5 Trik Jitu Menghadapi Pasangan yang Egois

Liputan6.com, Jakarta – Menjalin hubungan tak semata berbicara soal cinta, tetapi menyatukan dua pribadi yang sama sekali berbeda. Butuh pengorbanan dan pengertian di antara Anda dan pasangan.

Karakter Anda dan pasangan tentunya ada hal yang sama persis, namun ada pula yang bertolak belakang. Namun, diperlukan kesabaran yang ekstra untuk menghadapi pasangan yang egois.

Ada beberapa trik jitu untuk menghadapi pasangan yang egois. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya seperti dirangkum Fimela.com di bawah ini.

1. Bicara Apa Adanya

Basa basi tak diperlukan untuk menghadapi pasangan yang egois. Hal ini dikarenakan pada dasarnya ia sulit untuk diberi tahu dan biasanya mereka keras kepala.

Saat Anda merasa pasangan cukup mendominasi, berbicara adalah kuncinya. Tak hanya itu, kesabaran juga dibutuhkan karena pasangan tak dapat berubah seketika.

2 dari 4 halaman

2. Tahu Kapan Setuju dan Tidak

Berkata tidak itu penting alias Anda tahu kapan harus berkata iya dan tidak. Jika ia terlalu mencampuri urusan Anda dan terlalu mengganggu, bersikaplah tegas. Kemukakan pendapat dengan sikap tenang.

3. Jangan Mengharap Kata “Maaf”

Sulit bagi orang egois untuk mengatakan maaf karena mereka tak sadar akan kesalahan sendiri. Mereka mungkin akan diam saat Anda marah, tetapi tak memiliki inisiatif untuk meminta maaf.

3 dari 4 halaman

4. Tak Butuh Izinnya untuk Melakukan Sesuatu

Berhenti meminta izin kepadanya setiap kali ingin melakukan sesuatu. Ia memang pasangan Anda, tetapi bukan berarti segala hal harus disampaikan kepadanya. Jadilah pribadi yang lebih percaya diri dan mempertahankan sikap mandiri.

5. Dukung dan Puji Saat Bersikap baik

Saat ia menunjukkan perubahan, setidaknya ada pujian yang Anda berikan. Jangan berlebihan dan tak perlu disertai dengan ceramah panjang lebar. Cukup tunjukan bahwa Anda menghargai sikap baiknya. (Febi Anindya Kirana/Fimela.com)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Wismilak, Perusahan Rokok Asal Surabaya yang Melantai di Bursa Efek

Liputan6.com, Jakarta – Tahun 2012 menjadi salah satu momen bersejarah bagi perusahaan rokok asal Surabaya, Jawa Timur ini. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) melepas saham ke publik dan mencatatkan saham perdana pada 18 Desember 2012.

Perusahaan rokok ini telah bertahan lebih dari setengah abad. PT Wismilak Inti Makmur Tbk merupakan induk usaha dari PT Gelora Djaja dan PT Gawih Jaya.

Nah, PT Gelora Djaja ini sebagai awalnya grup Wismilak. Produsen sigaret tangan tersebut didirikan di Petemon, Surabaya oleh Lie Koen Lie, Tjioe Ing Hien, Tjioe Ing Hwa dan Oei Bian Hok pada 1962.

Salah satu produk yang dibangun oleh Gelora Djaja yaitu rokok merek Galan yang dirilis pada September 1962.  Kemudian pada 1963, PT Gelora Djaja membuat produksi rokok Wismilak Kretek Spesial.

Mengutip laman wismilak.com, Kamis (18/7/2019), usaha perseroan makin berkembang sehingga mendorong mendirikan PT Gawih Jaya pada 1983. Usaha ini bergerak di bidang pemasaran dan distribusi produk rokok Wismilak. Kata Gawih itu berasal dari Galan-Wismilak-Hidup Subur. Nah, tiga kata ini berasal dari tiga merek rokok awal dari PT Gelora Djaja. PT Gelora Djaja pun mulai memproduksi sigaret kretek mesin (SKM) pada 1987.

Selanjutnya pada 1989, sigaret kretek mesim (SKM) dengan kemasan hitam dan premium hadir dengan merek Wismilak Diplomat. Pada 1994, perseroan mendirikan PT Wismilak Inti Makmur sebagai induk usaha dari PT Gelora Djaja dan PT Gawih Jaya. Pendirian usaha ini sebagai salah satu rencana untuk melepas saham ke publik pada 1995. Namun, rencana melepas saham ke publik pada saat itu belum dapat dilaksanakan.

Selain itu, perseroan menjalankan kegiatan produksi filter rokok dan lembar OPP yang dijual kepada PT Gelora Djaja dan perusahaan lainnya. Pada 2006, PT Wismilak Inti Makmur Tbk memulai produksi filter rod regular. Ini merupakan salah satu komponen pendukung rokok.

2 dari 3 halaman

Menambah Jajaran Emiten Rokok di Pasar Modal Indonesia

Perseroan pun memutuskan menawarkan saham perdana ke publik pada 2012 dan menambah jajaran emiten rokok di pasar modal Indonesia.

Perseroan menawarkan 629,96 juta saham baru atau sekitar 30 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh. Harga saham perdana yang dipatok Rp 650 per saham. PT Wismilak Inti Makmur Tbk raup dana Rp 409,47 miliar dari penawaran saham perdana. Dana hasil penawaran saham perdana digunakan untuk belanja modal, modal kerja dan melunasi utang bank.

Saat ini, perseroan memiliki lima fasilitas produksi, empat sentra logistik regional, 19 area distribusi dan dua stock point serta 30 agen. Perseroan mencatatkan 63 persen penjualan rokok berasal dari sigaret kretek mesin (SKM), sedangkan rokok SKT mencapai sekitar 37 persen dari penjualan perusahaan.

Namun sayang kinerja perseroan selama tiga bulan pertama 2019 kurang menggembirakan. Tercatat total laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 49,37 persen menjadi Rp 5,26 miliar selama tiga bulan pertama 2019 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,40 miliar. Penjualan perseroan turun tipis 7,9 persen ke posisi Rp 312,93 miliar hingga Maret 2019.

Total aset perseroan tercatat naik Rp 1,31 triliun pada 31 Maret 2019 dari periode 31 Desember 2018 sebesar Rp 1,25 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Orang Dalam di Balik Kasus Begal yang Meresahkan Mahasiswa UTM

Liputan6.com, Bangkalan HUT Bhayangkara ke 73, tak akan dilupakan Bobby Paludin Tambunan. Di hari yang mestinya dilewati dengan suka cita, Kapolres Bangkalan itu justru rungsing. Selain ucapan selamat para kolega yang mengalir lewat karangan bunga ke Markas Polres Bangkalan, Hari itu warganet juga mengeritiknya habis-habisan di media sosial, setelah dua mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura jadi korban begal pada Mei dan Juni 2019.

Tapi Bobby tak anti kritik. Mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ini memberi contoh bagaimana semestinya pejabat menghadapi sebuah kritikan yaitu dengan langsung menangkap para begal yang menjadi sumber masalah.

Polda Jatim rupanya mengatensi kasus begal yang manyasar mahasiswa UTM ini, maka ketika sindikatnya berhasil dibongkar, Kapolda Jatim mengutus Kabid Humas Kombes Barung Mangera ke Bangkalan untuk menggelar jumpa pers.

Sampai-sampai lokasi jumpa pers yang semula di Mapolres Bangkalan dipindah ke salah satu TKP begal di Desa Pendabah, Kecamatan Kamal.

“Kapolda meminta jumpa pers di TKP, agar masyarakat tahu pengungkapan kasus ini,” kata Barung Mangera, Selasa (16/7/2019).

2 dari 3 halaman

Melibatkan Orang Dalam

Sebuah sindikat begal melibatkan beberapa unsur, yaitu pemetik, eksekutor, pengambil dan penadah. Dalam kasus UTM, menurut Barung, penadahnya orang dalam lingkungan kampus yaitu Satpam.

Sihon, nama Satpam yang ditangkap itu, menjadi pintu pembuka bagi polisi membongkar kasus pelik ini. Di rumahnya Dusun Labang Barat, Kecamatan Labang, polisi menemukan belasan STNK dan beberapa sepeda motor diduga hasil kejahatan.

Dari mulut pemuda 27 itu muncul nama Heru Irawan. Warga Dusun Galis Desa Sendang Laok ini adalah eksekutor. Dia tak segan membacok bila target melawan. Sukdi dan Dofir, keduanya warga Tanjung Bumi juga ditangkap dalam kasus yang sama.

DW, mahasiswa UTM disebut polisi sebagai salah korban Heru cs. Pemuda asal Gresik ini dibegal saat hendak mudik Ramadan lalu. Ia terluka parah di punggung karena bacokan.

“Masih ada dua orang yang buron. Harap segera menyerahkan diri,” ungkap Barung.

3 dari 3 halaman

Peran Satpan Independen

Selain empat tersangka, total polisi menyita 8 unit sepeda motor juga beberapa senjata tajam. Kapolres Bangkalan AKBP Bobby Paludin merinci enam motor disita dari rumah Sihon. Dua lainnya kerap dipakai Heru saat membegal. Heru juga ditembak kakinya karena berupaya melarikan diri saat ditangkap.

Catatan Liputan6.com, selain diintai begal di jalan, tempat kos mahasiswa UTM pun kerap disatroni maling. Dan ironis, ketika si pencuri tertangkap, mereka ternyata para Waker. Profesi yang kerap diplesetkan dengan istilah ‘satpam independen’. Pekerjaan yang didapat bukan karena dibutuhkan tapi karena menakutkan.

Seperti Rahman dan Rohim, keduanya warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah dan warga Desa Candi, Kecamatan Labang. Januari 2019 lalu mereka ditangkap polisi karena mencuri Dorkas, motor beroda tiga itu.

Keduanya ternyata Waker sejumlah tempat kos di sekitar kampus UTM. Mulanya, mereka mencuri ponsel dan laptop milik mahasiswa hingga belasan kali dan tak pernah ketahuan.

Mungkin karena mencuri laptop dan handphone kurang menantang, target pun dinaikkan gradenya yaitu kenedaraan bermotor. Sebuah Dorkas milik warga ditarget dan percobaan perdana itu sukses besar.

Ketika akan melego dorkas curian itu, apes pun datang. Si calon pembeli mengenali Dorkas itu dan Rahman dan Rohim bukanlah pemiliknya. Mereka pun ditangkap polisi.

Orang dalam seperti musuh dalam selimut tak mudah menyadari bahayanya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

JPU Kasus Ratna Sarumpaet Juga Ajukan Banding

Liputan6.com, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) turut mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. Ratna sebelumnya divonis 2 tahun penjara karena kebohongan yang dibuatnya.

Koordinator JPU kasus Ratna, Daroe Trisadono membeberkan alasan pihaknya mengajukan banding lantaran kurang puas dengan vonis yang dijatuhkan hakim.

“Putusan hakim kurang dari setengah tuntutan JPU, sehingga masih dianggap belum rasa keadilan dan belum memberikan memberikan detterent effect (efek prevensi khusus maupun secara umum),” kata Daroe saat dihubungi, Rabu (17/7/2019).

Daroe menyatakan, banding telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Iya tadi sudah nyatakan banding,” ucapnya.

Ratna Sarumpaet divonis hukuman 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 Juli 2019.

Ratna dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU, yakni enam tahun penjara.

2 dari 3 halaman

Ratna Ajukan Banding

Sebelumnya, terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet mengajukan banding atas kasus yang menjeratnya. Ratna sebelumnya divonis 2 tahun penjara karena kebohongan yang dibuatnya.

“Sudah selesai kami ajukan banding. Kami menyatakan banding juga sudah,” tutur Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasruddin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Menurut Insank, awalnya Ratna Sarumpaet memilih untuk tidak mengajukan banding. Namun setelah dibicarakan bersama, kliennya merasa keberatan dengan pasal yang digunakan majelis hakim untuk memutus perkaranya.

“Bahwa benih-benih keonaran ini kami menilai tidak relevan, ketika benih keonaran kemudian dikaitkan dengan Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Karena dalam Pasal 14 tersebut tidak menyebutkan benih-benih,” jelas dia.

Secara makna, jika majelis hakim membicarakan soal adanya benih-benih keonaran, artinya hal tersebut masih praduga dan belum terjadi. Sementara dalam Pasal 14 ayat 1, keonaran yang dimaksud sudah terjadi dan mutlak kepastian hukumnya.

“Mudah-mudahan supaya di Pengadilan Tinggi nantinya bisa lebih menilai ini secara objektif. Makanya kami putuskan walaupun kemarin kami sudah berpikiran dan berpendapat tidak usah banding, maka hari ini kita putuskan banding dan sudah terdaftar di pengadilan,” Insank menandaskan.

Memori banding Ratna Sarumpaet tersebut telah terdaftar di PN Jakarta Selatan dengan nomor 63/Akta.pid/2019/PN.Jkt.Sel yang diterima Panitera PN Jakarta Selatan Muhtar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Sampah Pembalut Menumpuk, Tertarik Beralih ke Produk yang Lebih Ramah Lingkungan?

Liputan6.com, Jakarta – Wanita rutin menggunakan pembalut sekali pakai karena jadwal menstruasi yang dimilikinya. Namun, sadarkan Anda bahwa pembalut sekali pakai memberi efek buruk pada lingkungan?

Menurut riset Stockholm University , plastik di dalam bungkus pembalut memerlukan waktu sekitar 500–800 tahun untuk terdegradasi. Itu berarti sampah pembalut sekali pakai memerlukan waktu penguraian lebih lama dari sampah plastik botol yang memerlukan waktu antara 70–450 tahun untuk terdegradasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan United Nations Population Fund, jumlah penduduk Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 131,88 juta jiwa di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Jika rata-rata dalam sebulan wanita membuang sampah pembalut sebanyak empat lembar pembalut dalam sehari, lalu dikalikan enam hari, akan terkumpul sebanyak 24 sampah pembalut hanya dalam waktu sebulan. Belum lagi jika dikalikan dengan jumlah penduduk wanita di Indonesia, jumlahnya kurang lebih mencapai 26 ton per hari.

Selain menyumbang sampah yang banyak, pembalut juga dapat mencemari lingkungan di sekitar. Hal ini terlihat dari masih adanya masyarakat yang membuang pembalut ke dalam sungai ataupun selokan yang dapat menganggu ekositem hewan-hewan di dalam sungai.

Tak hanya itu, melalui riset United Nations Environment Program, produksi pembalut sekali pakai menyumbang emisi gas karbon sekitar 15 juta ton pertahunnya. Hal tersebut setara dengan 35 juta barel minyak yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

2 dari 4 halaman

Mencoba Pembalut Ramah Lingkungan

Karena berbagai dampak yang terjadi lewat pemakaian pembalut sekali pakai, belakangan ini marak diperbincangkan pembalut yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan seperti menstrual cup dan reusable pad. Salah satunya dari akun Instagram @sayapilihbumi yang mengkampanyekan program ramah lingkungan.

Namun, banyak wanita yang belum berani untuk mencoba dan ada pula yang belum mengetahui tentang pembalut ramah lingkungan ini. Terlihat dari berbagai ungkapan warganet yang mengomentari unggahan foto dari akun tersebut. Padahal, manfaatnya jauh lebih besar untuk mengurangi penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan.

Menstrual cup merupakan cawan berbentuk corong kecil yang terbuat dari bahan karet ataupun silikon. Cup ini berfungsi sebagai penampung darah saat menstruasi. Meski belum banyak yang tahu, alat ini bisa dipakai menjadi alternatif untuk para wanita saat menstruasi.

Berbeda dengan pembalut, menstrual cup digunakan ke dalam vagina untuk menampung pengumpulan darah saat menstruasi. Alat kesehatan ini biasanya memiliki dua ukuran yaitu yang sudah melahirkan dan ukuran untuk yang belum pernah melahirkan.

Menstrual cup ini memiliki daya tampung darah yang dapat mencapai 30 ml dan dapat digunakan berulang-ulang sehingga lebih praktis. Satu buah menstrual cup dapat digunakan hingga sepuluh tahun.

Dilansir dari laman healthline, menstrual cup memiliki berbagai kelebihan. Seperti hemat anggaran, lebih aman karena tidak perlu menyerap darah dan tidak berisiko terkena penyakit toxic shock syndrome (TSS) atau infeksi bakteri langka dan juga tidak menyebabkan dampak buruk pada lingkungan.

3 dari 4 halaman

Menggunakan Reusable Menstrual Pads

Ada pula alat yang ramah lingkungan selanjutnya yaitu reusable menstrual pads. Bentuk dan kegunaan alat ini sama persis dengan pembalut biasa, tapi alat ini bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang.

Pada Reusable Menstrual Pads, bahan yang digunakan dibuat agak tebal agar bisa menyerap lebih banyak cairan. Selain itu, dilengkapi juga dengan satu lapisan di bagian dalam yang mampu menahan cairan agar tidak tembus ke luar. Lapisan ini berbahan seperti karet balon dan diletakkan di bawah handuk atau kain penyerap.

Menstrual pads memiliki tiga ukuran yaitu pantyliner/minipad, day dan night. Setiap merek memiliki ukurannya masing-masing tergantung kebutuhan Anda. Sama halnya seperti menstrual cup, alat ini juga dapat digunakan berulang hingga sepuluh tahun.

Dilansir dari laman healthline, Reusable Menstrual Pads juga memiliki berbagai kelebihan untuk penggunanya. Salah satunya yaitu sebagai bahan yang tidak mengiritasi dan menghindari paparan bahan-bahan sintetis yang tidak perlu pada pembalut sekali pakai. Alat ini juga dapat berhemat sekaligus menjaga lingkungan bebas dari pencemaran sampah pembalut. (Devita Nur Azizah).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Persiapan Arya Jalani Operasi Angkat Kulit Gelambir Usai Turunkan Berat Badan

Liputan6.com, Bandung Arya Permana (13), pasien obesitas asal Karawang, Jawa Barat, mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu (17/7/2019). Pihak RSHS rencananya akan melakukan operasi bedah plastik terhadap Arya untuk menghilangkan kulit berlebih sisa lemak di tubuhnya.

Arya tampak ditemani kedua orang tuanya juga mendatangi RSHS. Dia terlihat segar dan mampu berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Arya bertemu dengan psikiater sebagai salah satu persiapan menghadapi operasi plastik yang akan dilakukan RSHS. Konsultasi itu dilakukan Arya agar mantap menghadapi operasi.

Menurut salah satu dokter yang turut menangani bocah Arya, Viramitha Kusnandi, kondisi psikis pasien saat ini dalam keadaan baik.

“Kalau masalah kejiwaan, karena penanganan ini satu tim, kita sudah mengkonsultasikan ke bagian psikiatri untuk kesiapan mentalnya. Kebetulan tadi pagi sudah ketemu dengan dokter bagian psikiatri. Insya Allah semua dalam keadaan baik saat ini sedang diassessment,” katanya.

Menurut spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS ini, berdasarkan keterangan psikiater, kondisi mental Arya sudah siap menjelang operasi. Mengingat pihak yang menginginkan operasi adalah Arya sendiri.

Terkait rencana bedah plastik, Viramitha menyatakan hal itu bukan wewenangnya untuk memberi penjelasan. Namun ia memastikan bahwa pendampingan secara psikis terhadap Arya akan dilakukan sebelum hingga selesai operasi.

“Kita turut mendampingi Arya Permana dengan psikiatri karena operasi ini tidak sekali. Ada beberapa tahap membuang bagian-bagian tubuhnya sehingga dalam perjalanan ini harus didampingi tim psikiatri,” ujarnya.

Seperti diketahui, badan Arya yang dulu mencapai berat 192 Kg kini telah berhasil turun seberat 87 Kg.

2 dari 3 halaman

Naik ke Meja Operasi 24 Juli

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler RSHS Bandung Renny Meysuburiyani mengatakan, penanganan operasi bedah plastik Arya dilakukan oleh tim.

“Jadi, untuk pasien Arya Permana akan menjalani operasi bedah plastik pada 24 Juli. Sekitar tanggal 20-an sudah masuk kamar untuk persiapan,” kata Renny di RSHS Bandung.

Saat ini, kata Renny, Arya menjalani pra operasi. Hal ini dilakukan untuk mengecek kondisi fisik bocah asal asal Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang itu.

Selain persiapan fisik, Arya juga menjalani persiapan psikis. Arya pun telah berkonsultasi dengan psikiater di RSHS.

“Hari ini, pasien Arya hanya menjalani pemeriksaan psikis. Jadi ini merupakan bagian dari pra operasi,” ujar Renny.

Operasi plastik di tubuh Arya akan dilakukan di empat bagian tubuh yang kulitnya menggelambir yaitu di lengan, kaki, perut dan dada. Renny melanjutkan, keterangan resmi soal teknis operasi bedah plastik Arya akan dilaksanakan RSHS sebelum operasi.

“Nanti ada keterangan resmi ke media dari RSHS,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Masih Tinggi, Ini Kata Kriminolog

Liputan6.com, Jakarta – Kriminolog menilai usia dan ketidakharmonisan keluarga menjadi salah satu pemicu kekerasan terhadap anak. Sebelumnya data yang dihimpun oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA Jatim) pada 2018 tercatat, Surabaya menjadi kota dengan tingkat kekerasan terhadap anak paling tinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan tertulis LPA Jatim pada 26 Desember 2018 yang dikutip dari Antara, ada 10 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) dengan tingkat kekerasan terhadap anak masih tinggi.

10 kabupaten/kota itu antara lain Surabaya sebanyak 132 kasus, Mojokerto 25 kasus, Jombang 20 kasus, Gresik 20 kasus, Malang 17 kasus. Selain itu, Blitar ada 12 kasus, Sidoarjo ada 12 kasus, Pasuruan ada 11 kasus, Bangkalan 8 kasus, dan Lamongan 8 kasus.

“Memang terjadi penurunan sekitar 10 persen kasus kekerasan terhadap anak di Jatim tahun 2018. Tapi untuk Kota Surabaya masih tinggi,” kata Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur Isa Ansori.   

Meski demikian, LPA Jatim mencatat ada penurunan kekerasan terhadap anak keseluruhan di Jawa Timur yaitu pada 2017 yang melapor langsung sebanyak 159 kasus. Namun, turun menjadi 131 kasus pada 2018 atau sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya. 

Terkait data tersebut, kriminolog Universitas Indonesia, Vinita Susanti menyebutkan, usia dan ketidakharmonisan keluarga menjadi pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak.

“Usia anak, menjadikan ia rentan terhadap kekerasan. Baik  anak-anak yang hidup dalam keluarga utuh dan tinggal bersama dengan orang tuanya, maupun anak-anak yang tinggal di jalanan. Adanya ketidakharmonisan dalam keluarga juga membuat anak rentan menjadi korban kekerasan,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6, Kamis (17/7/2019).

Vinita menuturkan, penurunan angka kekerasan sekitar 10 persen menunjukkan ada perhatian dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

“Bisa saja, terjadi.  Hasil penelitian juga menunjukkan peran keluarga, masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam mendidik anak. Bila keluarga, masyarakat dan pemerintah sudah menjalankan perannya dengan baik dan benar, bisa saja kemungkinan terjadinya penurunan angka kekerasan terhadap anak,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Tidak Dilaporkan

Namun, ia juga melihat penurunan angka kekerasan terhadap anak juga terjadi karena tidak dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Di lain pihak, penurunan angka kekerasan terhadap anak, bisa juga terjadi karena ada kasus-kasus yang tidak dilaporkan pada yang berwajib (dark number),” ia menambahkan.

Vinita menilai, langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap anak dengan menyadarkan orangtua dan sanksi-sanksi yang perlu diberikan kepada pelaku kekerasan terhadap anak.

“Penyadaran pada orang ua, atau orang-orang yang berpotensi melakukan kekerasan terhadap anak. Di mana anak-anak di lindungi oleh negara, dalam bentuk UU Perlindungan Anak. Ada sanksi-sanki yang bisa diberikan pada pelaku kekerasan terhadap anak,” ujar dia.

(Tito Gildas, Mahasiswa Universitas Indonesia)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Suap Romahurmuziy, Kakanwil Kemenag Jatim Dituntut 3 Tahun Penjara

Liputan6.com, Jakarta – Jaksa penuntut umum pada KPK menuntut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Haris dianggap terbukti menyuap Romahurmuziy atau Romi sebagai anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atas pengisian jabatan di lingkungan Kemenag.

“Menuntut agar majelis hakim memutuskan menyatakan Haris Hasanuddin bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menuntut, menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun, pidana denda Rp 200 juta atau subsider 5 bulan kurungan,” ucap jaksa Ni Nengah Gina Saraswati di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (17/7).

Dalam pertimbangan yang dibacakan oleh Jaksa Abdul Basir, Haris menggelontorkan uang kepada Romi secara bertahap guna memuluskan dirinya mengisi jabatan sebagai Kakanwil Jatim.

Pemberian suap bertahap terjadi di kediaman Romi, Condet, Jakarta Timur. Pada 6 Januari 2019, ia memberi politikus PPP itu uang sebesar Rp 5 juta.

“Pada tanggal 6 Februari 2019 bertempat di rumah Muhammad Romahurmuziy terdakwa memberikan uang sejumlah Rp 250 juta rupiah,” ujar jaksa.

Sementara pemberian uang ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seluruhnya berjumlah Rp 70 juta. Sama dengan Romi, Haris memberi uang kepada Lukman sebanyak dua tahap, Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

Kendati saat Lukman menjadi saksi dalam persidangan membantah adanya penerimaan suap, jaksa mengesampingkan keterangan tersebut.

“Menurut penuntut umum keterangan saksi Lukman Hakim tersebut hanya merupakan tambahan sepihak karena bertentangan dengan alat-alat bukti,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Kasus

Dalam seleksi Kakanwil Kemenag Jatim, sedianya Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi karena masih menjalani proses sanksi. Namun Rommy meminta agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tetap meloloskan Haris.

Diloloskannya Haris dalam pencalonan juga mendapat teguran dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menilai Haris tidak layak lolos seleksi.

Dalam sidang juga terungkap bahwa Haris mendatangi Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa meneruskan pesan kepada Rommy agar membantunya lolos seleksi.

Berdasarkan surat dakwaan, Haris pernah datang langsung ke kediaman Rommy di Condet, Jakarta Timur, sambil membawa uang Rp 250 juta. Uang tersebut kemudian dianggap jaksa sebagai bentuk suap.

Haris pun saat ini berstatus terdakwa. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, itu didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi berupa uang Rp 325 juta.

Haris juga disebut dalam surat dakwaan memberi uang dengan total Rp 70 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar lolos seleksi pencalonan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Sejatinya, Haris tidak lolos persyaratan administrasi.

Lukman, atas perintah Romi sebagai atasan struktural partai, membuat Haris lolos seleksi dan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Bahkan dalam satu pertemuan, Lukman mengatakan siap pasang badan untuk Haris.

Atas pernyataan tersebut, Haris memberi Rp 50 juta kepada Lukman.

Beberapa hari kemudian Haris kembali merogoh kocek Rp 20 juta untuk diserahkan kepada Lukman melalui Herry Purwanto sebagai bagian komitmen fee yang telah disiapkan.

Atas perbuatannya, Haris dituntut telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

6 Tas Mewah Koleksi Sandra Dewi, Ada yang Seharga Mobil

Liputan6.com, Jakarta – Pesinetron sekaligus model cantik Sandra Dewi terkenal dengan barang-barang koleksinya yang mewah. Wanita kelahiran Pangkalpinang ini memiliki berbagai koleksi tas mewah dengan harga ratusan juta rupiah.

Sandra Dewi kerap terlihat menggunakan tas-tas branded dengan harga mahal di akun Instagram pribadinya. Wanita yang berusia 35 tahun ini tampak cantik dan mempesona lengkap dengan tas yang digunakan pada acara tertentu.

Penasaran dengan penampilan dan harga tas ibu satu anak ini? Liputan6.com telah merangkum informasi tersebut dari berbagai sumber, Rabu, 16 Juli 2019.

1. Chanel Deauville Tote

Dilansir dari tradesy.com tas dengan tipe Deauville Tote ini berukuran cukup besar. Tas dengan bahan canvas ini memiliki tali yang terbuat dari rantai perak menyatu dengan tas. Sandra Dewi kerap kali terlihat memakai tas ini di beberapa acara penting.

Ada beberapa warna dari tas tipe ini seperti abu-abu, krem, dan juga biru dongker. Harga tas dengan merek Chanel ini dibanderol sekitar 3000 dolar AS atau Rp41 juta.

2 dari 7 halaman

2. Hermes Birkin Black Togo GHW

Koleksi tas mewah selanjutnya berasal dari rumah mode Hermes. Memiliki desain simpel dengan balutan warna hitam dengan aspek klasik. Tas yang dibuat dari kulit togo ini dilengapi dengan aksesoris gold yang terdapat pada gesper.

Dilansir dari 1stdibs.com, harga tas dengan ukuran 30cm ini dibanderol seharga 20.417 dolar AS atau setara Rp258 juta.

3 dari 7 halaman

3. Tas Louis Vuitton Egg

Selanjutnya, tas dengan desain unik seperti telur ini hadir dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Dilansir dari louisvuitton.com, tipe tas ini hadir dari berbagai bahan seperti kanvas monogram, kulit anak sapi, paten, dan kulit piton.

Tas dilengkapi dengan pegangan atas dari kulit dan tali rantai. Harga tas dari Louis Vuitton ini dibanderol senilai 2.290 euro atau setara dengan Rp35 juta.

4 dari 7 halaman

4. Tas LV Mini Luggage

Tas dengan berat 1,4 kg ini juga menjadi koleksi artis cantik ini. Dilansir dari spottedfashion.com, tas dengan model kanvas monogram ini menampilkan sudut-sudut yang menarik. Dilengkapi dengan desain elegan perpaduan warna coklat muda dan tua.

Pegangan atas dari tas terbuat dari tali dan rantai dengan kesan modis. Tas dengan tipe Mini Luggage ini dibanderol sekitar 3.550 dolar AS atau setara dengan Rp49 juta.

5 dari 7 halaman

5. Channel CC Filigree Vanity Case

Tas selanjutnya yang menjadi koleksi artis cantik ini adalah Chanel dengan tipe CC Filligree Vanity Case. Dilansir dari bragmybag.com, tas ini didesain dengan bentuk klasik dan bagian tengahnya dilapisi dengan berlian. Ada tali kulit rantai yang digunakan di bagian bahu.

Tas ini memiliki bentuk kotak-kotak dengan logo CC yang cukup besar di tengahnya. Harga tas ini dibanderol sekitar 3.500 dolar AS atau setara dengan Rp48 juta.

6 dari 7 halaman

6. Picotin Lock 18 Bag

Dilansir dari hermes.com, tas berwarna merah muda ini cukup minimalis namun memberikan kesan mewah. Terlihat dari aksen garis-garis yang terdapat pada bagian talinya.

Tas ini memiliki berbagai warna mulai dari biru, merah, oranye, coklat, kuning, merah dan masih banyak lagi. Tas tersebut dibanderol dengan harga 3.325 dolar AS atau setara dengan Rp46 juta.(Devita Nur Azizah)

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Dibawah Ini:

Polisi di Pedalaman Papua Wajib Ajar Anak-Anak SD

Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Polisi Rudolf Albert Rodja mengatakan, anggota Polri yang ditugaskan di daerah terpencil atau pedalaman Papua wajib membantu mengajar anak-anak di sekolah dasar (SD).

Untuk itu, kata Rudolf, dia sudah memerintahkan kepada setiap anggota Polsek dan BKO Brimob yang daerah penugasannya terdapat sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, maka wajib untuk membantu.

“Itu sudah terjadi di Puncak Jaya, disana ada BKO Brimob dari Sulawesi Selatan yang membantu mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan guru,” kata Rudolf kepada wartawan usai memimpin upacara perayaan HUT Bhayangkara ke-73 di Kota Jayapura, Papua, Rabu, 10 Juli 2019, dilansir Kabarpapua.co.

Rudolf juga menyampaikan sebelum anggota BKO Brimob datang ke Papua komandan satuannya diminta untuk membekali anggota dengan keterampilan untuk mengajar.

“Saya sudah lihat sendiri di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya itu ada sekolah yang punya enam kelas, tapi gurunya hanya tiga dan itu juga jarang masuk. Sehingga anggota (polisi) yang ditugaskan kesana harus memiliki keterampilan mengajar,” ujarnya.

Pada perayaan HUT Bhayangkara ke-73 ini juga, Rudolf memberikan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo kepada perwakilan anggota polisi atas kinerja dan dedikasi mengabdikan diri di Kepolisian.

“Presiden sudah sampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri, tapi saya sampaikan tak boleh berpuas diri,” kata Rudolf.

Rudolf juga mengatakan, dirinya sudah mulai menata kembali kinerja anggota yang ada di Polda Papua dan jajaran agar bisa melayani dan melindungi masyarakat dengan baik.