Sampah Pembalut Menumpuk, Tertarik Beralih ke Produk yang Lebih Ramah Lingkungan?

Liputan6.com, Jakarta – Wanita rutin menggunakan pembalut sekali pakai karena jadwal menstruasi yang dimilikinya. Namun, sadarkan Anda bahwa pembalut sekali pakai memberi efek buruk pada lingkungan?

Menurut riset Stockholm University , plastik di dalam bungkus pembalut memerlukan waktu sekitar 500–800 tahun untuk terdegradasi. Itu berarti sampah pembalut sekali pakai memerlukan waktu penguraian lebih lama dari sampah plastik botol yang memerlukan waktu antara 70–450 tahun untuk terdegradasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan United Nations Population Fund, jumlah penduduk Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 131,88 juta jiwa di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Jika rata-rata dalam sebulan wanita membuang sampah pembalut sebanyak empat lembar pembalut dalam sehari, lalu dikalikan enam hari, akan terkumpul sebanyak 24 sampah pembalut hanya dalam waktu sebulan. Belum lagi jika dikalikan dengan jumlah penduduk wanita di Indonesia, jumlahnya kurang lebih mencapai 26 ton per hari.

Selain menyumbang sampah yang banyak, pembalut juga dapat mencemari lingkungan di sekitar. Hal ini terlihat dari masih adanya masyarakat yang membuang pembalut ke dalam sungai ataupun selokan yang dapat menganggu ekositem hewan-hewan di dalam sungai.

Tak hanya itu, melalui riset United Nations Environment Program, produksi pembalut sekali pakai menyumbang emisi gas karbon sekitar 15 juta ton pertahunnya. Hal tersebut setara dengan 35 juta barel minyak yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

2 dari 4 halaman

Mencoba Pembalut Ramah Lingkungan

Karena berbagai dampak yang terjadi lewat pemakaian pembalut sekali pakai, belakangan ini marak diperbincangkan pembalut yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan seperti menstrual cup dan reusable pad. Salah satunya dari akun Instagram @sayapilihbumi yang mengkampanyekan program ramah lingkungan.

Namun, banyak wanita yang belum berani untuk mencoba dan ada pula yang belum mengetahui tentang pembalut ramah lingkungan ini. Terlihat dari berbagai ungkapan warganet yang mengomentari unggahan foto dari akun tersebut. Padahal, manfaatnya jauh lebih besar untuk mengurangi penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan.

Menstrual cup merupakan cawan berbentuk corong kecil yang terbuat dari bahan karet ataupun silikon. Cup ini berfungsi sebagai penampung darah saat menstruasi. Meski belum banyak yang tahu, alat ini bisa dipakai menjadi alternatif untuk para wanita saat menstruasi.

Berbeda dengan pembalut, menstrual cup digunakan ke dalam vagina untuk menampung pengumpulan darah saat menstruasi. Alat kesehatan ini biasanya memiliki dua ukuran yaitu yang sudah melahirkan dan ukuran untuk yang belum pernah melahirkan.

Menstrual cup ini memiliki daya tampung darah yang dapat mencapai 30 ml dan dapat digunakan berulang-ulang sehingga lebih praktis. Satu buah menstrual cup dapat digunakan hingga sepuluh tahun.

Dilansir dari laman healthline, menstrual cup memiliki berbagai kelebihan. Seperti hemat anggaran, lebih aman karena tidak perlu menyerap darah dan tidak berisiko terkena penyakit toxic shock syndrome (TSS) atau infeksi bakteri langka dan juga tidak menyebabkan dampak buruk pada lingkungan.

3 dari 4 halaman

Menggunakan Reusable Menstrual Pads

Ada pula alat yang ramah lingkungan selanjutnya yaitu reusable menstrual pads. Bentuk dan kegunaan alat ini sama persis dengan pembalut biasa, tapi alat ini bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang.

Pada Reusable Menstrual Pads, bahan yang digunakan dibuat agak tebal agar bisa menyerap lebih banyak cairan. Selain itu, dilengkapi juga dengan satu lapisan di bagian dalam yang mampu menahan cairan agar tidak tembus ke luar. Lapisan ini berbahan seperti karet balon dan diletakkan di bawah handuk atau kain penyerap.

Menstrual pads memiliki tiga ukuran yaitu pantyliner/minipad, day dan night. Setiap merek memiliki ukurannya masing-masing tergantung kebutuhan Anda. Sama halnya seperti menstrual cup, alat ini juga dapat digunakan berulang hingga sepuluh tahun.

Dilansir dari laman healthline, Reusable Menstrual Pads juga memiliki berbagai kelebihan untuk penggunanya. Salah satunya yaitu sebagai bahan yang tidak mengiritasi dan menghindari paparan bahan-bahan sintetis yang tidak perlu pada pembalut sekali pakai. Alat ini juga dapat berhemat sekaligus menjaga lingkungan bebas dari pencemaran sampah pembalut. (Devita Nur Azizah).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Persiapan Arya Jalani Operasi Angkat Kulit Gelambir Usai Turunkan Berat Badan

Liputan6.com, Bandung Arya Permana (13), pasien obesitas asal Karawang, Jawa Barat, mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu (17/7/2019). Pihak RSHS rencananya akan melakukan operasi bedah plastik terhadap Arya untuk menghilangkan kulit berlebih sisa lemak di tubuhnya.

Arya tampak ditemani kedua orang tuanya juga mendatangi RSHS. Dia terlihat segar dan mampu berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Arya bertemu dengan psikiater sebagai salah satu persiapan menghadapi operasi plastik yang akan dilakukan RSHS. Konsultasi itu dilakukan Arya agar mantap menghadapi operasi.

Menurut salah satu dokter yang turut menangani bocah Arya, Viramitha Kusnandi, kondisi psikis pasien saat ini dalam keadaan baik.

“Kalau masalah kejiwaan, karena penanganan ini satu tim, kita sudah mengkonsultasikan ke bagian psikiatri untuk kesiapan mentalnya. Kebetulan tadi pagi sudah ketemu dengan dokter bagian psikiatri. Insya Allah semua dalam keadaan baik saat ini sedang diassessment,” katanya.

Menurut spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS ini, berdasarkan keterangan psikiater, kondisi mental Arya sudah siap menjelang operasi. Mengingat pihak yang menginginkan operasi adalah Arya sendiri.

Terkait rencana bedah plastik, Viramitha menyatakan hal itu bukan wewenangnya untuk memberi penjelasan. Namun ia memastikan bahwa pendampingan secara psikis terhadap Arya akan dilakukan sebelum hingga selesai operasi.

“Kita turut mendampingi Arya Permana dengan psikiatri karena operasi ini tidak sekali. Ada beberapa tahap membuang bagian-bagian tubuhnya sehingga dalam perjalanan ini harus didampingi tim psikiatri,” ujarnya.

Seperti diketahui, badan Arya yang dulu mencapai berat 192 Kg kini telah berhasil turun seberat 87 Kg.

2 dari 3 halaman

Naik ke Meja Operasi 24 Juli

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler RSHS Bandung Renny Meysuburiyani mengatakan, penanganan operasi bedah plastik Arya dilakukan oleh tim.

“Jadi, untuk pasien Arya Permana akan menjalani operasi bedah plastik pada 24 Juli. Sekitar tanggal 20-an sudah masuk kamar untuk persiapan,” kata Renny di RSHS Bandung.

Saat ini, kata Renny, Arya menjalani pra operasi. Hal ini dilakukan untuk mengecek kondisi fisik bocah asal asal Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang itu.

Selain persiapan fisik, Arya juga menjalani persiapan psikis. Arya pun telah berkonsultasi dengan psikiater di RSHS.

“Hari ini, pasien Arya hanya menjalani pemeriksaan psikis. Jadi ini merupakan bagian dari pra operasi,” ujar Renny.

Operasi plastik di tubuh Arya akan dilakukan di empat bagian tubuh yang kulitnya menggelambir yaitu di lengan, kaki, perut dan dada. Renny melanjutkan, keterangan resmi soal teknis operasi bedah plastik Arya akan dilaksanakan RSHS sebelum operasi.

“Nanti ada keterangan resmi ke media dari RSHS,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Suap Romahurmuziy, Kakanwil Kemenag Jatim Dituntut 3 Tahun Penjara

Liputan6.com, Jakarta – Jaksa penuntut umum pada KPK menuntut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Haris dianggap terbukti menyuap Romahurmuziy atau Romi sebagai anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atas pengisian jabatan di lingkungan Kemenag.

“Menuntut agar majelis hakim memutuskan menyatakan Haris Hasanuddin bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menuntut, menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun, pidana denda Rp 200 juta atau subsider 5 bulan kurungan,” ucap jaksa Ni Nengah Gina Saraswati di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (17/7).

Dalam pertimbangan yang dibacakan oleh Jaksa Abdul Basir, Haris menggelontorkan uang kepada Romi secara bertahap guna memuluskan dirinya mengisi jabatan sebagai Kakanwil Jatim.

Pemberian suap bertahap terjadi di kediaman Romi, Condet, Jakarta Timur. Pada 6 Januari 2019, ia memberi politikus PPP itu uang sebesar Rp 5 juta.

“Pada tanggal 6 Februari 2019 bertempat di rumah Muhammad Romahurmuziy terdakwa memberikan uang sejumlah Rp 250 juta rupiah,” ujar jaksa.

Sementara pemberian uang ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seluruhnya berjumlah Rp 70 juta. Sama dengan Romi, Haris memberi uang kepada Lukman sebanyak dua tahap, Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

Kendati saat Lukman menjadi saksi dalam persidangan membantah adanya penerimaan suap, jaksa mengesampingkan keterangan tersebut.

“Menurut penuntut umum keterangan saksi Lukman Hakim tersebut hanya merupakan tambahan sepihak karena bertentangan dengan alat-alat bukti,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Kasus

Dalam seleksi Kakanwil Kemenag Jatim, sedianya Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi karena masih menjalani proses sanksi. Namun Rommy meminta agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tetap meloloskan Haris.

Diloloskannya Haris dalam pencalonan juga mendapat teguran dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menilai Haris tidak layak lolos seleksi.

Dalam sidang juga terungkap bahwa Haris mendatangi Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa meneruskan pesan kepada Rommy agar membantunya lolos seleksi.

Berdasarkan surat dakwaan, Haris pernah datang langsung ke kediaman Rommy di Condet, Jakarta Timur, sambil membawa uang Rp 250 juta. Uang tersebut kemudian dianggap jaksa sebagai bentuk suap.

Haris pun saat ini berstatus terdakwa. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, itu didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi berupa uang Rp 325 juta.

Haris juga disebut dalam surat dakwaan memberi uang dengan total Rp 70 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar lolos seleksi pencalonan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Sejatinya, Haris tidak lolos persyaratan administrasi.

Lukman, atas perintah Romi sebagai atasan struktural partai, membuat Haris lolos seleksi dan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Bahkan dalam satu pertemuan, Lukman mengatakan siap pasang badan untuk Haris.

Atas pernyataan tersebut, Haris memberi Rp 50 juta kepada Lukman.

Beberapa hari kemudian Haris kembali merogoh kocek Rp 20 juta untuk diserahkan kepada Lukman melalui Herry Purwanto sebagai bagian komitmen fee yang telah disiapkan.

Atas perbuatannya, Haris dituntut telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

6 Tas Mewah Koleksi Sandra Dewi, Ada yang Seharga Mobil

Liputan6.com, Jakarta – Pesinetron sekaligus model cantik Sandra Dewi terkenal dengan barang-barang koleksinya yang mewah. Wanita kelahiran Pangkalpinang ini memiliki berbagai koleksi tas mewah dengan harga ratusan juta rupiah.

Sandra Dewi kerap terlihat menggunakan tas-tas branded dengan harga mahal di akun Instagram pribadinya. Wanita yang berusia 35 tahun ini tampak cantik dan mempesona lengkap dengan tas yang digunakan pada acara tertentu.

Penasaran dengan penampilan dan harga tas ibu satu anak ini? Liputan6.com telah merangkum informasi tersebut dari berbagai sumber, Rabu, 16 Juli 2019.

1. Chanel Deauville Tote

Dilansir dari tradesy.com tas dengan tipe Deauville Tote ini berukuran cukup besar. Tas dengan bahan canvas ini memiliki tali yang terbuat dari rantai perak menyatu dengan tas. Sandra Dewi kerap kali terlihat memakai tas ini di beberapa acara penting.

Ada beberapa warna dari tas tipe ini seperti abu-abu, krem, dan juga biru dongker. Harga tas dengan merek Chanel ini dibanderol sekitar 3000 dolar AS atau Rp41 juta.

2 dari 7 halaman

2. Hermes Birkin Black Togo GHW

Koleksi tas mewah selanjutnya berasal dari rumah mode Hermes. Memiliki desain simpel dengan balutan warna hitam dengan aspek klasik. Tas yang dibuat dari kulit togo ini dilengapi dengan aksesoris gold yang terdapat pada gesper.

Dilansir dari 1stdibs.com, harga tas dengan ukuran 30cm ini dibanderol seharga 20.417 dolar AS atau setara Rp258 juta.

3 dari 7 halaman

3. Tas Louis Vuitton Egg

Selanjutnya, tas dengan desain unik seperti telur ini hadir dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Dilansir dari louisvuitton.com, tipe tas ini hadir dari berbagai bahan seperti kanvas monogram, kulit anak sapi, paten, dan kulit piton.

Tas dilengkapi dengan pegangan atas dari kulit dan tali rantai. Harga tas dari Louis Vuitton ini dibanderol senilai 2.290 euro atau setara dengan Rp35 juta.

4 dari 7 halaman

4. Tas LV Mini Luggage

Tas dengan berat 1,4 kg ini juga menjadi koleksi artis cantik ini. Dilansir dari spottedfashion.com, tas dengan model kanvas monogram ini menampilkan sudut-sudut yang menarik. Dilengkapi dengan desain elegan perpaduan warna coklat muda dan tua.

Pegangan atas dari tas terbuat dari tali dan rantai dengan kesan modis. Tas dengan tipe Mini Luggage ini dibanderol sekitar 3.550 dolar AS atau setara dengan Rp49 juta.

5 dari 7 halaman

5. Channel CC Filigree Vanity Case

Tas selanjutnya yang menjadi koleksi artis cantik ini adalah Chanel dengan tipe CC Filligree Vanity Case. Dilansir dari bragmybag.com, tas ini didesain dengan bentuk klasik dan bagian tengahnya dilapisi dengan berlian. Ada tali kulit rantai yang digunakan di bagian bahu.

Tas ini memiliki bentuk kotak-kotak dengan logo CC yang cukup besar di tengahnya. Harga tas ini dibanderol sekitar 3.500 dolar AS atau setara dengan Rp48 juta.

6 dari 7 halaman

6. Picotin Lock 18 Bag

Dilansir dari hermes.com, tas berwarna merah muda ini cukup minimalis namun memberikan kesan mewah. Terlihat dari aksen garis-garis yang terdapat pada bagian talinya.

Tas ini memiliki berbagai warna mulai dari biru, merah, oranye, coklat, kuning, merah dan masih banyak lagi. Tas tersebut dibanderol dengan harga 3.325 dolar AS atau setara dengan Rp46 juta.(Devita Nur Azizah)

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Dibawah Ini:

Polisi di Pedalaman Papua Wajib Ajar Anak-Anak SD

Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Polisi Rudolf Albert Rodja mengatakan, anggota Polri yang ditugaskan di daerah terpencil atau pedalaman Papua wajib membantu mengajar anak-anak di sekolah dasar (SD).

Untuk itu, kata Rudolf, dia sudah memerintahkan kepada setiap anggota Polsek dan BKO Brimob yang daerah penugasannya terdapat sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, maka wajib untuk membantu.

“Itu sudah terjadi di Puncak Jaya, disana ada BKO Brimob dari Sulawesi Selatan yang membantu mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan guru,” kata Rudolf kepada wartawan usai memimpin upacara perayaan HUT Bhayangkara ke-73 di Kota Jayapura, Papua, Rabu, 10 Juli 2019, dilansir Kabarpapua.co.

Rudolf juga menyampaikan sebelum anggota BKO Brimob datang ke Papua komandan satuannya diminta untuk membekali anggota dengan keterampilan untuk mengajar.

“Saya sudah lihat sendiri di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya itu ada sekolah yang punya enam kelas, tapi gurunya hanya tiga dan itu juga jarang masuk. Sehingga anggota (polisi) yang ditugaskan kesana harus memiliki keterampilan mengajar,” ujarnya.

Pada perayaan HUT Bhayangkara ke-73 ini juga, Rudolf memberikan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo kepada perwakilan anggota polisi atas kinerja dan dedikasi mengabdikan diri di Kepolisian.

“Presiden sudah sampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri, tapi saya sampaikan tak boleh berpuas diri,” kata Rudolf.

Rudolf juga mengatakan, dirinya sudah mulai menata kembali kinerja anggota yang ada di Polda Papua dan jajaran agar bisa melayani dan melindungi masyarakat dengan baik.

1.410 Calon Haji Tulungagung Diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

Liputan6.com, Surabaya – Seribu lebih calon haji (calhaj) asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu diberangkatkan dalam dua gelombang pemberangkatan menuju Embarkasi Surabaya dan selanjutnya akan diterbangkan ke Tanah Suci, Mekkah pada Kamis pagi, 18 Juli 2019.

Seremoni pemberangkatan 1.410 jemaah calon haji itu dilakukan di depan pendopo Kabupaten Tulungagung dengan diangkut menggunakan 33 unit bus. Ada empat kloter (kelompok terbang) yang diberangkatkan sore itu, yakni kloter 33, 34, 35 dan 36.

“Sebenarnya dari Tulungagung ada lima kloter. Tapi untuk kloter 32 hanya tujuh orang yang digabungkan dengan rombongan  calon haji dari Kabupaten Blitar,” kata Kabag Kesra Pemkab Tulungagung Suyudi di Tulungagung,seperti dikutip dari laman Antara (17/7/2019).

Kendati prosesi pemberangkatan jemaah calon haji tidak semua terkonsentrasi di halaman pendopo Pemkab Tulungagung, tapi hal itu tak mengurangi kesakralan suasananya. Suasana haru mengiringi pelepasan para calhaj yang berangkat menunaikan ibadah rukun iman.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Terutama saat muadzin mengumandangkan adzan tanda shalat Magrib. Tangis beberapa anggota keluarga pecah saat jemaah calhaj berpamitan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Mekkah. Mereka sedianya akan berpisah dalam waktu sebulan lebih (40 hari).

Berangkat pada Kamis pagi, 18 Juli 2019 jemaah calon haji asal Tulungagung akan sampai kembali di kampung halaman pada 28 Agustus 2019. Rombongan calhaj asal Tulungagung termasuk pemberangkatan gelombang pertama, sehingga akan mendapat di Madinah.

“Di Madinah selama delapan hari untuk menjalankan 40 waktu salat wajib, berjamaah tanpa putus atau arbain,” kata Suyadi. Dari Madinah, jemaah calhaj Tulungagung akan ke Mekkah, untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Kapolri ke Purnawirawan: Kami Sangat Welcome dengan Kritik

Liputan6.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, institusinya terbuka dengan kritikan dari para purnawirawan Polri. Menurutnya, kritik adalah untuk kebaikan Polri.

Hal itu disampaikan Tito dalam acara wisudawan purna bakti perwira tinggi Polri di Auditorium PTIK-STIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juli 2019.

“Kalau ada hal yang negatif di internal yang juga bisa ditemukan, kami juga tidak anti kritik, kami sangat yakin juga temen-temen senior ingin Polri baik, untuk itu kami sangat welcome dengan kritik,” kata Tito.

Menurutnya, dukungan dari senior tak hanya berbentuk fisik, tapi juga suara. Tito mengatakan, para purnawirawan lebih bisa bebas bicara dibanding anggota yang masih aktif.

“Kalau senior yang sudah purna mau ngomong apa aja bisa ngomong bebas, termasuk kalau untuk membela institusi bisa dengan tone yang lebih bebas, dengan irama yang lebih bebas, narasi yang lebih bebas,” ucap Tito.

2 dari 3 halaman

Jangan Diumbar di Luar

Meski demikian, Tito berharap kritikan purnawirawan terhadap institusi tidak diumbar. Ia tak ingin Polri dianggap tak kompak.

“Kalau hal buruk sampaikan ke internal, dan kita akan upayakan cari solusi jalan keluar dan memperbaiki yang kurang baik, namun kalau disuarakan di luar kurang baik, karena akan menjadi polemik seolah-olah Polri tidak solid, ini mungkin harapan kami kepada senior,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, mantan Kapolda Metro Jaya tersebut mengucapkan terima kasih kepada senior yang telah mengabdi untuk bangsa dan negara.

“Saya ucapkan terima kasih pribadi sebagai pimpinan Polri dan seluruh jajaran Polri atas seluruh dedikasi pengabdian senior-senior dan dukungan,” kata Tito Karnavian.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Angkara Karya Mahasiswa ISI Denpasar Jadi Film Terbaik Festival Film Surabaya 2019

Liputan6.com, Jakarta – Film pendek berjudul Angkara karya mahasiswa Jurusan Film dan Televisi, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar dinobatkan sebagai film terbaik kategori mahasiswa umum pada ajang Festival Film Surabaya VIII tahun 2019.

“Film itu perkembangannya sangat cepat beradaptasi dengan teknologi. Prestasi kali ini membuktikan ISI Denpasar mampu berprestasi pada kesenian klasik dan modern,” kata Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha di Denpasar, Rabu 17 Juli 2019, dilansir Antara.

Arya mengapresiasi prestasi peserta didiknya itu, bahkan ia merasa malu melihat begitu semangatnya mahasiswa ISI Denpasar di tengah keterbatasan sarana perfilman di kampus setempat. Sebagai pimpinan institusi, dia berusaha melengkapi kekurangan itu dan meminta mahasiswanya tetap memelihara semangat dalam berkarya.

Dia pun tidak ingin ISI Denpasar menjadi kampus yang terkesan hanya bernostalgia dengan masa lalu. Prestasi di bidang film, menurutnya merupakan salah satu jawaban bahwa di ISI Denpasar iklim akademik antara kesenian klasik dan modern berjalan beriringan.

Rektor asal Pupuan, Tabanan, ini berharap film-film karya ISI Denpasar harus memiliki ciri khas sehingga ada perbedaan yang jelas dengan film karya pihak lain.

“Fungsi film adalah komunikasi, tetapi bidang keilmuannya seni. Makanya penekanan kita adalah pada seninya dan kreativitasnya,” ujarnya.

Ke depan pihaknya berencana memperluas jurusan agar terlihat perbedaan film sebagai bidang ilmu komunikasi dan film sebagai ilmu seni.

Sementara itu, Robi’atul Yamania G, selaku produser menuturkan perjalanan film Angkara diwarnai berbagai tantangan, mulai dari faktor biaya produksi hingga cemoohan dari sejumlah pihak.

“Namun kami bangga semua tantangan tersebut terbayar lunas oleh prestasi yang berhasil dibawa pulang,” ucapnya.

Mahasiswi Jurusan Film dan Televisi angkatan 2016 ini memastikan prestasi tingkat nasional tersebut semakin memecut semangatnya dalam menelurkan karya-karya yang lebih inovatif.

“Semoga saya semakin rendah hati, terus berkarya, menciptakan sesuatu yang kreatif, tidak menyerah pada tantangan dan tidak mudah putus asa,” katanya.

Dia berharap film “Angkara” mampu menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa ISI Denpasar.

Sutradara Angkara, Herda Martin, mengemukakan film karyanya tersebut merupakan luaran dari mata kuliah Praktika Terpadu. Angkara adalah film ber-genre “action comedi” yang memadukan seni pencak silat dan bondres.

“Kami berusaha memadukan bondres dan pencak silat,” ucapnya.

Herda yang juga mahasiswa jurusan Film dan Televisi angkatan 2016 ini berharap dukungan dari pimpinan ISI Denpasar, mengingat timnya tampil membawa nama besar ISI Denpasar.

“Kami sudah dua kali masuk festival. Pertama dibiayai institusi, kedua biaya sendiri yang menurut kami cukup berat. Karena kami membawa nama institusi, kami mohon saling dukung,” katanya

Atletico Madrid Sukses Boyong Bek Tottenham Hotspur

Liputan6.com, Jakarta Atletico Madrid telah menyelesaikan penandatanganan bek Tottenham Hotspur, Kieran Trippier. Atletico juga mengkonfirmasi Trippier akan dikontrak selama tiga tahun.

Penampilan pemain berusia 28 tahun di Spurs memamng mengalami stagnasi musim lalu. Kondisi ini membuat klub membuka jalan untuk menjualnya. Dan, Atletico Madrid secara bersamaan ingin mencari bek baru untuk memperkuat pertahanan mereka.

Mantan bek Burnley ini, membantu timnas Inggris ke semifinal Piala Dunia tahun lalu. Dia juga membantu Spurs mencapai final Liga Champions musim lalu.

Di sisi lain, sejumlah pemain pilar meninggalkan Atletico Madrid musim panas ini. Lucas Hernandez, Diego Godin dan Juanfran Torres semuanya telah hengkang. Dan, Trippier kemungkinan akan menjadi pengganti Torres.

Sementara itu, Filipe Luis juga berpotensi pergi dari Atletico Madrid menyusul berakhir kontraknya (meskipun klub masih dalam pembicaraan). Sementara bek sayap Santiago Arias juga dikaitkan dengan kepergian musim panas ini.

2 dari 3 halaman

Harga Murah

Tottenham mendapatkan Trippier dengan harga murah yakni sebesar 3,5 juta pounds (Rp 60 miliar) ketika diboyong dari Burnley pada Juni 2015. Artinya, Spurs sudah untung besar jika bisa menjual Tripper ke Atletico dengan harga Rp 433 miliar.

Berbagai laporan sebelumnya telah menghubungkan Trippier dengan Napoli. Selain itu, Juventus dan PSG juga berminta memboyongnya.

3 dari 3 halaman

Terlalu Tinggi

Trippier juga pernah masuk dalam daftar incaran Manchester United (MU). Tapi, MU masih keberatan dengan harga yang diberikan Tottenham Hotspur.

Finalis Liga Champions itu melabeli Trippier dengan harga 35 juta pound. Manchester United menilai kalau harga tersebut terlalu tinggi.

Air Mata Ibu Korban Kekerasan MOS SMA Taruna Indonesia Palembang

Liputan6.com, Palembang – Kasus kekerasan saat kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menelan korban.

Setelah satu orang siswa SMA Taruna Indonesia Palembang meninggal dunia usai mengikuti MOS, kini siswa lainnya mengalami koma karena dugaan kekerasan yang dialaminya.

Di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang, WK (14), masih dinyatakan kritis setelah melewati operasi akibat kekerasan saat MOS.

Saat dikunjungi Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru di ruang ICU lantai III, Rabu (17/7/2019), ibu korban terlihat menangis dan memeluk puteranya yang tidak sadarkan diri.

Ibu korban tampak begitu syok menerima kenyataan, anaknya menjadi salah satu korban kekerasan saat mengikuti kegiatan di sekolah barunya.

“Sedih sekali melihatnya, sampai tidak bisa ngomong lagi saya. Sebagai seorang ibu, saya mengerti betul apa yang dirasakan ibu korban dan keluarganya saat ini. Mohon doanya agar ada keajaiban untuk WK lekas sembuh” ujarnya kepada Liputan6.com.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Istri Gubernur Sumsel Herman Deru ini pun meminta dinas terkait, agar segera mengusut tuntas kasus ini.

Menurutnya, MOS di Palembang ini harusnya menjadi pengenalan dan mengajarkan kedisplinan siswa saja. Namun tidak menggunakan kekerasan seperti yang terjadi pada para siswa SMA Taruna Indonesia Palembang.

“Saya minta betul kedepan Dinas terkait memperhatikan kegiatan siswa di sekolah. Kalau bisa jangan ada kekerasan lagi seperti ini di sekolah. Karena ini akan jadi dendam berkepanjangan,”ujarnya.

Selain menjenguk korban MOS SMA Taruna Indonesia Palembang, Feby Deru juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, untuk menangani pendanaan selama korban dirawat di rumah sakit Palembang ini.

2 dari 2 halaman

Dugaan Kekerasan Fisik

Sebelumnya diberitakan seorang siswa meninggal dunia saat mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang , DW (14). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Myria Palembang, Sabtu (13/7/2019) pukul 04.00 WIB.

Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi. Korban diduga mengalami kekerasan fisik sehingga mengganggu beberapa fungsi organ tubuhnya.

WK juga diduga turut menjadi korban kekerasan oknum staf sekolah tersebut karena dibawa ke rumah sakit saat menjalani MOS.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti juga turut menjenguk WK di ruang ICU.

“Tadi pagi saya sudah menjenguk korban dan berbincang-bincang dengan orangtua korban. Memang benar korban sekarang sedang mengalami masa koma, kita juga akan mengevaluasi kasus ini,”katanya.