Menanti Kepak Sayap Merpati Setelah Batal Pailit

Jakarta – Titik terang nasib PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mulai terlihat. Maskapai yang cukup lama tak beroperasi itu kini punya peluang untuk bangkit.

Hal itu tak lain karena dikabulkannya proposal perdamaian dengan kreditur oleh Pengadilan Niaga (PN) Surabaya. Hari bersejarah itu berlangsung kemarin, Rabu (14/11/2010).

Dengan dikabulkannya proposal perdamaian ini, maskapai pelat merah berpeluang hidup dari dana suntikan investor. Calon investor yakni PT Intra Asia Corpora akan menyuntik modal sebesar Rp 6,4 triliun.

Meski, untuk merealisasikan suntikan modal ini ada rangkaian tahapan yang mesti dilalui. Berikut berita selengkapnya:

(ang/ang)

Melihat Jalan Mulus di Papua Nugini Buatan China

detikFlash

The Independence Boulevard merupakan jalan di Papua Nugini yang dibangun oleh China Harbour Engineering Company.  Jalan ini dibangun untuk menghubungkan dari bandara ke pusat bisnis di ibu kota.

Proyek ini dikerjakan dalam menyambut tamu-tamu negara di pertemuan APEC yang akan diselenggarakan pada 17-18 November mendatang. Telah selesai dan dibuka untuk lalu lintas pada bulan Oktober 2018.

Embed Video

Isfari Hikmat/Reuters – 20DETIK
Kamis, 15 Nov 2018 07:38 WIB

Ada Lowongan Kerja di PT Industri Kapal Indonesia, Tertarik?

1. WNI;

2. Pria atau wanita;

3. Sehat jasmani rohani;

4. Usia maksimal 35 tahun (S1/D4) pada tahun 2018;

5. Pendidikan S1/D4 nilai IPK minimal 2,75 (PTN) dan 3,00 (PTS);

6. Kriteria pendidikan dan keahlian untuk jabatan:

– Akuntansi: S1 Akuntansi

a. Berpengalaman bekerja di perusahaan minimal 3 tahun di bidang Akuntansi;

b. Menguasai Microsoft Office dan Accounting Program;

c. Mampu menyusun jurnal, laporan laba rugi, dan neraca laporan keuangan serta memahami perpajakan;

– Engineering/Planner: S1 Teknik Perkapalan (design kapal, sistem kapal dan transportasi)

a. Berpengalaman bekerja di perusahaan minimal 2 tahun di bidang Engineering/Planner;

b. Menguasai AutoCad, Maxurf, dan MS Project;

– Marketing: S1 Teknik Perkapalan (design kapal, sistem kapal dan transportasi)

a. Berpengalaman bekerja di perusahaan minimal 2 tahun di bidang Marketing Galangan Perkapalan;

b. Mampu berkomunikasi dengan baik dan memiliki jiwa kepemimpinan dan bernegosiasi dengan baik;

7. Bersedia ditempatkan di Kantor Pusat Makassar dan Unit Bitung, khusus Marketing Areal Jakarta wajib berdomisili di Jakarta;

8. Jujur, teliti, memiliki kemampuan analisa data, dapat bekerja sama dalam tim, dan memiliki integritas tinggi;

9. Fasih dalam berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dibuktikan dengan sertifikat TOEFL (minimal 450);

10. Surat bebas NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif);

11. Memiliki integritas, antusias, serta dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan.

Kubu Jokowi Anggap Gugatan Forum Tunanetra ke Komnas HAM Tak Layak

Jakarta – Forum Tunanetra Menggugat akan melaporkan cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin ke Komnas HAM terkait ucapan ‘budek-buta’. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengatakan Ma’ruf tidak layak dilaporkan.

“Saya kira memang kiai Ma’ruf tidak layak untuk dilaporkan atau diprotes oleh sebagain teman-teman dari difabel,” ujar Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

Karding mengatakan kalimat ‘budek-buta’ yang diucapkan Ma’ruf sengaja dibuat untuk kepentingan politik oleh pihak lawan. Dia berharap Forum Tunanetra tidak terpengaruh oleh hal tersebut.

“Saya harap teman-teman difabel tidak terpengaruh karena itu framing, ini memang sengaja diolah secara politik oleh pihak di sebelah agar menjadi sentimen. Seakan-akan kiai Ma’ruf tidak sensitif terhadap difabel, kiai Ma’aruf sangat sensitif, sebagai kiai sangat paham, sangat mengerti soal itu. Cuma memang barang ini pernyataan ini diframing sekian rupa supaya akhirnya memberi dampak berpengaruh,” kata Karding,” kata Karding.

Menurutanya, Ma’ruf tidak berniat menyinggung perasaan kaum difabel. Karding mengatakan kalimat tersebut digunakan Ma’ruf sebagai kiasan untuk orang-orang yang tidak mengakui hasil kerja Jokowi.

“Karena memang nyata bahwa kiai Ma’ruf tidak ada maksud untuk itu, nggak ada sama sekali. Itu bahasa kiasan yang menunjukan bahwa ini ada orang-orang yang nggak mau mengakui dan obyektif, serta jujur terhadap hasil-hasil pembangunan yang dilakukan pak Jokowi selama 4 tahun,” kata Karding.

“Maksud kiai Ma’ruf baik bahwa warga masyrakat dianggap untuk obyektif. Kira-kira beginilah kalau bahasa Al Quran itu, jangan sampai kebencaianmu terahadap seseorang menghilangkan prilaku adilmu terahadap dirinya, jadi kita harus obyektif kita hatrus jujur kita harus apa adanya,” sambungnya.

Forum Tunanetra Menggugat mengultimatum cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin terkait ucapan ‘budek-buta’. Ma’ruf menolak minta maaf karena merasa tak mengarahkan ucapannya ke persoalan fisik.

Penggerak Forum Tunanetra Menggugat Suhendar mengatakan tidak bisa memaksakan adanya permintaan maaf dari Ma’ruf Amin. Namun dia menegaskan diksi ‘budek-buta’ yang digunakan Ma’ruf Amin menyinggung perasaan kaum difabel.

“Banyak diksi lain yang bisa digunakan. Ada kata yang lebih menyejukkan kan. Kenapa tidak menggunakan kata tidak melihat atau tidak mendengar. Diksi ini yang menyinggung kaum difabel,” kata Suhendar kepada wartawan, Rabu (14/11/2018).

Suhendar mengatakan Ma’ruf masih punya tiga hari untuk meminta maaf sejak penyataan sikap Forum Tunanetra Menggugat, Senin (12/11) lalu. Bila tidak ada pemintaan maaf, dia menegaskan akan melaporkan Ma’ruf Amin kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komnas HAM.
(dwia/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kematian Atlet Muay Thai Anak Picu Kemarahan di Thailand

Liputan6.com, Bangkok – Warga Thailand terkejut dan marah setelah atlet Muay Thai berusia 13 tahun tewas dalam sebuah pertarungan amal.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (15/11/2018), Anucha Tasako, pingsan setelah lawannya meluncurkan beberapa pukulan ke kepala pada pertarungan di Provinsi Samut Prakan, dekat Bangkok, Thailand pada 10 November lalu.

Rekaman video ponsel yang diperlihatkan oleh media setempat menangkap momen suram saat Anucha terhempas di lantai ring dan para asisten bergegas masuk ke ring untuk membantu Anucha yang tidak bergerak.

Kala itu, Anucha bertanding dengan nama samaran Phetmongkol Sor Wilaithong.

Media setempat melaporkan dia telah bertarung sejak usia delapan tahun dan telah berkompetisi dalam lebih dari 150 pertandingan.

Muay Thai, tinju khas Thailand, sangat populer. Banyak atlet yang masuk ke dunia olahraga pada usia muda, berharap mendapat ketenaran dan kekayaan.

Namun keterlibatan anak-anak, yang terkadang mulai di bawah usia 10 tahun dalam pertarungan yang banyak menggunakan tendangan dan siku ke kepala dan jarang menggunakan pelindung kepala, telah memicu kritikan.

Para petarung muda sering menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya yang kurang mampu. Pertarungan Muay Thai juga sering kali menjadi ajang perjudian di luar ring tinju.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Santer dihubungkan dengan Manchester United, gelandang Juventus Paul Pogba asik latihan Muay Thai di New York.

Soal Alat Ukur Rating TV, Begini Kata Deddy Mizwar

Liputan6.com, Jakarta – Aktor senior Deddy Mizwar mengakui rating TV saat ini tidak bisa dijadikan tolak ukur bagus tidaknya sebuah tayangan. Bahkan, seharusnya suatu stasiun televisi dan rumah produksi, sudah seharusnya tidak hanya memikirkan popularitas semata, tetapi juga harus memberikan konten yang berkualitas.

Hal ini dikatakan oleh Deddy Mizwar saat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional dengan tema ‘Ada Apa dengan TV Rating Indonesia’. Acara yang digelar di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa 13 November 2018 ini, diadakan oleh perusahaan bernama Inrate. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Obsatar Sinaga dan praktisi pertelevisian Achjuman Achjadi.

Seperti diketahui, industri pertelevisian Indonesia memang banyak menggunakan data rating yang dikeluarkan oleh perusahaan bernama Nielsen. Perusahan tersebut diketahui sanggup untuk menghitung seberapa besar rating suatu tayangan di Indonesia dengan menggunakan alat bernama people meter.

“TV rating ini adalah alat ukur untuk mendorong dinamika bisnis di media. Itu poin pertama. Yang Kedua apakah masih diperlukan pembanding untuk mengukur TV rating tadi? Sementara TV rating tadi tidak menunjukkan saat ini suka atau tidak suka pemirsa terhadap suatu program tadi,” ujar Deddy Mizwar usai acara.

“Cuma TV nyala, TV nyala di program-program azab, maka berlomba-lombalah TV mensosialisasikan kekejaman Allah bukan rahmat Allah. Ya dampaknya seperti sekarang inilah,” sambungnya. 

Peristiwa Aneh di Malam Sebelum 1 Keluarga Dibunuh di Bekasi

Jakarta – Pembunuhan satu keluarga di kawasan Pondok Melati, Bekasi, pada Selasa 13 November masih misteri. Hingga saat ini belum ada satupun saksi yang benar-benar melihat peristiwa tragis yang menimpa keluarga malang itu.

Kasus pembunuhan satu keluarga ini menimpa kepala keluarga bernama Diperum Nainggolan (38), istri Maya Boru Ambarita (37), serta kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7). Keempat korban tewas dengan cara yang mengenaskan, tanpa ada yang mengetahui kejadian tragis tersebut.

Terdapat beberapa spekulasi yang mengarahkan kejadian tersebut menggunakan hal-hal yang berbau klenik. Salah seorang warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) bernama Abdul Salim (45), mengatakan pada malam kejadian nahas itu, seperti tidak pada umumnya. Pasalnya dirinya merasakan hal-hal tidak biasa dialaminya.

“Nah ini pada malam kejadian itu, satpam (sekolah) aja, pintu gerbang setengah 12 (malam) sudah ditutup. Udah sepi nih, sepi banget. Nah saya langsung masukin motor, langsung tidur sama anak saya di atas,” ujar Salim pada JawaPos.com, Rabu 14 November 2018.

Sementara pada saat dirinya ingin melaksanakan salat subuh di masjid sekitar rumahnya, dia tidak merasakan ada hal yang aneh di tempat pembunuhan atau rumah korban.

“Sampai jam 4 (dini hari) saya ke masjid, buka pintu rumah, ya enggak ada yang aneh-aneh. Cuma memang bawaannya sepi, senyap. Enggak seperti biasanya,” ungkap Salim.

Dalam peristiwa tragis itu sama sekali tidak ada yang mengetahui detail pembunuhan tersebut. Ironisnya, di kawasan itu ada dua orang yang berkeliling Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) setiap malam, dengan memukul tiang listrik setiap jamnya.

“Jaga malam ada dua orang di sini, setiap malam dia pukul tiang listrik tuh. Orang itu tetap jaga, dan mereka pun enggak melihat,” tuturnya.

Kasus Jual-Beli Online Gambar Hardisk, Ahli Hukum: Ada Unsur Menipu

JakartaJual-beli online ‘gambar hard disk’ bikin heboh netizen. Pembeli merasa tertipu karena barang yang dibeli hanyalah gambar hardisk bukan bentuk fisik. Lantas bagaimana hukumnya?

Pakar hukum Universitas Trisakti, Fickar Hadjar, mengatakan hukum jual beli masuk ranah kasus perdata. Hukum jual-beli bisa masuk ranah pidana jika ada niatan dari penjual untuk menipu pembeli.

Di kasus jual beli ‘gambar hardisk’ ini, Fickar menilai ada niatan penjual untuk menipu pembeli. Dia mengatakan, penjual memanfaatkan kelengahan pembeli karena memajang harga untuk sebuah gambar hardisk hampir sama dengan harga hardisk fisik.

“Kalau kita lihat harganya kan itu tidak wajar, kalau dia jual gambar harusnya kan lebih murah. Kalau ini kan harganya hampir sama atau mendekati harga aslinya, jadi memang ini ada niatan menipunya,” kata Fickar saat diwawancara detikcom, Kamis (15/11/2018).

Di kasus ini, seorang pembeli membeli hardisk di Tokopedia di toko ‘Pc seller’ dengan harga Rp 450.000. Namun di deskripsi di jelaskan oleh penjual hanya gambar yang dijual. Menurut Fickar harga itu tidak wajar.

Selain itu, kasus ini bisa masuk ranah pidana jika penjual melakukan hal ini berulang kali. “Kalau dia berkali-kali melakukan hal yang sama ini juga bisa masuk pidana, karena dia punya niat,” ucapnya.

Fickar mengimbau kasus penipuan bisa terjadi di semua transaksi jual baik online ataupun konvensional. Untuk itu, pembeli diimbau lebih teliti dalam transaksi.

Selain itu, dia juga berharap sebaiknya pemerintah membuat regulasi supaya kasus seperti ini tidak terulang. Menurut Fickar, kasus jual beli ‘gambar hardisk’ ini tergolong baru di Indonesia.

“Memang ini harus ada regulasinya yang mengatur bisa dikeluarkan lewat Permen atau dimasukkan di dalam UU ITE,” ungkapnya.

Kasus ini bermula saat seseorang bertransaksi di toko ‘Pc seller’. Dia membeli produk seharga Rp 450.000, tetapi merasa tertipu karena hanya menerima kertas bergambar hard disk eksternal berkapasitas 1 TB.

Padahal toko dengan akun Lioe Kon Tjen itu menjual ‘Hardisk external WD 1 Tb’ namun di dalam deskripsinya toko itu menulis ‘hanya gambar saja’.

Pembeli pun protes karena merasa tertipu namun pemilik toko membela diri. “Toko ini sangatlah jujur hanya pembelinya yang terlalu cerdas sehingga mengetahui apa yang saya jual tanpa membaca deskripsinya terlebih dahulu,” tulis si penjual.

Tokopedia kemudian langsung mengambil tindakan. Toko tersebut langsung ditutup.

“Saat ini, produk yang dimaksud sudah dihapus. Toko yang menjual produk tersebut juga sudah ditindak sesuai prosedur (dalam hal ini di-banned/ditutup),” kata Head of Risk Management Tokopedia Fandy Soejanto saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/11/2018).
(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

FOTO: Sidang Gugatan CNN ke Trump Digelar

1/6

Pengacara CNN, Ted Boutrous memberikan keterangan setelah sidang dengar pendapat di pengadilan federal, Washington, Rabu (14/11). CNN menggugat Presiden Donald Trump atas penarikan izin meliput salah satu wartawannya, Jim Acosta. (AP/Manuel Balce Ceneta)

Bangun Rumah Tanpa DP untuk PNS Terganjal Banyak Masalah

Jakarta – Pemerintah berencana membangun rumah tanpa uang muka (down payment/DP) untuk aparatur sipil negara (ASN) atau PNS, dan TNI/Polri.

Penyediaan rumah untuk abdi negara itu dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan hunian bagi mereka. Pasalnya masih cukup banyak dari mereka belum memiliki rumah pribadi.

Dalam rangka mewujudkan program tersebut, ada sejumlah tantangan, seperti dirangkum detikFinance berikut ini.

(ang/ang)