merupakan dasar untuk menciptakan iklim kondusif,” ujar Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono usai Forum Silaturahmi Ulama dan Umara di aula Polres Situbondo, seperti dilansir Antara, Kamis (22/11/2018).

Menurut Awan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan meningkat seiring dengan perkembangan politik, terlebih mendekati Pemilu Serentak tahun depan.

“Perlunya pelaksanaan forum silaturahmi ini berkelanjutan karena ulama dan umara merupakan dua komponen penting yang menjadi panutan masyarakat,” tegas Awan.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Situbondo KH Syaiful Muhyi bersyukur dan mendukung adanya silaturahmi yang diinisiasi oleh Kapolres Situbondo tersebut.

“Dalam ajaran agama Islam, sudah jelas menyebutkan jika ulama dan umaranya baik, masyarakat juga akan baik,” ucap Syaiful.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kedatangan para tokoh dan ulama NU se-Jakarta Utara ini untuk menyampaikan dukungan terhadap pencalonan Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden mendampingi Jokowi.