BPN Bantah TKN: Tak Ada Misi Paslon 02 Bentuk Pemerintahan Khilafah

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah jika ada ‘kelompok ideologi khilafah’ di koalisi 02. BPN menilai tak ada misi paslon 02 untuk bentuk pemerintahan khilafah.

“Saya meyakini tidak ada misi paslon 02 untuk membentuk pemerintahan khilafah,” kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi, saat dihubungi, Senin (20/5/2019).

Waketum PAN itu yakin tak ada ideologi khilafah dalam koalisi Prabowo-Sandiaga. Apalagi, partainya berada dalam gerbong 02.

Menurutnya, PAN dan parpol koalisi berkomitmen pertahankan Indonesia dengan ideologi Pancasila. “PAN tetap berkomitmen mempertahankan Indonesia sebagai negara nasional yang telah diproklamasikan sejak 17 Agustus 1945. Ideologi negara adalah Pancasila. Di Indonesia, tidak boleh hidup ideologi lain, misalnya komunisme atau khilafah,” terangnya.

Dia menekankan ideologi Pancasila harga mati sehingga jika ada ideologi yang bertentangan dengan demokrasi tidak boleh ada di Indonesia.

“Negara Pancasila menganut sistem pemerintahan demokrasi. Jika ada ideologi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi, maka ideologi tersebut tidak boleh hidup di bumi Indonesia,” tuturnya.

“Setiap organisasi atau lembaga kemasyarakatan yang fahamnya bertentangan dengan Pancasila dan sistem pemerintahan demokrasi, tidak boleh dibiarkan berkembang,” sambung Viva.

Sebelumnya, soal ideologi khilafah ini bermula berawal dari manuver Demokrat yang mempertimbangkan keluar dari koalisi Prabowo-Sandiaga. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tak kaget dengan manuver Demokrat itu.

“Itu bukti bahwa elite partai pendukung Prabowo mengalami titik balik kesadaran politik, yang awalnya dengan segenap militansi memberikan dukungan ke Prabowo, kemudian proses perjalanan dukungan kepada Prabowo ini kan mereka juga belajar dari fakta-fakta dan realitas di lapangan,” ungkap Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf, Benny Rhamdani kepada wartawan, Senin (20/5).

Benny kemudian menyinggung soal kelompok pendukung Prabowo-Sandiaga di luar koalisi partai politik. Kelompok tersebut yang juga sempat disinggung oleh pihak Demokrat beberapa waktu lalu.

“Kelompok yang memberikan dukungan ke Prabowo ini kan justru tidak datang dari parpol, tapi misalnya masuknya organisasi yang jelas-jelas mengusung ideologi khilafah, yang ingin menggantikan ideologi negara. Inilah yang disebut kelompok yang dinilai oleh elite Demokrat atau elite partai yang sebelumnya mendukung Prabowo, dianggap jadi tidak realistis, dan bahkan dianggap sebagai ancaman serius bagi perjuangan bangsa ini,” sebut Benny.
(idn/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ditahan Eibar, Barcelona Dituntut Berbenah Jelang Final Copa Del Rey

Valverde mengakui bahwa timnya bermain di bawah standard ketika ditahan imbang oleh Eibar. Untuk itu ia ingin para pemainnya bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik melawan Valencia.

“Pertandingan hari Sabtu nanti [vs Valencia] merupakan pertandingan yang berbeda melawan tim yang berbeda, namun hari ini kita bisa melihat Eibar bisa bermain dengan lepas karena mereka tidak punya tanggungan apa-apa lagi.”

“Kami mencoba untuk meningkatkan intensistas permainan dan kami bermain cukup bagus di babak pertama. Di babak kedua, kami gagal mengatasi tekanan mereka sehingga kami sedikit membuat peluang dan juga melakukan beberapa kesalahan berbahaya.”

 Legenda F1 Niki Lauda Meninggal Usai Transplantasi Paru

Jakarta – Legenda Formula One Niki Lauda meninggal di usia 70 tahun. Sebelumnya, ia menjalani operasi transplantasi atau cangkok paru pada Agustus 2018.

“Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan bahwa Niki terkasih telah meninggal dalam damai bersama keluarganya pada Senin,” kata keluarganya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Sun, Selasa (21/5/2019).

Awal tahun ini, Niki kembali masuk rumah sakit di Viena karena flu, 5 bulan setelah menjalani operasi transplantasi paru ganda. Ia dilarikan ke Austria saat tengah berlibur di Pulau Ibiza, Spanyol.

Niki LaudaNiki Lauda Foto: Getty Images

Media Austria baru-baru ini melaporkan Niki menjalani dialisis atau cuci darah di sebuah klinik swasta di Swiss. Juara dunia 3 kali pada 1975, 1977, dan 1984 ini juga telah menjalani transplantasi ginjal pada 1997 dan 2005.

(up/ask)

Saat Ulama hingga Cendekiawan Cirebon Menolak Pengerahan ‘People Power’

Liputan6.com, Cirebon – – Upaya menolak pengerahan people power semakin gencar dilakukan tokoh masyarakat dan agama di Kabupaten Cirebon.

Salah satunya dengan menggelar pertemuan atau Multaqo antara ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren hingga cendekiawan muslim di Kabupaten Cirebon. Dari hasil pertemuan tersebut, mereka sepakat menolak Aksi 22 Mei 2019.

“Ini sebenarnya tindak lanjut dari Multaqo di tingkat provinsi para ulama di Jawa Barat khususnya Cirebon mulai menegaskan diri bersikap menolak pengerahan people power,” kata Pengurus MUI Kabupaten Cirebon KH Mukhlisin Muzari, Senin (20/5/2019).

Dia memastikan Cirebon sudah kondusif setelah momentum Pemilu 2019 berjalan lancar. Bahkan, para ulama, habaib, hingga ormas Islam di Cirebon semakin intens bertemu.

Dia mengakui, dalam pertemuan tersebut para ulama fokus membahas gejolak masyarakat tentang ajakan people power. Dia menegaskan, dari hasil pertemuan tersebut, masyarakat mengurungkan niat untuk ikut dalam gerakan people power.

“Persoalan yang ada hubungannya dengan hasil Pilpres atau Pileg yang sekarang masih diproses KPU tinggal tunggu saja kalau protes ada jalurnya. Kami berharap warga apabila pimpinannya bertemu dan hidup rukun maka masyarakat juga ikut rukun,” kata dia.

Dia memastikan masyarakat Kabupaten Cirebon kondusif dan dapat menjaga keutuhan NKRI. Sehingga dapat hidup rukun dan menjadikan Indonesia lebih damai.

“Jangan menimbulkan keresahan di masyarakat hanya karena kepentingan politik. Kami di Cirebon sudah kondusif, sudah rukun,” kata dia.

Istana Tangkis Tuduhan Sebar Ketakutan

Jakarta

Istana menepis dugaan soal pemerintah menakut-nakuti masyarakat terkait aksi 22 Mei yang bertepatan dengan pengumuman hasil Pemilu oleh KPU.
“Kita bukan menakut-nakuti, justru kita ingin memberikan informasi yang sesungguhnya bahwa memang ada indikasi-indikasi akan terjadi sesuatu yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Sudah sering kita dengar kepolisian telah menangkap teroris dan dia mengaku akan memanfaatkan situasi pengumpulan massa ini menjadi target,” kata Kepala Staf Kepresidenan Meoldoko di kantornya, gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Penegasan ini disampaikan Moeldoko atas pernyataan Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon. Fadli menilai ada intimidasi terhadap rencana sejumlah pihak yang ingin menggelar demonstrasi pada 22 Mei 2019. Salah satunya, pihak yang ingin demo itu ditakut-takuti isu adanya teror bom.

“Hak rakyat untuk menyatakan pendapat, misalnya memprotes kecurangan Pemilu, bahkan bukan hanya telah dihalang-halangi, tapi mengalami intimidasi sedemikian rupa. Ancaman itu selain terlontar dari sejumlah menteri juga aparat kepolisian. Terakhir bahkan masyarakat yang ingin memprotes kecurangan Pemilu pada 22 Mei nanti ditakut-takuti dengan kemungkinan adanya aksi teror bom oleh teroris. Selain itu, ada sweeping, razia, dan pencegahan masyarakat yang akan datang ke Jakarta,” papar Fadli, Minggu (19/5).

Menepis dugaan-dugaan itu, Moeldoko menegaskan pihak intelijen menerima informasi dan mengungkap adanya upaya penyelundupan senjata. Orang yang berusaha menyelundupkan senjata itu juga telah ditangkap.

“Kita tangkap, ada senjata. Orangnya lagi diproses. Tujuannya pasti untuk mengacaukan situasi. Seperti apa? Ya bisa melakukan menembak pada kerumunan akhirnya seolah-olah tembakan dari aparat keamanan, TNI, Polri. Itu menjadi trigger (pemicu) berawalnya sebuah kondisi chaos,” katanya.
<!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

–>

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa 21 Mei 2019 Beserta Doa dan Zikir

Doa di Malam Lailatul Qadar

Dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Istighfar saat sahur

Dianjurkan untuk bersitighfar saat waktu sahur. Hal ini tertuang dalam firman Allah pada QS. Ali Imran 17 yang berbunyi:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar (sahur)”

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pada setiap malam, Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman:’ Siapa yang berdo’a kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan aku ampuni.” (HR. Bukhari 1145 dan Muslim 758).

Pasca Penetapan Hasil Rekapitulasi, Begini Situasi di KPU Pagi Ini

Jakarta – Sejumlah polisi bersenjata terus bersiaga di sekitar gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah penetapan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. Arus lalu lintas di kawasan itu terpantau padat.

KPU telah menuntaskan penetapan rekapitulasi nasional Pemilu 2019 pada Selasa (21/5/2019) dini hari. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mengungguli Parbowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pantauan detikcom, sekira pukul 07.00 wib, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, dekat gedung KPU RI masih dijaga ketat aparat kepolisian. Kawat berduri juga masih membentang menutup jalan ke arah kantor KPU dari arah Taman Suropati.

Personel polisi juga berjaga dengan senjata lengkap. Mereka tampak membawa pentungan, senapan, serta dilengkapi tameng polisi. Adapun 4 kendaraan taktis kepolisi berjaga di belakang pembatas kawat berduri.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di sekitaran KPU terlihat padat dari Kuningan menuju Menteng, begitu juga sebaliknya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan untuk mengamankan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu 22 Mei 2019. 50 Ribu personel diturunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.

“Dari pihak kepolisian menurunkan sekitar 50 ribu personel gabungan TNI-Polri dan Pemda. Itu sudah kita tentukan lokasi-lokasi mana saja yang diamankan,” kata Kabid Humas Polda Meteo Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5).

Sebelumnya, hasilnya KPU yang baru ditetapkan semalam ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf menjadi pemenang Pilpres 2019.

“Jumlah pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebanyak 85.607.362 atau 55,5 persen dari total nasional. Jumlah pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga nomor urut 02 sebanyak 68.650.239 atau 44,5 persen dari total nasional,” kata pimpinan rapat pleno, komisioner KPU Evi Novida Ginting dalam rapat pleno KPU di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa.
(idn/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

7 Cuitan Warganet Soal Gaya Pacaran Zaman Dulu, Bikin Nostalgia

Liputan6.com, Jakarta Ada begitu banyak perbedaan cara bergaul generasi milenial dengan remaja zaman dahulu. Hal ini juga berlaku kepada gaya berpacaran mereka. Semuanya tentu dipengaruhi oleh teknologi yang semakin canggih.

Ya, nampaknya generasi milenial lebih beruntung lantaran saat ini alat komunikasi semakin berkembang serta didukung dengan fitur smartphone yang canggih dan jaringan internet yang luas.

Dulu kalian tak bisa dengan mudah berkirim pesan setiap saat dengan pacar menggunakan aplikasi chatting. Saat ini bahkan kalian bisa melakukan video call saat sedang jauh dengan kekasih.

Sangat berbeda dengan remaja zaman dulu yang bahkan untuk SMS saja masih sangat terbatas. Bahkan tak sedikit pula yang masih berkirim surat satu sama lain. Selain itu gaya berpacaran yang masih sangat “alay” membuat kita bisa geli sendiri mengingatnya.

Deretan cuitan warganet berikut ini dijamin bikin kita nostalgia tentang gaya pacaran zaman dulu yang sangat berbeda dengan sekarang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jauh dari gosip miring, ini gaya pacaran Chelsea Islan-Daffa dan Verrel- Wilona Tetap Mesra meski beda keyakinan

Persib Batal Lawan Tira Persikabo, Robert Alberts Gelar Gim Internal

Liputan6.com, Bandung Pelatih Persib Bandung Robert Alberts mengaku timnya tak terpengaruh batalnya pertandingan pekan kedua Shopee Liga 1 2019. Seperti diketahui, laga Maung Bandung melawan Tira-Persikabo di Stadion Si Jalak Harupat pada 23 Mei resmi ditunda.

Penundaan disebabkan tidak terbitnya izin keamanan karena berdekatan dengan pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU pusat 22 Mei mendatang.

“Sama sekali tidak ada masalah. Di Indonesia memang sudah biasa seperti ini.  Kalau tim ini kuat, kandang atau tandang, target kami tetap tiga poin,” kata Alberts , Selasa (20/5/2019).

Setelah ditunda, Persib akan menjalani laga tandang melawan Semen Padang pada Rabu (29/5/2019). Untuk mengisi kekosongan pertandingan, Alberts tidak menggelar uji coba.

Namun, ia sudah merencanakan menggelar gim internal. “Kami akan menggelar gim internal di Persib, jadi semua bisa bermain. Kami akan melakukan itu pada 23 Mei,” ujarnya.