Tottenham Hotspur Tanpa Dele Alli Selama 2 Bulan

London – Tottenham Hotspur dipastikan kehilangan Dele Alli hingga awal Maret 2019. Gelandang timnas Inggris itu tak bisa membela The Lilywhite akibat cedera hamstring. 

Dele Alli mengalami cedera tersebut ketika Spurs menang 2-1 atas Fulham, pada laga pekan ke-23 Premier League di Craven Cottage, Minggu (20/1/2019).

Bermain sejak menit awal, pemain 22 tahun itu terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-86. Alli yang menyumbangkan satu gol dalam pertandingan tersebut digantikan oleh Georges-Kevin N’Koudou.

Setelah menjalani pemeriksaan, Dele Alli diketahui mengalami cedera hamstring. Dia pun membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan untuk memulihkan kondisinya. 

“Setelah pemindaian dan penilaian klinis, kami dapat mengonfirmasi jika Dele Alli mengalami cedera hamstring. Cedera itu memaksa gelandang timnas Inggris untuk diganti ketika meraih kemenangan 2-1 atas Fulham, Minggu (20/1/2019),” bunyi pernyataan resmi Tottenham Hotspur.

“Dele sekarang akan menjalani masa rehabilitasi dengan staf medis kami dengan harapan kembali menjalani latihan pada awal Maret.”

Situasi ini pun menambah panjang daftar pemain Tottenham Hotspur yang dibekap cedera. Harry Kane telah lebih dulu masuk ke ruang perawatan akibat cedera ligamen pada 14 Januari 2019.

Sama seperti Dele Alli, Harry Kane juga baru akan kembali berlatih pada awal Maret tahun ini. Selain Kane dan Alli, masih ada tiga pilar penting Spurs yang juga mengalami cedera, yakni Victor Wanyama (cedera lutut), Moussa Sissoko (cedera pangkal paha), dan Lucas Moura (cedera lutut).

Bukan hanya itu, Tottenham Hotspur juga tak diperkuat Son Heung-min. Pasalnya, winger 26 tahun tersebut saat ini tengah membela timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019.

Sumber: Tottenham Hotspur, Transfermarkt/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Misteri Titah Jarum Maut yang Tewaskan Bocah Alfa di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Oktober, tahun lalu masih menyimpan misteri. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat ketika keluarga pasien atas nama Alfa Reza (11) protes lantaran pasien meninggal dunia setelah disuntik petugas medis. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak.

Menurut paman korban, Syahril, keponakannya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di punggung. Korban dilarikan ke IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Korban dibawa pukul 14.00 WIB, dan ditangani dokter bedah pada pukul 17.00 WIB. Setelah dioperasi kondisi pasien membaik, namun, tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak pasien langsung meninggal.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Nggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak 4 kali dalam rentang waktu sangat singkat,” ujar Syahril kepada media, saat itu.

Usai kejadian, Kasi Pelayanan Medis, Muhammad Asmirudin, berjanji, pihak rumah akan investigasi mengenai kasus ini. Di saat yang sama, kasus dugaan malapraktik tersebut mulai ditangani pihak kepolisian.

Pada Kamis, 17 Januari 2019, polisi resmi menahan dua tenaga honorer rumah sakit. Keduanya, EW (29) dan DA (24), perawat piket yang bertugas di malam kejadian.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Isral mengatakan, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari di sel Mapolres Aceh Barat.

Kedua perawat memiliki peran yang berbeda. Yang berperan menyuruh adalah EW. Sedangkan yang menyuntik adalah DA.

Namun, menurut Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraeni, fakta bahwa EW dan DA berperan sebagai yang menyuruh dan menyuntik, agak ganjil. mengingat posisi keduanya berstatus honorer.

“Siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Petugas medis honorer tidak mungkin punya tanggungjawab penuh penanganan pasien,” kata Fela kepada Liputan6.com, Selasa 22 Januari 2019, sore.

Menurut Fela, yang bertanggungjawab penuh menangani pasien pada malam kejadian harusnya setingkat dokter, kepala ruang anak atau pihak manajemen rumah sakit. Bukan pegawai honorer yang sifatnya perbantuan, dan kini telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus dugaan malapraktik.

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Manajemen rumah sakit diminta bertanggung jawab secara hukum atas semua kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Ini ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien,” ketus Fela.

Selain itu, pihaknya mendesak polisi melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggungjawab. Karena kasus Alfa Reza merupakan pidana murni atau delik biasa, bukan delik aduan.

“Sehingga, walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum, penegakan hukum tetap harus dilanjutkan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Aceh Barat mengevaluasi dan mengawasi rumah sakit agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” dia memungkasi.

Kedua perawat yang ditahan dalam kasus ini mendapat dukungan moril dari sejawat mereka. Puluhan tenaga medis menggelar unjuk rasa di halaman rumah sakit dan meminta EW dan DA dibebaskan, Senin, 21 Januari 2019, siang.

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja, apabila dua rekan mereka masih ditahan polisi. Di hadapan peserta aksi, Kuasa hukum rumah sakit, Agus Herliza berjanji akan mendampingi kedua perawat dalam kasus ini.

“Teman-teman harus bersabar,” kata Agus.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jelang Olimpiade 2020, 7-Eleven dan Lawson di Jepang Tak Jual Majalah Porno

Liputan6.com, Tokyo – Dua toko serba ada (toserba), 7-Eleven dan Lawson yang ada di Jepang, memutuskan untuk mengakhiri penjualan majalah porno sebelum Piala Dunia Rugby dan Olimpiade Tokyo 2020. Keputusan ini dibuat karena pihak toserba itu khawatir bahwa materi yang disampaikan dalam tabloid “panas” tersebut dapat merusak citra Negeri Sakura, di tengah lonjakan wisatawan asing yang diperkirakan akan mulai tahun ini.

7-Eleven dan Lawson menegaskan, mereka akan berhenti menjual majalah bertema dewasa dan komik manga pada akhir Agustus 2019, tak lama sebelum Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby.

Kedua pihak berharap langkah itu dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi perempuan dan anak-anak. Selain itu, keputusan ini pun didorong oleh pertimbangan komersial.

7-Eleven akan menerapkan aturan ini di 20.000 toko yang di seantero Jepang, menurut kantor berita Kyodo. Sedangkan untuk Lawson, akan mengaplikasikannya ke 14.000 outlet usai sebelumnya sukses dengan percobaan di Prefektur Okinawa.

Penjualan majalah dewasa, yang biasanya dipajang di samping bahan bacaan reguler, telah memicu keluhan dari pelanggan dan upaya organisasi kemanusiaan untuk melindungi anak di bawah umur dari pengaruh “tidak bermanfaat”.

Tahun lalu, 7-Eleven dan Lawson melarang majalah dewasan beredar di 2.000 tokonya, sementara Family Mart telah melakukan hal yang sama di 2.000 dari 16.000 gerainya, kata Kyodo yang dikutip dari The Guardian, Rabu (23/1/2019).

Sebanyak 31 juta wisatawan asing mengunjungi Jepang pada tahun lalu, menurut pemerintah, yang telah menetapkan target 40 juta pengunjung pada 2020, naik menjadi 60 juta pada 2030.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Jepang Larang Wanita Terlibat dalam Upacara Penyerahan Takhta Kekaisaran

Keunikan lainnya adalah otoritas Jepang disebut akan mengecualikan semua anggota keluarga perempuan di kekaisaran, untuk berpartisipasi dalam salah satu ritual utama, selama penyerahan takhta dari Kaisar Akihito kepada putra sulungnya, Putra Mahkota Naruhito, lapor kantor berita Kyodo.

Jepang diketahui telah lama melarang wanita mewarisi takhta, di mana hal itu sempat mengancam garis kekaisaran, hingga kelahiran satu-satunya cucu laki-laki Kaisar Akihito, Pangeran Hisahito, pada 2006.

Dikutip dari The Straits Times pada Jumat, 18 Januari 2019, Akihito menjadi kaisar pertama yang memutuskan mundur dalam sejarah monarki itu dalam 200 tahun terakhir. Keputusan itu disebut akan melibatkan serangkaian ritual yang kompleks, di mana detailnya ditentukan oleh para pejabat istana.

Dalam upacara Kenji to Shokei no Gi di Istana Kekaisaran pada 1 Mei mendatang, kaisar baru Jepang akan mewarisi pakaian sakral seperti pedang dan permata, lapor kantor berita Kyodo.

Ditanya mengapa wanita dan anggota keluarga kekaisaran yang lebih muda tidak diikutsertakan di ritual terkait, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan upacara akan didasarkan pada Konstitusi Jepang, dan menghormati tradisi keluarga kekaisaran.

Kyodo menulis bahwa tidak ada wanita yang diundang ke upacara terkait ketika Akihito naik takhta pada 1989 silam.

Sementara itu, seluruh anggota Kabinet Jepang akan diundang, termasuk kemungkinan satu-satunya menteri wanita Jepang, Satsuki Katayama, yang menjabat sebagai menteri revitalisasi regional.

Katayama bisa menjadi pengecualian karena berada dalam kelas menteri, yang didefinisikan sebagai pengamat, bukan mereka yang benar-benar mengambil bagian dalam upacara.

Sementara itu, anggota wanita dari keluarga kekaisaran akan hadir di ritual lain yang berkaitan dengan penyerahan tersebut.

Indonesia Pastikan 1 Tiket Perempat Final Indonesia Masters

Liputan6.com, Jakarta – Tuan rumah memastikan satu tempat di perempat final ganda campuran Indonesia Masters 2019. Hal ini pastikan setelah terjadi pertemuan dua pasangan ganda campuran Indonesia di babak kedua.

Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir akan ditantang juniornya, Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja pada babak kedua Indonesia Masters. Sejauh ini, kedua pasangan telah bertemu dua kali dengan skor imbang 1-1.

Tontowi / Liliyana melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan pasangan India, Pranaav Jerry Chopra / Reddy N. Sikki. Unggulan keempat itu menang 21-15 dan 21-15 dalam waktu 31 menit di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (22/1/2019) malam WIB.

Sementara itu, Hafiz / Gloria terpaksa bekerja keras di babak pertama Indonesia Masters 2019. Mereka dipaksa bermain tiga game selama satu jam oleh pasangan Malaysia, Tan Kian Meng / Lai Pei Jing dengan skor 21-12, 13-21, dan 21-18.

2 dari 2 halaman

Wakil Indonesia Lainnya

Masih di nomor ganda campuran, wakil Indonesia lainnya yang juga melaju ke babak kedua adalah Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti. Pasangan ini dipaksa bermain ketat selama 1 jam delapan menit untuk mengalahkan wakil Tiongkok, He Jiting / Du Yue dengan skor 21-19, 21-23, dan 23-21.

Tiket babak kedua juga didapat Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari. Mereka menyingkirkan Evgenij Dremin / Evgenia Dimova dari Rusia lewat rubber game dengan skor 14-21, 21-11, dan 21-12.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Hafiz / Gloria Tembus Babak Kedua Indonesia Masters 2019

Jakarta Ganda campuran tuan rumah, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, lolos ke babak kedua Indonesia Masters 2019setelah mengalahkan ganda Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, 21-12, 13-21, 21-18, di Istora Senayan, Selasa (22/1/2019). 

Hafiz/Gloria memulai pertandingan tersebut dengan mulus. Mereka tak kesulitan memegang kendali pertandingan hingga terus memimpin, serta memenangi gim pertama dengan margin sembilan poin. 

Sayangnya, Hafiz/Gloria tak mampu menjaga konsistensi pada gim kedua. Tan/Lai balik memegang kendali pertandingan. Gim ini lepas dari genggaman pasangan Indonesia tersebut. 

Pada gim penentuan, Hafiz/Gloria tak mau melakukan kesalahan. Meskipun mendapat perlawanan sengit dari Tan/Lai, ganda tuan rumah itu akhirnya menyegel tiket babak kedua. 

Hasil positif juga ditorehkan ganda campuran Indonesia lainnya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Menghadapi ganda Rusia, Evgenij Dremin/Evgenia Dimova, di babak pertama, Rinov/Mentari menang dalam tiga gim 14-21, 21-11, 21-12. 

Tiket babak kedua Indonesia Masters 2019 juga masuk genggaman Rinov/Mentari. 

2 dari 2 halaman

Dua Pasangan Tersingkir

Sayangnya, langkah Praveen/Melati dan Rinov/Mentari gagal diikuti dua pasangan Indonesia lainnya. Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami dan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow angkat koper. 

Alfian/Gischa takluk dari pasangan Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith. Mereka dipaksa bermain alot selama 56 menit sebelum menyerah dengan skor 19-21, 21-16, 10-21. 

Adapun Akbar/Winny gagal membendung unggulan keenam asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Mereka kalah secara straight set 19-21, 19-21. 

Terkuaknya Misteri Matinya Buaya 660 Kg Pemakan Orang

Minahasa – Kematian seekor buaya yang memangsa wanita di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, terkuak. Buaya yang diberi nama Mery itu rupanya mati karena kepanasan.

“Dugaan kematian buaya Mery adalah faktor dari awal rescue di Tombariri dan dibawa ke TWA Batu Putih (Daops Manggala Agni) sudah mengalami drop, dan dugaan sementara adalah mengalami heat stroke. Selain itu ditemukan akumulasi gas yang sangat banyak di organ lambung,” demikian laporan tim dokter kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Heat stroke merupakan kondisi ketika tubuh diterpa panas matahari di luar toleransi tubuhnya. Mery mati pada usia 20 tahun. Beratnya sekitar 660 kg dengan lingkar perut 180 sentimeter, lebar dada 90 sentimeter, dan panjang 4,4 meter.

Buaya itu mati pada Minggu (20/1) lalu. Sehari kemudian, pada Senin (21/1) buaya Mery dinekropsi untuk mengungkap penyebab kematiannya oleh dokter hewan PPS Tasikoki drh Dwielma Nubatonis dan drh Fahmi Agustiadi dibantu oleh Billy Lolowang dan Deity Mekel. Nekropsi ini disaksikan oleh pihak BKSDA dan pihak Polres Tomohon.

Reptil berbobot 660 kg itu kemudian dikuburkan di kawasan TWA Batu Putih usai dinekropsi. Namun beberapa sampel tubuhnya memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Selain itu tulang-belulang yang ditemukan di perut buaya itu juga dikumpulkan untuk kebutuhan forensik dan diserahkan ke kepolisian.

Peliharaan Perusahaan Mutiara

Buaya Mery merupakan peliharaan sebuah perusahaan mutiara di Minahasa. Namun lurah setempat bahkan baru mengetahui ada buaya di wilayahnya.

“Saya baru tahu kalau di lokasi ini ada buaya,” kata lurah setempat, Deytje M Kusoy di lokasi, kepada detikcom, Senin (14/1).

Keberadaan buaya itu baru diketahui setelah memangsa seorang perempuan bernama Deasy Tuwo (44) pada Kamis (10/1). Aparat gabungan langsung mengevakuasi Mery agar kejadian tak terulang.
(bag/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Daftar Lengkap Nominasi Oscar 2019

Jakarta – The Academy Awards baru saja mengumumkan daftar lengkap nominasi. Berikut daftar selengkapnya:

Supporting Actress

Amy Adams ‘VICE’
Marina De Tavira ‘ROMA’
Regina King ‘If Beale Street Could Talk’
Emma Stone ‘The Favourite’
Rachel Weisz ‘The Favourite’

Costume Design

The Ballad if Buster
Black Phanter
The Favourite
Mary Poppings
Mary Queeen of Scots

Sound Mixing

Black Phanter
Bohemian Rhapsody
First Man
Roma
A Star is Born

Sound Editing

Black Panther
Bohemian Rhapsody
First Man
A Quiet Place
Roma

Animated Short

Animal Behaviour
Bao
Late Afternoon
One Small Step
Weekends

Live Action Short

Detainment
Fauve
Marguerite
Mother
Skin

Original Score

Black Panther
BLACKkKLANSMAN
If Beale Street Could Talk
Isle of Dogs
Mary Poppins Returns

Film Editing

BLACKkKLANSMAN
Bohemian Rhapsody
The Favourite
Green Book
Vice

Supporting Actor

Mahershala Ali ‘Green Book’
Adam Driver ‘BLACKkKLANSMAN’
Sam Elliot ‘A Star is Born’
Richard E Grant ‘Can You Ever Forgive Me’
Sam Rockwell ‘VICE’

Best Foreign Language

Capernaum
Cold War
Never Look Away
Roma
Shoplifters

Documentary Short

Black Sheep
End Game
Lifeboat
A Night at the Garden
Period. End of Sentence.

Best Documentary Feature

Free Solo
Hale County This Morning, This Evening
Minding the Gap
Of Fathers and Sons
RBG

Production Design

Black Panther
The Favourite
First Man
Mary Poppins Returns
Roma

Cinematography

Cold War
The Favourite
Never Look Away
Roma
A Star is Born

Visual Effect

Avengers: Infinity War
Christopher Robin
First Man
Ready Player One
Solo: A Star Wars Story

Makeup and Hairstyling

Border
Mary Queen of Scots
Vice

Animated Feature

Incredibles 2
Isle of Dogs
Mirai
Ralph Breaks the Internet
Spider-Man: Into the Spider-Verse

Original Song

Black Panther ‘All the Stars’
RBG ‘I’ll Flight’
Mary Poppins Returns ‘The Place Where Lost Things Go’
A Star is Born ‘Shallow’
The Ballad of Buster Scruggs ‘When a Cowboy Trades His Spurs For Wings’

Adapted Screenplay

The Ballad of Buster Scruggs
BLACKkKLANSMAN
Can You Ever Forgive Me?
If Beale Street Could Talk
A Star is Born

Original Screenplay

The Favourite
First Reformed
Green Book
Roma
VICE

Leading Actor

Christian Bale ‘VICE’
Bradley Cooper ‘A Star is Born’
Willem Dafoe ‘At Eternity’s Gate’
Rami Malek ‘Bohemian Rhapsody’
Viggo Mortensen ‘Green Book’

Leading Actress

Yalitza Aparicio ‘ROMA’
Glenn Close ‘The Wive’
Olivia Colman ‘The Favourite’
Lady Gaga ‘A Star is Born’
Melissa McCarthy ‘Can You Ever Forgive Me?’

Directing

BLACKkKLANSMAN
Cold War
The Favourite
Roma
VICE

Best Picture

Black Panther
BLACKkKLANSMAN
Bohemian Rhapsody
The Favourite
Green Book
Roma
A Star is Born
VICE
(dal/tia)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Utang Pemerintah Naik Jadi Rp 4.418 Triliun

JakartaUtang pemerintah pada Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Angka ini naik Rp 22,33 triliun dari bulan November yang sebesar Rp 4.395,97 triliun.

Mengutip data APBN KiTa, Jakarta, Selasa (22/1/2019). Jumlah utang itu sama dengan 29,98% dari total PDB yang berdasarkan data sementara sebesar Rp 14.735,85 triliun.

Nilai utang ini terdiri dari pinjaman serta penerbitan Surat Utang Negara (SBN). Pinjaman yang ditarik pemerintah di 2018 tercatat mencapai Rp 805,62 triliun.

Sebagian besar sisanya, merupakan hasil penerbitan SBN pemerintah di 2018 yang mencapai Rp 3.612,69 triliun atau 81,77% dari total utang pemerintah pusat.

Surat berharga negara tersebut dibagi menjadi dua yakni denominasi rupiah yang mencapai Rp 2.601,63 triliun dan denominasi valas yang mencapai Rp 1.011,05 triliun.

(hek/ara)

4 Insiden Misi Angkasa Luar Paling Tragis di Dunia

Liputan6.com, New York – Menjadi seorang astronot itu berat. Nyawa taruhannya. Sebelum melakukan misi angkasa luar, seorang astronot harus menjalankan latihan berat hingga karantina.

Hidup di angkasa luar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tentu bukan hal yang mudah. Harus rela berpisah dengan keluarga hingga teman terdekat.

Dikatakan berbahaya karena insiden menyeramkan kapan saja bisa terjadi. Apalagi misi yang mereka lakukan bukan di Bumi lagi.

Dalam catatan sejarah, ada sejumlah insiden tragis yang terjadi saat misi di luar Bumi. Seperti dikutip dari laman Toptenz, Selasa (22/1/2019), berikut empat insiden tragis saat misi angkasa luar itu:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 5 halaman

1. Intelsat-708

Kejadian nahas menimpa Intelsat-708 pada 14 Februari 1996 di China. Pasalnya, saat melakukan peluncuran Intelsat-708 mengalami kebocoran bahan bakar.

Akibatnya, mesin Intelsat-708 tidak berfungsi dengan baik. Satelit itu melenceng dan keluar dari jalur sehingga jatuh di pemukiman warga.

Satelit ini diluncurkan pada 14 Februari 1996 di dekat kota Xichang, perbatasan dengan Vietnam. Kecelakaan terjadi setelah satelit lepas landas selama 20 detik.

Dalam catatan misi angkasa luar, insiden ini jadi yang paling buruk.

3 dari 5 halaman

2. Columbia STS-107

Tragedi antariksa itu terjadi 1 Februari 2003. Pesawat ulang alik Columbia STS-107 meledak, hancur berkeping-keping. Tujuh awaknya: Rick D Husband, William C McCool, Michael P Anderson, Ilan Ramon, David Brown, Laurel Salton Clark, dan Kalpana Chalwa — astronot wanita pertama asal India, tewas.

Tragisnya, musibah terjadi 16 menit sebelum mereka mendarat pulang ke Bumi, dari waktu pendaratan yang dijadwalkan di Cape Canaveral.

Kala itu, sesaat sebelum pesawat meledak, pusat kontrol misi NASA di bumi mengetahui bahwa Columbia akan menemui bencana, dan para awaknya kemungkinan besar tak bakal selamat.

Wayne Hale, yang kemudian menjadi manajer program ulang alik pesawat luar angkasa, menulis di blognya soal hari nahas itu.

Hale menulis, kala itu Direktur Jon Harpold berpendapat, “Tak ada yang bisa kita lakukan soal kerusakan TPS (Thermal Protection System). Kupikir para awak tak perlu tahu. Bukankah akan lebih baik bagi mereka terbang pulang dengan perasaan bahagia dan kemudian tewas tanpa diduga ketika memasuki Bumi, ketimbang tetap tinggal di orbit, mengetahui tak ada sesuatu yang bisa dilakukan, hingga persediaan oksigen habis?”

Sementara tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan Columbia celaka, para insinyur di Johnson Space Center cukup yakin, mereka menemukan jawabannya. Sebelumnya, mereka telah mencoba mengingatkan para petinggi, namun diabaikan.

4 dari 5 halaman

3. Misi Soyuz-11

Pada tahun 1971, dunia mencatat terjadinya kematian pertama tiga manusia di angkasa luar. Adalah kosmonot Uni Soviet, Georgy Dobrovolsky, Vladislav Volkov, dan Viktor Patsayev yang meregang nyawa dalam peristiwa tragis itu.

Semua berawal dari keberangkatan ketiganya pada 7 Juni 1971 dari Baikonur Cosmodrome. Mereka menaiki pesawat Soyuz 11 ke luar Bumi, menuju stasiun pertama yang dibangun manusia: Salyut 1.

Ketiganya lalu tinggal di Salyut selama 24 hari. Hingga akhirnya pada 30 Juni 1971, mereka dijadwalkan kembali ke Bumi. Setelah mendarat, saat pintu kapsul dikuak, para petugas pemulihan terkejut bukan kepalang. Mendapati tiga manusia di dalamnya dalam kondisi tak sadarkan diri.

“Mereka menemukan 3 kosmonot di kursi masing-masing, sama sekali tak bergerak, dan ada bercak-bercak biru kehitaman di wajahnya,” kata Kerimov. “Darah mengalir dari hidung dan telinga.”

Petugas kebingungan bagaimana ketiga kosmonot itu bisa meninggal dunia. Padahal proses pendaratan berjalan normal, sesuai petunjuk, tak jauh dari lokasi peluncuran di Kazakhstan.

Berdasarkan laporan, penyebab kematian ketiganya adalah sesak napas. Penyelidikan mengungkap, katup ventilasi pernafasan mereka pecah, para kosmonot mengalami sesak nafas. Penurunan tekanan secara ekstrem juga makin memperberat kondisi mereka.

Mereka tewas dalam hitungan detik, yang terjadi pada ketinggian 168 kilometer di angkasa luar, saat pesawat masuk kembali ke atmosfer sebelum sampai di Bumi.

Karena kapsul yang membawa ketiganya kembali secara otomatis, satelit itu bisa mendarat tanpa dikemudikan pilot.

5 dari 5 halaman

4. The Apollo 1 Fire

Gus Grissom, Ed White, dan Roger Chafee tak pernah mencapai Bulan. Ketiga astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu tewas saat roket Apollo 1 meledak dalam simulasi peluncuran pada 27 Januari 1967.

Hubungan pendek arus listrik menimbulkan loncatan bunga api dan menyambar oksigen murni yang menjadi salah satu pendorong roket.

“Kebakaran, aku mencium kebakaran,” kata salah satu astronot pada pukul 18.31 di hari nahas itu. Dua detik kemudian, astronot lain, mungkin Ed White berkata, “Kebakaran di kokpit.”

Kebakaran menyebar dengan cepat ke kabin. Komunikasi terakhir dengan para kru terdengar hanya 17 detik kemudian.

Ketiganya tahu, ada risiko yang mengancam mereka ketika bergabung dalam misi angkasa luar. Apalagi untuk Letkol Grissom. Ia adalah orang AS kedua yang ke angkasa luar, menggunakan Liberty Bell 7.

Saat kembali ke Bumi, kapsul antariksanya dipenuhi air. Ia nyaris tenggelam. Pascatragedi, program angkasa luar ditunda tapi tidak dihentikan. Pada 25 Mei 1961 Presiden John F Kennedy berkomitmen bahwa Amerika Serikat akan mendaratkan seorang manusia di Bulan pada akhir dekade.

Setelah itu, Apollo 7 berhasil diluncurkan pada tanggal 11 Oktober 1968, pertama yang membawa astronot.

Kurang dari setahun kemudian pada bulan Juli 1969, Apollo 11 mendaratkan Neil Armstrong di Bulan.

Sejumlah orang berpendapat, “Seandainya kecelakaan Apollo 1 tak terjadi, manusia mungkin tak akan pernah menjejakkan kaki di Bulan.”

104 TKI di Malaysia Diusir ke Nunukan

NunukanPemerintah Malaysia mengusir 104 TKI yang bekerja di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka diusir karena sejumlah permasalahan mulai dari paspor hingga kriminalitas.

Ratusan TKI tersebut diusir berdasarkan surat Konsulat RI Tawau Negeri Sabah Nomor: 050/Kons/I/2019 tertanggal 22 Januari 2019. Surat ini ditandatangani Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KRI Tawau, Cara Dwikhandini, menindaklanjuti surat Imigrasi Malaysia Nomor: IM.101/S-TWU/E/US/1130-6/2019(01) tertanggal 14 Januari 2019.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka, Nasution, ratusan TKI yang dipulangkan ini karena bermasalah. Permasalahannya selain tidak memiliki dokumen sah sebagai pekerja asing juga sebagian tersangkut kasus kriminal dan lainnya.

“Kemudian 11 orang masuk dengan menggunakan paspor lawatan padahal tujuannya untuk bekerja. Selebihnya TKI diusir karena tersangkut kasus kriminal,” kata Nasution yang dikutip dari Antara, Selasa (22/1/2019).

Sesuai data yang diterima dari Konsulat RI Tawau, lanjut dia, sebanyak 62 orang masuk bekerja di negara itu tanpa paspor sama sekali. TKI ini, tambah Nasution, akan ditampung di Rumah Susun Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan oleh BP3TKI selama berada di Kabupaten Nunukan hingga beberapa hari ke depan.
(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>