AHY Sampaikan Rekomendasi PD untuk Presiden Mendatang Malam Ini

Jakarta – Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menyampaikan pidato politiknya malam ini. Pidato AHY mengangkat tema ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’.

Pidato politik AHY akan disampaikan di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) pukul 19.30 WIB. Pidato ini disampaikan AHY menyusul mandat yang diberikan Ketum PD sekaligus ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Teman-teman yang baik, Insyaallah, malam ini saya akan menyampaikan pidato politik dengan judul ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’. Live di @tvonenews pukul 19.30-20.00 WIB. Terima kasih, dan semoga berkenan menyaksikan. Salam, AHY,” ujar AHY lewat akun Twitter @AgusYudhoyono.
Mandat itu sebelumnya disampaikan SBY karena tidak bisa ikut terlibat dalam masa kampanye hingga hari pencoblosan, 17 April 2019. SBY harus mendampingi sang istri, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan medis di Singapura karena mengidap kanker.
Melalui secarik surat, AHY diberi tugas memimpin pemenangan Pemilu PD. Sedangkan anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari PD.

“Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY melalui surat yang dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Panjaitan di kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).
(dkp/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Adik Almarhumah Rina yang Wisuda Digantikan Ayah Ditawari Masuk UIN Tanpa Tes

Banda Aceh – Kisah Bukhari (59) mengikuti prosesi wisuda untuk menggantikan almarhunah putrinya Rina Muharrami membuat haru banyak orang. Pihak rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini memberikan undangan masuk UIN tanpa tes untuk adik Rina.

“Kita memberikan panggilan undangan untuk masuk ke UIN kepada adiknya pada saat nya nanti. Masuk melalui jalur undangan tanpa tes. Ini kita melihat ada adiknya yang sedang belajar di pesantren atau setara dengan SMA,” kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Menurut Warul, pemberian undangan itu sebagai bentuk penghargaan kepada orang tua Rina yang telah berjuang menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Selain itu, Rina juga meninggal saat tengah menuntut ilmu.

“Dia masih sedang berada di bangku kuliah. Dia meninggal pada 5 Februari lalu karena sakit, sehingga belum sempat merasakan yudisium dan mengikuti proses wisuda seperti teman-temannya yang lain,” jelas Warul.

“Kemudian sang ayah rela mewakili sang ananda untuk mengambil ijazahnya. Ini sebagai pertanda orang tua memberikan atensi dan perhatian yang sangat tinggi terhadap pendidikan anak. Bahkan Rina sudah tiada, tapi berkenan hadir untuk menerima ijazah yang dianugerahkan oleh kampus,” ungkap Warul.

Pihak rektorat juga sudah berkunjung ke rumah duka pada Kamie 28 Februari kemarin. Rektor menyerahkan baju toga kepada keluarga almarhumah Rina.

“Kami memberikan baju toga adalah sebagai wujud dari kecintaan semua komunitas kampus,” kata Warul.

Seperti diketahui, cerita tentang sosok almarhumah Rina dan kedatangan sang ayah untuk mewakili di acara wisuda diceritakan di situs UIN Ar-Raniry, Kamis (28/2/2019). Rina adalah mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah.

Rina menjalani sidang skripsi pada 24 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Tetapi, 13 hari setelahnya yaitu pada 5 Februari 2019 sebelum Subuh, perempuan kelahiran 16 Mei 1996 itu meninggal pada usia 22 tahun. Rina meninggal dunia setelah menderita penyakit tifus stadium akhir hingga berujung pada saraf.
(agse/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ada Apel Siaga Umat PA 212, Polri-TNI Berjaga di Depan Gedung KPU

Jakarta – Pengurus Pusat PA 212 hari ini menginstruksikan massanya untuk mengikuti Apel Siaga Umat dengan long march dari Bundaran HI, Jakarta Pusat menuju kantor KPU. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan meninjau persiapan pengamanan di lokasi.

detikcom memantau situasi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) pagi. Tampak ada banyak personel Polri, termasuk Brimob serta TNI bersiaga di depan KPU.

Di lokasi juga terlihat Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan. Dia mengaku datang untuk memantau pengamanan aksi massa yang akan digelar sekitar pukul 13.00 WIB usai salat Jumat.
“Ini sedang kita lakukan penjagaan,” kata Harry.

Harry rencananya akan memimpin apel pengamanan di depan Gedung KPU. Informasinya akan ada sekitar 2.000 massa yang akan datang melakukan aksi.

Harry tampak berbincang dengan jajarannya. Dia mengkoordinasikan agar pengamanan massa termasuk pengaturan lalu lintas saat massa Apel Siaga Umat datang berjalan lancar.

Sementara itu di sekitar kawasan Bundaran HI, pengamanan masih terpantau normal. Meski demikian terlihat ada mobil Baracudda disiagakan.
(hri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kenalkan! Eha Penjual Kopi Starling di Cilegon Nekat Jadi Caleg

Cilegon – Caleg DPRD Kota Cilegon dapil 1 Cibeber-Cilegon dari PPP, Eha Soleha (44) sehari-hari menjadi pedagang starling alias Starbuck Keliling alias kopi keliling. Namun, hal itu tidak mengurungkannya maju ke panggung demokrasi.

Eha tinggal di kontrakan petak sekitar 500 meter dari Pasar Induk Kranggot. Ia tinggal bersama kedua orang tua dan anaknya yang masih berumur kira-kira 12 tahun.

Tak ada kursi di ruangan. Televisi tabung seadanya disimpan di lantai. Di beberapa tempat, terlihat pakaian dan mukena bergelantungan.

Setiap hari, ia berjualan di pasar mulai pukul 01.00 WIB dini hari sampai 08.00 WIB pagi. Dari kediamannya, ia bawa 3 termos dan keranjang berisi kopi saset.
Tengah malam jelang fajar adalah waktu paling efektif jualan kopi di pasar karena banyak pelanggan. Pekerjaan ini, sudah dilakukan hampir tiga tahun dengan penghasilan Rp 75 ribu perhari.

Pada pertengahan tahun lalu, Eha bercerita ada pelanggannya tiba-tiba menawarinya menjadi caleg di PPP. Pelanggan tukang sayur itu kebetulan pengurus PAC Kecamatan Cibeber yang sedang mencari sosok caleg perempuan. Meski sempat ragu, ia malah tertarik ikut.

“Saya ditawari teman, saya bilang nggak punya uang. Katanya udah nggak apa-apa, saya diminta beberapa kali, ditelponin, ya udah saya hormati (terima),” kata Eha saat ditemui detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Rencana pencalegan ini rupanya sempat ditentang oleh keluarga. Eha diminta mundur karena tak punya modal. Tapi terlanjur mendaftar dan lolos daftar calon tetap (DCT), ia memutuskan untuk terus maju.

“Yah mau gimana lagi, kalau orang tua mah ngedoain aja,” kata orang tua Eha menimpali.

Sejak resmi jadi caleg itulah Eha mengaku semangat melakukan kampanye di pasar. Waktu berjualan ia manfaatkan untuk memperkenalkan diri sebagai caleg dari PPP nomor urut 6. Respons pelanggan menurutnya rata-rata terkejut, bahkan ada yang tidak percaya.

“Walah caleg kopi. Eh ada uangnya nggak. Emangnya punya uang nyaleg,” kata Eha menirukan suara pelanggannya.

“Doain saya sih, kata saya. Terus saya jalan lagi” ujarnya.

Kampanye di pasar itu ia juga sering bagi-bagi stiker dan kartu nama. Ia mengaku dimodali partai untuk dua barang ini. Ia mengaku memang tidak punya modal selain dari jualan kopi keliling.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Siswi SMP Jember Hilang Keperawanan Akibat Rayuan Miras

Liputan6.com, Jember – Top 3 berita hari ini mengungkap aksi pencabulan yang dilakukan seorang remaja putus sekolah (18) terhadap siswi SMP di Jember. Aksi bejat pelaku terungkap setelah korban mengaku telah ditiduri pria yang baru dikenalnya.

Oleh polisi, GN berhasil diciduk di rumahnya. Dari pengakuan pelaku, korban terlebih dulu diberi minuman keras agar mudah diajak untuk berhubungan badan. Perbuatan tersebut telah dilakukan GN sebanyak dua kali terhadap korban.

Sementara itu, kisah haru datang dari Provinsi Aceh. Seorang bapak menggantikan posisi anaknya di acara wisuda karena sang putri meninggal dunia akibat penyakit asam lambung.

Seperti teman-temanya di Prodi Kimia, Fakultas Tarbiyah, sejatinya saat itu Rina Muharami akan mengenakan atribut wisuda. Namun, Tuhan berkehendak lain. 

Bukhari tidak dapat menyembunyikan kesedihan dari raut mukanya, terlebih saat Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin memeluk pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani.

“Itu (SKL, red) nanti kita simpan sebagai kenang-kenangan karena dari awal saya sudah menguliahkan almarhum. Seharusnya, dia yang pertama mendapat gelar sarjana di keluarga,” ujar Bukhari, kepada Liputan6.com.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Rayuan Miras dan Hilangnya Keperawanan Gadis SMP di Jember

Foto: Dian Kurniawan/ Liputan6.com.

Siswa putus sekolah berinisial GN (18), warga Dusun Besuki Desa Sidomekar Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditangkap polisi lantaran merayu siswi SMP minum minuman keras lalu mencabulinya.

Menurut Fathur, saat diinterogasi di Mapolsek Semboro, GN mengaku lebih dari sekali meniduri korban yang berasal dari kecamatan lain, yakni Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Pertama kali korban dipaksa menyerahkan kegadisannya, Jumat, 1 Februari 2019.

Modusnya, tersangka GN menghubungi korban melalui WA, mengundang untuk datang ke rumahnya.

Selengkapnya…

2. Bikin Haru, Bapak di Aceh Diwisuda Gantikan Anaknya yang Meninggal Usai Skripsi

Bukhari lengkap dengan toga naik ke podium wisuda yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry Banda Aceh, Kamis (27/2/2019). (Liputan6.com/ Rino Abonita)

Di rumah Bukhari (57) tentu saja tidak terpajang foto Rina Muharami sedang mengenakan topi wisuda dan baju toga. Putrinya itu berpulang sebelum sempat mengenakan atribut wisuda.

Rina sejatinya ikut dalam barisan wisudawan dan wisudawati saat acara wisuda yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry Banda Aceh, Rabu, 27 Februari 2019. Namun, Rina meninggal dunia tepat sehari setelah ia menyelesaikan sidang skripsi pada 24 Januari 2019 lalu.

Anak pertama pasangan Bukhari-Nur Bayani itu meninggal karena penyakit asam lambung yang dideritanya.

Bukhari tidak pernah menyangka, kiranya dia yang akan mewakili putrinya menjadi sarjana.

Selengkapnya…

 3. Kronologi Dugaan Penganiayaan oleh Bahar bin Smith Versi Dakwaan JPU

Terdakwa kasus penganiayaan remaja, HB Assayid Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Klas IA Bandung, Kamis (28/2/2019). (Huyogo Simbolon)

Terdakwa kasus penganiayaan remaja, HB Assayid Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Klas IA Bandung, Kamis (28/2/2019). Selain Bahar, dua rekannya yakni Agil Yahya dan Basit Iskandar yang berstatus terdakwa juga turut disidang.

Jaksa mengatakan, pada Senin, 26 Nopember 2018 saksi korban CAJ (18) diajak oleh rekannya MKU (17) untuk menemani mengisi acara di Seminyak, Bali. CAJ yang disuruh MHU mengaku sebagai Habib Bahar bin Smith dalam acara tersebut.

Kemudian pada 1 Desember 2018 sekitar pukul 09.00 WIB, Bahar memerintahkan saksi Agil Yahya, untuk menemui Basid dan mengajak Habib Husein, Wiro, Keling (tersangka belum tertangkap) untuk membawa CAJ ke Pondok Pesantren Tajul Al Awiyin.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gempa M 5,3 Guncang Sangihe Sulawesi Utara

Jakarta – Gempa bermagnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Informasi gempa Sangihe, Sulut, dikabarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (1/3/2019). Gempa dikabarkan terjadi pukul 08.00 WIB.

Gempa berada di 123 km timur laut Kepulauan Sangihe. Gempa berkedalaman 180 km.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

Belum ada laporan mengenai dampak gempa tersebut.
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hakim Cecar Eks Panitera PN Medan: Berkata Jujurlah

Jakarta

Hakim ketua Rosmina mencecar mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri Medan, Helpandi. Hakim Rosmina menilai sejumlah keterangan Helpandi diduga direkayasa.

Awalnya, hakim bertanya kepada Helpandi terkait pertemuan Helpandi dengan anak buah Tamin Sukardi, Sudarni. Saat itu, Helpandi mengaku kepada Sudarni tidak tidur selama satu malam. Namun, Helpandi mengaku itu bohong dan mengaku hanya untuk menghindari Sudarni.

Hakim Rosmina kembali mengulik pernyataan Helpandi dengan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan. Saat itu Helpandi diminta Hadi untuk mencarikan alamat gereja hakim PN Medan, Sontan Merauke Sinaga. Namun saat itu Helpandi lagi-lagi berbohong soal itu.

“Soal gereja, Hadi minta carikan gereka pak Sontan, saudara katakan apa?” tanya Rosmina ke Helpandi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

“Saya bilang ya saya usahakan,” jawab Helpandi.

“Saudara bener nyari nggak? Kenapa bilang sama pak Hadi sudsh nyari sampai pukul 03.00 WIB?” tanya Rosmina.

“Nggak. karena saya rasa ngggak mungkin lah nanya-nanya ke gereja itu kan privasi,” jawab Helpandi.

Mendengar hal tersebut hakim Rosmina merasa curiga kepada Helpandi. Dia menilai Helpandi terbiasa membuat kebohongan terkait kasus ini.

“Nah makanya itu saya ini hakim, saya mengumpulkan fakta-fakta, apakah perkataan seperti itu biasa anda lakukan? Anda terbiasa bicara yang nggak-nggak?” Kata Rosmina.

“Coba saudara tarik nafas dulu lah, berkata jujurlah di sidang ini,” imbuhnya.

“Biasa nggak.. tapi kalau untuk hindari ya gitu,” kata Helpandi.

Rosmina juga merasa heran pernyataan Helpandi berbeda dengan keterangan tiga saksi terkait pemberian uang kepada Sontan. Hakim menilai Helpandi berusaha mengelabui persidangan.

Namun, lagi-lagi Helpandi tetap pada keterangannya. Dia mengaku tidak sama sekali memberikan uang kepada Sontan hingga saat ini.

“Penyidik KPK, Hadi, Sudarni juga katakan anda sudah kasih ke Sontan. Sementara saudara katakan nggak ada serahin uang ke Sontan?” Ucap Rosmina.

“Memang nggak ada. Saya nggak tahu yang jelas dari awal penyidikan, saya nggak pernah merubah BAP (berita acara pemeriksaan),” jelasnya.

Helpandi didakwa menerima uang SGD 280 ribu untuk membeikan uang suap ke hakim adhoc PN Medan Merry Purba dan hakim Sontan Merauke Sinaga terkait kasus perkara pengusaha Tamin Sukardi. Tamin disebut meminta putusan bebas atas kasusnya.

Helpandi kemudian memberikan uang itu ke Merry Purba sebesar SGD 150 ribu. Sedangkan sisa SGD 130 ribu disebut jaksa akan diserahkan ke Sontan Merauke setelah putusan dibacakan pada 27 Agustus 2018.


(zap/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>