PAN: Sejak 2014 Bima Arya Lebih Condong ke Jokowi

Jakarta – Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya, yang juga elite PAN, resmi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. PAN sebagai partai yang membesarkan Bima sudah melihat kecenderungan itu sejak 2014.

“Kalau Bima memilih mendukung pak Jokowi, ya biarin saja. Sejak 2014 dia memang lebih condong ke pak Jokowi. Dia termasuk pengurus DPP PAN saat itu yang menginginkan Ketum PAN bang Hatta Rajasa berpasangan dengan pak Jokowi,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo, saat dihubungi, Sabtu (13/4/2019).

PAN yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga menyayangkan narasi Bima. Dradjad harusnya Bima mengapresiasi PAN meski berbeda pilihan.

“Saya menyayangkan Bima memakai narasi seolah-olah dia akan jadi korban pemecatan PAN. Seharusnya Bima menghormati dan mengapresiasi PAN, bukan menarasikan ‘saya berjuang untuk pak Jokowi dan rela menjadi korban pemecatan PAN’,” ujarnya.

Menurut Dradjad, PAN sudah berjasa mengangkat karir Bima di dunia politik. Sementara sumbangsi Wali Kota Bogor terpilih itu belum banyak dirasakan PAN.

“PAN sudah banyak berjasa mengangkat karir politik Bima. Saya tidak perlu buka-bukaan karena Bima itu adinda saya di partai. Di sisi lain, Bima belum berhasil menyumbangkan kursi DPR maupun DPRD bagi PAN dari Kotamadya Bogor. Dengan kata lain, kontribusinya bagi suara PAN masih belum memadai. Karena itu saya berharap, Bima bisa menunjukkan etika dan moral politik yang bagus terhadap PAN,” pungkasnya.

Bima sebelumnya menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin dan siap dipecat karena partainya merupakan pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga. Meski begitu dia mengaku tidak tebersit untuk keluar dari PAN. Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Insyaallah saya siap atas segala risikonya. Prinsip saya, right on is my party. When it’s right, keep it right. When it’s wrong, make it right,” ucap Bima di Bogor, yang dilansir Antara, Jumat (12/4/2019).

Simak Juga ‘Bima Arya Acungkan Satu Jari, TKN: Sinyal Bagus’:

[Gambas:Video 20detik]

(abw/rvk)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Klopp: Lupakan Mimpi Buruk 2014 dan Ayo Kalahkan Chelsea

Liverpool

Laga melawan Chelsea akhir pekan ini di Anfield membuka lagi luka lama Liverpool lima tahun lalu. Apakah impian The Reds juara akan musnah dengan cara sama?

Liverpool akan berupaya mempertahankan puncak klasemen Premier League dengan menjamu Chelsea di Anfield, Minggu (14/4/2019) malam WIB besok. Kemenangan sangat penting mengingat perubahan posisi sepertinya bakal terjadi karena Manchester City melawat ke Crystal Palace sehari sebelumnya.

Dengan kondisi seperti ini, maka Liverpool akan tertinggal satu poin andaikan City menang. Jelas ini jadi beban untuk Liverpool yang harus mengalahkan Chelsea berapapun skornya.

Bukan lawan mudah mengingat The Blues kerap menjegal Liverpool di Anfield dengan enam lawatan terakhir berakhir tanpa kekalahan. Selain itu kondisi duel ini mengingatkan Liverpool dan fans pada mimpi buruk lima tahun lalu.

“Saya bahkan tidak berpikir soal laga tahun 2014 sebelum memasuki ruangan ini,” ujar Klopp dalam jumpa pers seperti dikutip Sportskeeda.

“Saya sendiri tidak yakin apakan yang lain memikirkan yang sama seperti Anda. Tentu saja saya mengetahui itu tapi itu tidak ada hubungannya dengan kami,” sambungnya.

“Ini benar-benar cerita yang baru. Semua soal laga hari Minggu nanti dan bukan masa lalu. Semua sudah berubah, hanya warna dan nama saja yang tidak.”

Saat itu Liverpool juga memuncaki klasemen dengan Premier League menyisakan tiga pertandingan dan mengumpulkan 80 poin dari 35 laga. Sementara, City di posisi ketiga dengan 74 poin dan baru bermain 34 kali.

Liverpool seharusnya bisa lebih dekat dengan titel juara andaikan memenangi laga ini, sebelum kapten Steven Gerrard terpeleset saat menguasai bola dan membuat Demba Ba mudah saja menjebol jala tuan rumah. Chelsea menang 2-0 lewat gol tambahan Willian.

City lantas memangkas jarak beberapa jam kemudian usai mengalahkan Crystal Palace. Hasil imbang 3-3 kontra Crystal Palace sepekan setelahnya otomatis membuyarkan impian juara Liverpool. Sampai sekarang insiden Gerrard terpeleset itu masih jadi bahan olok-olok tim rival.

Lima tahun berselang hanya tiga pemain dari skuat tersebut yang masih bertahan yakni kapten Jordan Henderson, Simon Mignolet, dan Daniel Sturridge. Sebagai tambahan situasinya pun makin mirip karena lawan yang dihadapi Liverpool dan City adalah tim yang sama seperti saat itu. Bedanya City kini bermain duluan ketimbang Liverpool.

“Kami harus menggunakan kekuatan Anfield lagi. Saya sangat bahagia dengan para suporter kami, bagaimana mereka mengatasi semua ini dan tumbuh bersama-sama. Ini adalah saatnya kami menunjukkan itu. Kami butuh semua untuk memenanginya,” demikian Klopp.

(mrp/yna)

2014 Menang Telak, Bagaimana Peluang Prabowo di Garut Tahun Ini?

Sementara itu Yusuf Supriadi, Ketua Brigade 02 Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Garut mengaku optimistis, capaian Prabowo di 2014 bakal kembali terulang tahun ini.

“Kami memiliki pemilih yang loyal, sehingga dukungannya akan tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan suara untuk Prabowo akan tetap terjaga, memburuknya daya beli masyarakat, mahalnya sejumlah kebutuhan pokok, dan lemahanya penegakan hukum, diduga menjadi faktor peningkatan suara signifikan untuk Prabowo.

“Masyarakat sudah tahu itu semua, dan mereka tentu bakal mendukung kami yang mengusung perubahan,” ujarnya.

Ia berharap masuknya sosok Sandiaga Uno yang merupakan pengusaha sukses nasional, bakal mampu menarik pemilih dari kalangan milenial untuk memberikan dukungannya kepada capres nomor urut 2 tersebut.

“Bang Sandi itu sudah memberikan solusi bagi bansga dengan usaha, berapa puluh ribu pegawai di bawahnya,” kata dia.

Yusuf pun optimistis raihan 70 persen yang dicapai Prabowo pada 2014 lalu mampu dipertahankan. “Mungkin lebih, kalau sama (71 persen) iya pasti, saya targetkan di angka 80 persen,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin, Yudha Puja Turnawan menyatakan, keberhasil sejumlah program Jokowi seperti PKH, KIS, KIP dan sejumlah pembangunan infrastruktur akan mampu menambah dukungan masyarakat. “Silahkan cek ke pedesaan, mereka senang dengan adanya dana desa,” ujarnya.

Pola pembangunan yang selama ini tersentralistik di Jakarta, justru diubah pada saat jaman Jokowi berkuasa. “Sekarang masyarakat desa bisa melakukan pembangunan tanpa harus meminta-minta lagi ke pihak lain,” kata dia.

Selain itu, pembangunan sejumlah infrastruktur dan kemudahan usaha yang dibuka pemerintah, ikut mengerek taraf kesejahteraan masyarakat. “Dengan semakin baiknya infrastruktur, maka roda perekonomian masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Dengan sejumlah capaian itu, ia optimis capaian suara Jokowi-MAruf Amin di Garut, bakal semakin besar. “Memang 2014 kami kalah, tetapi kami sekarang sudah di angka 40 persenan lebih, naik signfikan,” ujar dia.

Ma’ruf: Kampanye Jokowi 2014 Lebih Besar dari Kampanye Prabowo 2019

Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto menyebut kampanye akbarnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pagi tadi sebagai rapat akbar politik terbesar semanjang sejarah Indonesia. Namun calon wakil presiden Ma’ruf Amin tak setuju.

“Saya kira biasa lah begitu. Pak Jokowi juga 2014 bisa mengumpulkan massa yang lebih besar,” kata Ma’ruf di kediamannya, Jl Situbondo No 12, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019).

Jumlah massa Prabowo menurutnya biasa saja. Namun Ma’ruf memaklumi klaim Prabowo itu. Dia berharap Jokowi bisa mengumpulkan massa lebih banyak dari massa Prabowo pada kampanye yang akan datang.

“Dan besok mudah-mudahan lebih besar,” kata Ma’ruf. “Tunggu nanti, 13 (April) nanti.”

Ma’ruf mengapresiasi petugas keamanan yang bisa menjaga kelancaran kampanye rivalnya di Senayan tadi. “Jadi keamanan kita bagus, mengawal pelaksanaan kampaye besar di Jakarta,” kata Ma’ruf.

Sebelumnya, Prabowo membuka pidato dalam kampanye akbarnya di GBK dengan menyebut kampanyenya itu sebagai rapat akbar terbesar dalam sejarah RI. Jumlah massa kampanye di kawasan Senayan disebutnya sejuta orang.

“Saya sudah siapkan pidato yang tercatat, tapi nampaknya lebih baik saya bicara tanpa catatan. Saudara-saudara sekalian, tadi dilaporkan kepada saya oleh sekjen-sekjen koalisi Indonesia Adil Makmur, mereka orang-orang yang berpengalaman di bidang politik. Mereka mengatakan ini adalah rapat akbar politik terbesar dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Prabowo di panggung kampanye bagian dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno tadi.
(dnu/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

2014 Menang 72,4 Persen di Papua, Jokowi Target Raih 85 Persen pada 2019

Liputan6.com, Papua – Calon presiden nomor urut 01 Jokowi menargetkan menang di Provinsi Papua minimal 85 persen suara. Sebab, berkaca pada Pilpres 2014, Jokowi bersama Jusuf Kalla mampu menang dengan perolehan suara 72,4 persen.

Hal tersebut disampaikan dalam konsolidasi tertutup di Swiss-Belhotel, Jayapura, Papua, Senin (1/4/2019). Jokowi melakukan pertemuan tertutup bersama elemen Tim Kampanye Nasional, Tim Kampanye Daerah Papua, sampai relawan.

Tampak hadir Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Erick Thohir, Wakil Ketua Abdul Kadir Karding, serta Ketua TKD Papua Jokowi-Ma’ruf Komarudin Watubun.

“Saya langsung saja to the point, tahun 2014 di Papua, Jokowi-JK mendapatkan 72,4 persen,” ujar Jokowi membuka pertemuan tersebut.

“Tahun 2019 saya minta minimal, minimal, berarti di atas itu boleh, minimal 85 persen,” tegasnya. Setelah pembukaan singkat itu, Jokowi melakukan konsolidasi secara tertutup.

Amien Rais Serukan People Power, Ini Hasil Prabowo-Jokowi di MK 2014

Jakarta – Amien Rais menyerukan people power daripada ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila terjadi kecurangan di Pemilu 2019. Prabowo pernah bertemu Jokowi di MK pada Pemilu 2014 dengan kemenangan di tangan Jokowi.

Kala itu, KPU menetapkan Prabowo-Hatta mendapatkan 62.576.444 dan Jokowi-JK mendapatkan 70.997.833. Versi Prabowo, ia mengklaim berhasil mengantongi 67.139.153 sedangkan Jokowi hanya memperoleh 66.435.124 suara.

Berikut pertimbangan MK memenangkan Jokowi, sebagaimana detikcom rangkum dari putusan MK, Minggu (31/3/2019):

1. Dalil Penekanan Pejabat Penguasa Daerah
Prabowo mendalilikan Gubernur Jateng menguntungkan Jokowi.

“MK menyatakan bukan kewenangan MK untuk menjatuhkan sanksi kepada Gubernur Jateng,” demikian putusan MK.

Selain itu, Prabowo juga tidak bisa membuktikan adanya tindak lanjut surat Gubernur Jateng dan pengaruh Gubernur Jateng ke hasil suara.

Lebih lanjut, Prabowo mendalilkan Gubernur Kalteng juga membuat surat kepada Ketua Adat Dayak untuk memilih Jokowi.

“Agak sulit memisahkan kedudukan Terang Narang sebagai Gubernur dengan kedudukannya sebagai Presiden Majelis Adat Nasional. Apabila ada dugaan pelanggaran hukum, maka hal tersebut di luar kewenangan MK untuk mengadilinya,” ujar MK.

2. Rekayasa Penyelenggara
Prabowo mendalilkan pada pokoknya Jokowi sengaja menggunakan tinta yang mudah dihapus, sehingga terjadi mobilisasi masyarakat untuk dapat melakukan pencoblosan lebih dari satu kali. MK lagi-lagi menolak dalil tersebut.

“Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa tinta yang mudah dihapus tersebut ada, karena bukti yang diajukan oleh Pemohon tidak ada satu pun contoh tinta yang mudah dihapus. Dengan demikian menurut Mahkamah, dalil Pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum,” cetus MK.

3. Politik Uang
Prabowo mendalilkan telah terjadi politik uang yang bertujuan untuk memenangkan Jokowi di berbagai daerah. MK juga menolak argumen tersebut.

“Mahkamah berpendapat bahwa dalil Pemohon tidak berdasar dan tidak dibuktikan oleh kesaksian saksi yang diajukan dalam persidangan, serta tidak disertai oleh alat bukti lain yang memadai. Pemohon tidak dapat menguraikan dengan jelas siapa pelaku dan siapa penerimanya, kapan, dimana terjadinya, dan berapa jumlahnya. Selain itu, tidak dapat dipastikan terjadinya politik uang tersebut akan mempengaruhi pilihan pemilih dan signifikan terhadap perolehan suara,” ujarnya.

Kesimpulan MK

MK menyatakan dalil Prabowo telah terjadi pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif, tidak terbukti menurut hukum. MK juga menyatakan tidak terbukti terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif yang secara signifikan memengaruhi perolehan suara Prabowo sehingga melampaui perolehan suara Jokowi.

“Oleh karena itu, menurut Mahkamah, dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum,” ucap majelis pada 21 Agustus 2014.

Sebelumnya, Direktur Puskapsi Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono mengingatkan era Orde Baru yang tidak memiliki MK. Kala itu, suka tidak suka, hasil pemilu harus diterima.

“Jangan lupa juga adanya mekanisme penyelesaian sengketa hasil Pemilu di MK juga belajar dari pengalaman pemilu pada Era Orde baru yang tidak mengenai mekanisme keberatan peserta ke pengadilan atas hasil Pemilu dalam hal ditemukan dugaan adanya kecurangan oleh penyelenggara. Sehingga pada era Orde Baru hasil Pemilu harus diterima oleh peserta tanpa ada peluang membawanya ke pengadilan,” ujar Bayu.

(asp/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prediksi Charta Politika di 2014 vs Jelang Pilpres 2019

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika mengeluarkan prediksi akhir Pilpres 2019. Mereka memprediksi pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan menang telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pada pilpres 2014 lalu Charta Politika juga merilis survei serupa. Namun, survei tersebut dirilis sehari sebelum pencoblosan.

Hasilnya menunjukkan elektabilitas Jokowi-JK unggul tipis di atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Selisihnya hanya 4,1%

“Dari sisi elektabiltas, Jokowi-Kalla masih mengungguli Prabowo-Hatta. Jokowi-JK akan dipilih oleh 49,2% responden, sedangkan Prabowo-Hatta dipilih oleh 45,1% responden. Sisanya, 5,7% belum menentukan pilihan,” kata Direktur Utama Charta Politika, Yunarto Wijaya, dalam rilis survei di Hotel Sofyan Betawi, Jl Cut Mutia No 09, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2014).

Baca Juga: Peta Kekuatan Prabowo vs Jokowi di H-1 Pilpres

survei opini publik skala nasional ini pada 3-6 Juli 2014 melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih dalam pemilu atau telah berusia 17 tahun ke atas ketika survei dilakukan. Jumlah sampel pada survei ini sebesar 1.200 responden dengan margin of error (MoE) sebesar +/- 2.83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Di Pilpres 2019 ini, survei terbaru Charta Politika diumumkan 23 hari sebelum pencoblosan. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 53,6% sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat angka 35,4%. Sebanyak 11% responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei itu dilaksanakan pada 1-9 Maret 2019. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 2.000 responden di 34 provinsi. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,19% dan tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga: Prediksi Hasil Akhir Pilpres Versi Charta: Jokowi dan Prabowo Selisih 20,4%

Namun, jika dilihat dari hasil sebelumnya, tren elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres meningkat. Charta Politika lantas melakukan ekstrapolasi sebagai prediksi akhir Pilpres 2019. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf menang telak atas Prabowo-Sandiaga dengan selisin 20,4%.

“Dengan perolehan elektabilitas tersebut di atas, ketika dilakukan ekstrapolasi maka menghasilkan perolehan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipilih oleh (60,2%) mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (39,8%),” demikian rilis Charta Politika, Senin (25/3/2019).

Survei akhir Charta Politika pada Pilpres 2014 memang tidak meleset jauh dari perolehan suara sebenarnya. Pada Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi-JK 53,15% persen sedangkan Prabowo-Hatta 46,85%. Selisihnya hanya 6,3%.

Lantas apakah prediksi kali ini akan tepat atau bakal ada kejutan di last minutes?
(zak/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Realistis, AHY Targetkan Suara Demokrat Setara Capaian Pemilu 2014

Liputan6.com, Jakarta – Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan, pihaknya tidak ingin muluk-muluk memasang target capaian suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

AHY hanya berharap setidaknya Partai Demokrat harus mendapat persentase 10,19 persen suara seperti pada Pemilu 2014 lalu.

“Kami realistis, artinya seperti yang tadi disampaikan di awal, bahwa paling tidak kami meraih suara seperti tahun 2014, paling tidak, kalau lebih tinggi tentunya lebih baik,” ujar AHY di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3)2019).

AHY tidak menampik bahwa Demokrat memang berharap bisa mendapatkan suara lebih dari Pemilu 2014, yakni sebesar 15 persen. Namun dia berusaha berpikir realistis dan melihat kondisi negara saat ini.

“Dan hari ini kami berharap bahwa kendati di awal optimistis, ambisisus, kami mencoba kalau bisa menuju ke 15 persen,” ucapnya.

“Tapi juga tidak boleh seolah-olah tidak realistis. Kami selalu mengukurnya dengan survei dan survei walaupun tidak semua kami jadikan sebagai referensi,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Tak Turunkan Target

Meski begitu, putra sulung Presiden ke-6 RI itu menegaskan, partainya tidak akan menurunkan target perolehan suara. AHY mengaku akan beruasa sebaik mungkin untuk bisa memenangan partai berlambang mercy itu.

“Ini adalah ikhtiar dan tentunya Kami tidak ingin menurunkan target tapi juga tidak boleh seolah-seolah tidak realistis,” ucapnya.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Massa FUI Persoalkan Hotel Tempat Tabulasi Suara, Ini Jawaban KPU

Jakarta – Sejumlah hal disoroti massa Forum Umat Islam (FUI) saat audiensi dengan KPU, termasuk soal tabulasi suara di salah satu hotel. KPU kemudian menjelaskan alasannya.

Pertanyaan itu diajukan oleh Sekretaris PA 212, Bernard Abdul Jabbar. Dia menyebut selama bertahun-tahun, KPU selalu melakukan tabulasi suara di suatu hotel di Jakarta Pusat.

“Tentang masalah tabulasi KPU. Kenapa selama ini, selama bertahun-tahun, tabulasi KPU itu kok selalu di Hotel Borobudur. Ada apa ini di Hotel Borobudur. Karena sepengetahuan informasi saya, ada sesuatu yang disembunyikan di Hotel Borobudur. Masalah tabulasi suara dan punya siapa itu hotelnya. Lah ini perlu kami tanyakan ke KPU,” kata Bernard di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

“Kami juga dapat informasi dari pegawai hotel yang bekerja di sana bahwa ini ada sesuatu yang disembunyikan di Borobudur itu. Kenapa nggak cari tempat lainnya?” sambungnya.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang hadir di audiensi itu lalu memberi penjelasan. Dia mengatakan tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada tahun 2014 lalu, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di Kantor KPU.

“Terkait tabulasi, ini ada Pak Sekjen, memang kita perlu ganti suasana, Pak, jangan Hotel Borobudur terus. 2014 tabulasi di kantor KPU. Kemudian tidak menutup kemungkinan nanti juga mudah, Pak, untuk dipindah dari Hotel Borobudur,” jawab Wahyu.

“Wong kita bayar, Pak, bisa di manapun sepanjang memang kualifikasinya memenuhi syarat,” sambungnya.

Wahyu menegaskan bahwa hasil akhir Pemilu bukan ditentukan perhitungan IT melainkan kertas. Hasil penghitungan suara dari TPS hingga tingkat nasional dilakukan di kertas.

“Tabulasi itu bukan hasil resmi KPU, hasil resminya ya melalui rapat pleno,” kata Wahyu.

(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Safari Nonstop di Jabar, Ma’ruf Amin Optimistis Raih Suara 60 Persen

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengakhiri safari politik 5 hari nonstop, Jumat (1/3/2019). Safari sang kiai lebih banyak mendatangi kota dan kabupaten di Jawa Barat, diawali di Cirebon, menyusuri Kuningan, Banjar, Pangandaran, sampai Ciamis.

Dengan adanya safari politik ini, Ma’ruf optimistis target 60 persen yang telah ditetapkan tim kampanye Jawa Barat.

“Saya kok optimis ya melihat trennya itu terus naik. Tren di Jabar terus naik,” kata Ma’ruf di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (1/3/2019).

Ma’ruf Amin menuturkan kekalahan petahana Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres 2014 lalu karena banyak masyarakat Jawa Barat termakan hoaks. Karenanya, Mustasyar PBNU itu menyampaikan klarifikasi dan bantahan atas fitnah dan kabar bohong kepada masyarakat. Adapun hoaks yang kerap menyerang Jokowi adalah isu-isu agama.

“Sebab bagaimanapun masyarakat itu kalau diberi pencerahan dia bisa dapat memahami gitu. Karena itu sangat optimis,” katanya.

2 dari 3 halaman

Rebut Swing Voters

Selain itu, safari politik ini untuk menjaga suara yang sudah dipegang. Ketum MUI itu menyebut menjaga masyarakat agar tidak terprovokasi.

Kedua, untuk merebut suara yang masih mengambang atau belum tentukan pilihan. Caranya dengan kampanye keberhasilan Jokowi dan kembali menepis isu-isu hoaks.

“Tentu saja kita tidak ingin apa yang sudah kita ada di tangan kemudian diambil orang apalagi caranya dengan cara hoaks, nah ini yang kita hilangkan,” imbuhnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: