Melejit di Survei Kompas, BPN Prabowo: Selama Ini Pemilih 02 Tak Mau Ungkap Pilihan

Jakarta – Survei Litbang Kompas menyatakan Jokowi-Ma’ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 11,8 persen. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yakin undecided voters bakal melabuhkan suara untuk jagoan mereka.

“Dalam berbagai survei banyak yang belum memutuskan dan banyak yang tidak mau menyebutkan pilihan. Jumlahnya 35 persen, nah itu adalah pemilih 02,” kata juru debat BPN, Sodik Mujahid kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Sodik punya analisis terhadap undecided voters tersebut. Menurut dia, undecided voters yang belum memutuskan pilihan pada akhirnya akan memilih paslon 02 setelah melihat penampilan Sandiaga di debat cawapres, Minggu (17/3).
Sementara itu, kata Sodik, undecided voters yang tidak merahasiakan pilihan adalah para ASN yang memilih bungkam karena berbeda pilihan.
“Grup nomor 1 berubah jadi pemilih 02 karena penampilan Sandiaga dalam debat,” sebut politikus Gerindra itu.

“Grup nomor 2 adalah ASN dan lain-lain yang tidak ‘netral’ dan tidak mau ribut dengan menteri, kepala daerah, Direktur BUMN yang menekannya seperti zaman Partai Golkar awal tahun 70-an,” ujar Sodik.

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019, sebulan sebelum hari pencoblosan. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.

Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
(tsa/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Tuding Koalisi Jokowi Produksi Koruptor, TKN: Memang Parpol 02 Bersih?

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menjawab tudingan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga soal ‘koalisi Jokowi banyak produksi koruptor’. TKN menilai, korupsi bisa terjadi dari parpol mana saja, termasuk dari koalisi 02.

“Memangnya parpol pendukung 02 bersih? Tidak ada yang korupsi? Soal korupsi itu juga terjadi kepada parpol mana saja. Yang penting adalah bagaimana negara ini memiliki sistem untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku korupsi tanpa dilakukan intervensi politik dari siapapun termasuk oleh Presiden Jokowi,” kata Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Sabtu (16/3/2019).

Ace kemudian menyinggung kasus korupsi yang menjerat dari parpol koalisi 02 yakni Politikus PAN atau Wakil Ketua DPR nonaktif, Taufik Kurniawan. Oleh karenanya, dia mengatakan tak perlu asal menuding. Menurutnya, yang harus dilakukan yakni menguatkan KPK untuk terus memberantas korupsi.

“Soal korupsi juga terjadi pada partai-partai pendukung 02. Yang paling mutakhir adalah Wakil Ketua DPR dari salah satu parpol pendukung 02. Sebelum ada 2 orang Ketua Umum parpol yang menjadi pendukung 02 yang terjerat kasus korupsi antara lain soal sapi dan Hambalang di era sebelumnya,” paparnya.

“Oleh karena itu, sekarang tugas kita adalah bagaimana kita memperkuat KPK agar dapat berperan kuat dalam melakukan pemberantasan korupsi,” lanjut Ace.

Ace melanjutkan, pemberantasan korupsi yang saat ini dilakukan KPK mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi. Pelaku korupsi di era Jokowi ditindak tegas tanpa tebang pilih.

“Bahkan Pak Jokowi menyampaikan dengan tegas tanggal 13 Maret yang lalu bahwa tidak ada alasan untuk benarkan korupsi. Dan tidak ada alasan bagi kita untuk menunda aksi berantas korupsi. Ini telah dibuktikan oleh Presiden Jokowi dengan tidak pernah mengintervensi proses hukum kasus korupsi, demi melindungi siapapun termasuk Ketum parpol pendukungnya,” paparnya.

Ketua DPP Partai Golkar itu melihat serangan kubu Prabowo-Sandiaga saat sini seperti sedang mencoba mencari keuntungan dari kasus Rommy. Dia menyarankan untuk menyerahkan kasus Rommy ke KPK.

“Terlihat sekali kubu 02 berharap mengais-ngais keuntungan elektoral dengan kasus OTT-nya Rommy. Lebih baik kita serahkan pada mekanisme hukum yang berlaku. Hormati KPK yang sekarang sedang bekerja. Kami sangat prihatin atas apa yang menimpa Rommy,” kata Ace.

Sebelumnya, juru bicara BPN Andre Rosiade menyebut OTT terhadap Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) merupakan puncak gunung es penanda banyaknya kader koalisi 01 yang terjerat korupsi. BPN mengungkit pernyataan Prabowo soal korupsi sudah stadium 4.

“Penangkapan Ketum PPP Rommy ini adalah puncak gunung es bahwa koalisi Pak Jokowi ini adalah koalisi parpol yang banyak memproduksi koruptor dan juga mengkonfirmasi pernyataan Pak Prabowo mengenai perilaku korupsi di Indonesia sudah di stadium 4,” ucap Andre kepada wartawan, Jumat (15/3).
(idn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Depan AHY, Prabowo Sanjung Militansi Kader Demokrat Menangkan Paslon 02

Sementara AHY mengaku, ia dan seluruh kader partainya akan melakukan strategi rel ganda saat kampanye pemilu 2019. Strategi ini dilakukan untuk dapat memenangkan Prabowo-Sandiaga dan juga Partai Demokrat.

“Strategi rel ganda, di mana secara paralel kami berjuang agar Partai Demokrat dalam pemilihan legislatif juga bisa sukses. Karena kami ingin punya wakil-wakil rakyat yang kompeten di parlemen nanti untuk bisa memberikan supoort secara penuh kepada pak Prabowo dan pemerintahan mendatang,” ujar AHY.

“Tapi track kedua tentunya untuk menyukseskan pilpres tentunya dalam koalisi yang mengusung Prabowo-Sandiaga,” tambahnya.

AHY mengungkapkan seluruh kader partainya akan bekerja keras memenangkan Prabowo-Sandi dan Partai Demokrat selama masa kampanye, terutama jelang hari pencoblosan.

“Empat minggu terakhir ini harus terus bekerja keras tidak boleh merasa cepat puas kami, terus berikhtiar dan mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia dan mudah-mudahan semakin baik hasilnya dan kita berharap pemilu nanti berjalan dengan aman, damai dan tertib dan demokratis dan mudah-mudahan itu membawa kebaikan untuk kita semuanya,” ucapnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan berikut ini:

Prabowo Subianto melakukan kampanye di Jambi. Ia berjanji akan membangkitkan kembali Indonesia jika menang Pilpres 2019.

BPN ke TKN: Patahkan Argumen Rocky, Jangan Tuduh Tenaga Kontrak Sirkus 02

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut akademisi Rocky Gerung merupakan tenaga kontrak sirkus keliling kubu 02. BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta TKN tidak membunuh karakter Rocky ketika tidak bisa membalas argumen sang filsuf.

“Saran kami patahkanlah argumen Rocky. Kalau tidak bisa mematahkan argumennya lebih baik diam aja. Bukan malah jadi menjelek-jelekkan dan membunuh karakter Rocky dengan menuduhnya tenaga kontraklah… sirkus kelilinglah dan lain-lain. Bahkan sampai dicarikan delik segala untuk membungkam Rocky,” ujar juru bicara BPN, Jansen Sitindaon, Minggu (10/3/2019).

Jansen menyebut kubu 01 seharusnya banyak diisi orang pintar. Orang pintar itu disarankannya maju mematahkan dan menghadapi argumen Rocky, bukan dengan pembunuhan karakter dengan menyebut Rocky tenaga kontrak kubu 02.
“Udah tidak zamannya lagi sekarang, karena kalah argumen malah menuduh orang dengan tuduhan yang aneh-aneh. Seperti tuduhan tenaga kontrak sirkus keliling ini misalnya,” sebut Jansen.

Jansen juga membela Rocky atas sejumlah pendapat dan kritikan ke pemerintah. Menurutnya, ini negara demokrasi.

“Jadi tak usah panas dinginlah mendengar kritik Rocky. Toh setiap kritik itu kan disampaikan Rokcy di ruang publik dan masyarakat bisa menilai sendiri menggunakan akalnya setiap apa yang disampaikan Rocky. Dan sampai saat ini faktanya apa yang disampaikan Rocky direspons positif oleh publik,” sebut Jansen.

Politikus Partai Demokrat itu menyebut sebaiknya kubu 01 mengikuti seminar-seminar yang diisi Rocky.

Sebelumnya, pernyataan bahwa Rocky Gerung merupakan tenaga kontrak sirkus keliling 02 disampaikan jubir TKN Ace Hasan Syadzily. Bagi Jansen, sebaiknya Ace berdebat saja dengan Rocky untuk pembuktian kualitas.

“Untuk Bang Ace, saran kami boleh juga sesekali debat dengan Rocky. Kan banyak forum bisa jumpa di satu diskusi selama Pilpres ini kan. Ketimbang menuduh Rocky tenaga kontrak sirkus keliling. Biar nanti publik yang menilai siapa yang lebih punya narasi dan akal sehat,” sebut Jansen.

“Terakhir, mengikuti narasi Ace, kalau memang benar Rocky itu seperti sirkus keliling, harusnya biarkan ajalah. Berarti kan tidak mengganggu. Ini kok malah di beberapa tempat dia dihalang-halangi, dijegal dengan berbagai cara termasuk yang mengarah ke persekusi. Katanya cuma sirkus. Kalau sirkus apa yang harus ditakutkan. Malah harusnya negara melindungi Rocky karena sudah memberi hiburan untuk rakyat,” imbuh dia.

Simak Juga ‘Rocky: Jokowi Cocok Jadi Kepala Keluarga, Bukan Kepala Negara’:

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi: Rocky Gerung Tenaga Kontrak Sirkus Keliling Kubu 02!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengkritik akademisi Rocky Gerung. Menurut TKN, Rocky Gerung enggan mengakui posisi sebagai partisan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan berbagai sikapnya selama ini.

“Rocky Gerung tidak pernah mau mengakui dirinya sebagai partisan 02. Justru saat ini Rocky Gerung seperti aktor dadakan yang dibawa-bawa ke mana-mana seperti sirkus keliling. Karena sudah kehabisan nafas jualan politik identitas, sekarang kubu 02 mengontrak Rocky Gerung dan Said Didu untuk bicara keliling dalam forum yang dikemas seolah-olah seminar dengan tema akal sehat,” kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, Minggu (10/3/2019).

Ace memandang acara-acara yang dihadiri Rocky Gerung bukan forum akademik, namun kampanye diam-diam. Ace mengaku tidak heran jika Rocky tidak pernah menghadiri acara kubu 01.
“Siapa pun pasti tahu bahwa yang digelar bukanlah seminar akademik, tapi forum politik kampanye terselubung kubu 02 dengan sinden utama Rocky Gerung. Jadi tidak ada gunanya Rocky Gerung berkelit dengan menyebut paslon 01 tidak pernah adakan seminar apalagi kekurangan ide. Justru sebaliknya paslon 02 udah kehabisan akal sehingga akal-akalan memakai tenaga kontrak Rocky Gerung,” sebut dia.

Anggota DPR itu mengkritik Rocky yang kerap bermain kata-kata namun jika diamati–menurutnya–terlihat bahwa sang filsuf mendukung Prabowo-Sandi. Soal akal sehat yang kerap digembor-gemborkan Rocky, Ace menyebut hal itu sebagai akal tidak sehat.

“Sangat disayangkan Rocky Gerung yang mengaku-aku sebagai filsuf justru menjadi tenaga kontrak sirkus keliling kubu 02, mengolah-olah logika, bermain kata-kata tetapi ujung-ujungnya menjustifikasi dukungannya kepada pasangan 02,” kata Ace.

“Apa yang disampaikannya juga tidak ada yang baru sama sekali. Akal sehat yang diusungnya justru makin tidak sehat karena sudah dilumuri syahwat politik dan juga target bayaran tenaga kontrak. Ide-ide yang disampaikan juga hanya pembenaran atau akal-akalan untuk memenuhi pesanan pemberi kontrak,” sebut Ketua DPP Partai Golkar itu.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Deflasi Februari 0,08 Persen, Ini Tanggapan BI

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,08 persen pada Februari 2019.

Ini berbanding terbalik dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi yang sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan, deflasi yang terjadi pada bulan ini menunjukan pencapaian positif di awal tahun.

Artinya, pemerintah telah berhasil dan menekan sejumlah beberapa harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

“Dan ini juga sejalan dengan survei pemantauan harga yang kami sampaikan sebelumnya bahwa memang harga-harga Alhamdulillah terus terkendali,” kata dia saat ditemui di Kompleks Masjid Bank Indonesia, Jumat (1/3/2019).

Perry mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sejumlah harga dari beberapa komoditas memang telah turun. Penurunan itu terjadi misalnya pada daging ayam, cabai merah, bawang, hingga telur.

“(Berkat) koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak menunjukan bahwa harga harga terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semua komoditas khususnya bahan bahan makanan itu mengalami penurunan,” pungkasnya.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Laporan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbeda dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 sebesar 0,32 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti melaporkan dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.

“Deflasi di Merauke lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

3 Pesan Ratna Sarumpaet ke Koleganya Saat Sebarkan Hoaks Penganiayaan

Liputan6.com, Jakarta – Ratna Sarumpaet sudah menjalani sidang perdananya terkait kasus hoaks pada Kamis, 28 Februari 2019. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus ini mencuat dari cerita Ratna Sarumpaet soal penganiayaan dirinya oleh orang tak dikenal hingga mengakibatkan wajahnya lebam dan bengkak-bengkak. Hal itu seiring foto-foto dirinya yang beredar di media sosial dan viral.

Tampak hadir mendamping putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan. Sidang tersebut beragendakan pembacaaan dakwaan. Jaksa mendakwa Ratna telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra. Dalam dakwaan yang dibacakan, terungkap jika Ratna beberapa kali mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp.

Pesan tersebut dibagikan Ratna kepada beberapa orang. Pesan yang disebar juga disertai foto Ratna saat dirinya sedang menjalani operasi wajah di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Berikut pesan-pesan yang disebar Ratna Sarumpaet kepada koleganya terkahit hoaks penganiayaan dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Ahmad Rubangi

Dalam dakwaan yang dibacakan, Ratna Sarumpaet diketahui mengirimkan pesan kepada Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele. Saat itu, Ratna mengabarkan kepada ketiganya jika dirinya akan pergi Bandung, Jawa Barat.

Namun rupanya, Ratna tidak pergi ke Bandung. Ia justru pergi RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka).

Ratna dirawat di ruang perawatan B1 lantai 3 untuk dirawat inap pada Jumat, 21 September 2018 hingga Senin, 24 September 2018. Saat dirawat itulah Ratna beberapa kali mengambil foto dan kemudian diberikan kepada Ahmad Rubangi ketika perjalanan pulang.

Di dalam perjalanan, terdakwa mengirimkan beberapa foto wajah terdakwa yang dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui WhatsApp kepada Ahmad Rubangi.

Saksi kemudin bertanya, “Ya Allah.. Kok sampai begitu..” dan dijawab terdakwa, “Dipukulin 2 laki2”.

Sesampai di rumah, terdakwa bercerita ke Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Pele soal foto itu di kamarnya. Sembari menangis, terdakwa bercerita dipukul oleh orang sambil menunjukkan wajah lebam dan bengkak. Setelah itu, dia mengaku ingin istirahat sehingga saksi meninggalkan kamarnya.

3 dari 5 halaman

2. Rocky Gerung

Keesokan harinya pada 25 September 2018 pukul 20.43 WIB, terdakwa Ratna Sarumpaet mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

4 dari 5 halaman

3. Said Iqbal

Tak mendapat respons dari Rocky Gerung hingga hari ke-7, akhirnya Ratna menghubungi rekan aktivisnya yang lain yakni Said Iqbal. Lewat asistennya Saharudin, Said akhirnya bertemu Ratna di kediamannya pada 28 September 2018.

Kepada Said, Ratna mengaku dikeroyok dengan skenario cerita bohongnya, dan bukan lantaran efek operasi plastik. Lewat Said yang diketahui seorang aktivis buruh ini, Ratna meminta dirinya dipertemukan dengan Ketum Gerindra yang juga Capres 02, Prabowo Subianto.

Said yang bergerak cepat, langsung meneruskan informasi Ratna kepada ajudan Prabowo bernama Dani, berikut foto-foto wajah lebam Ratna.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, TKN: Ikuti Saja Proses Hukum!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin heran dengan pernyataan Ratna Sarumpaet yang merasa kasus hoax dirinya politis. Menurut TKN, terungkapnya kasus hoax Ratna justru menghindarkan politisasi. Apa maksudnya?

“Tidak ada yang mempolitisasi kasus Ratna Sarumpaet. Justru kalau Ratna Sarumpaet tidak terungkap kebohongannya, maka akan terjadi politisasi terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap Ratna Sarumpaet,” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Menurut Ace, kasus hoax penganiayaan Ratna saat itu berpotensi dipolitisasi tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan menyalah-nyalahkan penguasa. Ia menyinggung peristiwa itu kala Prabowo dan timses menggelar konferensi pers mengenai penganiyaan Ratna.
“Bayangkan kalau Ratna Sarumpaet tidak berani menyatakan yang sebenarnya, maka propaganda oposisi mengalami penindasan, dizalimi oleh rezim yang berkuasa akan tersembur dengan kencang,” tutur Ace.
“Itulah sebabnya tanpa fact checking, Prabowo dan kubu 02 ramai-ramai konferensi pers. Jadi poinnya bukan semata-mata tidak ada fact checking, tapi pada upaya menggunakan kasus ini sebagai bagian dari politisasi,” imbuhnya.

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, TKN: Ikuti Saja Proses Hukum!Foto: Ace Hasan Syadzily (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Karena itu, dia meminta Ratna mengikuti proses hukum dengan baik. Ia meminta Ratna tak buru-buru menyimpulkan.

“Oleh karena itu, sebaiknya ikuti saja proses hukum itu dengan sebaik-baiknya. Kita lihat apakah ada fakta persidangan bahwa kasus kebohongan Ratna Sarumpaet ini semata-mata menyangkut dirinya sendiri. Atau melibatkan pihak-pihak lain untuk maksud-maksud tertentu,” ujar Ace.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>