Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Kamis 18 April 2019: Rossy Panas Lihat Aris dan Caca Akrab

Liputan6.com, Jakarta Kamis malam ini Orang Ketiga bercerita tentang di depan pintu rumah Aris… Jreeng! Rossy mau masuk. Tapi malah shock lihat pemandangan Aris dan Caca di dalam rumah, yang tampak akrab. Aris sedang membantu Caca membersihkan lukanya. Rossy shock banget. Rossy akhirnya bergegas pergi dari sana tanpa Aris dan Caca lihat.

Masih di episode di Orang Ketiga malam ini, Rossy naik motornya dan ngebut pergi. Aris di dalam rumah kaget kayak dengar suara motor. Langsung kenali itu kayak suara motor Rossy. Aris malah jadi refleks lari ke depan tinggalkan Caca. Jadinya, Caca bingung. Aris keluar tapi Rossy sudah nggak ada. Aris jadi mikir apa dia salah dengar?

Caca ikut keluar dan tanya. Aris mengelak. Tapi Aris lalu tersadar dan bilang sudah malam. Sebaiknya Caca balik. Caca tatap Aris dan bilang cerita Aris tadi; soal Putra. Caca bilang ke Aris dia bukan Yuni. Dia Caca. dan, Caca nggak tahu siapa Yuni, tapi yang jelas Caca nggak mungkin punya suami seperti Putra.   

Rossy balik ke kontrakan dengan sedih. Duduk dulu di depan kontrakan karena pikir sola Aris yang sekarang malah tambah dekat lagi dengan Caca. Dimas pas ke teras juga nggak bisa tidur. Kaget lihat Rossy duduk sedih di teras kontrakan sebelah. 

Bagaimana kisah Orang Ketiga malam ini selanjutnya?

Sinopsis Sinetron Anak Langit Episode Kamis 18 April 2019: Andra Dirawat, Tari Khawatir

Adel pulang sekolah dengan jalan berjingkat-jingkat. Dia kaget malah ketemu sama Satria. Lalu, Satria alasan banyak tugas kampus, enggak sempat jemput Adel. Tapi, Adel ngeledek, lagian siapa yang mau dijemput sama elo..

Polisi datang, anak Nightmare pada kabur begitupun anak buah Toni. Wibowo kasih tahu polisi mereka yang kabur itu anak geng motor berandal. Hiro pamit mau jengukin Andra..

Baskara kaget pas dikasih tahu ternyata cewek yang selalu bareng Satria itu Adel, keponakannya Salim. Baskara kaget juga, dia baru tahu. Dia minta Baskara fotoin Adel dan Satria. Barman foto lalu kirim ke Baskara.

Umumkan Quick Count Sebelum Pukul 15.00 WIB Bisa Dipenjara 18 Bulan!

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan larangan untuk menyebarkan quick count sebelum pukul 15.00 WIB. Bagi yang melanggar, maka akan dipidana 18 bulan penjara.

Hal itu seiring MK memutuskan menolak permohonan pemohon yang terdiri dari lembaga survei dan beberapa stasiun televisi.

“Pemohon memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan a quo. Menolak permohonan provisi pemohon 1-6 untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK, Selasa (16/4/2019).


Alhasil, pasal yang dimaksud tetap dan tidak berubah. Yaitu:

Pasal 449 ayat 5:

Pengumuman prakiraan hasil penghitungan cepat Pemilu hanya boleh dilakukan paling cepat 2 (dua) jam setelah selesai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat.

Bagi yang melanggar Pasal 449 ayat 5, maka diancam hukuman 18 bulan penjara. Hal itu sesuai dengan bunyi Pasal 540 ayat 2:

Pelaksanaan kegiatan perhitungan cepat yang mengumumkan prakiraan hasil perhitungan cepat sebelum 2 jam setelah selesainya pemungutan suara di rilayah Indonesia bagian barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 ayat 5, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Industri Kreatif Bisa Ciptakan 18 Juta Lapangan Kerja

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ikut mendukung pengembangan industri kreatif di dalam negeri. Saat ini tercatat ada sembilan kota yang akan menjadi pusat industri kreatif unggulan Indonesia.

Sekretaris Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Eddy Siswanto mengatakan, ‎sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2015 tentang ekonomi kreatif, pemerintah berkomitmen untuk membangun ekonomi kreatif yang bertumpu pada tumbuhnya industri-industri kreatif.

Hal ini salah satunya dalam rangka meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. “Salah satu strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia, yaitu melalui industri kreatif,” ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Dia mengungkapkan, Indonesia telah memiliki beberapa kota yang industri kreatif terus berkembang, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Jember, Bali, Makassar dan Mataram. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan kota lain juga muncul menjadi pusat pengembangan industri kreatif.

‎”Masa depan industri kreatif cukup menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi dengan nilai yang tinggi, karena dalam industri ini terdapat konten gagasan, seni, inovasi, teknologi, serta kekayaan intelektual. Dalam hal ini di Indonesia cukup besar potensinya sehingga kekuatan ini dapat menjadi unsur penentu daya saing produk,” jelas dia.

Untuk dapat bersinergi dengan program ekonomi kreatif, lanjut Eddy, Kemenperin melaui Ditjen IKMA telah memiliki program penumbuhan wirausaha baru, termasuk program pengembangan start-up.

Pemilu di Australia Akan Diselenggarakan 18 Mei 2019

Canberra

Australia akan menggelar pemilihan umum tingkat federal pada 18 Mei 2019 untuk menentukan apakah pemerintahan koalisi Liberal Nasional akan terus berkuasa atau oposisi Partai Buruh akan menggantikan mereka.

Pemilu Australia 18 Mei 2019:

Perdana Menteri Scott Morrison secara resmi mengunjungi kediaman Gubernur Jenderal Sir Peter Cosgrove di Canberra hari Kamis (11/4/2019) untuk meminta penetapan tanggal pemilu dan pembubaran parlemen periode saat ini.

Dalam pernyataannya, PM Morrison mengatakan pemilu kali ini menawarkan pilihan yang jelas, yaitu antara kinerja perekonomian pemerintah selama enam tahun terakhir, melawan Partai Buruh di bawah kepemimpinan Bill Shorten.

PM Morrison mengatakan diperlukan waktu lima tahun guna memperbaiki perekonomian yang ditinggalkan oleh Pemerintahan Partai Buruh yang kalah dalam pemilu di tahun 2013.

“Sekarang bukan waktunya untuk berbalik arah lagi,” kata PM Morrison.

“Mempertahankan perekonomian yang kuat merupakan cara kami memastikan masa depan Anda dan keluarga Anda,” katanya.

Upacara singkat dilakukan di luar gedung parlemen guna membubarkan keanggotaan parlemen periode saat ini pada sekitar Pukul 8:29 pagi.

Gubernur Jenderal Cosgrove kemudian secara resmi membubarkan lembaga perwakilan rakyat pada Pukul 8:30. Sebuah sidang di Senat yang sedianya dilangsungkan Pukul 9 pagi pun telah dibatalkan.

Dalam reaksinya di akun media sosial Twitter, Bill Shorten mengatakan partainya “siap menghadirkan keadilan bagi Australia.”

Dalam pemilu federal, seluruh kursi anggota DPR akan diperebutkan kembali, sementara untuk Senat, hanya setengah dari jumlah kursi yang akan dipilih. Hal ini dikarenakan periode anggota Senat sengaja diatur tidak bersamaan.

Saat ini koalisi Partai Liberal dan Nasional merupakan pemerintahan minoritas, dan karenanya harus memenangkan lebih banyak kursi untuk bisa memerintah tanpa dukungan dari partai lain.

Kekuatan mereka di DPR hanya 73 kursi sementara Partai Buruh menguasai 72 kursi. 6 kursi sisanya merupakan anggota DPR dari partai kecil dan independen.

Dalam pemilu tahun 2016, koalisi dipimpin Perdana Menteri Malcolm Turnbull sedangkan dalam pemilu 2013 dipimpin Tony Abbott.

PM Morrison berjanji bila koalisinya menang lagi, dia akan menjabat perdana menteri secara penuh waktu selama 3 tahun.

Jika hal itu terjadi, Morrison akan membuatnya menjadi perdana menteri pertama yang menjabat penuh dalam 10 tahun terakhir.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini


(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bacakan Puisi Fadli Zon, Neno Usul 18 April Konser Puisi Kemenangan

Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman, turut membacakan puisi dalam peluncuran antologi puisi karya Fadli Zon. Puisi yang dibacakan Neno berjudul ‘Tangan Besi’, yang menurut Neno, ditulis khusus setelah dirinya mengalami persekusi.

“Sajak Tangan Besi. Puisi ini ditulis Fadli, dan kalau saya boleh merasa luar biasa karena puisi ini ditulis untuk saya ketika saya dilempari batu, kemudian diancam mau dikuliti, mau dicincang, mau dibunuh. Begitu banyak wajah-wajah di sisi jendela mobil. Sampai ada petugas yang menanyakan ‘ibu punya anak kan, ibu punya keluarga kan?’ ucap Neno di Aljazeerah Polonia, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019).

“Dalam masa-masa seperti itu, ada seorang sahabat yang betul-betul sejak persekusi pertama sampai persekusi berikutnya, yang terus menerus mendampingi saya namanya Fadli Zon,” imbuhnya.

Bacakan Puisi Fadli Zon, Neno Usul 18 April Konser Puisi KemenanganFoto: Neno Warisman di acara peluncuran antologi puisi Fadli Zon (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

Neno lalu membacakan puisi itu dengan gaya musikalisasi. Usai aksinya tersebut, Neno melempar usulan agar digelar konser Puisi Kemenangan untuk menyambut jika Prabowo menang pilpres 17 April mendatang.

“Kelihatannya hari pertama kemenangan, begitu tanggal 17 April, insyaallah saya usul gimana nanti kalau tanggal 18 April udah kita bikin konser puisi kemenangan. Tinggal bikin satu lagi puisi, puisi kemenangan. Setuju? Setuju ya?” ungkap Neno.

Fadli Zon meluncurkan antologi puisi berjudul ‘Ada Genderuwo di Istana’. Buku ini disebutnya sebagai antologi puisi keempat yang ia tulis dan berisi 25 puisi yang terkait dengan kondisi politik ekonomi pada pemerintahan saat ini.

Fadli ingin antologi puisinya ini bisa memotret peristiwa sejarah. Fadli menyebut peluncuran buku ini sebagai sebuah variasi.

“Supaya ada variasi. Artinya sebenarnya dari dulu puisi bisa mencerminkan sikap politik, kritik. Misal, Rendra dulu potret pembangunan dalam puisinya luar biasa kritis dan tajam pada pemerintahan zaman itu. Mengekspresikan melalui puisi lebih terkontrol. Dan saya kira tidak ada deliknya, karena ini ekspresi perasaan,” sebut Fadli.

Selain Neno, hadir pula sejumlah tokoh yang bergantian membacakan puisi dari antologi tersebut. Tokoh yang hadir di antaranya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua BPN Neno Warisman, dan koordinator juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak.

Hadir pula sejumlah musisi dan budayawan, di antaranya Sang Alang, Tio Pakusadewo, Ridwan Saidi, Dipo Alam, Jose Rizal Manua, Camelia Malik, Evi Tamala, dan Fauzi Baadila.

Puisi-puisi dalam ‘Ada Genderuwo di Istana’ disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris setebal 84 halaman. Dalam buku tersebut, dilampirkan pula kliping judul-judul berita yang menampilkan pemberitaan soal Fadli dan puisinya. Buku tersebut dilengkapi prolog yang ditulis oleh Rocky Gerung serta epilog yang ditulis oleh Ridwan Saidi.
(azr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

MA Tetap Hukum Meliana 18 Bulan Bui, Pengacara: Meliana Korban Hoax

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) tetap menghukum Meliana selama 18 bulan penjara. Ia dinilai melakukan penodaan agama karena mengkritik suara azan yang terlalu keras.

“Kami belum terima putusannya. Awalnya kami berharap Hakim yang memeriksa Kasasi perkara ibu Meliana mempertimbangkan bahwa tidak ada bukti sedikit pun yang membuktikan ibu Meliana mengucapkan apa yang dituduhkan dalam perkaraan penodaan agama tersebut,” kata kuasa hukum Meliana, Ranto Sibarani kepada detikcom, Senin (8/4/2019).

Menurut Ranto, jelas-jelas bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut adalah surat penyataan yang ditandatangani oleh Dailami dan kawan-kawan.

“Sejak kapan perkara pidana bisa dibuktikan dengan surat pernyataan orang lain?” kata Ranto menegaskan.

Menurut tim pengacara, putusan kasasi terhadap perkara Meliana akan membuat ketidakpastian penerapan hukum.

“Ke depan, rakyat akan terbiasa untuk membakar rumah ibadah orang lain hanya karena berita hoax, namun untuk membenarkan hoax tersebut cukup dibuat surat pernyataan, maka hoax tersebut menjadi seakan-akan benar, dan surat pernyataan tersebut dijadikan bukti dalam menghukum korban hoax,” papar Ranto.

Meliana mengkritik volume azan karena terlalu keras pada Juni 2016. Rumah Meliana di Tanjungbalai dirusak oleh massa. Bahkan Vihara di kota itu dibakar.

Belakangan, jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Atas hal itu, Meliana banding tapi ditolak. MA juga bergeming.

Bagaimana dengan para perusak rumah Meliana dan vihara? Berikut hukuman yang dijatuhkan oleh PN Medan:

1. Abdul Rizal dihukum 1 bulan 16 hari.
2. Restu dihukum 1 bulan dan 15 hari.
3. M Hidayat Lubis dihukum 1 bulan dan 18 hari.
4. Muhammad Ilham dihukum 1 bulan dan 15 hari.
5. Zainul Fahri dihukum 1 bulan dan 15 hari.
6. M Azmadi Syuri dihukum pidana 1 bulan dan 11 hari.
7. Heri Kuswari dihukum 1 bulan dan 17 hari (kena pasal kasus pencurian).
8. Zakaria Siregar dengan pidana 2 bulan dan 18 hari.

(asp/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tok! MA Tetap Hukum Meliana Pengkritik Volume Azan 18 Bulan Penjara

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Meliana yang mengkritik volume azan. Alhasil, ia harus tetap menjalani hukuman sebagaimana putusan sebelumnya yaitu 18 bulan penjara.

Meliana mengkritik volume azan karena terlalu keras pada Juni 2016. Rumah Meliana di Tanjungbalai dirusak oleh massa. Bahkan Vihara di kota itu dibakar.

Belakangan, jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Atas hal itu, Meliana banding tapi ditolak.

Meliana lewat pengacaranya kemudian mengajukan kasasi. Apa kata MA?

“Amat putusan Tolak,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Senin (8/4/2019).

Perkara nomor 322 K/PID/2019 itu diketuai hakim agung Sofyan Sitompul dengan anggota Desnayeti dan Gazalba Saleh. Perkara dengan panitera pengganti Raja Mamud itu diketok pada 27 Maret 2019.

Bagaimana dengan para perusak rumah Meliana dan vihara? Berikut hukuman yang dijatuhkan oleh PN Medan:

1. Abdul Rizal dihukum 1 bulan 16 hari.
2. Restu dihukum 1 bulan dan 15 hari.
3. M Hidayat Lubis dihukum 1 bulan dan 18 hari.
4. Muhammad Ilham dihukum 1 bulan dan 15 hari.
5. Zainul Fahri dihukum 1 bulan dan 15 hari.
6. M Azmadi Syuri dihukum pidana 1 bulan dan 11 hari.
7. Heri Kuswari dihukum 1 bulan dan 17 hari (kena pasal kasus pencurian).
8. Zakaria Siregar dengan pidana 2 bulan dan 18 hari.
(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pengakuan Mengejutkan Millendaru, 18 Tahun Sudah Lakukan Ini

“Pertama kali kau benar-benar pacaran sama lelak,i sudah sampai hubungan bebas, sudah sampai hubungan intim umur berapa? sama laki loh,” tanya Hotman Paris sambil menyantap makanan.

Ternyata, Millendaru sudah melakukan hubungan intim di usianya yang masih relatif muda. “Lulus SMA, umur 18,” papar Millendaru.

Begal Potong Tangan Divonis 18 Tahun Bui, Hakim: Terdakwa Sadis

Makassar – Dua terdakwa begal pemotong tangan mahasiswa di Makassar, Sulsel, dihukum 18 tahun penjara. Salah satu pertimbangan yang memberatkan hukuman, terdakwa dinilai sadis.

Amar putusan kedua terdakwa yakni Aco alias Pengkong dan Firman alias Emmang dibacakan hakim ketua, Bambang Nurcahyo di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan Kartini, Selasa (2/4/2019).

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat,” kata Bambang.

“Dua, perbuatan kedua terdakwa dilakukan secara sadis yang mengakibatkan saksi korban telapak tangan kiri terlepas, terputus dan cacat seumur hidup,” sambung dia.

Karena perbuatan kedua terdakwa, korban bernama Imran (19), mengalami ketakutan dan trauma.

“Terdakwa juga adalah residivis dan terdakwa kedua pernah menjalani perkara penganiayaan,” katanya.

Ada pun hal yang meringankan kedua terdakwa adalah selama persidangan, keduanya bersikap baik.

Dua terdakwa begal pemotong tangan mahasiswa di Makassar dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Keduanya terbukti melakukan pencurian dan kekerasan terhadap korban.
(fiq/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>