17 ABK Jadi Korban Kebakaran KM Riki Baru di Kepulauan Seribu, 3 Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 17 orang menjadi korban kebakaran kapal ikan KM Riki Baru, di sebelah timur Pulau Peniki, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Kejadian kebakaran itu terjadi pada Senin 11 Maret 2019 sekitar pukul 22.00 WIB.

“Passenger On Board (POB Atau penumpang) 17 orang. Tiga orang sudah dievakuasi yakni dua orang selamat dan satu orang meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono melalui siaran pers yang diterima Merdeka.com, Selasa (12/3/2019).

Para ABK KM Riki Baru, kata Argo, diselamatkan KM Putera Bahagia II saat sedang melintas. Selanjutnya, Basarnas Command Center (BCC) Pada Pukul 22.05 WIB, menghubungi Kantor SAR (Kansar) Jakarta untuk konfirmasi kejadian tersebut.

“BCC menghubungi Kapten kapal Putera Bahagia, tapi tidak diangkat tiga kali. Lalu pada pukul 22.33 WIB, BCC kembali menghubungi Kansar Jakarta dan didapat info nama kapal yang terbakar adalah Riki Baru,” ujarnya.

Dari hal itu, ia selanjutnya menghubungi pihak kepolisian guna membantu mencari para korban.

“Kapolres Kepulauan Seribu AKBP M. Sandy Hermawan, dengan Jajaran Piket Polres Kepulauan Seribu beserta Dir Pol Airud Polda Metro Jaya Kombes Edfrie R Maith berangkat ke TKP. Pada pukul 01.01 WIB tim gabungan berhasil menemukan KM Putera Bahagia yang telah menyelamatkan korban selamat dan meninggal dunia dari KM Riki Baru,” ujarnya.

“Lalu pada pukul 01.49 WIB, Tim berhasil menemukan KM Riki Baru yang masih terbakar dan korban meninggal dunia dua orang yang masih memakai pelampung dan terikat tali, tim berusaha mengevakuasi korban namun terkendala gelombang dan peralatan,” sambungnya.

Lanjut Argo, pada pukul 03.24 WIB Kapal SAR Jakarta tiba dan merapat ke kapal KM Bira Polres Kepulauan Seribu serta KM Putera Bahagia II, untuk serah terima korban dan melanjutkan pencarian.

“Pukul 04.55 WIB, Tim gabungan Polres Kepulauan Seribu dan Dit Polairud telah kembali merapat ke Marina Ancol,” pungkasnya.

Tim SAR gabungan hingga kini masih mendalami kebakaran kapal ikan KM Riki Baru di sebelah timur Pulau Peniki, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Dari insiden itu, 14 orang selamat, tiga orang meninggal dunia, dan satu orang masih dicari.

Korban Luka KRL Jakarta-Bogor Terguling Jadi 17 Orang

JakartaKRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor terguling di Kebon Pedes, Kota Bogor, dan menyebabkan korban luka-luka. Total korban luka menjadi 17 orang.

“Seluruh korban telah dievakuasi dari kereta. Korban yang dievakuasi berada dalam kondisi luka-luka. Hingga pukul 12.10 WIB tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang,” kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa dalam keterangannya, Minggu (10/3/2019).

Sembilan korban luka KRL Jatinegara-Bogor terguling dirawat di RS Salak Bogor. Delapan korban lainnya dibawa ke pos kesehatan Stasiun Bogor.
Eva menyebut identitas korban luka dapat dilihat di RS Salak Bogor. “Bagi para pengguna yang menjadi korban maka akan mendapatkan perawatan kesehatan,” sebut Eva.
Eva mengatakan PT KCI akan berupaya mengevakuasi badan kereta yang anjlok. Untuk gerbong yang tidak anjlok akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut.

“Sementara kereta yang anjlok menunggu proses evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian,” sebut Eva.

Simak Juga ‘Detik-detik KRL Jakarta-Bogor Terguling, Penumpang Berhamburan’:

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Elektabilitas Terkini Jokowi Vs Prabowo, Bakal Stabil hingga 17 April?

Liputan6.com, Jakarta – Jokowi di atas angin. Elektabilitas atau tingkat keterpilihannya bersama Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 masih mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam hasil survei yang dilakukan tujuh lembaga, rata-rata selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi per Februari 2019 terpaut sekitar 20 persen. Apakah selisih tersebut akan stabil hingga hari H pencoblosan pada 17 April 2019?

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby menilai, selisih elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 dan 02 akan cenderung stabil hingga hari pemungutan suara. Namun, untuk angka elektabilitas dimungkinkan fluktuatif.

“Kalau selisihnya, sejak survei LSI pada Agustus 2018 hingga Februari 2019 stabil. Jadi kalau angkanya (elektabilitas) masih dinamis, tapi selisihnya cenderung stabil kurag lebih 20 persen,” kata Adjie saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/3/2019).

Dalam survei terakhir LSI pada Februari 2019 dengan menggunakan contoh surat suara, Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,9 persen dan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 9,9 persen.

Meski begitu, sambung dia, tetap ada beberapa faktor yang akan memengaruhi hasil Pilpres 2019 nanti berbeda dengan survei. Faktor partisipasi pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April nanti akan sangat berpangaruh.

“Kalau hari ini sampai hari H, faktor yang mempengaruhi elektabilitas terkait dengan isu dan apa yang dikerjakan tim kampanye. Untuk hari H pencoblosan, faktornya sangat tergantung dari tim pasanagan calon apakah bisa memobilisasi pemilih ke TPS atau tidak untuk mengonversi hasil survei menjadi pemilih riil,” ujar Adjie.

Ia juga menyatakan, keunggulan sekitar 20 persen belum aman untuk Jokowi.

Senada, Direktur Riset PolMark Eko Bambang Subiantoro pun menilai, elektabilitas Jokowi yang masih mengungguli Prabowo belum berada di zona aman. Meski dalam hasil survei PolMark di 73 dapil pada Februari 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 40,4 persen, dan Prabowo-Sandiaga 25,8 persen.

“Karena masih ada yang belum menentukan pilihan atau undecided voters sekitar 33,8 persen,” ujar Eko kepada Liputan6.com

Bila undecided voters tersebut ternyata memilih Prabowo pada 17 April, jelas dia, maka pasangan nomor 02 itu akan unggul 59,6 persen. “Tapi kecenderungannya, biasanya mereka (undecided voters) akan tersebar ke dua kubu, tidak akan full ke salah satunya.”

Menurut Eko, elektabilitas Jokowi 40,4 persen itu memang besar, tapi bukan angka yang maksimal. Sehingga perlu jadi alarm karena masih ada risiko terkejar Prabowo.

Infografis Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo. (Liputan6.com/Triyasni)

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyatakan, saat ini pihaknya masih berusaha terus menambah kemenangan dengan menjaga yang sudah ada dan menambah yang belum. Fokus utamanya untuk meraih suara swing voter di seluruh daerah Indonesia.

“Kita akan fokus di titik-titik tertentu yang memang menjadi sasaran kita. Titik-titik yang selama ini menjadi konsentrasi kita adalah wilayah Jawa Barat, Banten, sebagian Sumatera dan Indonesia Timur sebagian. Kalau di sisi umur pemilih, tentu umur-umur generasi X (milenial) perlu kita genjot lagi, dan masyarakat terpelajar,” beber politikus PKB ini.

Karding mengaku, pihaknya percaya dalam waktu dekat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin terus meningkat. Kami merasakan gerakan-gerakan di bawah mulai gencar dan masif. Untuk itu, semoga tidak ada sesuatu yang mengganjal ke depan dan kita harus mengatur dosis langkah-langkah pemenangan,” Karding memungkasi.

Terpisah, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso menyatakan, pihaknya telah memetakan beberapa lembaga survei yang diduga menjadi bagian dari tim kampanye kubu lawan. Perintah kepada seluruh lini mesin pemenangan untuk mengabaikan segala bentuk kampanye lewat lembaga survei partisan pun telah dikeluarkan.

“Tetapi cukup dibaca (hasil surveinya) sambil tersenyum,” ucap dia.

Priyo mengaku, kubunya memiliki survei investigatif yang dilakukan secara berkala oleh lembaga yang kredibel. Survei internal itu dilakukan untuk menakar dan mendalami tanda-tanda perubahan politik.

“Termasuk di Jawa yang merupakan pusat dari pertarungan dan demokrasi itu. Di Jawa kemarin lebih dikuasai kubu 01, tapi hari ini merangkak kami naik, sementara posisi Pak Jokowi menurun dari hasil survei kami. Sekarang posisi elektabiltasi Jokowi-Ma’ruf ada di posisi rawan dalam posisi sebagai petahana,” ungkap Priyo.

Tetapi, sambung dia, pihaknya belum cepat puas hati meski tren elektabilitas naik. “Selisihnya mendekati, tinggal 1 digit,” pungkas politikus Partai Berkarya ini. 

2 dari 4 halaman

Hasil Survei 7 Lembaga

1. LSI Denny JA

Elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Februari 2019. Selisih tingkat keterpilihan Jokowi dengan Prabowo berkisar 27,8 persen.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,9 persen.

“Jokowi-Amin tetap unggul, dengan selisih tetap sekitar 20%,” ujar peneliti LSI Ardian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2019.

Pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 9,9 persen. Namun, besaran dukungan kepada kedua pasangan calon dan pemilih mengambang belum 100 persen lantaran LSI menambahkan suara tidak sah.

“LSI mencoba memotret secara lebih akurat, dengan menggunakan simulasi menyodorkan kertas suara dalam kegiatan survei. Hasilnya, suara tidak sah tercatat sebesar 0,5 persen,” jelas Ardian.

Sementara, dilihat dari tren elektabilitas tiga bulan terakhir, Jokowi-Ma’ruf cenderung mengalami peningkatan. Dibandingkan Prabowo-Sandiaga yang angkanya cenderung stagnan.

Pada Desember 2018, Jokowi-Ma’ruf memiliki elektabilitas 54,2 persen. Angka itu naik 54,8 persen pada Januari 2019. Sampai naik sekitar 3,9 persen, atau menjadi 58,7 persen pada Februari 2019.

Prabowo-Sandiaga stagnan di kisaran 30 persen. Pada Desember 2019 sebesar 30,6 persen. Januari 2019, 31 persen. Sampai Februari 2019, 30,9 persen.

Survei elektabilitas capres-cawapres ini menggunakan simulasi surat suara. Besaran responden 1.200 yang diwawancarai tatap muka dalam rentang waktu 18-25 Februari 2019. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen.

2. Cyrus Network

Lembaga Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen. Responden yang belum memutuskan 3,7 persen dan yang tidak menjawab 1,6 persen. Selisihnya 20,3 persen.

Sementara itu, sebanyak 77,5 persen responden telah menetapkan pilihannya dalam Pemilu 2019. Hal tersebut terdiri dari 47,8 persen pemilih tetap Jokowi dan 29,7 persen pemilih tetap Prabowo. Hasan mengatakan, hal ini membuat tingkat kepastian pemilih memilih Jokowi lebih tinggi dibanding Prabowo.

Survei dilakukan pada 18 Januari hingga 23 Januari 2019, atau tepatnya usai penyelenggaraan debat perdana pada 17 Januari. Survei dilakukan menggunakan sistem multistage random sampling dan menggunakan wawancara tatap muka.

Jumlah responden yang dilibatkan 1.230 orang di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

3. Charta Politika

Hasil survei Charta Politika pada Januari 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas pasangan nomor 01 dan 02 terpaut 19,1 persen. 

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bilang, elektabilitas kedua pasangan ini relatif stagnan karena kemantapan dari pemilih yang loyal, sudah besar.

“Ada pola kecenderungan stagnan dari kedua kandidat di dua bulan terakhir ini,” kata Yunarto, Rabu (16/1/2019).

Survei ini digelar sejak 22 Desember 2018 – 2 Januari 2019 dengan 2.000 responden. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan kuisioner terstruktur. Margin of error-nya 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.



3 dari 4 halaman

4. Survei Polmark

Hasil survei yang dirilis lembaga survei Polmark menyatakan, Jokowi-Ma’ruf dalam kondisi tidak aman. Berdasarkan survei yang dilakukan di 73 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia, Jokowi unggul 14,6 persen.

Jokowi-Ma’ruf meraih 40,4 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga meraih 25,8 persen. “Sementara sisanya, sekitar 33,8 persen belum menentukan pilihan atau undecided voters,” kata Eep Saefulloh Fatah, Founder dan CEO Polmark Indonesia, Selasa 5 Maret 2019.

Walau unggul, elektabilitas Jokowi belum terbilang aman sebab tak selazimnya, seorang petahana atau Jokowi memiliki elektabilitas di bawah 50 persen. Eep menjelaskan, survei yang dilakukan Polmark dilakukan di 73 dapil se-Indonesia melalui 73 survei berbeda, sejak Oktober 2018 hingga Februari 2019.

Di tiap surveinya untuk tiap dapil, survei melibatkan 440 orang. Sementara khusus untuk Jabar 3, melibatkan 880 orang.

Menggunakan metode multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error sekitar 4,8 persen serta tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

5. Survei Populi Center

Survei Populi Center juga menunjukkan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga. Selisih keduanya terpaut 23,1 persen.

Survei ini menunjukkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 31,0 persen. Adapun yang tidak menjawab sebesar 14,9 persen.

“Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan-bulan sebelumnya,” kata peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

Survei ini dilakukan pascadebat pertama pilpres 2019, yakni 20-27 Januari 2019, dengan metode wawancara tatap muka.

Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

6. Survei Median

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertarung di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 47,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen. Jarak antarkedua pasangan ini hanya sekitar 9,2 persen.

Pada survei November 2018 lalu, suara Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen. Jika dibandingkan sekarang, hanya naik 0,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga di November 2019, 35,5 persen atau naik 3,7 persen dari survei terbaru.

Survei dilakukan 6-15 Januari 2019 dengan 1.500 responden yang tersebar di semua provinsi. Margin of error +- 2,5 persen.

Metodologi survei Pilpres 2019 yang digunakan adalah multistage random sampling dan proporsional.

7. Survei CRC

Lembaga survei Celebes Research Center (CRC) mengatakan elektabilitas Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 56,1 persen, pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31,7 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen. Selisih keduanya cukup jauh, 24,4 persen.

Survei dilakukan pada 23-31 Januari 2019, dengan 1.200 responden. Dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 2,83 persen pada selang kepercayaan 95.0 persen.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Gudang Lakban di Cengkareng Terbakar Lagi, 17 Unit Damkar ke Lokasi

Jakarta – Api kembali menyala di gudang lakban di Cengkareng, Jakarta Barat. Dilaporkan api yang menyala cukup besar. Namun saat ini situasi sudah aman.

“Betul (ada kebakaran). Itu kebakaran kemarin, menyala lagi. (Kebakaran di) Gudang pabrik lakban,” kata petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Barat, Widi, saat dihubungi, Rabu (6/3/2019).

Petugas menerima laporan kebakaran pukul 02.25 WIB. Sebanyak 17 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi.


“Kita luncurkan 17 unit. Besar apinya. Kita belum tahu apa penyebabnya,” ujarnya.

Dia mengatakan saat ini petugas tengah melakukan proses pendinginan, api sudah berhasil dilokalisir sehingga tidak ada objek yang ikut terbakar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengabarkan gudang yang terbakar berdekatan dengan gedung Garuda Indonesia Training Center. Widi mengatakan situasi aman.

“(Gedung Garuda Indonesia Training Center) Tidak jauh dari situ. Aman, alhamdulillah tidak ada penjalaran. Langsung kita tangani. Alhamdulillah Garuda Training Center aman,” kata dia.
(jbr/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

AHY Sampaikan Rekomendasi PD untuk Presiden Mendatang Malam Ini

Jakarta – Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menyampaikan pidato politiknya malam ini. Pidato AHY mengangkat tema ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’.

Pidato politik AHY akan disampaikan di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) pukul 19.30 WIB. Pidato ini disampaikan AHY menyusul mandat yang diberikan Ketum PD sekaligus ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Teman-teman yang baik, Insyaallah, malam ini saya akan menyampaikan pidato politik dengan judul ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’. Live di @tvonenews pukul 19.30-20.00 WIB. Terima kasih, dan semoga berkenan menyaksikan. Salam, AHY,” ujar AHY lewat akun Twitter @AgusYudhoyono.
Mandat itu sebelumnya disampaikan SBY karena tidak bisa ikut terlibat dalam masa kampanye hingga hari pencoblosan, 17 April 2019. SBY harus mendampingi sang istri, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan medis di Singapura karena mengidap kanker.
Melalui secarik surat, AHY diberi tugas memimpin pemenangan Pemilu PD. Sedangkan anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari PD.

“Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY melalui surat yang dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Panjaitan di kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).
(dkp/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

3 Pelatih yang Doyan Bongkar Pasang Skuat, Jose Mourinho Salah Satunya

Jakarta – Jose Mourinho dikenal sosok pelatih dan manajer yang gemar memborong pemain bintang dan membongkar pasang tim. Pria asal Portugal itu kerap meminta dibelikan pemain baru di tim yang dilatihnya termasuk saat di Manchester United.

Selama 2,5 musim di Old Trafford, Jose Mourinho telah menghabiskan 455 juta euro atau sekitar Rp 7,2 triliun untuk membeli pemain baru. Mereka antara lain Paul Pogba, Nemanja Matic, Alexis Sanchez, dan Romelu Lukaku.

Namun selama karier kepelatihannya, Jose Mourinho juga gemar menjual pemain. Sudah puluhan pemain yang dijual mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu.

Yang bikin fans MU jengkel, tingkah boros Mourinho itu ternyata tak mampu mendatangkan prestasi, sehingga akhirnya dia dipecat dan digantikan Ole Gunnar Solksjaer.

Berikut 3 pelatih yang ahli menjual pemain, termasuk Jose Mourinho:

2 dari 4 halaman

Jose Mourinho (510,59 Juta Pound)

Jose Mourinho kini berstatus bebas. Pria asal Portugal itu belum kembali melatih klub setelah dipecat Manchester United pada Desember 2018.

Sepanjang karier kepelatihannya, mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu telah menjual total 64 pemain. Nilainya 510,59 juta pound atau sekitar Rp 9,2 triliun.

Sejumlah pemain yang pernah dijual Mourinho antara lain Mohamed Salah, Romelu Lukaku, serta Kevin De Bruyne. Mereja jadi pemain hebat di klub lain.

3 dari 4 halaman

Massimiliano Allegri (595,59 Juta Pound)

Massimiliano Allegri berpeluang memenangkan Scudetto Liga Italia kelima bersama Juventus. Selain itu, perekrutan Cristiano Ronaldo pada 2018 membuat Juventus diunggulkan meraih trofi Liga Champions musim ini.

Selama karier kepelatihannya, Allegri telah menjual 100 pemain. Jumlahnya mencapai 595,59 juta pound atau sekitar Rp 10,8 triliun.

4 dari 4 halaman

Leonardo Jardim (785,66 Juta Pound)

AS Monaco kembali menunjuk Leonardo Jardim, kurang dari empat bulan setelah digantikan legenda Arsenal Thierry Henry. Pelatih berusia 44 tahun itu sebelumnya sukses membawa Monaco juara Ligue 1 2016/17.

Namun, terpuruknya prestasi Monaco di musim ini diakibatkan kesalahan klub. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, klub telah menjual sejumlah pemain terbaik.

Mereka di antaranya Kylian Mbappe (PSG), Bakayoko (Chelsea), Benjamin Mendy (Manchester City), Bernando Silva (Manchester City), Fabinho (Liverpool), dan Thomas Lemar (Atletico Madrid).

Secara total, Jardim telah menjual 52 pemain di lima klub yang telah dilatihnya sejauh ini. Nilai seluruh pemain itu mencapai 785,66 juta pound.

Sumber: Bola.net

Bank Mandiri Guyur Promo Menarik di Japan Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagai mitra resmi pendukung jalannya Japan Travel Fair 2019, persiapkan penawaran menarik bagi nasabah yang akan berlibur ke Jepang.

Hal ini dilakukan karena Jepang masih menjadi destinasi favorit bagi nasabah Bank Mandiri. Vira Widiyasari, Senior Vice President Credit Cards Group Bank Mandiri mengatakan, Bank Mandiri senantiasa memberikan penawaran menarik bagi nasabah yang bermimpi jalan-jalan ke Jepang.

“Jumlah transaksi kartu Mandiri di Jepang itu capai 37 persen pada tahun 2018. Karena banyak penggunanya, kami memutuskan untuk memberikan promo dan diskon kepada nasabah yang bermimpi berlibur ke Jepang,” ungkapnya di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Ada banyak keuntungan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit Bank Mandiri di pameran Japan Travel Fair 2019, di antaranya tiket dengan harga spesial dengan cashback hingga Rp 5 juta, program #spend&get hingga Rp 2 juta dan tiket Ed Sheeran.

Selain itu, cicilan 0 persen hingga 20 bulan, diskon hingga 50 persen dengan fiestapoin, Lelang Fiestapoin dengan Tiket PP ke Jepang dan masih banyak yang lainnya.

Japan Travel Fair 2019 ini diselenggarakan di Mal Kota Kasablanka dan mulai dibuka hari ini dan berakhir pada 3 Maret 2019.

2 dari 2 halaman

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 820 Triliun

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyalurkan kredit sebesar Rp 820,1 triliun sepanjang 2018. Jumlah tersebut tumbuh 12,4 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, dari capaian itu, pembiayaan produktif perseroan tercatat sebesar Rp 558,7 triliun atau 77,71 persen dari portofolio.

“Kinerja ini pun kemudian berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp 1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu,” kata Panji dalam acara paparan publik laporan keuangan, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin 28 Januari 2019.

Panji menambahkan, peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit modal kerja (bank only) yang tumbuh 9,58 persen yoy menjadi Rp 334,12 triliun dan kredit investasi  yang mencapai Rp 224,6 triliun, naik 11,69 persen yoy.

“Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit micro dan consumer,” ujar dia.

Dia mengungkapkan pada 2018, pembiayaan segmen korporasi Bank Mandiri mencapai Rp 325,8 triliun, naik 23,3 persen yoy. 

“Khusus ke sektor infrastruktur, Bank Mandiri membukukan kenaikan pembiayaan (baki debet) yang signifikan sebesar 29,3 persen secara yoy menjadi Rp 182,3 triliun, atau 63,9 persen dari total komitmen Rp 285,4 triliun yang telah diberikan,” ungkapnya.

Dari realisasi itu, penyaluran sektor transportasi tercatat sebesar Rp 39,5 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 36,6 triliun, tenaga listrik Rp 34,0 triliun, konstruksi Rp 20,9 triliun, jalan Rp 15,9 triliun, telematika Rp 14,7 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota Rp 10,0 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 10,8 triliun. 

Sementara itu, kredit segmen retail perseroan tumbuh 10,52 persen yoy menjadi Rp 246,6 triliun. Khusus segmen mikro, perseroan telah memberikan kredit senilai Rp102,4 triliun, tumbuh 23,0 persen dari tahun sebelumnya.

“Adapun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun lalu mencapai Rp 87,4 triliun, atau tumbuh 11,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar dia.  

Sebagai realisasi komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, sepanjang 2018 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 17,58 triliun, atau mencapai 100,11 persen dari target. 

“Secara kumulatif, hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 65,91 triliun kepada lebih dari 1,25 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mandiri berkeinginan untuk menumbuhkan bisnis perseroan secara berkesinambungan dengan memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah, menjaga pertumbuhan biaya operasional serta penyaluran kredit yang lebih prudent baik di segmen Wholesale dan Retail,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Deflasi Februari 0,08 Persen, Ini Tanggapan BI

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,08 persen pada Februari 2019.

Ini berbanding terbalik dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi yang sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan, deflasi yang terjadi pada bulan ini menunjukan pencapaian positif di awal tahun.

Artinya, pemerintah telah berhasil dan menekan sejumlah beberapa harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

“Dan ini juga sejalan dengan survei pemantauan harga yang kami sampaikan sebelumnya bahwa memang harga-harga Alhamdulillah terus terkendali,” kata dia saat ditemui di Kompleks Masjid Bank Indonesia, Jumat (1/3/2019).

Perry mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sejumlah harga dari beberapa komoditas memang telah turun. Penurunan itu terjadi misalnya pada daging ayam, cabai merah, bawang, hingga telur.

“(Berkat) koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak menunjukan bahwa harga harga terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semua komoditas khususnya bahan bahan makanan itu mengalami penurunan,” pungkasnya.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Laporan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbeda dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 sebesar 0,32 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti melaporkan dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.

“Deflasi di Merauke lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini: